Pengorbananku Untuk Ibu

Pengorbananku Untuk Ibu
PERGI____


__ADS_3

"Mau kamu apa !?" Tanya Dimas tiba tiba dengna suara sedikit keras dan kasar.


" Maksud lu apaan sih, ga jelas bed." Jawab Anes cuek, karena memang Anes tak tau dengan maksud perkataan Dimas barusan.


"Jadi kita putus kan?!" Tanya nya balik.


"Ya terserah lu dah, gua aja ga tau lu lagi ngomong apaan, tiba tiba ngajak putus pulak. Ada ada saja lu." Kata Anes masih cuex karena tak mengerti.


"Ya udah, kamu yang bikin masalah ya, bukan aku. Ya udah." Kata didim dan langsung mematikan telponnya tanpa permisi.


Tiba tiba.....


Trriiinnngggg !!!


Ada pesan masuk.


Kalau kamu memang niat putus, ya ngomong aja, ga usah mempermalukanku di Facebook begitu, tinggal ngomong dan kita selesai. Bilang aja kalau kamu dah bosan dan udah ada penggantiku si Triyono itu. Enak bener kalian bermesraan di facebook sedangkan statusmu masih gandeng denganku. Ga punya otak. Ga tau malu. √√


Bunyi Chat Didim di WA .


"Lah ?" Tanya Anes pada dirinya sendiei merasa bingung apa maksud dari perkataan Dimas ini.


Bermesraan yang bagian mana maksud lu ? √


Namun chat nya hanya centang satu. Padahal belum ada lima menit.


"Wahhh.... jangan jangan dia marah beneran,, di blokir WA gua." Kata Anes mulai panik.


Dengan segera Anes membuka beranda Facebooknya, dan ternyata Triyono menandainya dalam sebuah status yang bertuliskan puisi di sertai gambar jersey, ga nyambung sih,, meskipun di akhir kalimat ada tulisan,,, Kita,, seperti aku dan jersey.


Ini puisinya.


Tiada Mutiara Sebening Cinta..


Tiada Sutra Sehalus Kasih Sayang..


Tiada Embun Sesuci Ketulusan Hati..


Sahabat Bukan,


Matematika yang dapat di hitung nilainya..


Ekonomi yang mengharapkan Materi..


PPKN yang di tuntut oleh Undang-Undang..


Tetapi,


Sahabat adalah Sejarah yang dapat di Kenang Sepanjang Masa …


Kita,


Seperti aku dan jersey, melekat penuh keringat namun kuat dalam tujuan.


Yaitu Menang.


"Ternyata ini ." Gumam Anes namun kali ini dengan senyuman karena Anes tahu apa penyebab Dimas terbakar hatinya.


"Hahahahahaha ternyata anda bener bener cemen pak... pak... anjiirr kenapa gua malah tertawa ya,,," Gumam Anes sendirian sambil tertawa.


Ternyata semua akses internet Anes telah di blokir sama Dikas, tak bersisa.


Namun Anes tak pernah kekurangan akal, dia gunakan kuota SMS gsm nya untuk membalas Dimas.


.


.


Author : Mungkin tahun 2021 ini sudah tak ada lagi makhluk yang menggunakan pesan jenis ini, karena...... MAHAL !!🤣😅 kan kalian suka sekali gratisan. Ye kannn.?! hahaha ngaku aja dech... g usah malu malu begitu.


.


.

__ADS_1


KANCUUUTTT !!


"Mmmm... bentar deh, di awali dari mana ya, masak gua harus nulis salam dulu? cxcxcx terlalu sopan kegnya,, entar dia mlendung isi kepalanya."


Gumam Anes sambil mangut mangut, mau mengawali tulisan pesannya agar tak bertele tele dan menghemat pulsa. xixixixixi


Benar dugaan gue, hanya karena hal sepele itu lantas lu mencak mencak dan langsung minta putus. Hahahahahahhahahaa


Dasar Banci.


Gimana rasanya sekarang ?


Enak kan ? Hahahahaha.


Asal lu tau, apa yang ada di facebook itu adalah SENGAJA, Biar lu tau rasanya sakit harga diri di injak injak itu kaya apa, biar lu tau rasanya di permalukan itu seperti apa.


Namun lu lupa, jika selama ini Kelakuan lu pada gua lebih busuk daripada itu, dan apa selama ini gua pernah mengeluh ? jawabannya adalah TIDAK.


Nah, yang terakhir, jika karena hal ini lantas lu mutusin gua, sebenarnya gua malah bersyukur karena bisa lepas dari manusia brengsek kayak lu.


Satu lagi, jangan lu pikir gua ga tau kalau diam diam lu udah ada wanita lain di belakang gua.


Pantes aja selama ini lu ga mau ngakuin Anak lu sebagai benih dari lu,


Nyatanya memang karena lu sendiri yang suka Gagahin wanita.


Dan pantes juga kenapa lu bilang gua Lonthe, karena pada dasarnya lu sendiri suka kawin sana kawin sini.


Untung gua ga kena Aids karena bersentuhan dengan tubuh kotor lu itu.


"Aakkkhhhh,,,, puas gue." Kata Anes mengambil nafas lega, lalu duduk di sofa ruang tamu sambil tersenyum merasa menang.


Selanjutnya , dia chat Mas Tri ingin mengucapkan terimakasih padanya, karena telah ikut membantu melepaskan diri dari Dimas.


Mas ku sayang, makasih ya... hehehehe √√


^^^Kenapa ? √√^^^


Gua jomblo hari ini. xixixixi √√


Iya donk,, masa ga sih √√


^^^Di putusin ??√√^^^


Yes.😇 √√


^^^Nah, sekarang kamu dah tau kan nduk,^^^


^^^laki laki cemen kaya begitu ga baik buat di jadikan panutan ,^^^


^^^apalagi dalam rumah tangga.^^^


^^^Ada masalah bukannya nanya baik baik malah langsung ambil keputusan.^^^


^^^Kalau dalam rumah tangga begitu maka akan terjadi kawin cerai kawin cerai terus. √√^^^


^^^Sekarang kamu yang sabar ya,^^^


^^^Mas mu ada di sini kok. Tenang aja. √√^^^


Iya mas, makasih ya √√


^^^Ntar malem aku telpon,^^^


^^^sekarang mas kerja dulu.^^^


^^^Kerja yang baik ya,^^^


^^^Jangan melamun √√^^^


Oke √√


Tiba tiba ponselnya bergetar.

__ADS_1


Dddrrtttt......dddrrttt......ddrrttt......


"Wei.... apa mas ... ?"


"Mas ???!" Tanya Suara yang Anes kenal dengan Nada emosi.


"Eh. Lu ?? Apa lagi sih?"


Tanya Anes yang seketika sadar bahwa itu bukan suara Triyono melainkan Dimas.


"Aku mau kasih tau kamu, kalau aku belum pernah sama sekali tidur dengan Elsa. Dengerin tuh telingamu."


Anes tersenyum sinis,


"Oohhh namanya Elsa,,,,,, Terus untungnya lu beritahu gua apaan?"


Tuuuutttttttt........


Lagi lagi telpon di matiin tanpa pamit, dan Anes tersenyum lagi dan lagi karena Anes yakin bahwa Dimas tadi terbawa amarah dan yang mengakibatkan dia keceplosan bicara yang berterus terang bahwa memang dia berselingkuh lagi dengan wanita yang namanya Elsa itu.


Teessss tteessss teeesss tteessss


Lagi lagi mata nya Basah, buram karena air mata kesakitan. Entah karena terlalu cinta atau sebatas rasa tak terima karena di permainkan terlalu lama dan terlalu jauh.


Atau merasa dia terlahir Bodoh hingga menjadi manusia yang terlalu baik.


Entahlah Anes bingung dengan Dirinya.


"Apakah aku sebodoh itu Tuhan ? Apakah dulu aku memang salah karena terlalu berfikir positif pada nya ? Apakah aku se buta itu Tuhan ? Jika memang ia, maka bimbinglah aku Tuhan, sadarkanlah aku dari kebodohanku ini,, Hhiikkksssxx hiikkkkssszzz.... Gua bodoh,,, bodoh,,, bodoh,,, , " Ucapnya terisak sambil menampar nampar kepalanya sendiri.


"Bodoh." Gamparnya pada kepalanya sendiri lebih keras lagi.


Hingga ia merasakan pening dan berdenyut denyut.


Hiikksszz....hiikksszzzz....hiikksszzz...


Hiksszzz...


"Mas Susan,,, aku capek Mas,,, Capek sekali,,, Maafkan aku yang tak bisa menjaga diriku Mas,,, Hiikkkssss... Maaf."


Rintihnya dalam kekalutan menyebut nama Susan yang sudah tiada, menyesali semua yang terjadi, dan merutuki kebodohannya.


Namun seketika itu juga Ia berdiri dari duduknya, ia teringat akan kewajibannya yang terbengkalai.


Ia langsung teringat bahwa harus memandikan Papa.


I LEAVE____


Tulisnya pada linimasa Facebook pribadinya.


Belum ada Lima menit, tulisannya banjir komentar, namun bukan Anes namanya jika tak Cuek dan tak menghiraukan komentar komentar tersebut, yang menurut Anes hanyalah kepo bukan ingin memberi perhatian.


Ttrrriiinnnnggggg....


Ada WA masuk.


Namun Anes tak berniat membukanya, hanya mengeser shortbar nya dan nama Ariz yang muncul.


Kenapa Crit ?


Anes tak melakukan apa apa atas itu, hanya mengesernya lalu menutup ponselnya.


Mengambil nafas panjang... Hhhhmmmgghh...... "Capek."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2