
Zeno menerimanya, kemudian dia mengenakannya di jari tengah dan langsung menarik Flamon tanpa masalah.
Begitupun yang lainnya, Zeno menarik mereka ke dalam tubuhnya secara langsung untuk menyerap elemental crystal yang ada pada dalam tubuh mereka semua.
Turse memegang elemental crystal lima warna yang sebelumnya di berikan oleh Kiba, dia duduk bersila dengan tumpukan elemental crystal yang ada di sampingnya. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, Zeno sama sekali tidak melihat unsur lima elemen dasar yang ada pada kristal elemen tersebut.
Api, air, angin, tanah, petir, Zeno tidak bisa melihatnya, entahlah mengenai elemen api tapi yang pasti keempat unsur tersebut Zeno tidak bisa merasakannya. “Tunggu sebentar Turse.” Zeno menahan.
“Kenapa, apa ada masalah?” Tanya Turse kepada Zeno.
Zeno mencoba untuk memegang elemental crystal lima warna yang sebelumnya berada di tangan Turse. Memang, dia tidak melihat lima elemen seperti lima warna elemen legendaris pada elemen tersebut, tetapi Zeno justru merasakan adanya unsur cahaya pada elemen tersebut.
“Kau tidak bisa menyerap ini Turse.” Kata Zeno, “Masalahnya ini bukan kristal lima warna dengan lima elemen yang berbeda. Kristal ini memiliki benih unsur elemen cahaya, aku bisa melihatnya dengan jelas. Jadi, maafkan aku sekaligus aku berterimakasih karena kau telah mendapatkan kristal ini.” Ucap Zeno berniat untuk menyerapnya secara pribadi, mengingat kelima elemental seednya hanya kurang sedikit lagi untuk penuh agar dirinya bisa mencapai raja dewa kedua.
Turse tersenyum, sambil menjawab, “Une tak perlu berterimakasih, lagipula jika saat itu Une benar-benar serius, maka yang mendapatkannya adalah Une.”
Zeno mengerti, dirinya duduk di sebelah Turse untuk menyerap elemental crystal cahaya yang dia pegang, hanya menyerap itu saja dan tidak yang lainnya.
Ketika dia mencoba untuk memejamkan matanya, dirinya seolah terpental sehingga membuka matanya kembali. Rasanya, dia seperti tertolak untuk menyerap elemental crystal tersebut, bahkan dia juga sedikit berteriak karena terkejut saat dirinya merasakan pentalan tersebut.
Tentunya, itu membuat Une langsung mengerutkan dahinya, dan bertanya, “Ada apa?”
“Tidak ada.” Kata Zeno berbohong, dia mencoba memastikan bahwa unsur elemen yang ada crystal tersebut merupakan cahaya, bukan api, racun atau apa yang membuat dia tidak bisa menyerap elemental crystal tersebut. Selain itu, dia juga mencoba untuk mengeluarkan elemen cahayanya, dan itu tidak ada masalah apapun.
__ADS_1
“Aneh, aku tetap tidak bisa menyerapnya.” Kata Zeno dengan tatapan yang aneh.
“Jangan dipaksakan, siapa tahu itu akan menjadi sebuah masalah besar.”
“Benar, anggap saja ini merupakan barang yang tidak berguna dari pertarungan yang tidak sia-sia.” Zeno melemparnya jauh agar benda tersebut tidak sengaja terserap oleh Turse.
Namun, siapa yang menyangka benda tersebut saat berbenturan dengan lantai kamar Zeno, mengeluarkan perubahan warna yang sangat signifikan. Warna yang sebelumnya adalah lima warna elemen legendaris, kini hanya berubah menjadi separuh terang dan gelap yang membuat Zeno dan Turse saling menatap dan mengerutkan dahinya.
Zeno mengambilnya kembali pada bagian kristal yang gelap, dia sedikit menyipitkan matanya seolah menahan semua cahaya itu masuk ke dalam matanya. Kemudian, dia juga menghadapkannya kepada Turse.
Tak ada pikiran apa-apa, tangan Turse bergerak dengan sendirinya sambil menyentuh bagian yang bercahaya itu menggunakan telapak tangannya.
Zeno dan Turse, keduanya kini benar-benar sangat terkejut saat mereka berdua berada di antara dimensi cahaya dan kegelapan. Lebih tepatnya, Zeno duduk di sebuah dimensi yang sangat terang, sedangkan Turse duduk di dimensi yang sangat gelap, tetapi keduanya melihat bahwa mereka masih dalam satu tempat sambil menyatukan kedua tangannya dengan kristal yang mereka berdua pegang menghilang.
Lebih tepatnya lagi, dimensi yang mereka tempati adalah separuh terang dan separuh gelap dengan masing-masing dari mereka berada di salah satu di antara dimensi ruang tak terbatas tersebut.
Zeno pun berdiri sambil mencoba untuk menenangkan Turse. Dimensi gelap dan terang seperti ini, Zeno sudah selalu sering untuk merasakannya, apalagi ketika bertemu dengan dewi Luna..
Zeno bergerak ke arah samping Turse, namun dimensi kegelapan itu mengikutinya sehingga dimensi kegelapan tepat di samping dimensi cahaya milik Turse apabila Zeno menyampingi Turse. Tentunya, hal tersebut membuat keduanya sama-sama terkejut, mereka terus bergerak dan masing-masing dimensi ruang terus mengikutinya.
Bahkan, saat Turse dan Zeno saling mengitari, dimensi ruang masing-masing juga berputar sehingga membuat mereka benar-benar sangat pusing.
“Apa yang terjadi? Tempat apa ini?” Turse masih mencoba menenangkan diri.
__ADS_1
“Turse tenanglah, tampaknya kita berada di alam bawah sadar. Apakah kau ingat, kita masuk di tempat ini karena kita sama-sama menyentuh elemental crystal dengan cahaya dan kegelapan berada dalam kristal tersebut.” Zeno masih mencoba untuk menenangkan istrinya.
“Apa Une pernah mengalami seperti ini?” Turse memegang kedua lengan Zeno sambil melihat sekeliling.
“Jika itu dimensi ruang dengan keadaan terang yang kau pijak aku tidak pernah, namun dimensi gelap seperti yang ku pijak sering sekali aku mengalaminya apalagi ketika aku bertemu dengan dewi Luna.” Ujar Zeno.
“Dewi Luna?” Turse mengerutkan dahinya, dia berpikir apakah ini artinya dia akan bertemu dengan dewi Luna seperti apa yang suaminya sering ceritakan? Entahlah, Turse masih berpikir dalam keadaan bingung.
“Benar.”
Turse menoleh ke samping, begitupun dengan Zeno yang tampak jelas mendengar suara tersebut. Seorang wanita yang sangat cantik dengan berparas anggun berjalan di antara dimensi ruang milik Zeno ataupun Turse.
Hal itu, membuat Zeno yang melihatnya langsung menekuk lutut dan memberikan hormat secara langsung kepada siapa yang datang, “Hormat kami yang mulia dewi Luna.”
Melihat dan mendengar hal demikian, Turse langsung melakukan hal persis karena dia melihat sosok wanita yang suaminya hormati selain ibunya sendiri, sosok yang setiap malam Zeno ceritakan kepada dirinya yang tak pernah Turse lupakan. Kali ini, dia benar-benar baru mengerti sosok tersebut, ternyata lebih cantik daripada yang dia pikirkan.
“Berdirilah, pertama aku ucapkan selamat datang di alam dewa. Kalian lihat sendiri? Setiap orang memiliki peringkat dari dewa pemula sampai dewa abadi yang mana kekuatan dan warna elemen akan semakin berubah setiap tingkat dan peringkat. Kemudian, selamat datang di dimensi Yin Yang.” Dewi Luna berbicara.
Zeno dan Turse langsung berdiri sesuai perintah.
“Aku berani bersumpah, elemental crystal lima warna itu memang bagian dari rencana anda semenjak ratusan tahun yang lalu.” Kata Zeno.
“Benar.” Dewi Luna mengangkat jarinya, “Apa kau mengingat Leght, Erth, Winder, Watur dan Eghtning? Meraka semua merupakan 5 dari 7 pilar dewa, pangkatnya lebih tinggi dari 7 para kaisar dewa sekalipun. Ratusan tahun yang lalu, sebelum melawan Yashimaru, aku tak sengaja memecah diriku menjadi dua bagian lagi, dan itu disebut kristal Yin dan Yang. Dan ketika aku terkena kutukan Yashimaru, aku memberikan kristal ini kepada 7 pilar untuk diberikan kepada seseorang yang kutunjuk yaitu kau, dan itu digunakan apabila kau sudah berada di alam dewa dan memiliki seorang istri sebagai seorang partner hidup.”
__ADS_1
“Tapi siapa yang menyangka, bahwa 7 pilar itu menggunakan cara yang cukup konyol, mereka dengan sengaja mengadakan kompetisi dengan hadiah kristal Yin Yang yang telah dimodifikasi bagaikan kristal yang memiliki 5 warna.” Kata Dewi Luna dengan tersenyum namun dia menggertakkan giginya seolah kesal kepada ketujuh pilarnya, pasalnya jika itu berakibat fatal, maka kristal tersebut tidak akan jatuh di tangan Zeno.
“Maafkan aku yang mulia dewi, tapi apa maksud tujuan Anda memberikan kristal Yin Yang ini kepada kami?” Turse membernikan diri untuk bertanya.