Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Secercah cahaya hati


__ADS_3

Udara pengap yang menyelimuti kota dengan stasiun tua yang hingga kini masih di jaga literaturnya, menyambut Ghanes yang berdiri menegang di tangga terbuka di bawah patung capung.


Tatapan matanya menerawang jauh, seakan sedang melihat sebuah layar besar pertunjukan film di depannya. Di hembuskannya nafas dengan sangat kasar, "Akh,,,, dunia,,,, kapan gua bisa mengerti dan paham denganmu? Bahkan hingga kinipun gua masih ga mengerti apakah yang kulakukan adalah benar atau salah."


Angin panas yang berhembus membuatnya mendengus kesal. Ini adalah salah satu hal yang sangat ga bisa ia toleransi dari negara yang memiliki 4 musim. Yaitu udara yang kering, dengan tingkat kelembapan yang rendah. Saat panas pun angin yang berhembus bukan lagi segar menyejukkan, tapi angin panas.


Random Ghanes melangkahkan kakinya menyusuri trotoar kota dengan para manusia manusia yang di kejar deadline.


"Ckckckck, selalu begitu. Sibuk." Gumam Ghanes perlahan sambil terus melangkahkan kaki tak tentu arah.


Perlahan, Ghanes mulai sedikit tersenyum, entah karena apa. Tiba-tiba hatinya merasa sedikit tenang mengingat semua hal yang telah di lakukannya di negara ini. Terlepas dari semua kebusukan yang telah ia lakukan, namun di sisi lain dia pulalah yang akhirnya bisa memberi makan seluruh anggota keluarganya hingga sekarang.


Dia menarik nafas berat,


"Hmmmm mungkin memang gua harus berlalu dari sini. Kalau gua terus goblok seperti ini, bisa-bisa keluarga gua mati kelaparan nanti. Ya ga sih Nes?" tanya nya pada diri sendiri.


"Mbak, bicara ma siapa mbak?" Tiba-tiba seorang pria menegurnya tepat ketika berpapasan dengannya.


"Heh ! ****** ! Kaget gua? " Ghanes tersentak bukan kepalang saking kagetnya.


"Hahahahaahaha ya ampun mbak, mbak, sendirian aja mbak? Kok ga ada yang nemenin mbak? Kerja di mana mbak?" Tanya nya beruntun.


"Lu nanya apa interogasi?" Tanya Ghanes ketus.


"Heheheehe, maap mbak, maap, habis mbaknya sih ngomong sendiri sambil jalan. Kalau ga ada temen, boleh lo mbak nongkrong ma kita." Kata pria itu sambil nunjuk ke 2 orang temannya yang lain.


Ghanes tersenyum sambil mengangguk meng-iya kan ajakan mereka. Toh setelah ini Ghanes juga munkin ga akan bertemu mereka kembali kan?! Selain itu juga Ghanes juga ga punya tujuan pasti mau ke mana. Itung itung cari suasana dan obrolan baru.


Mereka ber-empat akhirnya memilih taman kota untuk nongkrong. Karena di taman ini juga ada danau nya yang bisa di gunakan juga untuk bermain kano, dengan biaya sewa 150 ribu per perahu per jam. Cukup murah untuk hitungan negara sini.


Ghanes duduk dengan santai di atas rerumputan di tengah taman dengan tiga orang yang baru saja di kenalnya beberapa menit yang lalu.


"Mbak, kerja di mana?" Tanya salah seorang pria tadi membuka pembicaraan.


"Ga kerja mas."


"Maksudnya ? Lagi nunggu majikan?"


"Ya ga. Emang gua ga kerja. Gua ke sini lagi main aja. Liburan."


Mereka bertiga menatap Ghanes kebingungan dengan maksud perkataan Ghanes barusan.

__ADS_1


Seolah mengerti kebingungan mereka, Ghanes pun memperjelas ucapannya.


"Iya mas,,,, Gua di negara ini memang ga lagi kerja, tapi hanya main , liburan saja. Jadi visa ku visa turis."


"Ohhh,,, mau nyari kerjaan mbak? Dengan visa turis? Lalu setelah itu jadi ilegal donk."


Ghanes tergelak mendengar kata-kata mereka. "Hahahhahahaha udah gua bilang gua ini hanya liburan, bukan sedang nyari kerja, visa gua habis, ya gua pulang donk, ngapain di sini. Masih ga ngerti juga kalian?"


"Serius mbak ? Di sini hanya liburan?"


"Lha emang iya. Gua liburan. Hahhahaaahahaha."


"Tapi kok sendirian mbak? Ga ada temennya gitu?"


"Ga ada. Ngapain bawa-bawa temen. Belum tentu juga temennya mau kan?!"


"Wah,,,, banyak duit donk mbak kalau begitu?"


"Akhh ga juga sih. Hanya cukup saja."


"Berarti mbak bisa bahasa sini donk. Kok beranu sendirian."


Mereka kompak mangut-mangut, "Oooooohhhh pantesan,,,,,, Udah canggih dia. Suhu ternyata."


Sambil terus kasak kusuk ,ternyata tanpa di sadari gantian perut mereka yang ngerumpi minta jatah untuk di isi.


"Hahhahaha gila ya kita, padahal baru kenal lo, ga taunya udah jam 3 sore aja, Mbaknya asyik sih. Ya ga gaes."


"Mbak, kok bisa bahagia begitu rahasia apa sih mbak seperti ga punya beban hidup."


"Hahahahaha ya rahasianya seperti apa yang kamu bilang tadi, yaitu "Gila" aja. Hahahaha."


"Yok makan yok, mbak e mau makan apa nih?"


"Hehehehe gua mau makan sate nya Akui."


"Lah, tau juga sate Akui. Kamu benar-benar luar biasa mbak. Suhu suhu,, ampun suhu."


"Hahahaaha kalian itu terlalu berlebihan." Kata Ghanes tertawa.


"Bukan kita yang berlebihan mbak, tapi mbaknya yang terlalu sederhana. Tadi tuh kita ngiranya mbak itu anak baru lo di sini, di lihat dari penampilan mbak yang tanpa make-up dan cara berpakaian mbak yang begitu sederhana seperti orang lokal. Ga nyangka sumpah."

__ADS_1


"Hehehehe,,,, yang seperti begini tuh jadikan pelajaran aja gaes ya. Manusia yang selalu bisa di nilai dari bungkusnya. Meskipun pada kenyataanya ga ada buku matematika di ber cover gabar porno. Hahahhahaaa."


"Dihhh,,, mbak nya ada-ada aja dech. Masak manusia di bandingkan dengan buku."


"Udah,,, udah,,, udah sampai tuh di depan. jadi makan atau ga?"Kata Ghanes kemudian setelah melihat banner warung indonesia bertuliskan Sate Akui.


Sambil menikmati makanannya salah satu dari mereka bertanya pada Ghanes,


"Ngomong ngomong mbaknya berapa lama di sini?"


"Mmmmmm visa nya sih 1,5 bulan. Tapi lihat-lihat sikon aja sih. Kalau bosen ya paling dua minngudah cabut, hehehheehe."


"Bosen napa mbak?"


"Udara nya gua yang bikin males. Indonesia tetap juara sih menurut gua."


Mereka mangut-mangut, "Mmmm iya juga sih ya, kita semua dulu waktu baru datang juga kaget asli. palagi pas waktu musim dingin, semua tangan dan kaki pecah-pecah, kulit kering ampe perih. Meskipun udah lama di sini pun tetap aja kulit kering kok."


Salah satu dari mereka tiba-tiba tertawa,


"Hahhhahhaahahhaaa"


"Ada apa lu nyet?"


"Hahhahaha, ga. Gua ingat betul dulu saat musin dingin, gua tuh suka ngata-ngatain cowok yang pakai lipgloss, karena kaya banci. Tapi akhirnya gua sadar bahwa lipgloss itu harus dan wajib kalau mau bibir tetap bisa buat makan. Kalau ga pake, berdarah darah karena kering. Hahhahahaha."


"Hhahahahahahaha,,,,, iya bener bener.." Serentak mereka tertawa dan membenarkan.


.


.


.


.


.


..


.

__ADS_1


__ADS_2