Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Menjadi buronan


__ADS_3

Tidak ada yang tidak kagum saat mengetahui istri sang kepala desa yang sama sekali tidak mereka ketahui keluar dengan paras cantiknya. Mereka anya terdiam membisu karena sorotan mereka hanya kepada Turse.


“Beruntung kalian berada di sini, perkenalkan dia adalah istriku, Turse.” Kata Zeno memperkenalkan Turse.


Zera yang mendengarnya langsung membungkukkan badannya untuk meminta maaf, dia kini benar-benar menjadi merasa sangat bermasalah karena menuduh istri kepala desanya yang tidak-tidak. Selain itu, dirinya yang datang pagi tadi menuju rumah Zeno, dia tidak berharap bahwa ada kesalahpahaman kepada Turse.


“Jika memang begitu, sekarang kalian pergilah! Kecuali kau Onard, serta panggilkan di mana Edren dan Yord berada.” Perintah Zeno dengan tegas.


Semuanya langsung pergi meninggalkan tempat masing-masing terkecuali Onard yang masih berdiri di hadapan Zeno. Onard sendiri masih tidak percaya bahwa kepala desanya membawa istrinya kembali. Meskipun dia sudah tahu sebelumnya bahwa Zeno sudah berisitri, namun dia berharap untuk mendekati anaknya. Namun kali ini dia tidak ingin seperti itu, melihat bahwa istri Zeno memiliki peringkat raja dewa tingkat kedua yang jauh di atasnya.


.....


Kini di rumah Zeno, semuanya berkumpul seperti Onard, Edren dan Yord, mungkin tidak hanya mereka, melainkan perangkat desa yang datang untuk memenuhi panggilan Zeno.


“Nyonya Anda benar-benar sangat cantik, aku tidak menyangka bahwa tuan Zeno memiliki istri secantik Anda.” Puji Edren kepada Turse.


“Terimakasih tuan.” Jawab Turse singkat.


“Bagaimana kondisi desa setelah aku tinggal selama hampir satu minggu? Tidak, tampaknya hampir beberapa minggu ditambah aku melakukan penyerapan sebelum meninggalkan desa, sehingga aku belum sempat untuk melihatnya.” Tanya Zeno.

__ADS_1


“Pemuda di sini memiliki peringkat yang tinggi tidak seperti sebelumnya. Serta, kami juga bisa mengatasi beast-beast dari pedalaman hutan yang terbang untuk menyerang desa ini. Sehingga tuan tidak perlu untuk khawatir. Desa juga seperti desa pada umumnya, banyak aktivitas seperti bertani, berdagang bahkan ada yang memutuskan untuk beternak tanpa ada masalah.” Onard mencoba untuk menjelaska.


“Kami juga telah menarik pajak tidak hanya kepada orang-orang, melainkan kami juga telah menarik pajak yang cukup tinggi kepada pedagang dari ibukota kekaisaran dewa angin yang menuju ibukota kerajaan Fang, mengingat selatan desa ini, yang kemudian terhubung dengan jalan utama desa menuju ibukota masih merupakan bagian dari desa ini.” Yord menjelaskan.


“Bagus, selama itu tidak merugikan desa maka tidak menjadi masalah.” Ucap Zeno dengan setuju.


“Tuan!” Tiba-tiba, seorang prajurit memunculkan dirinya dari balik pintu. “Ada tiga orang yang datang dari ibukota ingin menemui tuan. Dua orang pria, serta satu wanita.”


“Mereka cepat sekali datang.” Kata Zeno dalam hatinya, namun dia sadar bahwa ketiga bawahannya merupakan beast yang memiliki kecepatan tidak seperti dewa atau manusia.


“Tuan mengenalnya?” Tanya Edren.


“Mereka sama seperti Azure yang merupakan seekor roh yang dapat keluar masuk dari tubuhku, dan dapat merubah wujudnya menjadi dewa.” Zeno tidak mengatakan bahwa Azure adalah seekor beast semenjak dulu, karena itu akan membuat mereka menaruh curiga bahwa Azure bukanlah beast biasa. Meskipun bisa dibilang, Azure dan yang lainnya bisa disebut beast elemental ataupun roh, atau dikenal dengan beast spirit.


Beberapa menit kemudian, Kiba, Flamon dan Skarlos datang dengan di antar oleh beberapa prajurit.


“Kalian kembalilah, dan datanglah nanti sore. Aku ingin membicarakan sesuatu kepada ketiga bawahanku ini.”


“Baiklah tuan.” Kata semua orang kemudian beranjak pergi meninggalkan rumah Zeno.

__ADS_1


Kini yang ada, hanya ketiga beast Zeno yang kemudian duduk di ruang pertemuan di dalam rumah Zeno yang mana mereka bertiga dihadapkan Zeno dan Turse. Selain itu, apa yang mereka lihat, Zeno menatapnya dengan sangat datar.


“Apa benar Turse telah menjadi buronan kekaisaran dewa air?” Tanya Zeno memulai pembicaraan.


“Tampaknya nyonya sudah mengatakannya, maafkan kami tidak bisa menjaga Nyonya hingga beliau menjadi seorang buronan besar karena telah membunuh anak seorang kaisar. Jika tahu, aku akan mencegah nyonya melakukan seperti itu.” Jawab Kiba dengan sedikit ragu.


“Terus terang jika aku menjadi Turse, aku juga akan melakukan seperti itu. Kalian tidak salah, Turse juga tidak bersalah. Namun, kita sudah menjadi incaran, lari kemanapun kita akan ditemukan dengan mudah. Kaisar dewa air ya, menurutmu dia berada di peringkat berapa?” Tanya Zeno kepada mereka bertiga.


“Seingat kami, dewa air memiliki peringkat dewa abadi tahap ke lima. Para kaisar dewa juga memiliki umur panjang, bahkan ratusan atau ribuan tahun, jadi kemungkinan kaisar dewa air pada waktu ini masih sama di kehidupan kami sebelumnya, tapi pasti dia sudah menaikkan peringkatnya.” Flamon menjelaskan.


Zeno menghela napas sebelum dirinya melanjutkan ucapannya, “Jika memang seperti itu, cepat atau lambat kalian harus meningkatkan peringkat kalian menggunakan harta yang begitu berlimpah di cincin ruang yang kalian kenakan. Kalian bertiga, jika kalian masih memiliki sumberdaya yang tidak dapat kalian serap, berikan kepada Turse lagi.”


“Turse, kau bisa melakukan penyerapan di kamar, serta elemental crystal yang kau dapatkan, kau juga harus menyerapnya. Setidaknya, kita harus mempunyai peringkat kaisar dewa, itupun apabila kaisar dewa air tidak menemukan kita.” Zeno menatap Turse yang duduk di sampingnya.


“Bagaimana denganmu? Mengapa kau tidak meminta kristal dari semua beastmu?” Tanya Turse.


“Aku akan menjaga kalian semua, siapa tahu utusan dewa air itu sudah menemukanmu. Melawan mereka juga tidak masalah.” Zeno menggertakkan giginya, dia tidak menyangka bahwa situasinya akan semerepotkan ini. Bukan berarti dia menyalahkan Turse karena telah membunuh anak kasiar dewa, namun karena peringkat bawahannya masih sangat rendah, sehingga untuk melindunginya pun masih tampak begitu percuma.


Di sisi lain, Zeno juga sangat diuntungkan, jika bukan karena para beastnya tidak memiliki peninggalan sumberdaya yang melimpah, Zeno juga tidak terlalu panik. Entahlah, Zeno tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka semua tidak memiliki hal tersebut.

__ADS_1


Kini sudah ada ribuan kristal yang menumpuk di kamar Turse atau Zeno yang dikeluarkan oleh mereka bertiga. Dan ada satu masalah lagi, mengenai Flamon. Dia melakukan penyerapan di mana? Tidak mungkin dia melakukan penyerapan di kamar Zeno, dan tidak mungkin di luar karena itu benar-benar sangat membahayakan.


Namun, untungnya masalah itu cepat diselesaikan, Skarlos mengeluarkan sebuah cincin seperti cincin penyimpanan dari cincin ruangnya. “Seperti cincin ruang, ini juga dapat menyimpan beast atau roh, ini digunakan para dewa ketika mereka takut terluka parah apabila roh atau beast mereka mati. Sisi buruknya, beast atau roh yang tersimpan di sini rawan sekali melakukan pengkhianatan, secara mereka tidak pernah terkontrak sama sekali.”


__ADS_2