
Sembilan hari melakukan pelayaran, mereka semua kini tengah berada di pelabuhan kekaisaran Lumenlus yang merupakan wilayah kekaisran di sebelah Nuvoleon. Tentunya, pelabuhan tersebut tampaknya sangat ramai dan tidak seperti biasanya, puluhan, ratusan, atau mungkin ratusan ribu penduduk di pelabuhan Lumenlus hanya untuk melihat sosok kaisar teratas yang tidak pernah mereka temui.
Memang, kaisar-kaisar seperti itu jarang menunjukkan wajahnya, bahkan dunia ini sekalipun tidak tahu bentuk wajah para kaisar teratas. Apalagi para kaisar teratas juga tidak pernah bertemu dengan para kaisar teratas lainnya kecuali masih berada dalam satu benua, seperti kaisar dari Mare Emortis Empire tentunya mengetahui persis sosok mantan kaisar terkuat yaitu Danze yang menjadi kaisar di Mare Enbarum. Atau mungkin kaisar yang memiliki hubungan pertemanan yang sudah dibangun seperti Zeno dan Lexus.
“Apakah kita disambut dengan rendahan begini? Lagipula ini bukan dari wilayah Nuvoleon, jadi aku benar-benar tidak tertarik melewati tempat seperti ini.” Salah seorang yang mengenakan yang tampaknya angkat bicara di atas kapalnya. Kemudian, orang itu berubah menjadi pasir yang kemudian di terpa angin menuju Nuvoleon langsung.
“Aku dengar kaisar peringkat ke sepuluh merupakan kekaisaran dari benua sahara.” Wanita paruh baya yang menggunakan pakaian minim menatap orang yang berubah menjadi pasir dengan begitu sinis tanpa berekspresi sama sekali. “Aku tahu, tampaknya dia benar-benar merasa tidak ingin melewati wilayah yang bukan Nuvoleon secara langsung.” Seketika, wanita dan tangan kanannya yang merupakan wanita pula berubah menjadi sebuah zat gelap yang kemudian bergerak sama seperti kaisar dari sahara.
Satu persatu kaisar yang melihat dua kaisar yang tiba-tiba menghilang dan bergerak menuju Nuvoleon langsung memiliki pemikiran yang sama. Mereka dan para tangannya berubah menjadi elemen khas mereka masing-masing, seperti kaisar peringkat sepuluh yang berubah menjadi elemen pasir, kemudian di susul wanita paruh baya yang berubah menjadi elemen kegelapan.
Kemudian hanya tersisa Zeno dan Turse yang masih berdiri tanpa memasang ekspresi apapun. Pakaian Zeno benar-benar tampak biasa dan tidak menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang kaisar. Sangat aneh, padahal dia merupakan kaisar peringkat pertama yang seharusnya mengenakan pakaian khusus.
“Flamon, kau ingin ikut atau berkeliaran? Jika kau ikut, berubahlah menjadi burung kecil. Apakah kau bisa?” Zeno menatap burung tersebut.
“Aku akan berkeliaran, namun apabila terdapat sebuah masalah, Kalian bisa memanggilku dengan bersiul.” Tanpa sopan santun, Flamon langsung beranjak pergi sambil meninggalkan jejak apinya yang sangat indah.
Zeno menghela napas sambil memegang tangan Turse, kemudian dia berubah menjadi sebuah uap es yang sangat dingin, bahkan bagian kapal yang dia pijak mendadak membeku karena jejak Zeno yang tertinggal. Benar-benar, dia melakukan seperti itu, lebih tepatnya bergerak menggunakan sebuah elemen hanya karena ingin merasa keren seperti para kaisar lainnya, dia juga menggunakan embun es untuk menunjukkan ciri khas benua Artrik.
.....
__ADS_1
Sebuah pusaran pasir muncul tepat di halaman istana kekaisaran Nuvoleon, bahkan Lexus dan Zillie harus menahan semburan pasir yang hendak masuk ke matanya, agar mereka bisa menyambut para kaisar dengan sangat mudah. Sebelumnya, dia tadi berada di pelabuhan Lumenlus hanya karena ingin menyambut, tetapi karena para kaisar langsung bergerak menuju Nuvoleon, pria berkepala empat itu langsung bergerak secepat cahaya untuk kembali ke Nuvoleon.
“Kaisar dari salah satu kekaisaran di benua Sahara? Peringkat ke sepuluh, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda. Kursi Anda sudah tersedia di dalam.” Kaisar Lexus sedikit membungkukkan badannya kepada kaisar dan tangan kananya, mempersilahkan orang tersebut untuk masuk ke dalam kekaisaran.
Orang itu sedikit tersenyum kepada Lexus sambil berkata, “Kau kaisar Lexus? Aku harap kau menyediakan makanan enak untukku.” Jawabnya sinis sambil melewati Lexus tanpa berkata panjang.
“Benar-benar tidak sadar dia peringkat berapa.” Lexus hanya membatin sambil memperhatikan sebuah elemen kegelapan yang membentuk seorang wanita paruh baya.
Lexus mencoba mengingat, jika tidak salah hanya ada satu kaisar perempuan yang menduduki peringkat ke atas yang juga merupakan salah satu kaisar di benua bayangan yaitu kekaisaran Mare Umerus, dan kaisar itu menduduki peringkat ke sembilan. “Kaisar, Mare Umerus? Aku tidak salah kan? Lagipula hanya satu kaisar perempuan yang menduduki peringkat teratas, dan itu berasal dari Mare Umeruss.”
Kaisar itu tidak peduli, dia langsung beranjak melewati kaisar Lexus dan Zillie dengan sombongnya. Hal itu tentu saja membuat Zillie ingin mengangkat morning star untuk orang-orang yang tidak tahu etika.
Tentu saja Lexus benar-benar puas. Jarang-jarang kaisar teratas seperti itu, selain itu dia juga baru bertemu dengan kaisar tersebut hari ini.
Sebuah elemen racun berwarna hijau muncul, membentuk seorang pria yang berkalung ular dan tampak sangat mengerikan. Sebenarnya, kaisar ini merupakan kaisar peringkat ke delapan, tetapi karena kaisar Lumenlus IV yang mendadak mati, kaisar ini menjadi naik satu tingkat.
Begitupun dengan para kaisar di bawah kaisar racun tadi. Bisa di bilang, kaisar peringkat sepuluh yang berasal dari benua sahara merupakan kaisar yang baru saja memasuki kaisar teratas sama seperti Zeno. Namun perbedaannya, Zeno langsung meloncat dan menduduki peringkat pertama.
Kaisar peringkat ke enam, sosok pria tua botak yang membawa tongkat di tangannya, mengenakan jubah kegelapan yang berasal dari benua bayangan. Lalu, di susul kaisar peringkat kelima, seseorang pria berotot yang membawa pedang besar di tangannya dengan lava yang menetes di ujung pedang, kaisar tersebut juga mengenakan mahkota emas yang mana tengahnya terdapat lambang elemen magma.
__ADS_1
Kaisar Lexus menyapa satu persatu kaisar yang bersamaan muncul. Akan tetapi, yang merespon hanya sedikit, mungkin kaisar peringkat ke lima yang merupakan kaisar pengguna elemen magma. Zillie yang melihatnya saja bahkan sempat terkejut, siapa yang menyangka bahwa tampang kekar seperti kaisar magma itu ternyata memiliki etika yang baik, tidak seperti dua kaisar yang muncul dengan arogannya melewati kaisar Lexus tanpa menyapa balik.
Beberapa detik kemudian, sebuah cahaya muncul di halaman istana Nuvoleon, memunculkan seorang kaisar yang terlihat paruh baya dengan tangan kananya seorang pria muda yang cukup tampan. Salah satu kaisar dari benua 99 cahaya yang dikenal persis oleh kaisar Lexus.
Sebenarnya kaisar ini dulu tidak mendapatkan gelar kaisar teratas. Tetapi karena dia berhasil membunuh seorang kaisar yang menduduki peringkat ke empat, kaisar ini secara otomatis juga mendapat peringkat empat pula. Siapa yang menyangka, sepuluh tahun yang lalu, hanya kaisar ini yang tidak ikut campur dalam perebutan bunga teratai emas, tidak seperti Lumenlus atau Ampera yang semenjak sekarang masih berusaha berdiri kembali setelah di babat habis oleh Zeno.
Kaisar tersebut merasa tidak peduli dengan Lexus, dia hanya melewatinya dan langsung masuk ke dalam Nuvoleon dengan tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum tidak ramah yang membuat Zillie merasa benci.
“Aku sedikit lebih mengenal kaisar peringkat ketiga ini, diantara para kaisar yang ada di benua bayangan lainnya, kaisar ini justru benar-benar sangat bersahabat. Kaisar Mare Emortis.” Lexus berbicara sendiri, di susul dengan elemen kegelapan yang menyambar di halaman kekaisaran dan membentuk seorang kaisar yang agak sedikit tua dengan wajah yang ramah, dia juga membawa seorang tangan kanan yang tidak menghilangkan senyumannya.
“Kaisar dari Mare emortis, senang bertemu denganmu. Silahkan, kami mempersiapkan kursi khusus untuk anda di dalam.” Seru Lexus mempersilahkan kaisar tersebut untuk masuk.
“Dengan senang hati kaisar, aku benar-benar sangat berterimakasih telah mengundangku seperti ini.” Kaisar tersebut menundukkan kepalanya senang sambil pergi dan masuk ke dalam istana Nuvoleon.
“Dan ini yang terakhir.” Lexus menatap ke depan, dia benar-benar tersenyum cerah karena melihat sebuah embun dingin berkumpul dalam satu titik. Di balik embun berasap itu muncul seorang pria berumur dua puluh enam tahun, mungkin bisa disebut kaisar paling muda di antara kaisar teratas. Pria tersebut juga mengandeng seorang wanita yang memegang busur panah yang terbuat dari es.
“Kaisar peringkat pertama, Fang Zeno akhirnya telah tiba.”
“Tetapi pakaiannya terlihat menyedihkan.” Umpat Zillie sambil menatap malas.
__ADS_1