Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Neo Mazzarri


__ADS_3

Semua orang langsung keluar dari rumah masing-masing setelah mendengar suara gemuruh yang begitu keras hingga memekikkan telinga. Sebagian orang pula yang ada di rumah kepala desa karena ada pembahasan penting tadi, mereka semua langsung mencari tahu apa yang terjadi pada desa mereka.


Kepanikan muncul yang mana sama sekali tidak Zeno harapkan, Zeno yang ada di atas merasa, apakah orang-orang seperti ini tidak merasakan gemuruh akibat munculnya sebuah dinding yang mengitari desa? Mungkin karena mereka terlalu lemah, sehingga tingkat ketakutan mereka meningkat, karena dewa lainnya yang berperingkat tinggi juga sangat banyak.


Zeno masih memperhatikan dari langit, melihat beberapa orang juga terkejut saat ada dinding yang ada di belakang rumah kepala desa, yang mana letaknya sedikit berjauhan. Mereka mengikuti, kemana batas dinding itu, dan apa yang mereka lihat, mereka hanya tahu ada dinding pembatas di atas perbatasan. Tampaknya, mereka juga tidak tahu, bahwa ada dinding di dalam hutan.


Tatapan mereka dipenuhi kejutan. Siapa yang membuat dinding sebesar dan sepanjang ini? Menutup dari segala sisi samping desa tanpa ada lubang sedikitpun sehingga tidak memungkinan elemental beast masuk kecuali beast yang dapat melompat dan terbang. Dinding sebesar ini juga baru saja mereka lihat, biasanya sedikit dari elementalist di desa ini yang mencoba membuat dinding namun hanya kecil dan menutup sebagian perbatasan.


Walaupun mungkin ada beberapa beast yang dapat melompat dan terbang, setidaknya itu dapat meminimalisir serangan beast darat yang tidak bisa melompat atau terbang. Masalahnya, apakah dinding ini bisa menahan kekuatan beast yang begitu besar? Itulah yang menjadi pertanyaan bagi warga desa yang lambat laun menghentikan kepanikannya dan memilih memperhatikan dinding tanah yang tiba-tiba muncul.


.....


“Siapa yang menciptakan dinding sebesar ini?” Onard melihat seolah tidak percaya, tidak mungkin ada seseorang yang menciptakan dinding sebesar dan panjang melingkari desa. Kalaupun orang banyak, tidak mungkin secepat ini. Masalahnya, fajar tadi saat dia keluar, menyiapkan sebuah pertemuan dengan Zeen, dia sama sekali belum ada dinding seperti ini.


Begitupun tetua Hans dan juga Zera, mereka sama sekali baru menyadari bahwa getaran tadi mungkin muncul akibat keluarnya dinding setebal dan setebal ini. Namun, pandangan mereka semua, tertuju kepada Azure yang mendongak keatas sambil menggantungkan tangannya ke belakang.


“Kalian lihat sendiri? Tuan Zeno yang melakukannya. Dia mau mengambil alih desa, tapi dengan syarat, jangan ganggu dia dengan kata-kata manis dan menggodamu, Zera!” Azure berucap dengan dingin, tatapannya berubah menjadi tajam saat memandang Zera yang terlihat tidak tahu ingin bicara apa lagi.

__ADS_1


“Dia sudah melakukan langkah pertama, yaitu membuat sebuah perbatasan antara hutan dengan desa. Sehingga 75% desa ini sudah aman, kecuali masalah beast terbang. Akhh, aku lupa, kalian belum memberitahu nama desa ini bukan??” Azure benar-benar penasaran dengan nama desa ini.


“Maafkan aku tuan Azure. Aku lupa memberitahu bahwa nama desa ini ada....” Ucapan Zera terhenti saat Azure menaruh jari telunjuknya di mulutnya sendiri seolah memberi isyarat untuk diam.


“Katakan itu kepada tuan Zeno nanti. Dan aku tidak akan mengetahuinya sampai tuan Zeno tahu sendiri.” Azure yang sebelumnya penasaran, dia tiba-tiba berubah pikiran karena ingin nama asli dari desa itu dikatakan secara langsung. Karena kemungkinan, Zeno juga akan memutuskan merubah nama desa pula dan mengatakannya di depan tetua secara langsung.


Beberapa detik kemudian, Zeno datang dengan tatapan yang biasa saja. Tubuhnya yang melayang, perlahan mendarat di atas tanah dengan sekumpulan orang yang ada di dekatnya.


Pria tanpa peringkat elemen itu seketika menjadi bahan pembicaraan orang walaupun Zeno berada di dekatnya. Tatapan mereka juga sedikit tidak percaya bahwa Zeno yang melakukannya. Namun, banyak orang yang percaya bahwa Zeno yang melakukannya, secara, mereka yang percaya, melihat suatu hal diluar nalar kekuatan Zeno yang mana bisa mengendalikan elemen seseorang.


"Bisa dibilang begitu, aku membuatnya melingkari desa ini, sekaligus mengambil tanah hutan juga. Lebih tepatnya, jauh di dalam hutan juga masih ada dinding pembatas. Sehingga, apabila desa ini semakin luas, desa ini bisa mengambil hak tanahnya kembali yang sebelumnya ditumbuhkan hutan buatan untuk mencegah kalian maju." 


"Tidak perlu cemas lagi, ketahanan dinding tersebut terlihat sangat keras. Bahkan mungkin dewa murni tahap pertama sekalipun belum bisa menghancurkannya. Kalian lihat sendiri, dinding tersebut terbuat dari tanah, dilapisi dengan elemen es yang memiliki kristal tajam yang menempel pada dinding tersebut. Masalahnya, mungkin hanya beast terbang."


"Dua pintu utama di bagian barat dan timur, agar kalian bisa keluar masuk sepanjang waktu." Perjelas Zeno dihadapan semua orang.


Seluruh orang mengerti sekarang, tampaknya sebuah keberuntungan apabila ramalan itu terjadi pada Zaman mereka. Mereka benar-benar menghargai perjuangan orang terdahulu yang tetap mempertahankan desa. 

__ADS_1


"Aku menghargai perjuangan kalian. Istirahatlah dengan tenang tanpa memikirkan keadaan desa. Ramalan tersebut akan terjadi dengan datangnya seseorang yang memiliki kemampuan penguasa mengambil alih desa ini dan membawa menuju kejayaan. Raja terakhir kerajaan Mazzary, ramalan anda benar-benar terjadi." Tetua Hans membatin dengan tersenyum bahagia, puluhan tahun dia hidup, menunggu ramalan tersebut tanpa putus asa, hingga akhirnya ramalan itu benar-benar terjadi. Dia merasa beruntung bahwa hidup di generasi atau Zaman ini.


Tidak hanya Hans, Onard juga benar-benar senang, dan berharap bahwa pendahulunya bisa beristirahat dengan tenang. Meninggal, namun belum bertemu dengan penguasa tersebut bukanlah masalah. Tetapi yang menjadi masalah, mereka yang bertindak pengecut seperti lari dari desa dan tidak ingin mempertahankan desa tersebut.


Jika desa ini dalam masa kejayaan, dan orang-orang pengecut itu kembali, Onard benar-benar tidak akan memberi mereka tempat. Entahlah, tapi itu tergantung kepada pemimpin desa yang baru yaitu Zeno.


"Akh tuan, aku sampai lupa." Sahut Onard memanggil Zeno.


Zeno mengangkat alisnya, "Ada apa?" 


"Desa ini merupakan bekas reruntuhan kerajaan yang bernama kerajaan Mazzarri. Dan tentunya, desa ini bernama Desa Mazzarri pula." Onard terus terang memberitahukan nama desa ini kepada Zeno. Lagipula, Zeno sebagai pemimpin desa yang baru berhak tahu nama desa tersebut.


Zeno berpikir sebentar, Mazzarri, nama desa yang memang sangat bagus. Namun, Zeno ingin menggantinya dan bertanya kepada tetua untuk memberikan sebuah Izin. "Tetua, apakah aku boleh mengganti nama desa ini?"


Tetua Hans menganggukkan kepalanya dan tersenyum, dia tidak keberatan apabila nama desanya diganti oleh sang pemimpin desa dalam ramalan tersebut. "Silahkan saja tuan. Kami tidak keberatan."


"Neo Mazzarri. Yah benar aku menggantinya dengan nama Neo Mazzarri." Zeno berkata dengan nada tinggi sambil memperhatikan semua orang berharap mereka setuju. Mungkin nama yang sama, tetapi Zeno menambahkan kata neo di depannya agar lebih keren dan tampak baru. Memang, sebelumnya apapun nama desa ini, Zeno tidak akan merubah nama semuanya, melainkan menambahkan kata 'neo' saja.

__ADS_1


__ADS_2