
Melihat hal tersebut, Yashimaru langsung berdiri dan menciptakan tangan api yang cukup besar, bahkan ukurannya hampir mencapai gunung yang terbelah itu. Kemudian, tanpa ragu pula, Yashimaru langsung melemparkan tangannya ke depan.
Ujung gunung yang lancip, langsung berbenturan dengan tangan api yang ukurannya juga sama besarnya. Mengakibatkan sebuah daya ledakan yang cukup besar, yang cukup membuat Zeno dan Yashimaru terlempar menjauh.
Tidak hanya itu saja, dampak dari ledakan tersebut bagaikan seperti hujan meteor yang begitu banyak mengarah ke arah keduanya. Zeno langsung bergerak cepat untuk menghindari hujan tanah berapi akibat dari benturan gunung dan tangan berapi.
Dan saat mendekat ke arah Yashimaru, muncul sebuah lubang hitam yang dapat menyerap Zeno dengan cukup kuat. Lubang tersebut merupakan ciptaan Yashimaru yang mana dirinya tidak terserap oleh lubang hitam itu.
Zeno mencoba untuk membekukan kakinya karena tidak ingin diserap oleh lubang hitam, sayangnya Yashimaru sudah berada di depannya sambil mengayunkan palunya ke atas yang membuat Zeno terlempar ke arah lubang tersebut.
Siapa yang berpikir bahwa Yashimaru menganggap dirinya telah menang? dia juga masuk ke dalam lubang hitam yang dia ciptakan karena menurutnya itu bukan tempat penyiksaan, melainkan sebuah portal menuju tempat lainnya.
Zeno yang keluar dari lubang hitam tersebut, dirinya tampak seperti berada di luar angkasa dan akan jatuh di sebuah planet yang tampaknya tidak seperti bumi, namun juga memiliki gravitasi yang cukup tinggi.
Kemudian, karena bergesekan dengan udara di saat jatuh, Zeno melindungi dirinya dengan elemen cahaya. Akan tetapi sayangnya, Yashimaru sudah muncul di depannya sambil mengayunkan palunya kembali.
Akibatnya, Zeno jatuh secara cepat, membentur permukaan planet dengan cukup keras, bahkan permukaan tanah di atas planet tersebut terbentuk sebuah kawah dengan Zeno yang berada di tengahnya.
__ADS_1
Tidak ingin mati dengan begitu cepat, Zeno langsung berdiri sambil pergi menjauh, karena Yashimaru juga akan mendarat di dekatnya. Dan saat Yashimaru sudah mendarat, dengan begitu cepat Zeno langsung bergerak secepat kilat kembali ke arah Yashimaru.
Kali ini, mereka bertarung di tempat yang tidak ada kehidupan sama sekali, yang ada hanyalah mereka berdua yang bertarung dengan cukup keras, sehingga membuat permukaan tanah di planet tersebut hancur karena kuatnya elemen dan kekuatan mereka masing-masing.
“Menyerahlah!” teriak Yashimaru yang terus menerus memainkan palunya.
“Tidak akan sampai aku membunuhmua.’ Kata Zeno dengan begitu tegas sambil terus menerus memainkan pedangnya mengikuti kemana alunan palu milik Yashimaru.
Tidak ada yang menyerah, Zeno berteriak dengan keras sambil mengayunkan pedangnya, sehingga energi cahaya muncul dengan sangat kuat yang membuat Yashimaru terjatuh di atas permukaan tanah dengan terciptanya sebuah kawah yang besar. Kini, mata Zeno yang sebelumnya merah, berubah menjadi bercahaya sepenuhnya dan langsung melayang untuk mengubur Yashimaru yang berada di tengah-tengah kawah.
Seperti, dia menciptakan tanah-tanah raksasa untuk mengubur Yashimaru yang mencoba untuk berdiri agar tidak bisa bergerak lagi. Kemudian, bekas kawah yang kini kembali rata, Zeno bekukan dengan elemental es secara merata.
Dengan penuh kuat, es yang melindungi bekas kawah itu menjadi retak, Yashimaru keluar dari tanah sambil mengeluarkan sebuah ledakan elemen kegelapan serta elemen api secara bersamaan.
“Elemental blast, ledakan gamma!” teriakan Zeno yang diikuti oleh sinar cahaya yang keluar dari tangannya mengarah ke arah Yahsimaru yang sebelumnya dia niatkan untuk menembak Yashimaru yang telah terkubur hidup-hidup
Akibatnya, sebuah ledakan cahaya benar-benar muncul membentur elemen kegelapan milik Yashimaru. Memang, elemen Yashimaru miliknya kalah, sehingga dengan menciptakan sebuah perisai kegelapan, sambil bergerak cepat untuk menghindari ledakan cahaya milik Zeno.
__ADS_1
“Bumm!” Sebuah kilatan muncul di sebuah planet, bahkan bisa diperhatikan di planet lain bahwa kilatan cahaya membelah sebuah planet hingga hancur, memberikan sebuah suara yang begitu keras sehingga membuat Zeno dan Yashimaru merasakan sakit telinga.
Yashimaru melihat ke bawah dan memperhatikan bahwa inti dari planet tersebut bereaksi yang akan menjadikan planet tersebut akan benar meledak karena terkena ledakan cahaya yang begitu mengerikan oleh Zeno.
Melihat Yashimaru yang masih hidup, Zeno langsung menarik tanduknya dan melemparkannya secepat cahaya menuju luar angkasa. Bersamaan dengan itu, inti planet tersebut benar-benar meledak yang membuat keduanya terlempar ke arah luar angkasa.
Zeno sendiri merasakan rasa sakit yang amat luar biasa meskipun masih menggunakan perisai tempurung milik Skarlos. Tubuhnya juga mengalami sensasi terbakar karena ledakan planet yang membuatnya merasa sangat gila, bahkan dia juga tidak tahu bahwa elemental cahayanya tadi cukup bisa menghancurkan sebuah planet. Padahal, dirinya hanya berniat untuk meledakkan Yashimaru saja, tetapi siapa yang menyangka bahwa tembakan cahayanya menembus sisi planet yang lain.
Yashimaru benar-benar marah, tubuhnya juga sedikit melepuh dan menghitam karena ledakan yang dia rasakan dalam hidupnya. Melihat Zeno yang terombang-ambing di luar angkasa dan terbaring tak berdaya, Yashimaru langsung bergerak cepat untuk membunuh dan mengambil elemental milik Zeno.
Siapa yang menyangka, Zeno membuka matanya dengan napas terengah-engah, meskipun di sini tidak udara sekalipun, tampaknya dia masih bisa bernapas dengan normal. Apalagi setelah mendengar suara Yashimaru dan baunya yang semakin mendekat, Zeno melapisi tubuhnya dengan kubah cahaya yang perlahan membesar dan langsung meledak dengan suara yang cukup nyaring.
Akibatnya, Yashimaru kembali terlempar sejauh ribuan juta kilometer hingga dia kembali membentur planet lain. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Zeno langsung mengejarnya dan memperhatikan bahwa Yashimaru masih mencoba untuk berdiri meskipun tubuhnya terluka parah dengan senyuman senangnya.
Tidak ingin memberi Yashimaru kesempatan, Zeno langsung mendarat di hadapan Yashimaru. Namun, melihat Zeno yang datang, Yashimaru langsung mengayunkan palunya ke depan.
Menyadari adanya sebuah krisis yang begitu cepat, Zeno mengangkat pedangnya, sayangnya elemental api milik Yashimaru yang berwarna hitam membakar palu tersebut dengan sangat membara, membuat Ice Sword milik Zeno seakan meleleh karena saking panasnya. Bahkan, Zeno sendiri juga bisa merasakan panas palu milik Yashimaru yang tidak pernah dia rasakan dalam hidupnya.
__ADS_1
“Sialan! Aku akan membunuhmu!” Kata Yashimaru dengan amarah yang begitu besar sembari memukulkan palunya secara terus menerus. Tidak hanya itu saja, tanah di planet ini yang sebelumnya berwarna coklat, tiba-tiba memerah dengan mengeluarkan asap yang cukup tebal, energi panas juga Zeno rasakan yang membuat Zeno sedikit kesulitan.
Meskipun begitu, Zeno benar-benar tidak habis pikir. Tanah yang terbakar dan hampir melepuhkan kakinya, seketika membeku dengan area yang begitu luas di antara mereka yang unjuk gigi dengan senjata mereka masing-masing.