Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Air vs Api


__ADS_3

Merasa geram, Azure langsung melemparkan trisula kepada singa selagi dia menampakkan diri. Kemudian, disusul sebuah aliran air yang berbentuk gelombang ke arah singa tersebut untuk menambahkan serangan setelah trisula itu mengenainya.


Sayangnya, sang singa berhasil menghindari lemparan trisula dengan sangat gesit, selain itu, dia mengeluarkan gelombang api pula untuk melawan gelombang air milik Azure. Sehingga, hal yang terjadi, gelombang api milik singa padam, sedangkan milik Azure langsung menguap, secara gelombang api milik Singa itu jauh lebih besar.


Tanah di atas permukaan mereka menjadi hangus, menyisakan abu dedaunan yang menghitam di atas permukaan tanah dengan sangat kental seolah tercampur dengan air milik Azure.


Kenapa singa tersebut tampak tidak takut apabila lawannya adalah elemen api? Itu karena penghuni alam dewa tampak berbeda dengan alam biasa. Dewa dan beast di sini memiliki pemikiran yang terbalik 180 derajat.


Mengapa tidak? Pasalnya di dunia ini, mereka tidak peduli lawannya berelemen apa, tidak peduli apakah dirinya berelemen api dan musuh berelemen air. Atau mungkin dirinya berelemen air dan musuh berelemen petir yang mana menjadi sebuah kelemahan elemen dirinya itu sendiri. Mereka mempunyai pemikiran yang sama seperti Zeno, yaitu elemen tergantung kepada penggunanya.


Itulah sisi positif yang ada di dunia yang memungkinkan bahwa Zeno sangat suka. Sehingga, tidak ada penindasan di antara perbedaan elemental. Namun sebagai gantinya, penindasan antar peringkat justru ada di sini.


Seharusnya, sangat baik apabila tidak ada penindasan kepada seseorang yang berada di peringkat bawah atau perbedaan elemen. Itu akan membuat dunia akan menjadi sangat damai tanpa adanya sebuah pertarungan yang membuat orang tak bersalah pun menjadi korban.


Kembali ke pertarungan sebelumnya, trisula milik Azure berbalik arah dan kembali ke genggamannya. Sedangkan sang singa, dia langsung berlari ke arah Azure untuk menyerangnya secara langsung.


Azure kembali meledakkan gelembung-gelembungnya. Dia merasa bahwa ini benar-benar sangat bodoh, yaitu selalu mengulangi kesalahan yang sama saat bertarung. Akan tetapi, setelah ledakan itu menghilang, tak disangka-sangka singa itu berada di atas Azure sambil mengeluarkan belasan bola api yang hendak menyerangnya.

__ADS_1


Azure langsung meninju ke atas, sehingga dari permukaan tanah muncul sebuah air yang berbentuk tinju untuk menyerang singa yang hendak jatuh di atasnya. Sehingga, sang singa itu terlempar dengan tinggi sambil Azure yang melemparkan tangannya ke samping, sehingga muncul aliran air yang menghapus semua bola api tersebut.


Tinju air yang membawa tinggi singa tersebut hilang, sehingga sang singa kembali jatuh dengan ketinggian yang bisa di bilang dapat membuat tulang patah. Akan tetapi, dia langsung mengeluarkan sebuah pusaran api di bawahnya sehingga dia bisa mendarat dengan sangat mudah.


“Kau kalah!” Azure berteriak setelah dia berubah wujud naganya dan menyambar sang singa dengan sangat cepat sambil menghilangkan pusaran api dengan sebuah gelombang air.


Sang singa terkejut, dia merasa semenjak tadi tidak pernah bertarung dengan naga. Bahkan dia menganggap manusia itu tidak memiliki beast. Tapi kenapa sekarang ada seekor naga yang ukurannya sangat besar?


Dengan sebuah sambaran dari Azure, singa itu langsung terbentur pohon dengan sangat keras. Alhasil, dia berteriak kesakitan saat tidak bisa menahan kekuatan air dari sang naga tersebut.


“Tidak mungkin! Seekor beast tidak mungkin merubah wujudnya menjadi manusia atau dewa.” Bantah singa tersebut sambil berusaha untuk berdiri.


Azure menghela napas sebelum berkata, “Ternyata beberapa beast di alam manusia jauh lebih pintar daripada beast di alam dewa. Begini saja, apa kau pernah mendengar legenda penjaga arah mata angin?”


Singa itu berhenti berbicara seolah tercekik, ternyata dia baru sadar ternyata dirinya sedang menghadapi beast penjaga arah mata angin timur yang telah lama hilang. “Maafkan aku tuan, aku tidak tahu. Maafkan aku!” Ucapnya sambil bersujud.


“Tunggu, tampaknya kau baru saja di buru.” Azure memperhatikan dengan seksama saat melihat bagian punggung singa tersebut berlubang seperti baru saja tertancap sesuatu, padahal trisula miliknya sama sekali tidak mengenai tubuhnya.

__ADS_1


Singa tersebut memperhatikan lukanya sendiri, “Be .... benar.” Katanya dengan gugup, “Sebelah utara hutan, terdapat sebuah bekas kerajaan, namun masih ada yang menempatinya. Sehingga para elemental beast sering menyerangnya karena mereka berisi orang-orang yang lemah.”


“Tak penting. Tapi yang paling penting, aku ingin membunuhmu.” Kata Azure sambil mengeluarkan spiral air untuk membunuh singa tersebut.


Singa itu langsung berlari sambil mengaburkan pandangan Azure menggunakan kobaran api. Dia tahu, tidak ada pilihan lain selain lari. Melawan penjaga arah mata angin bukanlah hal yang sangat mustahil, di sisi lain dia juga ingin merasakan hidup yang lebih panjang lagi.


“Heei, kau tidak bisa lari semudah itu. Kau hampir mengganggu tuanku.” Azure menyentuh permukaan tanah, sehingga sebuah aliran bawah tanah muncul ke atas dengan sangat banyak. Lebih tepatnya seperti semburan air dari bawah tanah yang sangat banyak.


Salah satu air menyembur tepat di hadapan singa yang sedang lari, sehingga dia langsung terkejut dan melompat ke belakang. Namun, tubuhnya terlempar saat semburan air itu mengenai tubuhnya.


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Azure melempar tangannya, sehingga spiral yang dia ciptakan sebelumnya langsung melesat ke arah singa tersebut.


“Karena kau diselimuti sebuah ketakutan saat tahu siapa diriku, kemampuanmu menjadi menciut. Berbanding terbalik saat kau tidak tahu siapa aku, kemampuanmu benar-benar membuatku kewalahan.” Azure kembali ke tempat Zeno semula untuk berjaga-jaga. “Aku mengerti, tampaknya status juga dapat menurunkan mental lawan sehingga kemampuannya mendadak menjadi turun. Kekuatan yang paling penting adalah kepercayaan diri.” Sambungnya sambil menghancurkan spiral airnya yang berputar kembali ke arahnya dengan warna merah tidak seperti saat dia lemparkan.


“Utara hutan ada bekas kerajaan? Tampaknya itu tempat yang cocok untuk tuan untuk tinggal sementara, karena bekas-bekas seperti itu hanya dipenuhi oleh orang lemah dan buangan dari kerajaan lain. Jika tuan langsung terjun di wilayah kerajaan yang masih berdiri, tentunya dia akan sulit untuk beradaptasi. Secara, tuan selalu terkena masalah dengan orang lain.” Ucapnya sambil merusak dedaunan pohon agar cahaya rembulan bisa tembus, hal itu dilakukan agar dia tahu jalan.


Alih-alih menyesal setelah membunuh singa tersebut yang memberikan informasi yang begitu baik, Azure tampak biasa saja dan tidak memikirkannya lagi. Dia terlihat tampak seperti tidak memiliki hati nurani setelah mendapatkan informasi dari seekor beast, namun dia tetap membunuh beast tersebut bagaikan seorang perampok. Itu karena dia tidak peduli, karena sebelumnya singa tersebut memang pengganggu yang harus dibasmi.

__ADS_1


__ADS_2