
Zeno menatap ke depan, tampaknya dirinya melihat sosok wanita cantik yang membawa pedang. Mahkota berbentuk matahari berada di atas kepalanya dengan rambut yang terurai. Wanita tersebut tampaknya juga mengeluarkan Sheild yang begitu kuat sehingga melindungi para kaisar dewa. Selain itu, dengan kekuatan dewa abadi tingkat keenam, membuat Zeno tampaknya sedikit kerepotan karena harus menghadapi musuh yang bertambah kuat.
“Untuk segera membunuhmu, daripada menunggu lama, aku juga akan mengeluarkan roh dewaku. Roh dewa petir Thor, keluarlah!” Dewi petir berdiri di samping Amaterasu yang sedang menghilangkan sheild cahayanya. Tidak lama kemudian, sosok pria muda dengan palu besar muncul sambil bertekuk lutut di hadapan dewi petir, kemudian Thor langsung menghadap ke arah Zeno sambil menaruh palu besarnya di atas pundak Thor sendiri.
“Apa aku perlu mengeluarkan empat dewa angin kembarku? Tampaknya tidak perlu, itu terlalu berlebihan. Dua roh dewa dari kalian berdua cukup untuk membunuhnya.” Kata dewa angin sambil tersenyum lebar.
“Aku juga tidak akan mengeluarkan roh dewa Poseidon.” Kata dewa air yang sebagian kepalanya terluka berat, namun dirinya masih sanggup berdiri karena menurutnya itu hanyalah luka kecil.
Zeno mundur beberapa langkah sambil mengatur napas, kemudian beberapa detik kemudian Viona muncul dengan tangannya yang bersimbah darah. Tampaknya para tangan kanan kaisar itu dapat dibunuh dengan sangat mudah.
“Tuan, aku akan membantumu. Tampaknya mereka mengeluarkan roh dewa meraka yang membuat Anda begitu kesulitan.” Kata Viona sambil membuat sebuah ancang-ancang.
“Terimakasih para dewa, jika kalian tidak mengeluarkan roh, maka aku tidak akan mengeluarkan beast spirit pula. Baru kali ini aku mengeluarkannya secara lengkap. Mungkin kalian sudah pernah melihatnya ribuan tahun yang lalu.” Zeno tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya ke depan. Namun, sebenarnya dia benar-benar belum berniat untuk mengeluarkan mereka berempat.
Dewa cahaya tahu, tentunya sebagai penerus dewi Luna, Zeno pasti memiliki empat penjaga arah mata angin. Sehingga apa yang dia lakukan tidak membiarkan hal tersebut terjadi dan menyuruh Amaterasu, sang roh dewa matahari untuk bergerak secepat cahaya membunuh Zeno.
Zeno begitu terkejut saat Amaterasu sudah berada di hadapannya sambil mengayunkan pedangnya. Namun, hanya kurang beberapa inchi saja, sosok monster dengan empat tangan yang mengeluarkan api di seluruh tubuhnya menahan pedang milik Amaterasu yang mana muncul secara tiba-tiba. Kemudian, monster tersebut mengeluarkan semburan api dari mulutnya untuk memukul mundur Amaterasu.
Amaterasu yang melihat itu justru menatap monster itu dengan begitu sinis, seolah memiliki amarah yang begitu besar. Namun, monster tersebut tampaknya tidak pernah menganggap tatapan Amaterasu yang seperti itu.
“Tuan, biarkan kami yang akan menghadapi mereka. Aku akan menghadapi dewa cahaya dengan roh dewa apiku, Kagutsuchi!”
Pantas saja Amaterasu tampak begitu sinis, karena Amaterasu dan Kagutsuchi memiliki ibu yang sama yaitu Izanami. Tetapi, Amaterasu dan kedua adiknya tidak pernah menganggap adanya Kagutsuchi karena telah membakar ibunya atau Izanami di saat dia lahir.
__ADS_1
Thor yang melihat hal tersebut, langsung melemparkan palunya ke arah Kagutsuchi, tetapi tiba-tiba ada sebuah lubang hitam yang muncul di dekat Kagutsuchi yang mana itu kembali kepada Thor sendiri, namun Thor bisa memegangnya dengan begitu kuat.
“Seth, roh dewa kegelapan juga akan melindungi tuan.” Tiba-tiba, di samping Kagutsuchi, muncul sosok dewa lagi, namun memiliki kepala yang aneh tampak seperti anjing dengan moncong yang begitu panjang, dua telinga yang berdiri tegak, serta membawa tongkat.
Selain itu, dewa kegalapan muncul di samping roh dewa mereka yang membuat para kaisar dewa terkejut, karena dewa kegelapan membantu Zeno yang tampaknya membelot dari Yashimaru.
“Dewa kegelapan, ternyata kau ....” dewa tanah tidak bisa melanjutkan ucapannya karena bingung untuk merangkai kata-kata.
“Daripada bersekutu dengan iblis, aku memilih untuk terus setia dengan dewi Luna. Aku memilih setia kepada anaknya yang menggantinya yaitu tuan Zeno. Aku benar-benar berterimakasih kepada Yashimaru, karena jika bukan karena dia yang memberikan siasat, kami akan kalang kabut.” Kata dewa kegelapan menjelaskan.
“Anak?” Batin Zeno yang tiba-tiba terlintas dipikirannya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dewa kegelapan. Tetapi, dia segera melupakannya karena menganggap mungkin itu adalah sebuah ungkapan saja.
Seluruh kaisar dewa yang pro Yashimaru hanya menggertakkan giginya, kemudian dewa air ingin langsung mengeluarkan poseidon secara cepat. Sayangnya, Zeno sudah berada di sampingnya dan menendangnya secara keras pula.
Alhasil, peperangan benar-benar terjadi di tempat seperti ini. Roh dewa kegelapan Seth secara langsung melawan dewa petir Thor yang merupakan roh milik dewa petir. Sedangkan Amaterasu secara langsung, menyerang Kagutsuchi yang membuat pertarungan ini semakin mengobarkan api dengan begitu besar.
Dewa kegelapan sendiri memilih bertarung untuk melawan dewi petir, memang, karena kedua tersebut selalu sering bertolak belakang, apalagi dewi petir yang selalu memberikan komentar yang membuat dewa kegelapan risih. Selain itu, dewa api juga langsung bertarung dengan dewa cahaya yang mana masing-masing roh mereka yang bertolak belakang.
Viona dan juga Zeno, dia bertarung dengan sangat hebat melawan para kaisar dewa angin, air dan juga tanah. Sehingga membuat tempat ini bagaikan sebuah ajang peperangan yang begitu besar, dengan guncangan dari berbagai elemen yang membuat tanah bergetar.
Zeno menembakkan beberapa tombak cahaya kepada dewa air dan angin yang tampaknya ingin sekali mengeluarkan roh. Namun, Zeno benar-benar tidak ingin memberikan mereka sebuah kesempatan sehingga membuat kedua tersebut benar-benar kewalahan.
Meskipun begitu, dewa air dan angin dapat melindungi mereka dengan cukup baik, walaupun dewa air yang mengalami luka paling parah. Kemudian, saat mereka keluar dari perisai mereka, mereka langsung mengeluarkan hujam jarum yang begitu taja, di tambah dengan pusaran angin yang cukup besar dari dewa angin.
__ADS_1
Zeno membuka kedua tangannya dengan salah satu yang masih menggunakan pedang, sehingga semua elemen air dan angin itu terhenti dengan begitu cepat. Meskipun begitu, dewa air dan angin yang memiliki kemampuan sang penguasa, dia tetap mengeluarkan itu semua sehingga mengakibatkan kekuatan di antara mereka bertiga netral, seolah tidak bisa mengendalikan elemen tersebut.
Alhasil, Zeno yang geram langsung bergerak secepat cahaya, kemudian tepat di hadapan dewa air, Zeno langsung mengayunkan pedangnya. Secara cepat, sebuah tangan muncul di atas berwujud elemen air muncul di atas permukaan tanah dan menjerat Zeno. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, dewa angin langsung menciptakan sebuah tornado di tangan kirinya, meloncat ke arah Zeno dan mengarahkan pusaran tornado tersebut.
Zeno mengeluarkan bilah cahaya untuk menghancurkan tangan air tersebut, kemudian dia berbalik badan sambil mengayunkan pedangnya.
Siapa yang menyangka, sosok Amterasu sudah berada di samping Zeno sambil memunculkan elemen cahaya di tangan kirinya. Kemudian, sosok Thor juga bergerak cepat ke arah Zeno sambil memukulkan Mjolnir ke arah kepala Zeno.
Zeno kaget, bukankah mereka berdua seharusnya menghadapi musuh mereka masing-masing? Tapi, Zeno membuat sebuah kubah cahaya dengan cepat, sehingga menghasilkan energi yang terang dan semakin membesar.
“Ledakan kubah cahaya, tahap terakhir!”
“Tidak akan ku biarkan!” Teriak dewa cahaya berkata seperti itu sebelum dia terkena pukulan mematikan dari dewi api.
Kemudian, Kagutsuchi langsung bergerak untuk memberikan sebuah pukulan ke arah Amterasu. Begitupun dengan Seth yang tampaknya membuat kesalahan karena membiarkan lari dewa Thor. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah memberikan pukulan telak menggunakan tongkat kegelapannya.
Thor langsung berbalik badan sambil memukul tongkat Seth, sehingga mengakibatkan tongkat tersebut langsung patah seketika.
Zeno yang tidak lagi berada di kubah cahaya karena digagalkan oleh dewa cahaya menggertakkan giginya. Dewa angin yang seharusnya tumbang dalam sekali serangan juga memunculkan sebuah bilah angin yang cukup banyak di hadapannya.
Zeno mengangkat tangannya secara cepat, selagi dewa angin tepat di hadapannya, sehingga yang terjadi, dewa angin perlahan membeku dengan beberapa bilah anginnya yang gagal untuk menyerang Zeno. Akan tetapi, sebuah bongkahan tanah juga muncul dan menjerat Zeno, dia menolak dan memperhatikan bahwa dewa tanah mengangkat tangannya sesaat sebelum dipukul dengan kecepatan cahaya oleh Viona.
“Sialan. Meskipun mereka sudah berhadapan dengan musuh masing-masing, tapi mereka terus menerus menargetkanku. Seolah keinginan untuk membunuhku begitu besar.” Batin Zeno.
__ADS_1