Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Keberangkatan Ghanes


__ADS_3

"Aneeeeesssss.....!!!!!" Ada telpon nes, sini... " Teriak ibu nya Anes dari depan.


"Iya buk, maaf ya buk, Anes ga bawa hape ke belakang tadi, hingga Ibuk harus lari lari begitu, soalnya Anes kadang jengkel buk kalau sering di gangguin orang kalau sedang sibuk."


"Iya, iya, niihh .... udah ibuk angkat kok. Tinggal ngomong aja, dari PT katanya."


"Iya buk."


"Hallo Asalamualaikum,,, saya Ghanes."


"Waalaikumsalam mbak Ghanes, kami dari pihak PJTKI mbak, mau memberikan informasi bahwa besok mbak harus ke PT karena mau ada interview mbak."


"Loohhh,,,, interview apalagi mbak? Bukankah PK nya udah turun kok masih interview lagi mbak?"


"Iya mbak ini majikan mau ngomong langsung, katanya minta cepet berangkat, jadi mereka mau melihat mbak Ghanes secara langsung untuk memastikan mbak Ghanes siap berangkat dalam waktu dekat atau tidak."


"Ohhhhhh kirain dapet majikan baru mbak, yang kemarin cancle."


"Ga mbak. Majikan masih yang kemarin kok mbak. Cuma kemungkinan kalau mbak Ghanesnya dilihat sehat dan siap berangkat, maka proses akan dipercepat, soalnya di sana ada kekosongan orang terlalu lama mbak."


"Oke mbak, terus jam berapa saya harus interview?"


"Jam 10 Pagi mbak."


"Wadaaawwww,,,,, kenapa ngomongnya mendadak mbak? ini udah jam 3 lo mbak, dan perjalanan saya ke terminal aja 1 jam mbak. Saya bisa tengah malem nyampek sana."


"Ga pa pa mbak tengah malem, asalkan besok pagi udah siap jam 10 di kantor. Kalau mbaknya berangkat sekarang nanti saya ngomong ke pak satpam kalau ada anak yang mau masuk tengah malem, biar di bukain pintu. Gimana mbak, siap berangkat sekarang kan mbak?"


"Oke dech mbak, saya siap siap dulu dech kalau gitu, ga perlu bawa apa apa kan.?"


"Ga perlu mbak, cuma interview aja kok, plaing kalau jadi ya tanda tangan notaris aja sih, terus ahli warisnya bisa nyusul besoknya, jadi ada kemungkinan nginap lah 1 harian."


"Ya udah, saya berangkat sekarang. Makasih ya mbak. Selamat sore."


"Selamat sore."


..............


"Buuuk,,,, Anes pergi ya buk hari ini, mau ke kota S, ada interview, plaing nginep 1 hari kalau interview nya deal, katanya ada kemungkinan Anes berangkat lebih awal dari jadwal."


"Jam segini kamu mau berangkat? "


"Iya buk, soalnya kalau berangkat pagi takutnya ga keburu, kan ga enak kalau di tunda tunda buk. Kasian mereka."


"Terus kamu sama siapa berangkatnya? Sendirian?"


"Ya sendirian, biasanya juga sendirian buk kemana mana kan."


"Iya,, tapi ini kan udah terlalu sore Aneeesss....."


"Anes tau Ibuuukk,,, aman kok buk, ga ada apa apa. Tenang aja dech. Di kendaraan umum itu sekarang aman buk, ga seperti dulu dulu. Ibuk ga usah terlalu parno dech."


"Ga parno gimana ,, kamu kan anak perempuan."


"Anes pastikan Anes bakal sampai tujuan dengan selamat kok Buk, Ibuk percaya dech ma Anes , ya,,,,, Ayo dong buk,,, ini udah mepet nih waktunya,,,, jangan di perlambat lagi,,"


"YA udah kalau gitu, kamu telpon masmu dulu, biar di anterin ke terminal biar lebih hemat waktu."

__ADS_1


"Emang Mas Susan ga sibuk?"


" Mana ada dia sibuk kalau kamu yang nyuruh? hahahhahahaha"


"Iya juga sih buk, tapi kasian pelanggannya nanti kalau tiba tiba di tinggal."


"Kan ada temennya yang bantuin."


"Eh iya iya, kok Anes ga kepikiran hal itu ya?"


........


"Eh ada apa nih,,, kok aku seperti dengar orang lagi nggibahin aku dech."Tiba tiba Susandathna kakak laki lakinya Ghanes satu satunya menyela dari pintu samping.


"Eh kebetulan San , tuh adekmu mau ke kota S , kamu anterin gih bentar ke terminal ya, kasian udah sore begini, takut kemaleman, kalau kamu anterin nyampek terminal kan bisa hemat waktu 30 menitan kan. Sekalian tungguin ampe dia naik bus, belikan tiket Patas biar cepet, kalau kamu tungguin kan semisal ga dapet bus ke kota S, bisa langsung balik pulang."


"Diiihhhh wejangannya panjang amat buk, kaya rel kereta tuh, ga perlu di tungguin kale, kan Bus nya 24 jam buk, mana ada ga dapet Bus, lagian Anes kan bukan anak kecil, udah gede dia itu."


"Heiii,,, dia itu anak perempuan..."


"Iya dech buk,,, iya, Susan tugguin. Udah buk?"


"Naahhh gitu donk,,, tuh adekmu dah siap nohh."


"Heeeeeiiii !!!!!! Bleeekk ciblek ( ciblek adalah nama burung yang sering berkicau di pagi hari) kamu ga mandi apa , kok lusuh amat? Diihhh nih anak perempuan mau pergi kok lusuh begitu?"


"Apaan sih mas, ciblak ciblek,,, "


"Lha mau dipanggil apaan emang, kan kamu emang kembaran ma burung itu, suka sekali bernyanyi hingga keriting telingaku yang indah, hahhahhaha"


"Diihhhh gini gini kalau aku ga ada, kmau kesepian kan mas? Tuhhh kamu sama Adit bakal kesepian kalau aku ga ada. Gayamu kaya orang ga butuh aja, jiihhh."


"Ga! Puas?"


"Diiihhhh joroookkk"


"Biarinnnn...... cepetan jadi nganterin ga? Waktuku dah mepet nih,, ini ga sempet mandi juga karena buru buru, ntar malem mamdi di sana aja sekalian sebelum tidur, kalau mamdi sekarang, paling turun dari Bus bakal kucel lagi kok."


"Jo......Ro...k!!!!"


"Masssss!!!!! Cepetan!!!!"


"Iiiiiihhhh dasar ciblek!!!! rusuh bener tu mulut. Awas helm nya jangan lupa di pake, Di keplaa ya bukan di dengkul keg biasanya, awas aja kalau gara gara kamu Mas harus ketilang lagi."


"Hehhehehehehe kali ini kau janji Ga dech, karena urgent."


"Buuukkk,,,, Anes berangkat dulu, asalamualaikum ..."


"Walaikumsalam, San,,, Susan ati ati bawa adekmu san. Jangan lupa tungguin ampe berangkat Bus nya ya."


"iya ya buk,, ibuk, ga percaya amat ma anaknya."


Jarak 40km dari rumah bukanlah sebuah kendala bagi Susan untuk melintasi jalur pegunungan ini. Karena Susan sudah terbiasa hampir setiap hari melewatinya untuk antar barang ataupun untuk membeli perlengkapan kerjanya di sebuah bengkel Dinamo dan listrik yang di dirikannya sendiri.


Jarak ini bisa di tempuh dalam waktu 30 menit saja. Pohon pinus yang berjajar di sepanjang jalur lintas selatan ini memang cukuplah menarik dan terlalu indah untuk di nikmati. Di tambah dengan beberapa kedai dan warung berjejer di spot spot ynag bagus, sangatlah wajar jika jalur ini meskipun di pegunungan tetapi sangat ramai dilewati kendaraan , dari yang memang melakukan perjalanan atau sekedar pergi makan minum di spot spot yang indah sambil nongkrong menikmati alam yang masih hijau.


"Blek, udah sampai nih, tungguin di sini, mas parkir dulu. Awas jangan kemana mana."

__ADS_1


"Siap booossss!!!" Sambil ngangkat tangannya memberi hormat layaknya tentara.


"Dasar lu blek,,,, " Sambil menoyor kepalanya Anes.


Tak sampai 5 menit Susan pun kembali dari parkiran motor sambil mengayun ayunkan kunci.


"Awas kunci jatuh mas, baru tau rasa ntar."


Susan : weeeeeeeeeeekkkkkkk sambil julurkan lidahnya.


"WOoiiii blek !!! ayo... !! jadi berangkat ga ? Bengong aja terus di situ, pingin kesambet apa gimana?"


"Eh iya mas,,," Berlari mneyusul kakaknya.


.........


"Patas ke kota S mbak 1 orang, sekarang, ambil yang paling cepet."


"10 menit lagi mas, C091 kursi nomer15."


"Iya mbak ambil yang itu saja."


"Uangnya pas ya mas, ini tiketnya terimakasih."


.......


"Niihhh tiketnya cepetan naik, Busnya ada di pintu E paling depan. 10 menit lagi berangkat."


"Ya udah mas, kamu boleh pulang kok, q mau naik."


"Noooo!!!!! q bakal nungguin ampe bus kamu berangkat, q duduk di kursi tunggu . Kamu naik aja sono."


"Ya udah. Asalamualaikum mas, bye bye."


"Walaikumsalam, Awas lu ati ati, ga usah pecicilan di sana, kalau udah nyampek kasih kabar."


"Siap boosss Siaaappp...."


Susandhatna pun beranjak duduk ke kursi tunggu di sebelah koridor sambil ngeliatin Bus yang di naikin adiknya. Hatinya yang sedikit sakit, ga tega jika adik perempuan satu satunya harus jauh di negara orang. Meskipun ini sudah yang kedua kalinya, tapi Susan merasa ga berdaya sebagai kakak laki laki ynag harusnya bertanggungjawab terhadap saudara perempuannya. Susan merasa ga tega jika adik perempuan yang harusnya menikmati masa mudanya seperti anak anak lain tetapi harus berjuang sendiri jauh dari keluarga. Takut jika adiknya nanti salah pergaulan dari kesakitan dan keras hidup yang dia alami.


Tapi apalah daya tekad adiknya begitu kuat tak bisa di halangi. Toh kepergian yang pertama juga baik baik saja, dan bisa pulang dengan keadaan yang ga berubah, masih menjadi adiknya yang sama seperti sebelum berangkat.


Tak di sadari Bus perlahan lahan bergerak meninggalkan Susan dalam lamunannya.


Ekor mata Susan menangkap pergerakan Bus itu, dia menghembuskan nafasnya kasar lalu melangkah pelan meninggalkan kursi tunggu menuju area parkir.


Sepanjang perjalanan pulang hatinya resah memikirkan adiknya . Dia merasa adiknya akan segera berangkat ke negeri seberang. Dan ntah kenapa melepas adiknya kali ini Susan begitu berat. Seakan akan ada sesuatu yang di khawatirkan, tapi Susan sendiri bingung apa yang di khawatirkannya itu.


..


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2