Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Sepuluh tahun


__ADS_3

"Zeno, ini sudah sepuluh tahun." 


Sosok seorang wanita berdiri di ruang kegelapan, dengan Zeno yang juga berdiri di belakang wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya. “Aku tahu, jawabnya dengan begitu singkat.”


"Seperti apa yang kukatakan sepuluh tahun yang lalu, kah harus menuju alam dewa. Selain itu, bawalah istrimu untuk menampung dua elemen Yashimaru setelah kalian mengalahkannya. Tahan dulu sebentar untuk mempunyai seorang anak kau mengerti?" Luna berkata demikian, berbalik badan dan menatap Zeno dengan penuh senyuman.


"Apapun aku lakukan untuk Dewi." Zeno menyentuh dadanya yang tampak bidang sambil membungkukkan badannya. Postur tubuhnya juga semakin bagus bagaikan pria dewasa seperti pada umumnya.


.....


Zeno terbangun dari mimpinya, napasnya terengah-engah untuk mengingat apa yang dia mimpikan tadi. 


Turs yang ada di samping Zeno, dia juga terbangun, mengusap matanya dan memperhatikan sang suami terbangun secara tiba-tiba. "Ada apa?" Penasarannya sambil menyentuh pundak Zeno.


"Apa kau teringat mengenai rahasia hidup yang ku berikan delapan tahun yang lalu?" Zeno memandang wajah Turse yang berparas cantik layaknya seorang wanita dewasa. "Tampaknya kita tidak akan berada di dunia ini sebentar lagi." 


Turs tersenyum sambil memeluk Zeno. Dia mengerti rahasia Zeno yang Zeno sendiri berikan delapan tahun yang lalu, atau satu hari setelah mereka menikah. Mengenai lima elemennya dan Dewi Luna. Selain itu, dia juga mengerti dan merasa tidak keberatan untuk tidak mempunyai anak sebelum mengalahkan musuh utama suaminya, yaitu Yashimaru. Apapun, dia sekuat tenaga juga ingin membantu suaminya untuk mengalahkan iblis tersebut. 


"Tak apa, tidak perlu bersedih untuk meninggalkan dunia ini. Masih ada aku yang terus mengikutimu yang menjadi sebuah peninggalan di dunia yang kau tempati ini." Turs semakin memeluk erat tubuh Zeno.


 "Kembalilah tidur, bukankah kita akan menghadiri pertemuan kaisar teratas esok?" Sambungnya.


Zeno tersenyum, "Apanya, kita mungkin akan berangkat pada sore hari. Lagipula, pertemuan itu akan terjadi hampir tiga minggu lagi." Jawabnya, namun, Zeno tidak membahasnya, karena dia juga ingin kembali tidur. Dia benar-benar tidak bosan-bosannya memiliki seorang istri seperti Turse, walaupun pernikahan mereka sudah berlangsung selama delapan Tahun lamanya. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah kembali tertidur sambil memeluk Turse dengan erat.

__ADS_1


.....


Esok pagi, matahari bersinar menyinari istana es yang berdiri di atas sebuah benua, di atas sebuah empire yang bernama Glacies. Dengan seorang kaisar yang telah menjabat sepuluh tahun lamanya, yang mana didampingi oleh seorang kanan pribadi yang menjadi istri kaisar itu sendiri.


Zeno, dia keluar dari kamarnya dengan wajah tampan, pemuda berumur 26 tahun itu tampaknya benar-benar tumbuh dewasa dengan badan yang sedikit lebih berotot dibandingkan pada saat dia remaja. Walaupun begitu, wajah tampannya juga tidak pudar yang membuat para pelayan ingin menjadi selir.


Selain itu, Turse juga tumbuh lebih dewasa, dia tampak cantik dengan suaranya yang lebih lembut dibandingkan dengan dia pada saat remaja. Mengenakan gaun berwarna biru dengan anting yang berwarna biru pula, menunjukkan bahwa dia adalah seorang istri kaisar. Banyak orang yang iri kepada kecantikan Turse dengan ditambahnya menjadi istri seorang kaisar.


"Bagaimana persiapannya, kapal pribadi untuk menuju benua 99 cahaya?" Tanya Zeno kepada salah seorang prajurit yang dia perintahkan untuk mempersiapkan sebuah kapal.


"Sudah siap kaisar, perjalanan berminggu-minggu akan Anda nikmati dengan cukup puas bersama nyonya Turs." Kata prajurit itu dengan penuh hormat.


"Tapi sebelum itu, aku ingin singgah dahulu menuju benua lima negara."


"Aku mengerti kaisar. Sebelum itu, kaisar ingin berangkat pada waktu apa?" Tanya prajurit itu.


"Baiklah, aku undur diri yang mulia kaisar." Kata prajurit itu sambil undur diri.


"Ngomong-ngomong kau memberi tugas apa kepada ketiga beastmu beberapa minggu yang lalu? Kenapa aku tidak mengetahuinya?" Turs yang ada di belakang Zeno mengerutkan dahinya, berlagak penasaran mengenai apa yang disembunyikan oleh Zeno.


"Kau akan tahu nanti." Zeno tersenyum dan beranjak pergi, menuju ruang makan istana kekaisaran untuk mengisi perutnya yang lapar.


Hal tersebut membuat Turs menggembungkan pipinya karena penasaran mengenai apa yang disembunyikan oleh Zeno. Namun, dia tidak memaksa agar Zeno mengatakannya sekarang. Karena Zeno sendiri sudah bilang bahwa dirinya akan tahu nanti.

__ADS_1


Apa yang dia lakukan adalah juga menuju ruang makan untuk mengisi perutnya. Selain itu, dia juga akan bersiap-siap untuk mengikuti Zeno menuju benua 99 cahaya, lebih tepatnya menghadiri pertemuan sepuluh kaisar teratas dengan Zeno yang masih bertahan menjadi kaisar terkuat.


.....


Di sebuah ruang makan yang berada di dalam istana kekaisaran, Zeno dan Turse makan dengan sangat anggun dan menunjukkan etika kesopanan bahwa mereka adalah sepasang suami istri pemimpin kekaisaran. 


Tidak lama kemudian, dua orang wanita yang mengenakan pakaian yang bisa di bilang diantara mewah dan tidak, mereka juga masuk ke dalam ruang makan sambil mengusap mata mereka. Walaupun begitu, salah satu dari mereka juga memasang wajah yang sangat ceria.


"Benar-benar, menjadi kepala dewan keuangan benar-benar melelahkan." Wanita yang mengenakan pakaian berwarna putih itu duduk di samping Nyonya Turse, menekuk kedua tangannya di atas meja dan menaruh kepala di atasnya. 


Mungkin sangat aneh, wanita yang hanya menjadi kepala dewan keuangan berani duduk di sebelah Turse yang notabene adalah seorang istri kaisar. Walaupun begitu, Turse hanya tersenyum sambil memperlihatkan giginya sambil mengelus kepala wanita itu.


"Bukankah kau sudah menjadi kepala dewan keuangan selama beberapa tahun, Nora? Dan aku selalu mendengarmu mengeluh seperti itu." Ucap Turse. Tampaknya, beberapa tahun berlalu dia menjadi sedikit ramah dengan Nora. Padahal saat mereka berdua remaja, mereka selalu bermusuhan yang membuat Zeno merasa sakit telinga.


"Apanya, bahkan menjadi kepala dewan keamanan lebih sulit dibandingkan hanya dengan memantau kas negara." Sosok wanita yang ada di kursi lain juga berbicara.


"Kau tidak boleh begitu Selena." Turse memandang sinis Selena yang baru saja berkata demikian, "Semuanya penting, semuanya juga sulit." 


"Baik nyonya." Jawab Selena singkat.


Zeno dan Turs, mengizinkan kedua kepala dewan itu untuk makan bersama mereka. Itu bukan karena mereka berdua pilih kasih, sebenarnya Zeno juga mengizinkan kepala dewan yang lainnya untuk makan bersamanya, namun, mereka merasa tidak enak hati karena mereka bukan siapa-siapa, terkecuali Nora dan juga Selena yang malah setuju seolah tidak tahu diri. Mungkin karena mereka berdua adalah teman dekat Turs san juga Zeno.


"Selamat pagi semuanya." 

__ADS_1


Sontak, Zeno dan yang lainnya dikejutkan oleh suara wanita yang masuk kedalam ruangan tersebut. Yang mana wanita itu mengenakan gaun biru sama seperti Turs, wajahnya juga terlihat menyedihkan karena menguap seolah masih merasa kantuk yang berat.


"Maafkan aku kakak, aku benar-benar terlambat bangun. Itu penyebabnya karena aku benar-benar repot membantu menjaga Laksamana Mahaa yang hendak bersalin anak keduanya, yaah dan juga cucu Lois benar-benar menjengkelkan karena terus menggangguku." Sambungnya sambil duduk di kursi yang kosong.


__ADS_2