Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Seven deadly sins


__ADS_3

Seketika tiba-tiba langit menjadi begitu gelap bagaikan malam yang diselimuti kegelapan. Pertarungan tiba-tiba terhenti karena mereka semua merasakan aura yang begitu besar, tidak terkecuali Zeno yang menahan diri untuk tidak terlempar saat terkena energi yang begitu kuat dari arah utara.


Zeno kembali memantulkan energi kegelapan itu menggunakan energi kehidupannya, begitupun dengan Viona. Sedangkan para dewa kaisar, mereka harus terlempar karena tidak tahan dengan energi kuat itu. Bahkan, mereka langsung menarik roh mereka masing-masing agar tidak terjadi hal yang tidak-tidak.


“Tuan!” Viona menunjuk ke arah langit bagian utara yang mana itu merupakan tempat istana Nirwana berada. Bukan itu yang Viona maksud, melainkan sebuah lubang hitam muncul dengan sangat besar di bagian utara, mungkin berada di depan istaan Nirwana denan letak yang sangat jauh.


Kemudian, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu iblis dengan tampang yang begitu mengerikan keluar dari lubang hitam tersebut. Mengangkat senjata mereka dengan penuh semangat, bahkan teriakan itu menggelear di seluruh penjuru alam dewa.


Semua keluarga kerajaan Fang memilih untuk masuk ke dalam istana kekaisaran karena tampaknya ras iblis melakukan sebuah penyerangan di alam Nirwana, begitupun dengan desa Neo Mazzarri yang mana bulu kuduk mereka semua benar-benar langsung berdiri karena melihat sebuah serangan dadakan dari ras iblis.


Mungkin tidak hanya dua tempat itu, semua desa, semua kerajaan, semua orang memilih untuk masuk ke dalam rumah sambil mengharapkan bahwa alam dewa baik-baik saja. Masalahnya, lebih dari satu abad ini tidak ada peperangan besar, tetapi mengapa peperangan itu muncul lagi? Apalagi peperangan ini secara dadakan.


Di istana Nirwana, satu juta prajurit juga berbaris rapi mengangkat senjata mereka. Di depan para prajurit, ada berbagai para dewa yang berkumpul, seperti dewa kematian Asura yang berdiri di belakang Turse yang sedang memegang busur panah. Serta 7 pilar yang berdiri tegak dengan menatap sinis mereka semua.


Dua pasukan memiliki elemental yang beragam, tidak menutup kemungkinan bahwa pasukan iblis memiliki elemental cahaya, air, atau berhubungan dengan hal yang baik. Begitupun sebaliknya, di pasukan dewa, tidak menutup kemungkinan juga memiliki elemental kegelapan dan api.


Hal tersebut menurut mereka adalah hal yang wajar, elemental bukanlah unsur yang jahat atau baik, itu semua adalah unsur alam yang bergerak bebas dengan sendirinya. Namun, yang mengendalikannya adalah elementalist dari manusia ataupun dewa, sehingga itu semua juga kembali kepada sang pengguna.

__ADS_1


Di depan para pasukan iblis, berdiri pula sosok 7 iblis utama yang memiliki kekuatan setara dengan 7 pilar. Dengan masing-masing yang berada dalam ranah iblis abadi tingkat kesembilan. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan penguasa sesuai elemental yang mereka miliki.


Sosok iblis, Pride dan Greed, iblis pria yang memiliki wajah yang datar seolah memiliki sifat yang begitu tinggi hati, namun hanya Pride yang tampak lebih meyakinkan bahwa dia memiliki sifat kesombongan yang begitu tinggi. Sedangkan Greed terlihat seperti iblis yang haus darah.


Envy, dia iblis wanita yang terlihat begitu murung, iri hati dengan kekecewaan yang begitu besar karena menjadi sosok iblis yang gagal untuk mengundang para kaisar dewa. Meskipun Yashimaru tidak mempermasalahnnya, nyatanya Envy terlihat iri dengan keberhasilan para 7 dosa besar lainnya. Di samping Envy, terdapat Wrath dengan kuku yang panjang serta berpenampilan seperti iblis lainnya, wajahnya juga terlihat penuh amarah.


Lust, sosok iblis wanita pula yang memilik wajah yang begitu cantik, munkin wajahnya dipenuhi oleh nafsu saat memperhatikan para dewa yang memiliki tubuh gagah. Tidak hanya itu saja, meskipun dirinya wanita, dirinya juga terlihat begitu bernafsu saat melihat wanita cantik seperti Leght dan juga Turse.


Sosok iblis gemuk, tidak lain merupakan Gluttony, dengan di sampingnya terdapat Sloth yang berdiri dengan malas seolah tidak ingin ikut dalam peperangan ini.


Sehingga, setiap 7 dosa besar berdiri di depan 7 pilar yang memiliki elemental yang setara agar bisa bertarung dengan netral pula. Masalahnya, apabila seorang penguasa berterung dengan penguasa, sebagai misal penguasa elemen air bertarung dengan penguasa elemen air, maka elemen air akan menjadi netral dan tidak berpihak, itulah mengapa Zeno begitu kesulitan untuk menghadapi para kaisar dewa.


“Dimana tuanmu itu? Apakah dia takut untuk berhadapan dengan kami?” Tanya Leght dengan keras agar suaranya terdengar oleh para iblis.


“Seharusnya aku yang bertanya, dimana tuan kalian sang penguasa 5 elemental? Apakah dia takut karena memiliki peringkat yang rendah sehingga tidak ikut dalam medan pertarungan?” Tanya Pride sambil menaikkan kepalanya.


“Serang mereka, bunuh mereka semua jangan biarkan ada yang lari!” Teriak Leght mengangkat tangannya tinggi-tinggi, sehingga mengakibatkan gemuruh semangat para dewa keluar dan mengangkat tangannya.

__ADS_1


Kemudian di susul oleh 7 pilar yang berlari kedepan, diikuti oleh satu juta dewa lebih yang akan mengalami pertarungan.


Wrath, sang iblis amarah langsung berteriak dengan sangat keras, kemudian dia juga berlari diikuti olh para 7 dsoa besar lainnya dan para iblis lainnya.


Sehingga, peperangan antara ras iblis dan ras dewa terjadi lagi setelah satu abad terakhir. Mereka bertarung menggunakan elemen mereka masing-masing, senjata mereka masing-masing untuk membunuh satu sama lain.


Cahaya, kegelapan, air dan unsur elemen lainnya berbenturan bagaikan badai elemen yang membuat pertarungan ini benar-benar mengerikan.


“Kau benar-benar cantik, bisakah kita bertukar tubuh?” Ucap Envy sambil bertarung secara fisik dengan Leght.


Mungkin para iblis dan dewa yang melihatnya, hanya ada sebuah cahaya yang saling berbenturan dan berpindah tempat. Namun, itu sebenarnya adalah Envy dan Leght yang bertarung satu lawan satu tanpa senjata menggunkan kecepatan cahaya. Meskipun begitu, apa yang mereka rasakan seperti bertarung biasa, bahkan mereka juga sempat berbicara ketika bertarung.


“Iri hati hanya akan membuatmu rendah. Aku akan membunuhmu sehingga kau tidak akan merasa iri lagi.” Kata Leght sambil mengeluarkan sebuah elemen cahaya di tangannya dan langsung dilemparkan ke arah Envy.


Envy terlempar, namun dia segara berguling secara vertikal dan langsung berdiri untuk kembali melesat ke aah Leght untuk melanjutkan pertarungan mereka.


Hal itu tidak jauh berbeda dengan para pilar dan dosa besar lainnya, mereka bertarung di luar nalar dengan kekuatan yang begitu imbang. Bahkan, Gluttony berhasil mengimbangi Drake, padahal jika dicerna secara nalar, Gluttony tidak akan sanggup melawan Drake karena tubuhnya yang gemuk. Namun, setiap Drake menyerangnya menggunakan elemental kegelapan, tubuh Gluttony begitu keras.

__ADS_1


__ADS_2