Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pertarungan Akhir


__ADS_3

“Apa kau tidak takut? Semakin cepat memulai acara intinya, maka kematianmu juga akan cepat. Tapi karena aku ingin menghormati desakanmu, mari kita mulai acara intinya.” Yashimaru tersenyum lebar sambil mengeluarkan aura kegelapan serta aura panas yang cukup pekat ke arah Zeno.


Zeno yang berwajah datar memang merasakan kedua aura tersebut, bahkan dia langsung mengangkat kepalanya dan berdiri tegak karena aura tersebut benar-benar begitu kuat. Bahkan, kursi es yang dia ciptakan seketika menguap berubah menjadi udara hampa.


“Hanya seperti ini?” Kata Zeno sambil menahan semua aura kematian dan aura panas menggunakan aura dingin dan aura kehidupan miliknya. Sehingga energi tersebut berbenturan yang membuat masing-masing dari mereka terpental ke belakang sejauh beberapa meter.


Di saat Zeno berdiri dan bertahan dari pantulan energi tersebut, dia langsung bergerak sambil mengangkat pedangnya. Begitupun dengan Yashimaru yang memunculkan sebuah palu dengan corak api di sekelilingnya. Dan dengan mudahnya, dia berlari dengan ringan seolah membawa beban ringan pula.


“Seharusnya kau sudah kelelahan karena menghadapi para kaisar dewa!” Kata Yashimaru sambil mengayunkan palunya dengan cukup keras saat berada di hadapan Zeno.


Keempat beast Zeno langsung keluar dengan seizinnya sendiri, karena semenjak tadi keempat beast Zeno benar-benar tidak tahan dan ingin bertarung, tetapi karena Zeno belum mengizinkannya, mengakibatkan mereka terus terkurung di dalam Zeno.


Namun, Zeno membuat rencana lain, keempat beast Zeno bukan keluar secara langsung, melainkan bergabung dengan tubuhnya tanpa menunggu lebih lama lagi. Yaah benar, dirinya berubah menjadi lebih kekar dan ukurannya hampir sama dengan Yashimaru, dengan taring tajam yang muncul. Selain itu, tubuh depannya bagaikan tempurung kura-kura yang cukup keras, di tambah ekor naga yang melupakan milik Azure.


Sedangkan Flamon, dia langsung bergabung dengan Ice Sword, sehingga kini tidak hanya berwarna biru, melainkan berwarna biru dan merah seketika yang mana bisa mengeluarkan es dan api.


Zeno mundur sejenak sambil mengeluarkan sambaran petir dar tangan kirinya untuk menyambar ke arah Yashimaru. Namun, dengan kekuatan penuh, Yashimaru memunculkan energi kegelapan dari tangan kirinya untuk menahan sambaran petir.


Memang, kedua tangan tersebut berbenturan, tetapi Zeno tidak berhenti begitu saja, melainkan dia juga menebaskan pedangnya ke depan secara Vertikal. Sayangnya, Yashimaru langsung menendangnya secara cepat sehingga membuat Zeno terpental ke belakang.

__ADS_1


Tidak ingin membuang waktu, Yashimaru langsung meloncat dan berada di atas Zeno yang sedang terpental sambil mengayunkan pedangnya.


Zeno langsung mengayunkan pedangnya, sebilah api muncul dan menyerang palu Yashimaru. Hal tersebut membuat Zeno jatuh dan membentur tanah karena palu Yashimaru yang benar-benar begitu kuat.


Untung saja tempurung Skarlos benar-benar kuat, sehingga benturan seperti itu bukanlah sebuah masalah. Berguling ke depan dan berlari sambil mengeluarkan tembakan cahaya ke arah Yashimaru dengan begitu kuat.


Yashimaru yang melihat itu memunculkan tembakan kegelapan untuk menandingi tembakan cahaya milik Zeno. Dia juga berteriak begitu keras sambil mendorong tangannya yang mengeluarkan elemen kegelapan.


“Elemental blast, ledakan cahaya!” teriak Zeno yang semakin mendorong elemental blastnya sambil berteriak dengan begitu keras.


Siapa yang menyangka, bahwa ada Yashimaru lagi yang muncul dari atasnya sambil mengayunkan palu berapinya. Zeno yang terkejut, dia langsung melepaskan elemental blastnya, sehingga ledakan kegelapan milik Yashimaru melesat ke arah dirinya.


Namun di sisi lain, Yashimaru yang asli, tanpa membawa palu langsung bergerak cepat ke arah Zeno sambil meraih dadanya seolah ingin mencabik dadanya. Tidak, tampaknya Zeno tersadar apa yang akan dilakukan Yashimaru adalah merebut elementalnya.


Kloningan Yashimaru yang hancur, menyisakan palunya, kemudian diraih oleh Zeno dan langsung mengayunkannya ke arah Yashimaru sendiri. Sehingga Yashimaru yang terkena oleh senjatanya sendiri langsung membentur tanah dengan cukup keras sambil tertimpa oleh palunya sendiri.


Tampaknya, pukulan palu yang membentur yashimaru menghasilkan energi yang cukup kuat membuat Zeno terlempar jauh beberapa meter. Dia langsung diri untuk terbang.


Zeno mengatur napas, dia berfikir bahwa Yashimaru pasti tidak akan kalah semudah itu. Dia memberanikan diri untuk mendekat karena harus menghabisi Yashimaru. Tapi. Zeno tidak menyangka bahwa Yashimaru langsung berdiri sambil mengangkat palunya lagi, dengan teriakan yang cukup keras, dia melemparkan palunya secara Horizontal ke arah Zeno dari jarak yang begitu dekat.

__ADS_1


Hal tersebut membuat Zeno terlempar palu tersebut dengan benturan yang cukup keras. Kemudian, dari belakang Zeno yang terdorong palu milik Yashimaru, muncul kobaran api yang begitu dahsyat berwarna hitam. Sehingga, apabila tidak segera menghindar, Zeno akan terbakar pada kobaran api tersebut.


“Sialan!” Zeno langsung berdiri di tanah sambil membekukan kakinya ketika berjarak hanya kurang beberapa meter dari kobaran api. Meskipun begitu, palu Yashimaru tiba-tiba begitu kuat yang memaksa terus mendorongnya.


Zeno berteriak sambil mendorong palu tersebut, tapi Zeno terkejut saat melihat tangan gelap yang muncul di palu tersebut sambil menembus dadanya yang terdapat perisai tempurung milik Genbu.


Merasa kesal karena tampaknya Yashimaru ingin merebut elementalnya, Zeno dengan penuh nekat langsung meledakkan palu tersebut menggunakan elemen cahaya. Akibatnya, Zeno kembali terlempar ke belakang ke arah Kobaran api. Tetapi kali ini tidak mendapat dorongan palu milik Yashimaru lagi sehingga dirinya langsung menyeimbangkan diri sambil melesat terbang.


Zeno bisa melihat, tampaknya palu milik Yashimaru tidak hancur sama sekali dan kembali pada tangannya. Hal tersebut cukup membuat Zeno menggertakkan giginya. Dia tidak ingin kalah, menggunakan mode penguasa atau dia sebut mode sannin, bergabung dengan semua beastnya, mendapatkan kekuatan ribuan kali lipat, jika dirinya tidak menggunakannya semenjak tadi, dirinya tidak akan sanggup menahan palu Yashimaru.


Apalagi Zeno dan Yashimaru hanya berbeda empat tingkat, sehingga seharusnya Zeno bisa dikalahkan cukup mudah tadi.


Beberapa tanah yang Zeno ciptakan, di tambah kobaran api milik Flamon yang berada di Ice Sword Zeno, sehingga menciptakan seperti sebuah Lava padat muncul. Kemudian, tanpa berpikir panjang, Zeno langsung melemparkan tangannya ke arah Yashimaru yang tampaknya berlari ke arahnya.


Tidak hanya itu saja, dalam bola tanah yang terakhir, Zeno mengangkat tangannya, sehingga bola tanah tercipta dari permukaan tanah. Zeno yang tidak tahan langsung mengarahkan bola tanah itu ke arah Yashimaru.


Yashimaru mengayunkan palunya sambil berlari ke arah Zeno, bahkan sampai kuatnya dirinya berlari dan pukulannya yang juga begitu kuat, setiap pijakan di atas tanah membuat tanah tersebut menjadi retak.


Zeno langsung bergerak secepat cahaya dengan pedangnya yang dilapisi oleh elemen petir, kemudian tepat di hadapan Yashimaru, Zeno langsung menendang kepalanya sambil melemparkan pedangnya ke atas untuk digerakkan tanpa disentuh. Lebih tepatnya, saat mata pedang tersebut menghadap ke bawah, Zeno menghentakkan tangannya ke bawah, sehingga Ice Sword mengarah ke arah Yashimaru.

__ADS_1


__ADS_2