
Anes mulai tenang, aksinya menghilang dari peradaban sosial mediapun mulai perlahan lahan di munculkan kembali.
Namun tak untuk membuat kekacauan baru, ia jadi hobi menulis kisah kisah pahit dari berbagai sumber.
Di sini dia juga mulai sedikit keras terhadap beberapa orang yang hanya kepo tentang personalnya.
Tak lagi seperti dulu yang suka jail sama lawan jenisnya, dia sekarang lebih kepada sibuk dan perhatian dengan dirinya sendiri saja.
Entah kenapa , mengetik dalam keyword ponsel sedikit bisa menyalurkan isi otaknya yang sangat banyak kata kata menari nari yang tak bisa terucap lewat mulutnya.
Jika pun terucap, lalu adakah yang mau mendengar ? Paling juga hanya cibiran bukan ?
,,,,,,,,,
Bangun tidur, sambil duduk di kloset, dia membuka beranda nya.
Photo yang kemarin ia upload ternyata sudah ramai dengan orang orang yang sekedar kepo, kenapa ia menghilang, kabarnya bagaimana dan pertanyaan pertanyaan basa basi yang lain.
Namun ada satu komentar lugas yang membuatnya tertarik.
Dari Nathan , "Awas pager laut ga usah di terjang juga, ingat berenang itu susah."
Dengan tersenyum,Anes mengirimkan replay untuk komentar itu.
"Njingan, dikira gua mau bunuh diri apa yak."
Belum ada 10 menit ia nongkrong di toilet, Nathan sudah mengiriminya tulisan via inbok.
Jangan lu bilang, lu lagi nongkrong di WC ya √√
^^^Tau aja lu 😅√√^^^
Tau lah,, secara itu komentar udah semaleman, responnya pagi pagi, apalagi kalau bukan Boker. √√
^^^Seger tau.√√^^^
^^^BTW, lu siapa sih? √√^^^
Akhh lu ga tau gua ?
Asli dah,, keterlaluan lu.
Gua kan tetangganya mantan lu.
Cuma gua di indonesia. √√
^^^Mantan gua yang mana?√√^^^
Heleh mana lagi kalau bukan Si gendut Dimitri.√√
^^^Oohh dia toh.√√^^^
"Shiittt kenapa dunia begitu sempit ya, yang ngehubungin gua kenapa yang itu itu aja sih." Batin Anes sedikit kesal.
Dia terdiam , tak melanjutkan inbox nya, lalu membuka 9 ball pool. Game bilyard yang hampir tyap hari ia mainkan.
Tenang aja, gua ga bakal membahas masa lalu itu. Yang sudah ya biarlah menjadi sudah. Lu jangan berpikiran buruk dengan gua. √√
Ternyata Nathan masih melanjutkan tulisannya , meskipun itu ga di respon dengan Anes.
Entah apa yang ada dalam otaknya Nathan , hingga ia menghubungi Anes.
Bisa jadi dia hanya sekedar kepo atau sok bersimpati setelah sekian waktu Anes melewati hari hari nya sendirian.
Minta WA nya donk...√√
Anes , lagi lagi hanya membacanya saja, tak meresponnya.
Dia masih melanjutkan game nya yang sebentar lagi dia masukkan bola hitam maka dia the winer.
Tiba tiba....
__ADS_1
ddddrrrtttt dddrrtttttt
Panggilan masuk dari Nathan lewat inbok.
^^^Bajingan !^^^
^^^Jangan ganggu gua,^^^
^^^gua lagi bilyard,^^^
^^^kalau gua kalah ,^^^
^^^lu yang gua santet !√√^^^
^^^Rese lu √√^^^
Balasan Anes setelah mereject panggilan masuknya.
Dia tak peduli dengan siapa dia bicara, orang yang tak di kenalnya mengganggunya pagi pagi. Bahkan Anes tak tau Nathan ini Pria atau Waria.
Sebab setahu Anes belum pernah ada wanita namanya Nathan.
Setelah kemudian ia memenangkan game nya,,, ia meletakkan ponselnya dan mulai mengguyur muka nya dengan air yang mengucur hangat dari keran.
Tentu saja ia tak akan mandi pagi pagi begini.
Lebih baik ia tak mandi pagi daripada tak mandi malam.
Aneh bukan ?
Uap air yang keluar dari keran membuat pikuran Anes melayang layang, jika saja di rumahnya ada fasilitas macam begini, kayaknya asyik deh.
Tapi yang bahagia tentu hanyalah bocilnya Candra, karena hanya dia yang hobi mandi di air hangat, meskipun cuaca sedang panas panasnya.
Sedangkan ibunya menggunakan air hangat hanya ketika Beliau sedang keramas ketika sedang haid atau setelah haid. Katanya suka pusing kalau keramas dengan air dingin.
"Listrik mahal." Tiba tiba Anes menyeletuk, setelah membayangkan itu semua.
Juga tegangan listrik di rumahnya belum tentu kuat.
Sangat jauh berbeda dengan tengangan listrik di sini, karena untuk pemakaian rumahan saja, tengangan listrik di sini bisa mencapai 3000 watt ke atas.
,,,,,,,,,,,
Baru di tinggal beberapa menit saja cuci muka serta melamun, namun ternyata, Nathan tak henti nya mengirimi balasan di chat inboknya Anes.
Yang terakhir Anes baca adalah,
Ntar malem gua call ya √√
Dan Anes hanya membacanya saja tanpa ada niatan untuk membalas apapun.
Malam harinya jam 8 lebih 5 menit, setelah Anes menyelesaikan semua tugas tugasnya, ada panggilan masuk drai Nathan via inbok.
"Ada apa sih?" Sambut Anes ketus.
"Diihh,,,, maaf dech maaf, aku telpon kamu juga mau minta maaf jika ternyata caraku care sama kamu itu kurang tepat, namun kalau boleh jujur aku sama sekali ga ada niatan buat gangguin kamu."
"Ya... ya.... ya.... alasanmu id terima dengan baik kok. Tenang saja." Jawab Anes akhirnya.
"Cuma, gua ga suka aja ketika lu orang yang ga gua kenal sebelumnya tiba tiba ngomongin tentang Dimas, males aja gua sih."
"Iya dech maaf ya, aku cuma ingin kamu tau aja kalau aku ma dia itu tetanggaan, itu aja sih."
"Eh, tapi kok lu bis atau gua sih Than, tau darimana?"
"Ya elah An, kisah kamu ma dia kan udah rame di lingkungan ku An, yang nyebar nyebarin tuh Mbaknya ipar mantanmu tuh yang ga suka ma kamu itu. Kamu tahu kan orangnya yang mana?"
"Iya gua tau, yang suaminya ada di Australi kan. "
"Nah,,, bener dia. Keluargaku cuma ngerasa aneh aja sih, itu cuma kaka ipar tapi seakan ngatur ngatur adiknya gitu, dan malah ngomong ke orang orang kalau calon istri adiknya tuh ga baiklah, ga sopanlah dll, kan aneh tuh."
__ADS_1
"Akhh,,, sudahlah Than, gua ga mau ngurusin yang sudah berlalu, anggap aja memang gua yang ga punya sopan santun ya, padahal seingat gua , gua tuh ga pernah komunikasi apapun sama kakaknya yang itu lo. Tapi jika pasangan itu menilai gua begitu ya sudah, biarin aja toh."
"Nah, itulah yang akhirnya nyebabin gua kepoin kamu, nyatanya yang aku lihat ga seburuk itu kok, malah kemaren aku ketemu ma Awan. Kamu kenal Awan kan?" Tanya Nathan kemudian.
"Iya, gua kenal, kenapa emang?"
"Ga,, kan waktu nongkrong tuh anak anak pada ngebicarain pacar barunya Dimitri tuh, terus Awan bilang kalau saja kamu mau, dia mau kok nampung kamu, dia ga tega denganmu katanya. Orang secerdas kamu, sebaik kamu malah di tinggalin dan milih janda anak 1 itu, yang pada kenyataannya, dia itu pacarnya orang."
"Maksudnya apaan sih? ga ngerti gua ."
"Pacarnya Dimitri yang baru itu sebenarnya bukan pacarnya dia, artinya,,,, Dimitri itu selingkuhan dari wanita itu, gitu An. Paham ga? Dan lu tau pacar aslinya cewek itu siapa ? Temen satu pabriknya Dimitri. Dia orang sini juga."
"Makanya anak anak pada nggoblok nggoblokin Dimitri ya karena itu,udah ada kamu, malah dia lebih milih selingkuh dan jadi selingkuhan drai janda anak 1 itu."
"OOohhh begitu toh.. xiixixiixixixi sudahlah mudah mudahan dia ga nyesel dengan pilihannya itu aja sih."
Sahut Anes mulai terkikik geli mendengar kebodohan orang lain.
"Huuuuussttt jangan ngomongin orang terus akh,,, biarin aja, gua pingin hidup gua maju, bukan cuma mikirin manusia manusia busuk itu." Lanjutnya kemudian.
"Eh, An, kamu kapan pulang? Bukannya udah hampir pulang ya? Soalnya Dimitri keluarganya juga udah rame rame katanya anaknya mau segera pulang gitu."
"Sebentar lagi lah, ga ada setahun sih, tinggal beberapa bulan lagi kok. kenapa emang?"
"Pingin ngajakin kamu touring aja sih, bukannya kamu suka sekali naik motor ya." Jawab Nathan antusias.
"Eh?! Seriusan ?"
"iya donk,,, masak engga sih An, kamu pasti suka deh, Kita januari tahun depan rencana mau ke Bali ma anak anak , Saat itu kamu dah di rumah kan?"
"Kayaknya udah sih,,, antriin aja gua ya, bilang aja ada yang mau ikutan 1 orang lagi. Biihhh jadi semangat pingin pulnag gua jadinya, xiixixiixixi."
"Kamu ga nambah kontrak?"
"Ga sih, gua kasian ma ibuk Than, kasian kalau anaknya ga ada terus, di rumah gua mau buat katering kecil kecilan aja dulu."
"Nah,,, gitu donk, aku dukung, aku juga saat ini masih merintis bengkel kecil kecilan, mudah mudahan lancar dan di mudahkan jalannya ya.. Aamiin."
,,,,,,,,,,,,,,
Asa,
Rasa yang timbul bukanlah rasa yang di sebut cinta, namun harapan hidup baru yang tumbuh menjadi pelita di ruang gulitanya.
Rindu menikmati kembali masa masa hidupnya sebelum ada bencana dan drama korea , menghirup embun pagi yang segar di sertai nyanyian burung burung pleci yang menyambut belaian mentari.
"Hmmgggghhh,,,,, indahnya indonesiaku waktu itu,,,,, seandainya saja Mas Susan masih ada,,,,,,,, Ahhhkkkk apakah Kau begitu menyayangi Mas Susan Tuhan?"
Gumam Anes di tengah tengah mulutnya yang mencari oksigen lebih banyak untuk mengisi nutrisi dalam otaknya yang mulai tak kuat melihat kamarnya yang remnag remang.
"HHOOOOOOOAAAAMMMMSSSS......"
"Shhhhh,,,,,,,,, mata ini sungguh tak bisa di ajak kompromi lagi. "
Anes menutup laptop di pangkuannya lalu, melorotkna posisi kepalanya pada bantal di ujung ranjangnya.
Dia tertidur dengan kesedihan yang masih tersimpan namun dengan bayangan bayangan kehidupan baru yang mulai di gambar pelan pelan di atas kanvas hitamnya...
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.