Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Aku benar kan tuan?


__ADS_3

“Lari semuanya!” Onard berteriak dengan sangat keras saat menganggap bahwa Zeno sudah tidak memiliki aturan untuk mengeluarkan hujan es. Tampaknya, apa yang dia lihat bahwa hujan es akan turun secara sembarang sehingga besar kemungkinan akan menimpa dirinya dan para prajurit desa.


Masalahnya, para beast ini seolah tidak membiarkan dirinya dan para prajurit lari. Seolah tidak ingin mati sendirian. Seperti apa yang terjadi pada Onard, dia ditahan oleh salamander raksasa yang berelemen tanah sebelum tertimpa puluhan crystal es.


Onard terkejut, dia kembali salah sangka dan kini menyadari bahwa semua kristal es itu dikontrol dengan mudah oleh Zeno. Sehingga yang terkena dampak dari hujan es hanyalah para beast. Sedangkan Onard dan para prajurit tertegun saat melihat bahwa hujan es tidak menjatuhi dirinya.


Zeno yang melayang di atas, tidak mengubah ekspresinya sama sekali saat melihat beberapa elemental beast terbunuh dengan sangat mudah tanpa perlawanan. Namun sayangnya, beberapa beast terbang yang menyadari hal tersebut langsung menghindari hujan itu dan berusaha melesat ke arah Zeno yang dianggap sebagai seorang pengganggu. Tentunya Zeno tidak hanya diam saja, melihat beberapa burung yang mengitarinya dengan cepat seolah menciptakan sebuah tornado dengan Zeno yang ditengahnya, yang mana itu akan mencabiknya, Zeno langsung melepaskan sebuah elemen angin yang kekuatannya menyebar, sehingga membuat tornado itu pecah serta burung yang terlempar berlawanan arah.


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Zeno kembali menembakkan beberapa kristal ke arah para burung yang mencoba untuk menyeimbangkan badannya.


Benar-benar sial, kedua burung tersebut langsung berhadapan dengan puluhan kristal es yang tajam saat mencoba terbang kembali. Sehingga secara spontan dua burung tersebut langsung menghindar dengan gesit sambil menyapu kristal es menggunakan elemen angin.


Sayangnya, salah satu burung harus kehilangan salah satu sayap setelah terkena beberapa kristal es yang sangat keras. Tidak hanya itu saja, luka pada bekas sayap burung tersebut juga membeku, merambat ke dalam aliran darah sehingga membuat burung tersebut jatuh karena kesakitan, dan tentunya karena tidak mampu untuk terbang lagi.


Burung yang satunya merasa sangat marah karena melihat temannya dikalahkan seperti itu. Sehingga apa yang dia lakukan adalah mengeluarkan sebuah pusaran tornado yang cukup kuat yang mengarah ke arah Zeno.


Saking besar dan kuatnya, mungkin itu tidak akan hanya membunuh Zeno, namun juga bisa menghancurkan desa ini. Sehingga terpaksa, apa yang Zeno lakukan adalah menghentikan tornado tersebut hanya dengan menghilangkannya tanpa ada sebuah masalah.

__ADS_1


“Burung yang hanya memiliki peringkat prajurit dewa tetapi bisa mengeluarkan tornado sebesar itu?” Zeno membatin sambil menatap bahwa tornado itu menghilang sepenuhnya saat genggaman tangannya benar-benar mengepal dengan sangat sempurna. Untung dia tidak terlambat sedikitpun. Mungkin jika tidak, dia tidak akan tahu bagaimana nasib desa lusuh seperti ini.


“Baiklah, aku akan mengakhiri dengan cepat!” Tutur Zeno sambil mengeluarkan beberapa kristal es dengan elemen petir yang melapisi kristal tersebut.


Sehingga saat ditembakkan, kecepatan juga menambah secepat petir yang membuat sang burung yang sebelumnya terkejut karena elemennya bisa dihentikan dengan sangat mudah, membuat dia kalang kabut dan mencoba untuk lari dari hadapan Zeno. Sayangnya, kecepatan puluhan kristal itu tidak sebanding dengan kecepatan burung tersebut, hingga membuatnya terjatuh dan akan menimpa salah satu rumah warga.


Untungnya Azure yang ada di bawah mengeluarkan sebuah aliran air untuk melindungi rumah warga dari burung yang jatuh karena dibunuh oleh Zeno. Sehingga membuat penghuni yang bersembunyi di dalamnya, yang tidak tahu apa-apa menjadi sangat aman.


Zeno memfokuskan pandangannya ke bawah, melihat ada salah satu sisa elemental beast yang mencoba untuk lari saat melihat Zeno yang semengerikan itu. Sebelumnya, hewan tersebut hanya berfokus untuk memburu prajurit desa disaat Zeno melawan para burung.


Sayangnya, hewan berbentuk seperti seekor kucing besar sudah tidak memiliki kesempatan untuk hidup. Karena Zeno sudah menembakkan jarum air dan angin ke arah kucing besar tersebut. Tidak lupa, diantara jarum air juga ditambahkan sebuah elemen petir yang tidak hilang oleh Zeno. Dan tentunya itu akan membuat san kucing besar lumpuh sebelum benar-benar meninggal karena tegangan yang begitu besar.


“Benar-benar merepotkan, jika seperti ini terus maka mereka tidak akan bisa berkembang. Andai aku yang memimpin, aku pasti akan membuat sebuah aturan.” Zeno membatin sambil mengingat sesuatu, “Tunggu sebentar, tidak ada salahnya apabila aku memenuhi ramalan dan menjadikan desa ini makmur, bukankah itu satu langkah untuk menjadi seorang penguasa di alam dewa?”


“Aku benar kan tuan?”


Seketika Zeno terkejut saat dia menyadari bahwa Azure juga terbang di belakangnya sambil mengangkat ujung bibirnya dan bersedekap. “Azure, kau juga bisa terbang saat berubah wujud seperti itu? Aku pikir kau hanya bisa terbang saat berubah menjadi naga.” Zeno menghela napas usai berkata demikian, melupakan bahwa Azure bisa terbang karena ada suatu pembicaraan yang lebih penting. “Memang begitu, tetapi bagaimana jika bukan aku yang merupakan sosok dalam ramalan tersebut. Lagipula, keputusan ada di tangan mereka, dan mereka sudah tahu bahwa aku memiliki kekuatan penguasa.”

__ADS_1


Zeno berkata seperti itu bukan bermaksud menyombongkan diri bahwa dirinya memiliki kemampuan sang penguasa elemental. Selain itu, dia juga berharap bahwa sosok dalam ramalan itu bukan dirinya, siapa tahu setelah dia pimpin, desa ini justru akan semakin buruk. Namun apabila sosok dalam ramalan itu adalah dirinya itu juga tidak buruk dan bagus. Siapa tahu pula, dirinya berhasil membawa desa ini menuju kejayaan dan berubah menjadi sebuah kerajaan.


Tetapi, Zeno menunggu keputusan Onard yang semestinya dia sudah tahu bahwa Zeno bisa mengendalikan elemen. Apakah Onard akan menjadikannya sebagai pemimpin atau tidak? Zeno tidak bisa memaksakan kehendak, dia juga tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa dirinya adalah sosok yang dimaksud ramalan dalam turun temurun.


Hari juga sudah mulai malam, waktunya untuk beristirahat untuk melepaskan penat. Apa yang dia lakukan adalah turun dan mencari tanah kosong yang mungkin tidak bertuan seperti pinggiran hutan dan desa yang ada di wilayah selatan.


Apa yang dia lakukan pada tempat tersebut? yah, saat mereka berdua menginjakkan di atas tanah, pandangan prajurit desa dan Onard sendiri juga kebingungan apa yang hendak Zeno lakukan. Namun, saat Zeno mengangkat tangannya perlahan, sebuah hal yang mereka bingungkan, justru semakin membuat mereka menjadi kaget saat sebuah rumah yang berbahan kayu muncul dari permukaan tanah sesuai alunan tangan Zeno.


Rumah yang sederhana itu, selepas jadi, Zeno memasukinya dengan Azure yang ada di belakang. Niatnya itu akan menjadi tempat tinggal sementara. Tidak peduli lagi apakah tepatnya di perbatasan, karena Zeno juga berniat untuk menjaga desa secara langsung.


.....


“Onard.” Sosok pria tua berjanggut putih menyentuh pundak Onard. Hal tersebut membuat Onard menoleh ke belakang karena mengenal suara itu.


“Kakek Hans?” Onard sedikit menundukkan kepalanya saat melihat sosok sesepuh desa yang tiba-tiba datang.


Kakek Hans menaruh salah satu tangannya di atas tangan yang lainnya yang sedang menahan tongkat, kemudian dengan suara yang sedikit lirih, dia berkata, “Aku percaya dia adalah sosok yang dimaksud. Aku melihat sendiri bahwa dia memiliki kemampuan penguasa. Segera panggil dia esok pagi untuk mengangkatnya secara langsung.”

__ADS_1


“Aku mengerti tetua, aku juga tahu hal itu.”


__ADS_2