Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Rumah Kakek


__ADS_3

Hari ke dua lebaran pagi pagi setelah selesai sholat subuh tiga serangkai ini pun bersiap siap ke rumah kakek. Jarak dari rumah ke rumah kakek merek sekitar 15 km saja. Bukan jarak yang jauh mengingat negara indonesia adalah negara yang sangat luas wilayahnya. Mereka cukup mengendarai sepeda motor saja, karena memnag hanya itulah yang mereka punya saat ini untuk alat transportasi. Jadwalnya setelah dari rumah kakek langsung ke rumah budhe lalu pulangnya belanja sedikit keperluan karena kemarin ada beberapa barang yang belum sempat terbeli.


Perjalanan menuju rumah kakek masihlah dengan suasana pegunungan yang sama, mereka hanya di pisahkan oleh kecamatan saja, masih dalam lingkup kabupaten yang sama.


Jejeran pohon pinus yang segar karena embun pagi sangatlah menyegarkan dan menyehatkan, asalkan pakai masker wxwxwxwx. Karena embun pagi jika terlalu banyak masuk ke paru paru maka akan mengganggu pernafasan. Mentari pagi yang mulai mengintip dari balik bukit mulai menghangatkan tubuh, dan memaksa embun pagi untuk segera meninggalkan dedaunan yang hijau.



Sejenak berhenti untuk menikmati karunia Tuhan atas makhluknya. Bersyukur bahwa hari ini kita masih di beri kesehatan dan bisa berkumpul dengan keluarga dalam hati yang bahagia.


Kurang dari setengah jam mereka telah sampai di halaman sebuah rumah yang luas halamannya bisa buat ternak domba.


Ya ... inilah rumah kakek yang masih mempertahankan ke aslian rumah joglo jaman dulu dengan segala ke arifannya. Kakek yang juga jadi tetua desa atau di sebut sebagai tetua adat masih sangat menjaga kelestarian budaya.


"Waaahhhhhhh,,,,, yang di tunggu tunggu akhirnya datang juga. Tiga serangkai. Bapak dan Ibuk kalian mana cil?"


Sambut seorang ibu paruh baya dengan mengenakan kerudung cokelat dan gamis Krem. Yang tak lain adalah bibi nya , adik bapaknya yang paling bungsu.


"Ada di rumah, ntar siang nyusul" Sahut Susan.


"Lha kenapa ga bareng aja sih rame rame gitu?"


Tanya bibi itu balik.


"Akkhh nanti aja di jelasin . Mau nyari kakek dulu. Ada kan ?" Tanya Anes.


"Selalu ada lah. Di dalem ma simbok" Jawab si bibik sambil nunjuk ruang tengah.


Simbok adalah panggilan untuk istrinya kakek.


Masih sehat walafiat meskipun mereka berdua umurnya udah hampir 90 tahun. Orang kampung biasa karena ga pernah makan makanan yang aneh aneh. Semua yang dimakan adalah real food. Apalagi nenek yang ga terlalu suka makanan olahan. Alhasil mereka ini selalu sehat, kalaupun sakit, mentok juga Flu.


"Asalamualaikum kakek mbokku sayang" Sapa Anes heboh sendiri.


"Walaikumsalam" Jawab kakek dan simbok bebarengan.


"Kamu itu selalu berisik Nes. Mirip ma Bapakmu dulu, Anak perempuan kok pecicilan begitu" Protes kakek.


"Mohon maaf lahir batin kek, Anes minta maaf jika selama ini jarang berkunjung dan sering pergi pergi, mohon bimbingannya untuk lebih baik ya kek" Sungkem Anes mendahului saudara saudaranya.


"Iya, sama sama, begitu juga kakek minta maaf jika banyak salahnya ama yang muda muda. Mohon dimaklumi karena kami kami sudah tua mungkin ga ngerti dengan perkembangan jaman" Jawab Kakek lembut.


Lalu menyusul Susan dan Andra gantian sungkem lalu bergantian pula sungkem ke simbok.


Setelah selesai ritual sungkemnya mereka pun menuju dapur dan ruang keluarga untuk mencari kerabat yang lain untuk bersilaturahmi, bermaaf maafan. Begitulah adat yang selama ini masih di lakukan. Sungkem pada orang tua lebih dulu baru ke orang lain.


Di rumah Ghanes pun sama, sungkem pada Bapak Ibuk lebih dulu baru saling maafan ke saudaranya.

__ADS_1


Riuh , Berisik saling jegal, ya seperti itulah jika keluarga ini sudah berkumpul, para keponakan dari yang kecil ampe yang besar biasa kalau lebaran pada nginap di rumah kakek ini.


Katanya sekalian kalau lebaran bisa langsung ketemu, menghemat waktu. hahahaha.


Tapi ada baiknya juga, karena suasana kebersamaan masih sangat terjaga.


Menikmati kue lebaran yang sebenarnya di bawa dari rumah masing masing seminggu sebelum lebaran . Mereka pun berbagi cerita, cerita yang ringan ringan. Bukan ajang pamer keberhasilan.


Anes dan Andra sibuk di depan tungku .


Ngapain kalau ga bakar jagung kesukaan Anes.


Anes paling hobi makan biji bijian. Itulah sebabnya juga kenapa Susan menjulukinya Ciblek. Udah hobinya makan biji bijian mulutnya berisik pula. Cocok kan?!


"Mbak Nes , katanya mau balik lagi, kapan berangkat Mbak?" Tanya seorang anak sepantaran Anes yang tak lain adalah keponakannya.


"Oh busyet, lupa gua. Gua kan ke sini mau pamit ama Kakek dan Simbok tadi. Astagaaa." Jawab Anes terus berdiri dari duduknya tanpa menjawab pertanyaan keponakannya itu.


"Mbaaakk mbaak,, dasar ya ga pernah berubah emang. Kalau gesrek tetep aja gesrek" Omel ponakannya.


"Hahahahahahahaha" Tawa Susan dan Andra serempak.


"Kenapa ketawa?!!" Tanya ponakan itu sambil melotot.


"Kami dah kenyang dek" Jawab Andra masih dalam keadaan nahan ketawa.


"Hahahahahaha" Lagi lagi Andra dan Susan tertawa terbahak bahak.


........


"Kek, Mbok, Anes tadi ke sini mau minta doa restu lo. Kok lupa. Hehehee Anes lusa mau berangkat ke PT, terus 10 hari lagi terbang. Kira kira tanggal 14 terbangnya" Ucap Anes setelah duduk di depan kakek neneknya.


"Oh ya udah, semoga lancar, sehat dan mengalir rejekinya ya. Pantesan tadi kakek agak Merasa aneh kok pagi pagi udah nyampek, mana ga bareng ma Bapak dan Ibukmu pula" Sahut kakek.


"Iya kek, habis ini kami bertiga maaih mau ke rumah Eyang Sam, udah lama ga ke sana, sekalian mumpung lebaran kan. Terus sorenya juga masih mau belanja" Jawab Anes.


"Ya Udah Nes, hati hati ya. Jaga diri baik baik. Ga usah aneh aneh kalau kerja. Satu kontrak aja. Setelah itu pulang Nikah" Jawab simbok memberi wejangan.


"Huuuuu simbok itu mulu yang di bicarain. Nikah nikah nikah. Astagaaa mbook mbookk. Punya pacar aja ga kok nikah mbok mbok. Udah akhhh Anes ke belakang aja, di sini di suruh nikah mulu"


Jawab Anes dengan memonyongkan bibirnya lalu beranjak pergi ke belakang lagi . Melanjutkan aksi bakar jagungnha dengan Andra.


"Tuh kan mirip banget ma Arlan. Heran dari ketiga anaknya kenapa yang mirip malah yang perempuan ya?" Gumam kakek sambil geleng geleng.


"Sudahlah kek, yang penting Arlan pun udah baik baik saja kan sekarang. Biarkan saja Anes begitu asal ga kelewatan langkah saja." Sahut Simbok menengahi.


Di dapur.

__ADS_1


"Nahhhh ini dia curutnya balik. Woee kapan elu berangkat Mbak?" Tanya keponakan yang tadi dengan nada sedikit keras.


"Akhh apa??" Tanya Anes cengo


"Kapan elu berangkat?"


"oh.. Lusa bebeb" Jawab Anes sok imut.


"Lahh kok cepet amat" Tanya nya heran.


"Lha emang begono.. " Jawab Anes cengengesan.


"Udah pamit kakek ma simbok belum?" Tanya keponakannya itu lagi.


"Lah barusan" Jawab Anes sambil nunjuk depan.


"Ohh.."


"Ahh oh ah oh.. apaan nanya nanya? mau ngasih uang saku?" Tanya Anes sewot balik.


"Ga. Cuma nanya aja"


"Iihhhhh Males" Jawab Anes lalu menikmati jagung bakarnya yang ternyata udah selesai.


"Btw, gua ga lama ya di sini. Jam 8 gua mau pergi ke rumah Eyang Sam." Kata Anes memberi informasi pada saudara saudaranya.


"Yaaaaaahhhhhh kok cepet amat Mbak?"


"Ya gitu." Jawab Anes cuek.


"Astagaaaaaa Maasssss adikmu tuuh." Rengeknya pada Mas Susan.


"Ndraaaa.. " Rengeknya juga pada Andra


"Bodo' " Jawab Susan dan Andra bebarengan.


.


.


*wxwxwxwxwxwx udah ya author rehat dulu. capek. bobok mesra gih dah malem.


oh ya sekedar info,,, jam update nya ku atur jam 4 sorean padahal nulisnya malem malem setelah pulang kerja.


jadi kalau ga ada update, saya nya syapek.


lupa nulis*.

__ADS_1


__ADS_2