Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
Tidak Bisa Pulang


__ADS_3

Teng .....tong .....teng.....


"Panggilan kepada Ghanes Anjani 1887, untuk menuju ke ruangan Mbak Anggun sekarang. Terima kasih."


......


.....


"Nes , dipanggil tuh Nes, masik gih. Tinggalin dulu sarapannya." Kata seorang ibuk, yang jyga calon TKI.


"Iya buk. Jagain piring ya. Heheheehe."


"Kamu nes, selalu saja mbanyol kalau dateng. Udah sana pergi."


"Siap bos.. doakan lancar ya." Sahut anes memberi hormat.


............


Sreeeeeeehhhkkkk (anggep aja suara pintu πŸ˜†)


"Selamat pagi Mbak Nggun." Sapa Anes sambil menundukkan kepala tanda hormat.


"Pagi Nes, duduk nes. Bentar ya nunggu 5 menit an."


.....


5 menit kemudian.


"Iya pak, ini anaknya sudah di depan, bisa dimuali sekarang pak ?" Ucap Anggun kepada seseorang di seberang sana.


"Oke oke." Ucap Anggun lagi.


....


"Nes, Ini bosmu nanya kamu sedang sakit ga Nes dalam beberapa minggu ini?" Tanya Anggun kepada Anes.


"Ga tuh mbak? Saya sehat kok. Ada apa mbak?"


Tanya Anggun heran.


"Bosmu pingin kamu cepat berangkat Dalam waktu dekat. Tapi sebelum itu dia pingin liat wajahmu secara langsung . Kalau di tanya kamu jawab sambil senyum ya. Apa adanya saja." Jelas balik Anggun .


"oohhh Oke Mbak Nggun."


"Oke. sekarang kamera aku balik ke kamu ya, dengerin suara dari speaker ini." Kata Anggun sambil nunjuk benda kecil hitam di samping komputernya.


.......


"wei ni hao, Ni de ming zi shi Anes hyo ?"


Sapa suara seorang wanita Di speaker itu.


karena Anes ga berhadapan dengan layar komputer, tapi berhadapan dengan Web cam saja.


"Ni hai Tai Tai. She de. Wo shi Anes."


Jawab Anes sambil tersenyum sopan.


"Hao. na... Ni zhi Ci Tien jiankang ma?"


Tanya wanita itu lagi.


"Tue. Wo Jiankang de. Qing Ni Fang xin."


Jawab Anea masih dengan senyum nya yang dibuat semanis mungkin.


"Oke .Oke." Jawab ny kembali.


sedetik... dua detik.... tiga detik...


hening tak ada suara.


Lalu. ...

__ADS_1


"Oke, sudah Nes kamu boleh keluar sebentar, nanti tak panggil lagi ya." Jelas Anggun.


Anes hanya diam dan menganggukkan kepalanya lalu melangkah keluar ruangan.


....Di luar.....


"Nes, gimana." Tanya ibuk si penjaga piring.


"Ga tau. Aku mau makan dulu. masih laper buk." Jawab Anes asal.


"Lah.. kok ga tau Nes?" Tanya ibuk itu lagi.


"Kesel aku buk, cuma ditanya "kamu sehat ga?" gitu doank lalu di suruh keluar tanpa ada penjelasan. Terus saya di suruh ngapain saya juga ga tau buk. Biiihh jengkel bener saya."


Gerutu Anes sambil mengunyah makanan.


Ukkhhh...! Ukhhh... ! Ukkhh...!


"Minum dulu Nes, hahahhaha kamu itu lucu, jengkel ma orang kantor ngelampiasinnya ke makanan, keselek kan jadinya. Nih." Sambil nyodorin minuman ke Anes.


"Makasih Buk." Jawab Anes sambil meraih gelas yang di sodorkan ibuk penjaga piring.


"Akkhhh alhamdulilah,,, segernya, kenyang juga." Ucap Anes sambil mengelus elus perutnya yang masih rata.


Di tempat ini, Ga usah berekspektasi tinggi untuk mendapatkan makanan yang enak, makanan yang si sajikan tyap hari biasanya cuma nasi putih dengan tis sayuran, dan setiap seminggu sekali biasanya di jadwalkan dapat lauk tempe/tahu goreng, telor atau bahkan ikan asin.


Bagi anak anak baru akan banyak yang menangis ketika masuk barak sebuah PT, karena pembatasan gadget, makanan yang diatur , di sesuaikan dengan negara tujuan.


Akan tetapi mereka punya tujuan yang baik dalam menempa anak didiknya sebelum di lepas di negara luar sendirian. Tujuannya tentu agar mereka bisa survive di negara penempatan yang budaya nya jauh berbeda dengan indonesia.


Di barak ini , sarapan dengan 1 buah bakpao tanpa isi pun sudah biasa. Atau ubi rebus yang di kasih sedikit gula. Terkadang bubur dengan taburan tahu asin atau lobak kering.


Setelah menyelesaikan sarapannya yang tertunda Anes pun ikutan ngobrol dengan beberapa anak piket dapur, sambil sesekali ikut bantuin apa apa yg perlu bantuan.


Udara di kota ini lumayan panas, siang hari biasa mencapai 34 sd 35Β°C. Juga dengan tingkat kelembapan yang tinggi, lumayan membuat peluh cepat menetes walaupun ga melakukan pekerjaan yang keras atau di baeah terik matahari.


Namun, anak anak dalam barak tak pernah konsumsi Es karena memang tidak di sediakan dan tidak di ijinkan keluar dari pagar untuk jajan. Ya ... bisa dibilang penjara mini yang masih manusiawi lah. Hehehehe


........


"Ada mbak Ghanes ? iya Mbak Ghanes. Dipanggil Mbak Anggun di ruangannya."


Hoooossshhh.... hossshhh... hosss.....


Ucap cewek itu sambil terengah engah .


"Yap Saya Anes, eh Ghanes. Saya ke depan mbak, Mbaknya jangan lupa bernafas mbak, gitu aja kok kaya di uber Setan sih. Panic amat." Sahut Anes sambil terkekeh kekeh.


"Abis mbak Anggun mintanya cepet kok mbak, tau sendiri kan Mbak Anggun kalau marah kaya apa." Jawab cewek itu dengan nafas yang sudah lebih teratur.


"Ya ya ya.. biasa aja. Ga usah berlebihan. Yok,,mau ikut ke depan, atau rehat dulu di sini?"


Tanya Anes balik.


"Mbak ke depan dulu aja. 1 menit lagi saya nyusul. Ambil nafas dulu saya mbak. Untung mbaknya cepet ketemu. Hehehehe."


"Ya udah." jawab Anes sambil ngeloyor pergi.


.......


Tok...tok...tok....


"Masuk." Jawab seseorang dari dalam.


ssrreeekkkkhhhhhhhh... (suara pintu di geser)


"Ohhh duduk Nes, ada sesuatu yang mau saya bicarakan." Jawab Anggun mempersilahkan Anes buat duduk di kursi depan meja komputernya.


"Gini Nes, tadi kan kamu interview, ya kan, nah itu bosmu minta kamu cepat berangkat, kalau bisa dalam 2 minggu harus sudah sampe sana. Tapi kan saya bilang ga bisa secepat itu karena kamu belum tanda tangan notaris, juga belum medical akhir, visa mu juga belum turun." Jelas Anggun.


"Terus ???" Tanya Anes.


"3 Hari lagi kan puasa. Nah kamu mau puasa di sini apa pulang?" Tanya Anggun balik.

__ADS_1


"Ya pulang lah mbak." Jawab Anes.


"Apalagi kalau keberangkatanku masih bisa di tunda ya aku lebaran di rumah dulu dech. Masih bisa kan?" Lanjut Anes Bertanya.


"Ya maka dari itu , tadi saya ngomong sama Agen kalau di indonesia masih mau lebaran. Jadi kemungkinan besar kamu bisa terbang itu ya habis lebaran." Jelas Anggun .


"Terus maksudnya saya boleh pulang sekarang mbak?" Tanya Anes lagi.


"Belum Nes, kan habis lebaran kamu berangkat, jadi besok kamu tanda tangan notaris dulu, perwakilan keluargamu suruh ke sini. Kamu baru boleh pulang besok. Nah.... 1 minggu lagi kamu medical akhir, Terus minggu depannya kamu PAP. Terserah kamu mau nunggu di sini atau pulang. " Lanjut Anggun.


"Aku pulang aja mbak. Lagian saya ga bawa baju ganti. Nanti biar saya telpon keluarga saya suruh datang besok tanda tangan notaris." Jawab Anes.


"Ya udah kalau keputusanmu begitu. Besok saya tunggu jam 1 siang ya, kalau keluargamu sudah datang, kamu ke sini saja. langsung masuk cari Bu Neti atau Saya. Bilang mau notaris gitu aja." Jelas Anggun lagi.


"Siap mbak. Ini udah kan mbak?" Tanya Anes.


"Iya udah. Kamu boleh keluar. ini aku kasih jadwal tanggal dan jam nya kamu medical dan PAP. Biar kamu ga lupa." Jawab Anggun sambil menyodorkan selembar kertas putih kepada Anes.


"Makasih mbak,."Jawab Anes sambil menganggukkan kepalanya lalu melangkah keluar.


............


"Aaaaaaa..... Aku ga bisa pulang hari ini... "


Teriak Anes sedikit keras di pintu dapur .


"kenapa Nes?" Tanya seorang ibuk.


"Notaris besok." Jawab Anes memonyongkan bibirnya.


"Bersukurlah Nes, berarti kamu cepat berangkat, kok malah ngeluh."


"Masalahnya baju gantiku cuma 1. masak nanti sore aku ga ganti baju sih ?" Jawab Anes masih dengan mimik kesal.


"Hahahahahahaha" Tawa anak anak piket serentak.


"Biar jadi parfum alami Nes. Hahahaha."


Goda seorang cewek sepantaran Anes.


"Nih,, gua kasih parfum nih." Jawab Anes sambil mengusap tangannya ke ketiaknya lalu di dekatkan pada hidung temannya itu.


"Iiihh Anes Joroooookkk."


"Biarin. weeeeee.... " Jawab Anes sambil menjulurkan lidahnya.


Ya begitulah hari hari di barak, ada yang belajar bahasa di kelas, ada yang belajar beberapa macam pekerjaan sesuai dengan jobdes nya masing masing, dan ada pula yang piket dapur untuk makanan semua anak anak yang ada di barak.


.......


Menjelang malam tiba tiba ada seorang cewek berambut pirang sebahu membawa koper sambil teriak:


"Mboookkk aku pulang lagi mbookkk."


Anak anak cuma terdiam sambil ngeliatin cewek itu.


"Iiihh apaaan nih cewek, norak banget sih." (batin hati anes)


Ini adalah pertemuan Ghanes pertama kali dengan Farizda Sahabatnya. (dibahas nanti πŸ˜›)


.


.


.


author :


jika di rasa agak lamban harap di mengerti, Author nya kerja ndes, sering lembur ampe malem . Mata nya sedikit capek merhatiian layar.


Doakan saja Authornya cepet dapat jodoh.


πŸ˜€ Lah ... ?? apa hubungannya yah πŸ€£πŸ˜…

__ADS_1


Yang cowok bolehlah share WA. HEHEHEHE


(Kode garis kerasπŸ˜›)


__ADS_2