Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Penjelasan kaisar dewa kegelapan


__ADS_3

Dewa kegelapan langsung beranjak pergi mendekati dewi api, dia sudah bersiap apabila dewi api menyegel elemental seednya agar semua dewa yang ada di istana Nirwana itu mempercayainya.


Dewi api dengan ragu, dia menyentuh dada dewa kegelapan, dia kali ini menjadi percaya bahwa dewa kegelapan tidak berkhianat sama sekali, meskipun begitu dia tetap menuruti perintah dewi kehidupan, Viona untuk menyegel elemental seed dengan cincin api untuk berjaga-jaga.


Dewa kegelapan menahan rasa sakit di dadanya, bagaikan aliran orka yang terhubung dengan elemental seed terbakar. Namun, itu tidak sampai melelehkan karena pada dasarnya cincin api yang berada di jalur orka di elemental seed belum bereaksi, dan dewi api akan mengaktifkannya apabila dewa kegelapan melakukan gerak-gerik yang mencurigakan.


“Ayo beberkan penjelasanmu di hadapan para pilar dan penguasa 5 elemental. Mereka sedang berdiskusi untuk berperang dengan Yashimaru.” Kata Viona membawa mereka berdua, serta Taruz untuk masuk ke dalam gerbang istana Nirwana.


.....


Di ruang pertemuan istana Nirwana, Zeno belum berani duduk di singgasana yang dulunya merupakan milik dewi Luna. Secara resmi dia belum menjadi sosok sang penguasa alam dewa. Hal tersebut memiliki sebab, karena menurut alur dewi Luna, dia harus mengalahkan Yashimaru terlebih dahulu baru menjadi sosok sang penguasa. Sehingga, Zeno hanya menuruti pesan belasan tahun yang lalu itu.


Di samping Zeno duduk Turse yang menjadi sorotan para pilar lainnya. Masalahnya, mereka semua melihat, bahwa Turse kemarin memiliki peringkat kaisar dewa tingkat sembilan, tapi kini dengan cepat naik menjadi peringkat dewa abadi tingkat kelima. Tentunya, perubahan tingkat yang begitu cepat membuat para pilar bertanya-tanya, bagaimana bisa?


Hanya Drake, sang pilar kegelapan, dan Leght sang pilar cahaya yang mengetahui dengan jelas. Mereka berdua hanya bisa menutup muka mereka dengan lipatan tangan di atas meja untuk menahan senyumannya.


Hal tersebut membuat Zeno menjadi malu sendiri karena tampaknya efek Yin dan Yang mereka sendiri juga mengetahuinya. “Para pilar sekalian, sebaiknya kita langsung membahas mengenai bagaimana  perang yang akan terjadi. Mulai dari jumlah pasukan dan sebagainya. Aku disini masih sebagai tamu undangan, tetapi karena diantara kalian tidak ada yang membuka percakapan, maka aku dengan penuh maaf karena telah lancang membuka pertemuan ini.” Ucap Zeno yang tidak tahan melihat tingkah pilar Drake yang tampaknya menahan tawa karena tahu bagaimana Zeno dan Turse bisa naik peringkat secara singkat.

__ADS_1


“Para dewa pilar sekalian! Ada masalah genting yang dibawa kaisar dewa kegelapan!” Viona langsung masuk ke dalam ruang pertemuan dengan sedikit cemas, diikuti oleh dewa kegelapan dan juga dewi api dibelakangnya.


“Dewa kegelapan! Siapa yang mengizinkanmu menginjak tempat suci ini? Tempatmu adalah neraka!” Melihat siapa yang datang, Winder langsung berdiri di tempat dan langsung berjalan ke arah dewa kegelapan dengan tergesa-gesa, tetapi Viona menahan Winder untuk tidak terburu-buru terlebih dahulu.


“Penguasa pilar angin, tuan Winder, aku harap anda tidak tergesa-gesa. Kaisar dewa api sudah menyegel elemental seednya untuk berjaga-jaga. Dan kenapa dia datang ke sini, biarkan dewa kegelapan yang menjelaskannya.” Kata Viona mencoba menenangkan Winder.


Mendengar penjelasan Viona, seluruh pilar menjadi lebih tenang, bahkan Zeno sekalipun yang sebelumnya jijik menatap dewa kegelapan karena sebelumnya dianggap sebagai pengkhianat, dia menahan diri terlebih dahulu.


Dewa kegelapan maju dengan diperhatikan oleh para pilar dengan tatapan sinis, kemudian dengan menghela napas dirinya berkata, “Sebelumnya aku berani bersumpah atas nama dewi Luna bahwa aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk berkhianat. Karena jika aku menolak hasutan 7 dosa besar, maka aku akan terbunuh. Dan aku tidak akan tahu apa rencana Yashimaru.”


Mendengar hal tersebut, Zeno langsung berdiri setelah dia mendengar bahwa para kaisar dewa akan menghancurkan alam manusia, “Aku sang penguasa 5 elemental.” Kata Zeno dengan tegas, “Dimana para kaisar dewa sekarang? Aku harap dia belum menuju alam manusia. Karena apabila aku sudah keluar dari alam dewa, itu justru akan sangat merepotkan.”


“Yang mulia.” Dewa kegelapan menundukkan kepalanya di depan Zeno, “Aku masih menahannya di gerbang dua alam. Sehingga aku mohon Anda untuk langsung menuju ke sana, sebelum mereka masuk ke dalam gerbang tersebut.”


“Tunggu, seharusnya di tempat ini ada sosok penyusup.” Leght angkat bicara dengan wajah yang begitu sinis. “Penyusup tersebut yang akan memberitahu tuan Zeno bahwa para kaisar dewa sudah berada di alam manusia dan menghancurkannya, sehingga hal tersebut membuat tuan Zeno langsung menuju ke sana. Kemudian, penyusup tersebut akan melaporkan ke alam iblis bahwa tuan Zeno sudah tidak berada di alam dewa.”


“Kau benar Leght. Dewa kegelapan, seharusnya kau tahu siapa penyusup itu bukan?” Ert angkat bicara dengan berdiri di kursinya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu siapa yang akan melaporkan ke Yashimaru bahwa tuan Zeno sudah keluar menuju alam manusia, dan iblis langsung menyerang. Tapi yang pasti, tuan Zeno, Anda harus menuju ke gerbang itu sekarang juga sebelum mereka semua masuk ke alam manusia dan langsung menghancurkannya, dan apabila Anda masih bertarung di sana, itu lebih baik daripada Anda bertarung sendirian di alam manusia.” Tegas dewa kegelapan.


“Benar, aku akan ke gerbang alam manusia untuk menghadapi para kaisar dewa. Sedangkan kalian, kalian jaga istana Nirwana ini karena peperangan akan dimulai.” Ucap Zeno dengan wajah datarnya sambil keluar dari ruang pertemuan.


“Aku ikut!” Turse bersikeras, tidak mungkin dia berpisah dengan suaminya lagi.


“Tidak perlu Turse, ini benar-benar sangat berbahaya. Apalagi kaisar dewa air memiliki dendam yang besar kepadamu.” Zeno melarang.


“Jika memang begitu, biarkan aku yang akan ikut denganmu tuan. Tidak mungkin Anda bertarung sendirian melawan para kaisar dewa.” Viona, sang dewi kehidupan angkat bicara.


“Utusan pilar, atau biasa disebut dewi kehidupan. Tidak perlu, di saat 7 pilar bertarung dengan 7 dosa besar, tidak ada yang menjaga Turse, maka dari itu tolong jagalah dia.” Kata Zeno memohon.


Diantara percakapan yang begitu memanas, seseorang tiba-tiba terlempar di atas meja pertemuan hingga hancur berkeping-keping. Semua pilar begitu terkejut dan langsung beranjak dari tempat duduk mereka dan memperhatikan siapa yang terlempar di atas meja, mereka juga memperhatikan dari pintu pertemuan, siapa yang melempar orang tersebut.


Namun, mereka cukup terkejut, bahkan Zeno dan Turse sekalipun. Pasalnya, yang terlempar di atas ruang pertemuan adalah Forj, sang tangan kanan dewa angin dengan tubuhnya yang terbaring lemas karena lemparan itu begitu kuat.


Bersamaan itu, sosok di depan pintu yang baru saja melemparkan Forj berkata, “Aku, Asura sang dewa kematian yang akan menjaga nyonya Turse. Tuan dan dewi kehidupan saja yang menghadapi para pengkhianat ba*ingan itu. Selain itu, aku menemukan Forj yang mondar-mandir di sekeliling istana. Aku pikir, dia sedang memata-matai kita.”

__ADS_1


__ADS_2