
Zeno dan Azure berhenti sambil melirik ke belakang, dengan tatapan yang sedikit tidak senang, Zeno berkata, “Itu hakku apakah aku pergi, apakah aku tinggal di desa ini. Apa hubungannya denganmu? Selain itu menolong seseorang adalah sebuah kewajiban, bukan sepertimu yang membuang seorang berlian seperti dirinya. Aku benar-benar jijik kepadamu.”
“Apa kau bilang?” Ivon menahan murka saat Zeno berkata demikian. Mungkin jika tidak ada Azure yang memiliki peringkat di atasnya, mungkin Ivon akan menyambarnya menggunakan elemen petir untuk menghajar Zeno di tempat. Sayangnya, dia merasa bahwa pria tersebut benar-benar beruntung karena memiliki tuan yang ada di sampingnya. Walaupun itu dari segi pandangnya bahwa Azure adalah tuan Zeno.
Tetapi, Ivon tidak memperdulikan lagi Zeno atau Azure lagi. Pandangannya kembali ke depan ke arah Onard atau ayah Zera yang berwajah buruk dan ingin menghajar Ivon. Dan yang benar saja, pak tua Onard mengeluarkan sebuah gelombang petir yang membuat Ivon sedikit terlempar keluar rumah.
Hal itu membuat Zeno dan Azure benar-benar kaget dan melirik ke belakang. Tampaknya, kepala desa benar-benar marah saat bertemu dengan Ivon yang mana bertindak kurang ajar yaitu membuang Zera menuju hutan yang tidak seharusnya dia berada.
Hingga pada akhirnya, pertarungan sengit pun benar-benar terjadi hingga berada di luar rumah. Walaupun pak tua Onard memiliki peringkat di atas Ivon, yang mana pak tua tersebut berada di peringkat prajurit dewa tingkat kelima. Tetapi Ivon masih benar-benar berani. Lagipula dia dengan Onard masih berada dalam satu peringkat yang membuat Ivon yakin dirinya bisa menang melawan ayah Zera tersebut.
Seumuran Onard apabila masih berada di peringkat prajurit dewa tingkat ke lima bisa dibilang sangat terlambat. Padahal, Onard sendiri kemungkinan berumur empat puluhan ke atas yang seharusnya memiliki peringkat sama seperti Zeno atau Azure, yaitu dewa alam atau dewa murni. Tetapi, karena sulitnya mereka melawan elemental beast, membuat Onard juga kewalahan. Walaupun dia sering membunuh elemental beast, namun dia sangat jarang sekali membunuh elemental beast elemen petir, sehingga dia kesulitan untuk meningkatkan peringkatnya.
Itupun Onard apabila mendapatkan elemental crystal berwarna kuning atau berjenis petir, Ivon terkadang merebutnya, padahal yang membunuh hewan buas itu adalah Onard sendiri. Jika bukan karena Ivon adalah kekasih yang belum menempuh kehidupan rumah tangga, Onard tidak akan mau memberikannya kepada Ivon.
Tetapi kali ini, Onard tidak bisa memaafkan Ivon lagi, melakukan tindakan yang kurang ajar membuat Onard haus darah dan ingin membunuhnya. Sehingga pertarungan kali ini benar-benar terjadi dengan petir yang menggelegar di dekat rumah kepala desa.
Ivon yang membela diri, dia juga tidak mau kalah, mengeluarkan sambaran petir untuk melawan Onard yang menyerangnya.
__ADS_1
“Ayah, hentikan!” Zera berteriak ketakutan, namun dia tidak bisa menarik ayahnya karena dia sadar diri bahwa dirinya tidak berdaya untuk melakukan apaa-apa.
Pertarungan itu membuat geger warga desa, sehingga tidak hanya Zeno yang menonton, melainkan para warah desa itu pula keluar dari rumah untuk melihat pertarungan sengit antara kepala desa dan Ivon yang merupakan kekasih anak kepala desa.
Beberapa prajurit desa ada yang mencoba menghentikan Ivon karena telah melakukan pelanggaran seperti melawan pemimpin desa. Tetapi karena pertarungan itu sangat sengit, dan membuat percikan petir menyebar, prajurit desa itu tidak berani unttuk mendekat. Mereka tampaknya hanya bisa berharap agar sang kepala desa tidak kenapa-kenapa.
Zera memutari pertarungan dan menuju ke arah Zeno dengan mata yang berkaca-kaca, menggoyang-goyangkan lengan Zeno seolah meminta bantuan agar menghentikan pertarungan ayahnya dan Ivon yang terlihat sangat mengerikan itu. Gelegar petir dari kedua serangan membuat dirinya tidak bisa untuk tidak menangis.
Zeno menarik tangannya, apa yang dia lakukan adalah menatap sinis Zera yang bertingkah seperti itu. Sebenarnya Zeno sama sekali tidak tertarik untuk ikut campur, apalagi ini merupakan masalah keluarga seperti itu. Bahkan dia hanya tertarik agar pertarungan itu terus berlanjut, agar dia bisa menilai bagaimana pertarungan seorang dewa di alam ini?
“Tuan aku mohon, hentikan mereka berdua!” Zera meminta secara berulang kali.
Mendengar hal itu, Zera berbalik badan, menghadap pertarungan sengit itu dengan tatapan nekat. Dia mengambil sebuah bongkahan kayu yang ada di dekatnya, berjalan ke arah pertarungan itu dengan perlahan. Namun sayangnya, petir-petir itu terlalu menyebar dan hampir menyambarnya.
Sehingga, Zera kesulitan untuk memisahkan mereka. Andai saja dirinya memiliki elemental, dirinya akan langsung turun tangan dengan mudah untuk memisahkan mereka. Sayangnya yang ada kali ini adalah tekad dan tidak peduli lagi. Zeen juga tidak bisa menolongnya yang membuatnya hampir putus asa.
“Hoi, apa yang kau lakukan!” Teriak Azure, mencegah tingkah bodoh Zera yang terlalu nekat untuk mencegah ayah dan kekasihnya bertarung.
__ADS_1
“Nona Zera jangan melakukan tindakan bodoh!”
“Nona Zera mundurlah!”
Banyak warga desa dari kejauhan berteriak agar Zera tidak ikut campur dan mundur. Pasalnya itu benar-benar sangat berbahaya bagi orang lain, apalagi seperti Zera yang tidak memiliki elemental sama sekali.
Zeno hanya menghela napas dan menatap malas Zera, benar-benar sangat bodoh apabila melakukan tindakan sembrono seperti itu. Tetapi mau bagaimana lagi, apa yang dilakukan Zera adalah agar ayahnya berhenti bertarung yang begitu mengerikan itu. Sehingga apa yang dia lakukan adalah melangkahkan kakinya mendekat ke arah pertarungan.
Tidak, tampaknya tidak hanya melangkah, melainkan Zeno langsung melesat di antara mereka agar mereka berhenti untuk bertarung. Ya, Zeno mengulurkan tangan di antara keduanya untuk mencegah mereka untuk bertarung lagi.
Anehnya, saat Zeno berada di tengah-tengah mereka, elemen petir milik Onard atau Ivon sama sekali tidak keluar sehingga membuat keduanya kaget. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa Zeno bergerak secepat itu dan berdiri di antara mereka dan membentangkan kedua tangannya.
“Berhentilah untuk bertarung! Sebenarnya jika bukan karena anakmu yang sembrono, maka aku tidak akan ikut campur.” Zeno menatap Onard tanpa berekspresi sama sekali.
Tidak hanya Onard ataupun Ivon, warga desa juga banyak yang terkejut saat ada orang asing tanpa peringkat bergerak dengan cepat untuk menghentikan pertarungan mereka. Namun anehnya, elemen petir di antara keduanya berhenti menyambar saat orang tersebut menghentikannya.
“Bodoh! Jika kau ikut campur maka aku akan membunuhmu! Kau sama sekali tidak memiliki elemental, kau juga sama seperti sampah!” Ivon berusaha mengeluarkan ledakan petir untuk membunuh Zeno dalam sekejap. Namun, elemen petirnya yang keluar seolah menolak untuk menyambar Zeno sehingga membuatnya kembali kaget dan bertanya-tanya, apa yang terjadi pada elementalnya.
__ADS_1
Uluran tangan Ivon yang sebelumnya digunakan untuk menyerang Zeno, dengan sangat cepat Zeno tarik menggunakan tangan kirinya sambil menarik tangan kanannya sendiri untuk memukul perut Ivon dengan sangat keras, bahkan pukulannya kali ini dilapisi menggunakan sebuah elemen petir sehingga terlihat sangat cepat.
"Kau pikir aku menghentikanmu menggunakan kemampuan apa?"