Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Menyerap elemental crystal


__ADS_3

“Azure, kau bercanda?”


Zeno benar-benar tidak bisa berkata lagi selain demikian, pasalnya ada ribuan kristal elemen yang berbeda-beda warna bertumpuk bagaikan benda yang telah usang dan tidak berguna. Tidak hanya itu saja, bahkan dia juga melihat emas, perhiasan yang mengkilap dan tersimpan di tempat itu bagaikan benda usang.


Di sisi lain, kristal elemen yang paling banyak tampaknya berwarna biru dan biru tua, sedangkan warna lainnya lebih sedikit dibandingkan keduanya. Tampaknya, mengapa kristal elemen lebih banyak yang berwarna biru dan biru tua? Itu terjadi karena Azure yang menggunakannya sendiri.


Sedangkan kristal elemen lainnya yang berwarna putih dan legendarisnya, coklat dan legendarisnya, hanya digunakan Azure sebagai koleksi sahaja. Namun, Zeno benar-benar merasa bahwa itu sangatlah banyak. Mungkin ribuan, tidak, bahkan puluhan ribu elemental crystal bertumpuk seperti itu.


Zeno langsung mengganti kesadarannya di dunia nyata untuk mencari penjelasan Azure mengenai itu semua. Pasalnya, rasanya sangat tidak masuk akal apabila cincin sekecil ini dapat menampung ribuan kristal seperti itu, bahkan Zeno menganggap bahwa itu tadi hanyalah khayalan belaka.


Di balik bola cahaya, Azure menggosok rambutnya dan berkata, “Itu semua merupakan harta yang tidak berguna di kehidupanku sebelumnya. Entah kenapa cincin tersebut terbawa di kehidupanku sekarang. Kenapa aku bilang tidak berguna? Karena pada saat itu, aku sudah berada di puncak elementalist, jadi sia-sia apabila menyerapnya.”


“Itu adalah item magis yang hanya ada di dunia ini dan tidak berfungsi di dunia yang Anda tempati. Maka dari itu, Anda tidak pernah tau mengenai item tersebut.” Sambungnya.


“Kenapa kau tidak bilang dari tadi Azure?” Zeno mengerutkan dahinya.


Azure hanya menghela napas sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tampaknya, Zeno sekarang tahu persis bagaimana ekspresi naga nya sekarang. “Bukankah tuan yang ngotot bahwa Anda ingin mencarinya sendiri?”


“Kau yang bilang, ‘biarkan aku yang mencarinya untuk tuan.’ Jadi aku pergi begitu saja, aku pikir kau akan bersikeras berburu elemental beast.” Zeno menyangkal.

__ADS_1


Azure berpikir sejenak sambil mengingat perkataannya tadi. Sehingga, dia kembali menggaruk kepalanya sendiri karena perkataannya yang bodoh itu tadi.


Zeno menghela napas, tersenyum sambil memandang cincin ruang itu yang ada di jari tengahnya. Tampaknya, dia merasa sedikit lega dan tidak ada beban apapun di kepalanya yang membuat dia merasa pusing.


Azure yang melihat itu, dia mengangkat alisnya dan bertanya, “Tuan kenapa? Jika tuan menginginkannya, maka bisa tuan ambil dan menyerap sumberdaya yang ada di dalamnya. Jangan pikirkan aku, aku bisa mencarinya lagi untuk diriku sendiri.”


Zeno kembali menatap Azure setelah dia menyadarkannya dari lamunan. “Akhh tidak, aku sedikit lega mengenai Turse. Jika beast yang lainnya memiliki ini sama sepertimu, maka mereka juga memiliki peninggalan sumber daya yang melimpah dari kehidupan sebelumnya. Jadi aku harap, mereka bisa membaginya untuk Turse agar dia berada di ranah tinggi. Bahkan sukur-sukur dia bisa melampauiku.” Ucapnya sambil mengembalikan cincing ruang itu kepada Azure.


“Tuan, itu untuk Anda, bahkan sumber daya yang ada di dalamnya. Jadi, Anda bisa mengeluarkan keseluruhannya dan menyerapnya di sini. Biarkan aku yang menjaga untuk tuan.”


“Tidak.” Tegas Zeno, “Itu punyamu, sumber dayamu. Namun, aku hanya meminta seperdelapan untuk meningkatkan peringkat elemental. Sedangkan sisanya gunakan semua untuk meningkatkan peringkatmu.” Sambungnya.


Zeno mengerti, tak sesulit untuk meyakinkan Azure. Mungkin jika itu Kiba, maka Kiba akan terus ngotot agar Zeno memakai semuanya. Kemudian, menjawab apa yang Azure katakan, Zeno berkata, “Sebelum itu kita harus mencari tempat seperti gua .... akhh tidak, itu justru akan semakin repot karena pastinya gua tersebut ada beast yang menghuni. Aku akan menciptakannya sendiri.” Dia memutuskan.


Apa yang Zeno lakukan, menyentuhkan kedua tangannya di atas permukaan tanah yang tertutup daun kering.


Tanah sedikit bergetar, gundukan tanah keras muncul dari dekat mereka yang mana semakin keluar. Menunjukkan sebuah mulut gua yang ada di dekatnya seolah menjadi pintu masuk menuju gua bawah tanah. Tampak kecil, namun Zeno memang sengaja membuatnya seperti itu agar radius getaran akibat gua yang muncul tidak terlalu luas sehingga mengakibatkan banyak beast yang terbangun.


Zeno masuk ke dalam gua tersebut sambil membawa bola cahaya yang semenjak tadi melayang. Begitupun Azure, dia juga masuk mengikuti tuannya untuk menjaga agar tuannya bisa menyerap elemental crystal dengan sangat mudah.

__ADS_1


Kemudian, tanpa berpikir panjang, Azure mengeluarkan ribuan elemental crystal yang berbeda-beda warna, intinya sesuai seperti apa yang elemen Zeno miliki. Bahkan ada juga crystal elemen yang menunjukkan warna elemen legendaris seperti biru tua, ungu, ataupun hitam.


Tidak heran, karena semakin tinggi peringkat elemental beast, semakin elemennya berubah warna menjadi elemen legendaris, bahkan warna crystal elemennya juga berpengaruh. Begitupun para dewa yang ada di sini, semakin tinggi peringkatnya, semakin pekat pula warna elemen yang berubah.


Ribuan elemental crystal Muat di gua tersebut, karena Zeno mendesainnya agar sangat luas sama seperti ruangan, hanya saja mulut gua tersebut sangat kecil, mungkin sebagai penghubung permukaan dengan bawah tanah.


Sebelumnya, Zeno hampir tidak percaya saat ribuan elemental crystal itu tiba-tiba muncul begitu saja, bahkan dia menyentuh elemental crystal itu untuk memastikan asli atau tidak? Namun, yang menjadi sebuah pertanyaan, “Bagaimana cara mengeluarkan sumber daya itu dari cincin ruang?”


“Cincin ruang ini terhubung dengan pemikiran pengguna, jadi saat kita memikirkan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya, maka sesuatu tersebut keluar. Asal, sesuatu yang dimaksud memang harus ada di cincin ruang.” Tutur Azure menjelaskan.


“Baguslah. Tapi kau tidak mengeluarkan elemental crystal dari elemental beast air kan? Aku harap itu kau gunakan secara pribadi saja. Pasalnya, aku bisa menyerap 5 elemental crystal yang berbeda jenis.” Timpa Zeno.


Azure sudah memastikan bahwa elemental crystal ini tidak berjenis air, karena jenis tersebut digunakan secara pribadi olehnya atas permintaan Zeno. Sehingga mengetahui hal tersebut, Zeno sedikit lega dan tidak ada yang mengganjal di hatinya untuk berkonsentrasi.


Zeno mulai bersila, memperhatikan lima elemental seed yang ada di tubuhnya hanya berisi tidak kurang dari lima persen. Dia benar-benar tidak menyangka menyerap elemental crystal yang dia dapatkan dari beast serigala sangatlah sedikit. Namun Zeno sangat yakin, menyerap ribuan ini akan membuatnya naik peringkat, walaupun dia tidak tahu akan membutuhkan seberapa lama untuk menyerap sebanyak ini?


Beberapa crystal elemen yang memiliki peringkat rendah sekalipun membutuhkan sepertiga malam untuk dia serap dengan sempurna. Apalagi ribuan elemental crystal ini? Terlebih, Zeno melihat sekilas ada elemental crystal yang berwarna ungu pekat yang mungkin itu milik beast yang ada di peringkat raja dewa atau di atasnya.


“Aku akan berkonsentrasi.” Hela napas Zeno sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2