Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pertemuan yang tidak berguna


__ADS_3

"Kaisar Lexus, terima kasih telah mengundangku. Aku benar menghargainya." Zeno menghampiri Lexus dengan sangat ramah, dia juga menundukkan kepalanya dan menjabat tangan Lexus sebagai tanda sebuah persahabatan.


"Kaisar Zeno, senang bertemu denganmu. Mari, kursi Anda sudah kami siapkan secara khusus, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada kami atau pelayan kami." Lexus menjawab dengan ramah pula.


Pada akhirnya, mereka berempat masuk ke dalam kekaisaran sebagai dua orang kaisar yang menduduki peringkat paling atas di antara yang lainnya. Dengan dua orang pula yang menjadi seorang tangan kanan masing-masing kaisar yang ada di depannya.


"Nona Turse, sungguh aneh kenapa kaisar memakai pakaian biasa seperti itu? Bukankah itu akan menjadi para kaisar memandang kaisar Zeno sebelah mata? Secara para kaisar lainnya belum pernah bertatap muka seperti ini." Zillie yang ada di sebelah Turse berkata dengan lirih, karena dia merasa takut apabila Zeno mendengarnya.


"Nona?" Turse sedikit mengangkat ujung bibirnya sambil mengerutkan dahinya, menatap Zillie yang tampaknya sedang bercanda. "Aku sudah menikah, perawan tua!"


Zillie menepuk jidatnya, dia benar-benar salah memanggil julukan yang seharusnya tidak digunakan Turse lagi. Mengingat, Turse telah menikah dengan kaisarnya sendiri delapan tahun yang lalu.


Tapi kali ini, Turse datang dengan kaisar bukan sebagai seorang istri, melainkan seorang tangan kanan pribadi kaisar Zeno. Meskipun begitu, apabila ada seseorang yang melecehkan Turse, Zeno akan turun tangan bukan sebagai seorang atasan lagi, melainkan sebagai seorang suami.


Turse hanya menggelengkan kepala, namun dia langsung menjawab apa yang ditanyakan Zillie, "Kau akan tahu nanti." 


…..


"Para kaisar lainnya, aku benar-benar berterima kasih karena kalian menerima undangan perdamaian seperti ini. Aku benar-benar menghargainya." Kaisar Lexus datang di depan para kaisar lainnya.


Sebuah meja bundar yang sedikit besar, makanan enak dan mewah tersedia dalam satu meja. Para kaisar teratas duduk melingkar dan menghadap makanan itu dengan senang hati, namun tidak sedikit para kaisar yang berwajah datar dan menunjukkan sikap arogan.


"Kaisar Lexus, mana kaisar peringkat pertama? Dan mengapa kau membawa orang miskin menuju ke sini?" Salah seorang kaisar wanita angkat bicara dengan tatapan yang tidak suka setelah melihat Zeno.


"Aku? Orang miskin?" Zeno membatin sambil menunjuk dirinya sendiri. Tetapi dia merasa tidak aneh, pasalnya pakaian yang dia gunakan juga biasa dan tidak menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang kaisar.

__ADS_1


"Tunggu? Apa? Dia bukan seper …." 


Zeno menepuk pundak Lexus dan menyuruhnya untuk tidak banyak berbicara. Apa yang dia lakukan adalah duduk di kursinya yang memiliki sebuah nomor 1. Tampaknya, masing-masing kursi terdapat sebuah nomor sesuai peringkat masing-masing kaisar.


Di sebelah kanan Zeno juga terdapat kursi yang kosong dan memiliki nomor dua, tampaknya itu miliki kaisar Lexus yang sama sekali belum duduk.


Turse mengekor Zeno, sebagai seorang tangan kanan, dia tetap berdiri di belakang Zeno sewaktu Zeno duduk. 


"Kaisar apa-apaan ini? Kenapa dia begitu lancang sehingga duduk di kursi kaisar peringkat pertama?" Kaisar peringkat ke enam, pria tua botak yang memegang tongkat itu mengotot, memandang Zeno dengan wajah yang marah.


Mendengar hal itu, Turse langsung menarik busur panahnya ke arah kaisar itu, dengan suara yang sangat tinggi, dia berkata, "Sudah tua bukannya mati tapi masih saja membuat ulah. Apa kau tahu lawan bicaramu siapa?" 


Kaisar peringkat keenam itu langsung berdiri dengan menaikkan wajahnya sehingga menunjukkan sikap arogan. "Kaisar Lexus! Bukankah kau mengundang kaisar peringkat pertama? Tapi kenapa yang duduk justru seseorang yang menggunakan pakaian rakyat biasa? Apakah kau ingin mempermainkanku?" 


Kaisar peringkat ketiga, dari kekaisaran Mare Emortis hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Dia benar-benar merasa bahwa kaisar peringkat keenam sangatlah bodoh, dan tidak tahu siapa yang menjadi lawan bicaranya. 


"Kaisar peringkat ke enam, sebaiknya duduklah. Dia adalah kaisar peringkat pertama." Sahut Lexus sambil duduk di kursinya.


Kaisar peringkat keenam, kesembilan dan kesepuluh tertawa dengan lebar saat mengetahui pria yang tampak sangat muda dan lemah itu adalah kaisar peringkat pertama.


"Cih, dasar. Jadi jika kau merupakan seorang Kaisar, apakah wanita di belakangmu adalah tangan kananmu? Aku dengar seorang wanita yang menjadi tangan kanan seorang kaisar pria, dia akan menjadi budak napsu kaisar tersebut, yah aku yakin jika kau benar-benar seorang kaisar, tangan kananmu sudah kau rusak beribu kali. Dasar wanita ja ….." Umpat kaisar dari benua hijau yang merupakan peringkat ketujuh.


Namun umpatan itu tiba-tiba berhenti, di saat Zeno sudah berjongkok di atas sebuah meja, lebih tepatnya di depan kaisar racun tersebut. Zeno juga memegang kepala kaisar itu dengan tatapan yang sangat sinis.


Kaisar peringkat ketujuh terkejut, dia bahkan tidak melihat Zeno bergerak. Tetapi apa yang dia lakukan adalah mengeluarkan asap racun di tubuhnya untuk membunuh Zeno secara langsung.

__ADS_1


"Memangnya kenapa jika aku sudah melakukan sesuatu kepadanya? Kami adalah suami istri, itu adalah hal yang wajar, tapi jika kau mengatakan sesuatu yang tidak-tidak kepadanya …."


Belum sempat kaisar peringkat ketujuh mengeluarkan asap racunnya, sebuah lutut mendarat di kepalanya dengan sangat keras. Meja bundar yang ada di hadapan para kaisar mendadak menjadi hancur karena tekanan kaki Zeno yang sangat kuat. 


"Jangan harap kau berpikir bahwa kekaisaranmu akan utuh. Aku bisa menjadikannya seperti Ampera arau Mare Enbarum sepuluh tahun yang lalu." Ucapnya dengan sangat dingin sambil berdiri di depan kaisar peringkat ke tujuh.


Seluruh kaisar terkejut terkecuali peringkat kedua dan tiga. Bahkan kaisar botak itu yang memulai untuk merendahkan Zeno seketika langsung takut sendiri saat merasakan hawa aura yang sangat mengerikan dari Zeno.


"Bukankah aku sudah mengatakan bahwa dia merupakan kaisar peringkat pertama? Tapi kalian justru menertawakannya seolah tidak percaya." Ucap kaisar Lexus sambil menyelingkan jari-jarinya.


"Yaah jamuannya sudah rusak." Sahut Zillie.


"Pertemuan yang tidak berguna." Zeno berkata tanpa ekspresi sama sekali, dia juga menatap pria botak itu dengan sangat sinis seolah memendam kebencian.


"Maafkan aku kaisar." Lexus sedikit menundukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa acara jamuannya rusak karena beberapa kaisar yang membuat ulah.


"Tak apa, justru aku lah yang meminta maaf kaisar Lexus, juga bukan karena emosi, jamuan tidak rusak seperti ini." Zeno juga menundukkan kepalanya, meminta maaf kepada Lexus.


"Selain itu, jadilah peringkat pertama kaisar Lexus. Begitupun kaisar lainnya, kalian akan maju satu tingkat." Zeno berterus terang tanpa keraguan.


Lexus dan para yang lainnya terkejut. Apakah hanya karena Zeno merusak acara dia menjadi merasa bersalah seperti itu? Itulah yang mereka pikirkan. Tentu saja, kaisar botak langsung berdiri dan membungkukkan badannya secara berulang kali. "Tidak kaisar, ini salahku. Jangan merasa bersalah seperti itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu bahwa Anda merupakan kaisar peringkat pertama."


Mendengar hal itu Zeno langsung pergi dengan diikuti oleh Turse yang semenjak tadi dia juga merasa sangat emosi dan menahan marah.


"Aku akan turun menjadi seorang kaisar karena keperluan. Kaisar peringkat ketujuh, tidak, maksudku ke enam, jangan berpikir setelah kejadian seperti ini kau langsung menyerang Glacies. Jika kau melakukan itu, maka kekaisaran mu akan ku babat habis." Ancam Zeno sebelum dia benar-benar pergi.

__ADS_1


"Sebenarnya, jika kalian tidak membuat ulah, maka aku akan duduk lebih lama lagi. Tetapi, karena aku diperlakukan seperti itu, aku hanya berniat menyampaikan beberapa pesan bahwa aku akan turun tahta." Sambungnya sambil menghilang seolah bergerak secepat dengan Turse yang digandengnya.


__ADS_2