Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Dimensi Yin Yang


__ADS_3

“Akhirnya kau bertanya juga, Turse. Sebelum itu aku telah melihat dengan mataku sendiri bahwa kau sangat cantik, dan mungkin terlihat kuat juga. Tidak salah Zeno memilihmu di antara sekian wanita yang menjadi temannya.” Puji Dewi Luna kepada Turse.


Tentunya hal itu membuat Turse tersenyum malu sambil menggarukkan kepalanya. Kapan lagi dipuji secara langsung oleh dewi tertinggi yang memiliki segalanya? Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih atas pujian tersebut.


“Elemen kegelapan Yashimaru tidak bisa disegel lagi kepadaku atau mungkin kepada suamimu, Zeno, karena itu ada sebuah kasus yang mungkin tidak akan ku bisa ceritakan sekarang juga. Sedangkan orang lain, seperti dirimu, kemungkinan terbesar elemen kegelapan tersebut bisa disegel dengan sangat mudah. Beruntung sebelum aku melawan Yashimaru, aku memecah diriku yang memiliki elemen cahaya dan kegelapan hingga membentuk sebuah kristal Yin dan Yang.”


“Dan seperti yang ku katakan tadi, Kristal Yin dan Yang ku titipkan kepada 7 pilar untuk diberikan kepada kalian berdua. Mungkin ini belum memberikan jawaban yang begitu puas kepada kalian, karena aku memberikan kristal tersebut agar memberikan kekuatan dan peringkat secara instan. Namun sebelum itu ....” Tangan Kiri Dewi Luna yang berada di dimensi cahaya, atau lebih tepatnya di hadapan Turse mengeluarkan sebuah kegelapan yang membentuk seperti jantung tapi kecil.


Kemudian, Dewi Luna mengarahkan tangannya tepat pada dada Turse dengan memasukkan kegelapan itu tepat ke dadanya.


Turse mulai terasa kesakitan, rasanya paru-parunya seperti tertusuk ribuan jarum yang membuat dia sedikit kesakitan. Dia dan Zeno bingung, apa yang dewi Luna itu lakukan? Bahkan Turse langsung terjatuh dan untung saja Zeno langsung menangkapnya. Meskipun begitu, dewi Luna masih menyentuh dada Turse bagaimanapun dia berpolah.


“Dewi apa yang kau lakukan?” Zeno bertanya dengan panik, dia berharap dewi Luna tidak menyerang Turse.


“Tenang saja, ini hanya bertahan tidak lama dan tidak akan membuatnya terbunuh. Keluarkan saja energi kehidupan milikmu untuk mengurangi rasa sakitnya.” Kata dewi Luna.


Menuruti apa yang dikatakan oleh Luna, Zeno mengeluarkan elemen cahaya yang tidak menyakitkan alias energi kehidupan disaat tangannya menyentuh lengan Turse. Sehingga, Turse yang sebelumnya mengeram, kini sedikit diam, hanya saja wajahnya yang terlihat menahan rasa sakit yang masih ada.


Beberapa menit kemudian, dewi Luna menarik tangannya dan langsung berdiri seperti semula. Turse menyentuh dadanya dengan ekspresi wajahnya yang tampak masih terlihat linu, dia juga berdiri dengan dibantu oleh Zeno yang masih mengeluarkan energi kehidupan.


“Apa yang Anda lakukan?” Tanya Zeno penasaran.

__ADS_1


“Aku, sebagai pecahan diriku yang memiliki elemen kegelapan sedang mencangkok elemental seed berjenis kegelapan. Hanya mencangkok elemental seednya, dan bukan berarti dia telah memiliki elemen kegelapan, Turse baru memiliki elemen kegelapan setelah kau menyegel elemen milik Yashimaru. Karena kau sudah memiliki elemental seed bertipe cahaya, aku tak perlu mencangkokmu lagi.” Dewi Luna menjelaskan.


Turse yang sudah tidak merasakan rasa sakit, dia juga berkata, “Tampaknya kini aku memiliki empat elemental seed, meskipun elemental seed yang baru tidak berguna sama sekali karena tidak bisa mengeluarkan unsur elemen. Lantas, apa fungsinya dewi?” Sembari bertanya.


"Energi Yin Yang di sini masih murni dan berpisah, kalian harus menyatukannya dengan cara melakukan sesuatu, sehingga setelah itu kalian akan menyadarinya setelah kalian akan bangun. Itulah mengapa aku memasang elemental seed berjenis kegelapan, itu hanya digunakan untuk menyatukan Yin dan Yang setelah kalian melakukan sesuatu."


“Apa yang harus kemi lakukan?” Zeno kembali bertanya.


Dewi Luna batuk kecil sambil menutup mulutnya dengan kepalan tangannya, selain itu dia juga tersenyum kecil seolah menyembunyikan sesuatu. Namun, dia harus terus terang agar Zeno dan Turse mengerti, “Kalian harus melakukan hubungan suami istri di tempat ini.”


“Apa?” Zeno terkejut sambil menelan ludahnya, “Itu mudah, tapi yang sulit itu jika Anda masih berada di sini.”


Turse juga tersenyum malu sambil menggarukkan kepalanya lagi, “Benar, itu sangat mudah apabila Anda tidak berada di sini.”


“Itu artinya Anda masih melihat kami jika Anda tahu kapan kami selesai.” Kata Zeno dengan sinis.


“Tidak, aku akan kembali setelah energi Yin Yang bercampur dan benar-benar sudah terbentuk secara sempurna, sehingga aku tidak akan tahu sebelum benar-benar selesai.” Kata Dewi Luna membalikkan badannya, tapi dia sedikit melirik ke belakang sambil tersenyum, “Kalian bisa melakukannya tanpa berhati-hati, karena ini bukan dunia nyata, sehingga jangan takut untuk hamil.” Ucapnya sambil menghilang dengan bagian tubuhnya yang berada di dimensi terang berubah menjadi seprihan cahaya, begitupun bagian tubuhnya yang berada di dimensi gelap yang berubah menjadi serpihan kegelapan.


Zeno dan Turse menatap satu sama lain, mereka berdua hanya tersenyum dan menahan tawa karena harus melakukan hal tersebut di tempat seperti ini. Mungkin tidak ada malu di antara mereka, karena mereka telah sering melakukan hubungan tersebut.


“Sekarang?” Tanya Turse.

__ADS_1


“Mau kapan lagi,  lagipula ini kesempatan terbaik kita karena bisa melakukannya tanpa berhati-hati.” Ucap Zeno sambil membuka pakaiannya.


“Aku mengerti.” Turse juga langsung membuka pakaiannya tanpa ragu.


Dan Zeno pun langsung menyambar Turse tanpa berpikir panjang setelah mereka berdua tidak mengenakan sehelai kainnpun, melakukannya di antara dua dimensi ruang tak terbatas seolah mereka melayang yang mana itu sama sekali tidak pernah mereka lakukan.


(Izin Off)


Beberapa menit mereka melakukannya, dimensi terang dan gelap yang tampaknya terpisah, kini tercampur membentuk lambang Yin dan Yang dengan Zeno dan Turse yang berada di tengah-tenganya. Kini ketika merasa ada dimanapun, dimensi yang masing-masing mereka pijak tidak mengikutinya. Sehingga sering kali Zeno berada di atas dimensi terang, begitupun Turse yang berada di dimensi gelap seolah kini mereka telah bersatu padu.


Pada akhirnya, mereka berdua telah menyerah dan selesai, langsung mengenakan pakaian yang mereka lemparkan jauh karena Yin dan Yang yang mereka pijak telah terbentuk secara sempurna. Sehingga, apa yang mereka takutkan, dewi Luna datang saat mereka berdua tidak mengenakan apa-apa.


Beberapa menit kemudian Zeno dan Turse menunggu, Dewi Luna kembali muncul dengan senang, karena dia sudah merasakan energi Yin dan Yang secara sempurna.


“Tampaknya kalian benar-benar terlihat lelah.” Kata Dewi Luna, “Kalian telah menyatukan elemen Yin dan Yang kalian. Dan, apa yang kalian rasakan?”


“Aku, seperti merasakan dimana keberadaan Turse, di mana Turse berpijak, berapa inchi jarakku dengan Turse.” Akui Zeno.


“Aku juga merasakan hal yang sama dengan Une.” Timpa Turse pula.


“Benar, dengan keberadaan Yin dan Yang di antara diri kalian, kalian bisa saling merasakan dimana pasangan kalian berada. Dan setelah kalian bangun, kalian akan terkejut karena ada sesuatu hal terjadi pada kalian. Perlu kalian ketahui terus terang, elemental crystal yang kalian pegang itu tadi tidak memiliki peringkat raja dewa seperti orang-orang bicarakan, melainkan dewa abadi peringkat sembilan. Mungkin karena 7 pilar memanipulasinya lagi.” Dewi Luna menjelaskan.

__ADS_1


“Sekarang aku akan menutup tempat ini, anggap saja elemental crystal yang kalian pegang sudah kering. Selamat tinggal, jika beruntung kita akan bertemu lagi kecuali alam mimpi.” Kata Dewi Luna dengan tubuhnya yang perlahan menghilang.


Bersamaan dengan itu, tubuh Zeno juga berubah menjadi serpihan cahaya, begitupun Turse, dia berubah menjadi serpihan kegelapan yang kini sudah tidak ada wujudnya kembali. Lebih tepatnyaa menghilang secara keseluruhan.


__ADS_2