Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Portal alam Abys


__ADS_3

“Aku kembali wahai ibu dari anak-anakku kelak.” Kata Zeno yang muncul dengan cepat di samping Turse.


Turse terkejut, namun dia langsung menghela napas saat yang datang ternyata adalah suaminya. “Cepat sekali, apa kau sudah memastikan bahwa mereka berlima telah kau bunuh?” Tanya Turse sambil melepaskan anak panahnya ke atas.


“Tidak, aku hanya menyegelnya. Biarkan para pilar nanti yang akan menghukumnya, karena aku tidak memiliki hak sama sekali.” Ucap Zeno sambil mengarahkan pedangnya yang dilapisi cahaya ke depan, sehingga puluhan iblis terpenggal sekaligus. Selain itu, Zeno juga bisa melihat sosok iblis-iblis yang bertarung dengan para pilar yang memiliki peringkat tinggi. Tampaknya Zeno baru mengerti, bahwa mereka yang bertarung dengan pilar adalah sosok 7 dosa besar yang menghasut para kaisar dewa.


“Daripada Une mengurus iblis-iblis ini, lebih baik kau mengurus musuh utamanya. Masuklah ke dalam portal tersebut dan kau akan bertemu Yashimaru.” Kata Turse sambil menunjuk ke arah portal yang menjadi keluar masuknya para iblis.


“Kau benar.” Ucap Zeno sambil menghentikan pedangnya, “Jaga dirimu baik-baik. Di saat dia sudah kalah, berteleportasilah kepadaku. Kau mengerti?” Sambungnya sambil tubuhnya yang hendak melesat pergi. Tapi sebelum itu, Turse menahan lengannya, dia menatap Zeno dengan penuh memelas yang membuat Zeno bertanya, “Ada apa?”


“Berhati-hatilah, jika kau merasa dalam bahaya, berteleportasilah ke arah aku.” Kata Turse sambil memajukan kepalanya ke arah Zeno, “Setidaknya berikan aku hal tersebut sekali lagi.”


“Ditengah-tengah peperangan seperti ini?” Zeno mengerutkan dahinya, namun dia segera melakukannya dan langsung ******* bibir Turse dengan sedikit lama. Tetapi, dia tidak ingin terlalu lama karena ingin langsung bergerak ke arah portal tersebut.


Para pilar terhenti saat melihat Zeno yang melesat masuk ke dalam portal, mereka hanya tersenyum sebentar dan berharap kepada Zeno agar bisa berhasil untuk mengalahkan Yashimaru, meskipun ada kekhawatiran dalam hati mereka sendiri. Meskipun begitu, mereka tidak bisa berpikir banyak karena masing-masing dari mereka mendapatkan musuh yang cukup merepotkan.


Melihat dewi kehidupan yang tampaknya mengikuti Zeno, Turse menoleh ke belakang ke arah dewa kematian yang tampaknya masih sibuk untuk membantai para iblis. “Dewa kematian, jangan hiraukan aku lagi, tolong ikuti Zeno sekarang juga!” Pinta Turse.


“Memang seperti itu yang ku pikirkan, tetapi apabila Anda terluka, aku tidak akan memaafkan diriku kepada tuan Zeno. Jadi aku tidak bisa meninggalkan Anda.” Kata Asura sambil sibuk mencabut nyawa para iblis.


“Jangan hiraukan aku! Apabila Zeno kenapa-napa, maka aku yang tidak akan memaafkanmu.” Turse mengotot.

__ADS_1


Asura kemudian mengangguk sambil beranjak pergi mengikuti Zeno dan dewi kehidupan. Hal tersebut membuat Turse sedikit lega karena Zeno memiliki dua pengawal yang merupakan seorang dewa kehidupan dan dewa kehidupan. Selain itu, tampaknya Zeno sama sekali juga belum mengeluarkan elemental beastnya.


.....


“Tunggu, bukankah seharusnya Zeno berada di alam manusia sehingga dapat dibunuh oleh para kaisar dewa dengan cukup mudah sehingga aku tidak perlu bergerak? Tetapi mengapa dia bisa kembali ke alam dewa lagi? Padahal aku sudah menghancurkan kuil di antara empat penjuru.” Yashimaru yang duduk jauh di belakang portal, menyaksikan peperangan dari kejauhan. Namun, dia juga melihat bahwa Zeno mencoba untuk masuk ke dalam portal tersebut.


“Geni, Atis. Apakah kau bisa mengurusnya?” Tanya Yashimaru kepada dua sosok monster yang berdiri di samping kiri dan kanan Yashimaru. Sosok monster yang mana bagaikan monster Lava dengan tubuhnya yang mengeluarkan asap yang diakibatkan pada lava tersebut. Kemudian, di samping kanan Yashimaru yang duduk, terdapat raksasa es bertanduk panjang sambil membawa palu, dengan ekor yang panjang.


 



Ilustration Geni (Kiri) Atis (Kanan)


 


Hal tersebut membuat Zeno yang baru saja masuk ke dalam portal terlempar ke belakang sejauh beberapa meter. Kemudian dirinya mengangkat alisnya dan begitu terkejut, karena di dalam portal tersebut berdiri dua monster yang memiliki elemen Lava serta es dengan ukuran beberapa meter.


Zeno bisa melihat, masing-masing dari monster memiliki peringkat iblis abadi tingkat ketujuh. Dia berdecak kesal sambil mengangkat pedangnya, padahal dirinya bisa melihat sosok iblis yang mirip dengan Danze duduk bersantai jauh di belakang.


Ketika Zeno berpikir seperti itu, Atis langsung melemparkan bola es yang cukup besar ke arah Zeno. Bersamaan dengan itu, Geni juga menyemburkan elemen Lava pada mulutnya yang tampaknya sedikit berbahaya.

__ADS_1


Zeno mengulurkan tangan kirinya dan menggerakkan bola es itu untuk menahan semburan Lava. Sehingga dirinya bisa terlindungi dengan cukup mudah. Tetapi siapa yang menyagka, Geni langsung mengarah ke arah Zeno untuk menyerangnya secara langsung.


Asura yang datang, dia langsung menahan Geni dengan memfokuskan energi kegelapan di tangannya dan langsung memukulkan ke arah Geni. Namun, Atis langsung bergerak cepat dan memukulkan palu yang ukurannya jauh lebih besar ke arah Asura.


“Tuan, kalahkan Yashimaru!” Viona yang baru muncul juga mengangkat tonkatnya, berdiri di samping Asura sambil menahan pukulan palu tersebut menggunakan sinar cahaya. Dan tidak lama kemudian, sinar tersebut semakin besar dan membuat palu tersebut terangkat dan Atis juga kehilangan keseimbangan.


Menuruti apa yang dikatakan oleh dewa kehidupan dan kematian, Zeno langsung melesat pergi. Sayangnya, Geni langsung mengayunkan tangannya ke arah Zeno sambil berteriak mengeluarkan gemuruh yang cukup besar seolah tidak ingin membiarkan Zeno pergi.


Dewa kematian langsung melompat dan menahan tangan Geni yang cukup keras, meskipun dalam jarak yang begitu dekat, Lava ada di tangannya langsung bereaksi dan menyembur ke arah dewa kematian.


Zeno langsung mengeluarkan semburan es untuk membekukan Lava itu yang bereaksi, agar sang dewa kematian tidak terkena dampak tersebut. kemudian, Zeno benar-benar langsung beranjak pergi karena masalah Geni dan Atis sudah diurus oleh dewa kematian, Asura. Serta dewa kehidupan, Viona.


Dalam waktu yang cepat, Zeno sudah berada di hadapan Yashimaru yang duduk di kursi singgasana. Selain itu, kini Zeno sudah bisa melihat dengan begitu dekat bagaimana sosok Yashimaru tersebut.


Hal tersebut membuat semua beast langsung berdiri dan menunjukkan amarah mereka seolah ingin keluar dari kandang dan mengamuk. Zeno yang mengetahuinya, hanya memasang wajah datar dan memberikan aba-aba kepada mereka, “Tenanglah beast-beastku.”


“Anak dewi Luna, aku harap kau bisa lebih kuat dari ibumu. Dan aku akan merebut kelima elementalmu dan memberikan kutukan sama seperti ibumu.” Kata Yashimaru sambil menyandarkan kepalanya dengan tangannya.


“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, dewi Luna? Ibu? Aku benar-benar tidak paham itu semua.” Kata Zeno dengan sinis sambil menciptakan kursi es, tampaknya sebelum bertarung dia ingin berbincang kepada Yashimaru terlebih dahulu.


“Begitukah?” Yashimaru mengangkat alisnya, “Baiklah, jika kau tidak mengetahuinya, dan Luna belum memberitahumu, maka aku tidak akan memberitahukannya juga demi menghormatinya.” Kata Yashimaru dengan begitu santai.

__ADS_1


“Apa kita bisa langsung memulai acara intinya?” Zeno mengangkat kakinya di atas kaki yang lain.


__ADS_2