Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Melawan 5 kaisar dewa


__ADS_3

Semua orang terkejut saat melihat Forj di lingkungan istana Nirwana. Pasalnya, ini benar-benar sangat mencurigakan, karena dewa angin sendiri melakukan pengkhianatan, dan tentunya Forj sendiri juga berkhianat mengikuti tuannya.


Eghtning langsung menghampiri Forj dan memukul kepalanya dengan sangat kasar, “Kau, kau yang akan melaporkan tuan Zeno sudah keluar dari alam dewa?” Tanya Eghtning dengan sangat keras.


Menahan rasa sakit, Forj menganggukkan badannya, dia ingin berbicara, tetapi tangan Eghtning begitu kuat mencekik lehernya sehingga dia kesulitan untuk berbicara.


Kemudian, Winder datang pula menghampiri Forj, “Kembalilah kepada Yashimaru, dan bawakan pesan bahwa tuan Zeno sudah keluar menuju alam dewa. Sehingga peperangan akan terus berjalan sesuai kemauan tuanmu.”


Semua pilar setuju, mereka semua menyuruh Forj untuk kembali ke Yashimaru untuk melaporkan bahwa tuan Zeno sudah keluar dari alam dewa. Padahal, Zeno sendiri saat ini mungkin akan bertarung di gerbang yang masih berada di alam dewa.


“Aku akan mempersiapkan pasukan secara cepat. Melawan satu juta iblis? Itu benar-benar bukanlah masalah yang besar.” Kata Watur yang baru berbicara kali ini.


Zeno tidak ingin menunggu lebih lama lagi, apa yang dia lakukan adalah langsung keluar dari ruang pertemuan untuk menuju gerbang alam manusia karena harus menghadapi para kaisar dewa. Namun, Turse menahan tangan Zeno dengan wajah yang begitu memelas.


“Berjanjilah untuk tidak kenapa-kenapa.” Turse memohon.


Mendengar hal tersebut, Zeno hanya tersenyum sambil mencium bibir Turse dalam waktu yang singkat, kemudian sebelum pergi, dirinya berkata, “Jaga dirimu baik-baik, kau boleh ikut peperangan, tapi jangan sampai tebunuh.”


Zeno kemudian menatap Viona dan mengangguk, seolah memberikan isyarat bahwa Ivona diizinkan untuk mengikutinya. Hal tersebut bukan berarti Zeno sudah tidak cinta lagi dengan Turse dan memilih Viona, justru atas kecintaannya itu, dia memilih Viona yang terluka daripada Turse, lagipula peringkat Viona berada di dewa abadi tingkat kedelapan yang mungkin akan cukup membantunya.


Viona langsung bergerak ke arah selatan, kemudian diikuti olah Zeno. Keduanya bergerak secepat cahaya, sehingga membutuhkan beberapa detik saja.


....


Beberapa menit sebelumnya.


Para kaisar dewa benar-benar telah lelah menunggu kaisar kegelapan yang tampaknya belum datang.

__ADS_1


“Apa kita tinggal saja kaisar kegelapan? Aku benar-benar jengkel menunggunya.” Umpat dewa cahaya sambil menghancurkan sebuah batu di tangannya.


“Benar, sebaiknya kita tinggal saja.” Dewi petir berbicara.


Semua kaisar dewa akhirnya setuju untuk meninggalkan dewa kegelapan yang benar-benar begitu lama. Kemudian, mereka berlima, dengan tiga kanan kaisar yang mengikuti tuan mereka, berjalan ke arah kuil yang tampaknya merupakan gerbang menuju alam manusia.


Siapa yang menyangka, kuil tersebut tiba-tiba meledak, menghasilkan energi yang cukup besar sehingga membuat para kaisar begitu terkejut sambil menahan angin kencang yang muncul akibat dari ledakan tersebut.


Kemudian, dari balik kepulan asap, muncul Zeno dengan wanita cantik berdiri di belakangnya yang tidak lain merupakan Viona, sang dewi kehidupan. Mereka berdua maju ke depan sambil menatap datar para kaisar dan tangan kanannya yang perlahan-lahan mundur karena begitu ketakutan.


“Dewi kehidupan Viona, kau melawan tiga kanan kaisar, sedangkan aku yang akan mengurus lima kaisar itu seorang diri.” Ucap Zeno dengan nada yang tinggi, sehingga para kaisar dewa mendengarkannya dengan begitu jelas.


“Tuan, apa tidak masalah?” Viona mengerutkan dahinya.


“Tak masalah.” Ucap Zeno sambil mengulurkan kedua tangannya ke samping. Alhasil, matanya berubah menjadi merah cahaya dengan jubah emas yang dia gunakan. Selain itu pedang yang ada di punggungnya juga semakin menyala berwarna putih yang menandakan bahwa dirinya memasuki sang penguasa.


Dewi kehidupan langsung bergerak untuk menghadapi para tangan kanan kaisar yang mungkin kali ini dia hanya bermain-main.


Sehingga menyisakan Zeno dan kaisar dewa yang saling berhadapan. Meskipun begitu, para kaisar dewa bertanya-tanya, bagaimana penguasa 5 elemental tahu bahwa para kaisar dewa berada di gerbang alam manusia?


“Sang penguasa 5 elemental ya? Kau masih kecil nak, kau belum cocok untuk menggantikan dewi Luna. Karena pengalaman bertarungmu jauh lebih sedikit dibandingkan kami.” Dewa tanah berbicara merendahkan Zeno.


“Lima lawan satu? Itu adil bukan? Jangan bilang tidak adil karena kau merupakan seorang penguasa 5 elemental.” Kata dewi petir.


Mendengar hal tersebut, Zeno masih tersenyum datar, dia juga menatap penuh jijik para kaisar itu karena sangat mudah untuk dihasut oleh para iblis. Mungkin apabila dirinya menjadi seorang penguasa dewa nantinya, dia akan mengganti lima kaisar tersebut untuk memimpin suatu wilayah.


Melihat tekanan dari kaisar dewi petir, Zeno menciptakan empat kloningan di belakangnya, sehingga kali ini lima Zeno yang berdiri di hadapan mereka. Namun, perbedaannya, empat kloningan Zeno tidak menggunakan mode penguasa seperti tubuh aslinya.

__ADS_1


“Jangan katakan tidak adil, kalian adalah para kaisar dewa yang katanya hidup ribuan tahun dengan pengalaman bertarung.” Kata Zeno dengan tatapan sinis sambil menarik Ice Swordnya.


Semua kaisar berdecak kesal sambil mengangkat senjatanya masing-masing. Mereka sangat yakin untuk bisa membunuh Zeno, meskipun Zeno menggunakan kloningan sekalipun untuk menghadapi mereka masing-masing.


“Masing-masing kloningan menggunakan mode sang penguasa tidak?” Tutur Zeno menawarkan.


Dengan tawaran seperti itu, kaisar dewi petir sedikit gemetar, jika bukan dirinya yang memanas-manasi Zeno, mungkin Zeno tidak akan semengerikan ini. Tetapi mau bagaimana lagi, kaisar dewi petir tidak menjawab pertanyaan Zeno dan langsung mengeluarkan sambaran petir dari tangan kirinya ke arah Zeno.


Melihat dewi petir yang sudah mulai melemparkan serangan pembuka, para kaisar dewa lainnya langsung bergerak untuk menyerang Zeno secara bersamaan.


“Sayatan seribu angin, tahap terakhir!”


Hembusan angin kencang muncul di hadapan Zeno, berhembus ke arah para kaisar dewa dengan sangat cepat, bahkan sambaran petir milik kaisar dewi petir langsung menghilang karena tekanan hembusan angin milik Zeno.


Dewa angin yang ada di dekat Zeno langsung menghentikan hembusan angin milik Zeno, apalagi sebuah goresan perlahan muncul di sekujur tubuhnya yang membuat dewa angin sudah tidak tahan lagi.


Hembusan angin berhenti, kaisar dewa cahaya sudah berada di samping Zeno sambil mendaratkan kakinya ke arah kepalanya.


Siapa yang menyangka, kloningan yang sebelumnya mematung dan memejamkan matanya, dengan kecepatan cahaya pula langsung menangkap kaki kaisar dewa cahaya dan melemparkan ke arah kaisar dewa yang sedang menyerang Zeno menggunakan kemampuan elemen mereka.


Kaisar air dan angin, dia langsung melompat sambil mengeluarkan jarum air dan angin, namun dua kloningan Zeno berdiri di depannya secara langsung dan menghentikan jarum air dan angin milik mereka, sehingga yang terjadi kaisar air dan kaisar angin mengalami masalah yaitu bertarung dengan kloningan Zeno.


Semua kloningan Zeno sudah bergerak, menyisakan kaisar dewi petir yang masih berdiri sambil mengulurkan tangannya. Karena Zeno hanya menciptakan empat kloningan saja, Zeno langsung bergerak secepat kilat dan berdiri di hadapan dewi petir sambil mendaratkan tebasan berpetirnya.


Sayangnya, dewi petir langsung mengayunkan tangan kirinya sambil melompat ke samping. Sehingga sambaran petir dari langit turun dan menyambar Zeno yang begitu keras.


 

__ADS_1


__ADS_2