Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Melawan Suzaku


__ADS_3

Merasa tidak senang, Suzaku langsung mengeluarkan sebuah kobaran api yang cukup besar ke arah Zeno saat dia mengibas-ngibaskan sayapnya. Tidak hanya itu saja, bersamaan dengan itu, dia langsung melesat ke arah Zeno sambil mengeluarkan napas api dari mulutnya.


Zeno yang melihat itu berlagak tenang, justru dia mengeluarkan sebuah hembusan angin yang cukup besar ke arah Suzaku dan kobaran apinya. Alih-alih semakin membesar, justru kobaran api milik Suzaku terbelokan saat berhadapan dengan hembusan angin milik Zeno. Sedangkan Suzaku sendiri, api di bulunya juga semakin membesar, namun dia juga benar-benar bertahan dan masih mencoba untuk menyerang Zeno menggunakan senjata alaminya.


Tak disangka, Zeno bisa menghindari itu semua, baik serangan sayap, paruh ataupun cakar yang terlihat sangat mengerikan itu. Kemudian, saat Suzaku mencoba untuk mundur, Zeno langsung maju ke depan untuk memberikan sebuah pukulan kepada kepala Suzaku.


Merasa geram, Suzaku melemparkan bulu-bulunya yang terbakar ke arah Zeno tanpa berekspresi apapun. Namun, dia cukup yakin, bawa bulu apinya akan semakin keras apabila semakin berkobar karena hembusan angin Zeno.


Lagi-lagi, menghembuskan sebuah angin yang cukup kencang kepada puluhan bulu sayap yang terbakar. Memang, puluhan sayap itu semakin berkobar dengan sangat besar, namun bulu sayap tetaplah bulu sayap, sehingga saat terkena hembusan angin maka juga akan terlempar dan berjatuhan.


Suzaku bergerak ke atas Zeno, kemudian dia membuka sayapnya lebar-lebar sehingga membuat kobaran api kembali muncul dan hendak membakar Zeno. Tidak, tampaknya kobaran itu terlalu mengerikan, hingga memenuhi langit-langit istana kekaisaran, bahkan saat kobaran itu hendak menyambar Zeno, sebuah energi panas muncul dan membuat Zeno terdorong ke bawah, lebih tepatnya terjatuh.


Zeno tidak panik sedikitpun, namun apa yang dia panikkan, kobaran tersebut mengeluarkan sebuah energi panas yang cukup membuat tanah beku meleleh, pohon mendadak menjadi kering seketika serta mengakibatkan sebuah pemanasan udara yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Dia tidak ingin membiarkan itu terjadi, namun saat dia mencoba untuk melayang kembali, hembusan energi panas itu semakin kuat yang membuat Zeno semakin terdorong ke bawah. Selain itu, dia juga sedikit menggertakkan giginya di saat kobaran api itu sangat dengannya.


“Ingin mengeluarkan elemen air, tapi itu sangat membosankan dan tidak ada seru-serunya. Tapi mau bagaimana lagi, Suzaku benar-benar membahayakan seluruh penduduk.” Zeno mendarat di atas es dengan sempurna, walaupun kakinya sedikit merasa sakit, namun dia langsung mengulurkan tangannya ke atas.


Tepat beberapa meter sebelum kobaran api itu membakar Zeno. Seketika kobaran itu menghilang saat setitik air menetes di kepala Zeno. Kemudian disusul hujan yang sangat deras yang membuat kobaran api itu padam sepenuhnya.


Sebelumnya, semua orang yang melihat kobaran api yang hendak membakar permukaan tanah secara luas, mereka sedikit panik, baik itu prajurit, bahkan Selena dan Aure sekalipun langsung kembali masuk ke dalam kekaisaran. Seorang pria tua yang melirik dari jendela kekaisaran juga sempat kaget dengan kobaran yang hendak meratakan kekaisaran, namun Nefd sedikit lega saat ada Zeno yang menghadapinya.


Turse juga sempat lari saat energi panas yang dihasilkan kobaran api muncul. Dirinya juga tidak menyangka, benua Artrik yang begitu dingin membuatnya bisa mengeluarkan keringat hanya karena energi panas. Mungkin jika terus menerus di lanjutkan, benua ini akan mencair. Bahkan saat inipun, tanah di dekat istana juga berubah total seolah membanjiri lingkungan istana.


Zeno menoleh ke sekitar, dia mencari di mana perginya Suzaku? Seharusnya ketika hujan salju seperti ini akan menghentikan bulu Suzaku yang terbakar, jadi Zeno mengira bahwa Suzaku lari. Tidak, Suzaku tidak selemah itu, dia mungkin akan menyerang Zeno lagi.


Dan, apa yang Zeno kira benar, sebuah gelombang panas muncul dan menyapu awan yang menurunkan hujan dan salju yang muncul. Bahkan, Zeno merasakan bahwa lengan yang digunakan untuk menutupi mukanya seperti terbakar terkena energi panas. Selain itu, energi panas yang muncul juga menyebabkan salju meleleh kembali.

__ADS_1


Apa yang Zeno kejutkan bukanlah hal itu, melainkan dia menoleh ke atas dan melihat puluhan bola api yang hendak menghujani dan akan menghancurkan ibukota Firgus Unie. Tentunya, Suzaku juga mengepakkan sayapnya, terbang di bawah bola api sambil menatap serius Zeno.


“Hey, kau terlalu berlebihan.” Zeno berkata dengan lirih, masalahnya hujan bola api merupakan mimpi buruk bagi penduduk Glacies Empire. Masalahnya, api merupakan sesuatu hal yang sangat mudah untuk melelehkan es, jadi hujan seperti itu cukup untuk menghancurkan benua Artrik beserta isinya.


“Suzaku, kau kurang ajar!” Kiba berteriak di bawah sebuah kubah tanah yang diciptakan oleh Genbu. Memang, dia yang menahan Azure untuk menahan diri agar tidak menyerang Suzaku. Namun, kali ini dia kesulitan untuk menahan diri dan memberikan sebuah pelajaran untuk Suzaku.


Namun, dari kejauhan, Zeno memberikan sebuah isyarat agar tidak ikut campur. Dia tahu, dirinya hanya sedang bermain permainan anak-anak dengan Suzaku. Lagipula, semenjak tadi dia hanya menggunakan angin dan airnya saja. Memang, dia memang sengaja hanya menggunakan elemen tersebut, karena apabila langsung menggunakan cahaya, rasanya kurang memuaskan.


Tetapi, Zeno sendiri merasa bahwa Suzaku terlalu berlebihan, jika dibiarkan, maka Firgus Unie beserta istananya akan hancur. Dan, apa kata orang-orang apabila sang kaisar tidak bisa mengatasi masalah sepele seperti itu? Benar-benar sepele.


“Une hati-hati!” Teriak Turse yang berada di kejauhan setelah muncul dan keluar dari istana kekaisaran karena Zeno mengeluarkan hujan air dan salju. Rasanya, dia hampir gila dan setengah mati saat Zeno bertarung seperti itu, padahal bisa dibilang itu adalah pertarungan kecil. Padahal juga, Turse juga sering melihat suaminya bertarung dengan cukup sengit, tetapi terus terang, dia juga seperti kehilangan jantung saat melihat Zeno bertarung, walaupun itu kecil. Ahh, wajar, mungkin karena dia seorang istri.


“Apa yang akan kau lakukan?” Suzaku berkata dengan lirih, dia bertanya kepada dirinya sendiri mengenai apa yang akan dilakukan oleh Zeno saat hendak menghadapi hujan api seperti ini?

__ADS_1


Suzaku mengepakkan sayapnya ke bawah, sehingga puluhan bola api terjun ke bawah melewatinya tanpa masalah. Dia merasa sedikit angkuh, merasa bahwa dirinya akan menang, dan merasa bahwa mengalahkan musuh seperti di bawahnya seperti menginjak seekor semut saja. Walaupun, dia tidak tahu, Zeno mungkin hanya menggunakan satu per sepuluh, tidak, bahkan satu perseratus dari segala kemampuannya.


__ADS_2