Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Menjadi seorang kepala desa


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Zeno benar-benar telah resmi menjadi seorang kepala desa Neo Mazzari yang mana sudah menjadi hal yang umum di desa ini. Tidak hanya seorang kepala desa, seluruh orang di desa ini juga tahu bahwa Zeno adalah seorang dewa, yaah pandangan mereka Zeno adalah seorang dewa yang memiliki kekuatan penguasa. Benar-benar, tampaknya mereka sama sekali belum mengetahui bahwa Zeno berasal dari ras manusia yang katanya jauh lebih hina dari dewa.


Neo Mazzari, yang menjadi nama desa ini, semua orang juga sudah mengetahuinya dan akan terus menerus menggunakan nama itu. Saat Zeno memutuskan untuk memberi nama desa ini dengan sebutan Neo Mazzari, apa yang Zeno pikirkan bahwa warga desa tidak akan setuju. Karena tampaknya nama desa diganti saja daripada dibubuhi kata, ‘neo’ di depannya. Namun siapa sangka, justru saat itu seluruh penduduk bertepuk tangan dan menerima nama itu dengan lapang dada.


Masalah yang dihadapi Zeno kali ini terlihat besar, bahkan dia sedikit pusing bagaimana caranya menambah pemasukan desa. Tanah memang subur, cuaca juga sudah menentu kapan hujan kapan tidak, usai Zeno mengaturnya. Sehingga ladang milik setiap orang juga berhasil ditanami, namun itu juga membutuhkan waktu yang sangat lama.


Untuk makan sehari-hari penduduk desa, Zeno masih membiarkan mereka untuk memakan daging elemental beast seperti biasa, atau sebelum Zeno menjadi seorang kepala desa.


Usai menjadi kepala desa, Zeno membuat sebuah keputusan baru. Yang mana dia mengumpulkan seluruh pemuda desa ini untuk diberikan sebuah tugas. Tugas untuk membuat sebuah kelompok yang mana anggotanya bebas dengan berisi 5-7 anggota yang memiliki elemental sama. Tidak hanya itu saja, masing-masing kelompok ditugaskan untuk berburu elemental beast yang memiliki elemental crystal yang berbeda dengan elemen yang dimiliki kelompok tersebut.


Sebagai misalnya, sebuah kelompok berisikan 6 anggota, semua anggota tentunya memiliki salah satu elemen api sebagai sebuah misal. Maka tugas kelompok tersebut, adalah berburu elemental beast yang memiliki elemen selain api, seperti tanah, petir, air ataupun angin. Elemental crystal yang didapatkan dari perburuan, kelompok tersebut wajib menyerahkannya kepada desa untuk mendapatkan imbalan sepuluh koin perak dan elemental crystal api untuk masing-masing anggota.


Tentunya itu juga berlaku kepada kelompok yang memiliki elemental lainnya, seperti air, yang mana mereka memburu elemental beast non air dan mengumpulkan elemental crystalnya kepada desa, serta pastinya akan mendapatkan imbalan sepuluh koin perak dan juga elemental crystal berjenis air untuk masing-masing anggota.


Hal tersebut akan membuat semua pemuda tidak akan hanya memikirkan dirinya sendiri. Aturan tersebut akan membuat semua pemuda seolah bertukar elementl crystal. Terutama Ivon, dia telah memiliki sebuah sanksi, yang mana dia wajib berburu elemental beast namun tidak dibayar koin perak sama sekali, hanya diberi elemental crystal bertipe petir saja.

__ADS_1


Perlahan, Zeno akan menghapus tindakan diskriminasi kepada seseorang yang jauh lebih lemah, terutama tidak memiliki elemental. Semua orang berhak untuk hidup dan berdampingan dengan para elementalist lainnya. Andai saja dia juga membawa Selena, mungkin perlahan Zeno akan membuat sebuah akademi yang hanya berisi seseorang yang tidak memiliki elemental, mereka akan belajar bagaimana caranya berpedang, melenturkan tubuh, dengan Selena sebagai gurunya.


Sangat aneh apabila seorang manusia biasa yang mengajari hal itu. Tetapi itu terlihat bukan suatu hal yang aneh bagi Zeno, karena dirinya bisa membuktikan bahwa manusia biasa juga bisa lebih hebat dari seorang dewa.


Bagaimana Zeno membayar mereka semua? Membayar para kelompok yang kembali dengan membawa elemental crystal yang berjumlah sesuai dengan jumlah anggora para kelompok? Bagaimanapun, desa tersebut tidak memiliki pendapatan sama sekali.


Jika itu hanya sepuluh koin perak, Azure memilikinya berlimpah ruah di cincin ruangnya. Serasa koin perak di cincin ruang peninggalan di kehidupan Azure sebelumnya bukanlah apa-apa. Meskipun begitu, Zeno tidak ingin menggunakan sisa harta milik Azure untuk menghidupi desa secara instan, bahkan membayar para pemuda tersebut sudah terlalu berlebihan bagi Zeno.


Selain itu, tentu Zeno juga membuat sebuah keputusan, yang mana para kelompok yang berburu elemental beast, juga wajib memberikan daging buruannya sebagai makanan untuk para warga desa. Tentunya, siapa saja yang membawa daging hewan asli yang tidak memiliki elemental beast, akan mendapatkan bayaran yang lebih.


Zeno menggelengkan kepala sambil berkata, “Tidak perlu Azure, itu untuk dirimu saja. Aku ingin berusaha sendiri.” Tolak Zeno. Dia sudah sering sekali menegaskan kepada Azure seperti demikian. Namun, Azure bersikeras untuk menawarkan harta crystal yang ada di cincin ruangnya.


Seketika Zeno yang duduk santai di kursinya sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang bukan desa itu sendiri. Melainkan, dia tiba-tiba memikirkan dimana Turse sekarang? Apa yang dia lakukan? Zeno dan Turse sudah berpisah dua bulan lebih setelah berada di dunia ini. Yang mana Zeno sendiri benar-benar tidak bisa membendung ingatannya untuk tidak memikirkan Turse secara terus-menerus.


Namun, sesuai apa yang dia putuskan, dia ingin fokus untuk menjadi kuat terlebih dahulu, dan setelah itu maka dia bisa mencari Turse. Dengan begitu, Zeno berharap bahwa Turse baik-baik saja dan berharap justru peringkatnya berada di atasnya karena ada ketiga beast yang juga memiliki harta berlimpah sama seperti Azure.

__ADS_1


Zeno, dia juga melakukan pembangunan besar-besaran, yang mana dia meratakan seluruh reruntuhan dengan tanah agar lebih enak dipandang. Kemudian, Zeno meminta para penduduk desa yang umurnya hampir mencapai tua, namun masih memiliki energi, mereka ditugaskan untuk menebang pohon yang ada di dalam hutan serta, melakukan pembangunan untuk setiap rumah penduduk yang mungkin hampir tidak layak huni.


Tentunya tidak semua penduduk desa yang berada dalam golongan tua untuk bekerja seperti itu, tidak banyak dari mereka juga mengurus ladang pribadi. Sehingga Zeno membiarkannya dan justru malah meminta orang tersebut lebih fokus kepada ladangnya.


Zeno tidak membangun rumah mereka secara instan, dengan menggunakan kemampuan sang penguasa seperti membuat rumah milik dirinya sendiri. Karena, Zeno tidak ingin mereka terus menerus bergantung kepada kepala desa atau dirinya sendiri.


“Ngomong-ngomong, apa perlumu datang kesini? Bukankah kau ku beri tugas untuk menukarkan elemental crystal yang didapatkan para pemuda? Kau bahkan berdiri terus menerus disitu selama lima menit tanpa mengatakan sebuah keperluan.” Zeno memulai bertanya mengenai Azure yang berdiri di sampingnya, pasalnya sudah beberapa menit berlalu dan Azure hanya menawarkan elemental crystal untuknya tanpa ada keperluan lain.


“Akhhr, itu karena tuan belum bertanya apa perluku ke sini.” Azure tersenyum merespon apa yang Zeno katakan.


“Tetapi kau berani menawarkan elemental crystal tanpa kuminta sekalipun.” Zeno berdecak sebelum dia melanjutkan ucapannya. “Baiklah, apa perlumu?”


“Aku sudah memantau semuanya. Rata-rata para pemuda sudah berada di peringkat prajurit dewa tahap ketiga ke atas karena elemental crystal yang didapatkan dari desa. Pembangunan desa juga berjalan 40%. Bisa dibilang, lebih berkembang daripada yang sebelumnya. Tuan, aku sarankan, Anda menarik beberapa pajak.” Usul Azure.


Zeno mengerutkan dahinya, dia merasa itu bukanlah usul yang bagus, mengingat bahwa ladang milik penduduk desa juga baru saja kembali ditanami, penduduk lainnya juga belum mendapatkan penghasilan tetap. Namun dia bertanya kepada Azure agar dia lebih tahu, “Bagaimana mungkin? Penduduk desa juga masih seperti itu.”

__ADS_1


__ADS_2