Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Sebuah ingatan


__ADS_3

Suasana hatinya yang sepi, seketika sebuah ingatan muncul di pikirannya, dia masih duduk termenung dan tidak ingin kembali ke Turse karena ingin membaca ingatan tersebut.


Bagaimana tidak dia menjadi sedih berat? Orang tuanya muncul di hadapannya, namun seolah seperti ingin menemui Zeno kedua dan bukan dirinya. Dirinya benar-benar menjadi kecewa karena apa yang dia harapkan adalah memeluk orang tuanya kembali yang sudah lama meninggal.


Namun, takdir berkata lain, justru orang tuanya lah yang memeluk jiwa murni Zeno. Sehingga membuat jiwa Zeno asli seperti dilupakan.


.....


“Hampir dua belas tahun aku akan meninggal, tubuhku juga benar-benar rapuh karena kutukan itu.” Dewi Luna melihat jarinya bagaikan sebuah kayu lapuk yang dapat dihancurkan kapan saja. “Kita harus mengganti god of gods setelah kematian diriku.” Sambungnya.


“Itu tidak bisa jika bukan dari darah daging Anda. Anda harus memiliki anak terlebih dahulu agar dia bisa berada dalam ranah god of gods dan menduduki tahta dewa.” Kata Viona, sang dewi kehidupan yang berdiri di sebelah Asura, dewa kematian. Mereka berdua benar-benar bersedih melihat wujud dewi Luna setelah menerima kutukan. Selain itu, dia juga benar-benar tidak rela ketika waktunya dengan dewi Luna hanyalah dua belas tahun saja.


Dewi Luna mengangguk, “Kau benar, Viona.” Kemudian, dia mengiris tangannya untuk mengambil darah dagingnya itu, meletakkan di atas telapak tangannya dan mengangkat tangan kirinya.


Seketika cahaya bintang bersinar terang, memberikan setitik cahaya yang mengarah ke tangan kiri dewi Luna yang di angkat tinggi, kemudian pusaran angin juga muncul di tambah air disertai petir yang menyambar bagaikan badai di atas tangan dewi Luna, tanah yang mereka pijak juga perlahan naik ke atas, mengikuti pusaran angin dan air tersebut.


Kemudian, dewi Luna mengarahkan kelima elemen pada secuil dagingnya yang tengah basah dengan darah. Sehingga, energi yang besar muncul membuat dewi kehidupan dan kematian menutup wajah mereka dengan lengan.


Dan hasilnya, setelah kelima elemen itu menghilang, sesosok bayi menggemaskan tanpa sehelai pakaian pun seolah baru lahir tampak begitu tenang sambil bermain dengan jarinya. Dewi luna mencoba untuk memeluk erat dan mencium kening bayi tersebut.

__ADS_1


Dewi kehidupan tertarik, kemudian dia mendekat sambil tersenyum ke arah bayi tersebut, dia juga membelai pipi bayi tersebut yang begitu menggemaskan.


“Benar-benar menggemaskan.” Dewa Asura juga mendekat di samping dewi Viona, dia benar-benar senang apabila bertemu bayi seperti ini, “Akan tetapi yang mulia, bayi ini masih berwujud jiwa atau roh meskipun tercipta dari daging Anda. Sehingga, dia tidak akan bisa duduk di tahta dewa.” Dewa kematian menjelaskan.


“Kau benar. Menciptakan jiwa ini akan memotong waktu hidupku sebanyak satu tahun, dan aku akan merawatnya terlebih dahulu selama satu tahun, setelah itu aku akan meletakkannya di dalam janin manusia. Dia akan tumbuh besar, melewati lika-liku sebagai manusia sebagai makhluk kecil, sehingga ketika dia menjadi dewa, dia tidak akan sombong dan tidak akan menganggap rendah para manusia.” Kata dewi Luna dengan tubuhnya yang bergerak seolah mengayunkan perlahan bayi tersebut.


Selama satu tahun, dewi Luna merawatnya dengan penuh kasih sayang, bahkan dia juga memberikan asi yang seharunya tidak akan keluar apabila tidak melahirkan terlebih dahulu. Tetapi nyatanya, roh bayi tersebut tetap hidup. Para pilar lainnya juga cukup senang dan benar-benar merasa gemas dengan bayi yang tampaknya begitu lucu.


Apalagi Leght yang terus menerus menunjukkan wajahnya di depan bayi, meskipun bayi tersebut masih berumur satu tahun.


Sehingga, tepat pada waktunya, dewi Luna turun ke bumi, menuju alam manusia, menghampiri sebuah kerajaan yang tampaknya sedang mengalami masalah besar, yaitu pencurian istri kaisar yang tengah mengalami masa hamil tua.


Sebelum memasukkannya, Arina sempat mencium anaknya yang tak mengerti apa-apa, dia juga menangis dan terus-menerus memeluk anaknya seolah tidak ingin berpisah. “Kau akan lahir kembali ya sayang dengan wujudmu sebagai anak manusia terlebih dahulu, ibu akan menunggumu ketika kau besar.” Ucapnya sambil mengusap matanya dan memasukkan jiwa bayi tersebut ke arah kandungan Arina.


“Meskipun bayi tersebut memiliki dua jiwa, yaitu jiwa murni dan dan jiwa anakku, suatu saat mungkin jiwa anakku akan menggantikan posisi jiwa murni. Tetapi tetap tidak akan menghilangkan ingatan dari jiwa murni bayi tersebut.” Kata dewi Luna yang kemudian berubah menjadi serpihan cahaya dan masuk ke dalam mimpi Arina yang tampaknya sedang tertidur.


“Arina.” Panggil dewi Luna yang berdiri, di depan sosok Arina yang merupakan mimpinya.


Merasakan aura seorang dewi, Arina langsung ingin bertekuk lutut dengan mudah, karena di alam mimpi ini Arina tidak lagi dalam kondisi hamil.

__ADS_1


“Meskipun kau akan mengalami lika-liku kehidupan yang buruk nanti, tetapi anakmu akan menjadi sosok yang hebat. Jadi aku harap kau merawatnya dengan penuh kasih sayang. Selain itu, aku mohon kepadamu untuk memberikan nama 'Zeno'.” Kata dewi Luna kepada Arina.


Seketika Arina terbangun dari mimpinya, kondisi juga benar-benar sudah pagi, tetapi dia merasakan ada yang bergejolak di dalam perutnya yang menandakan bahwa dia akan mengalami kelahiran.


....


Zeno kini melamun, melalui ingatan tersebut, dia benar-benar baru mengerti cerita aslinya. Mengapa dia dengan sengaja di tunjuk menjadi pengganti dewi Luna, karena dirinya adalah anak yang diciptakan secara langsung. Karena, tahta dewa hanya bisa di duduki oleh anak dewi Luna saja. Sehingga bisa di bilang, tubuh Zeno dan Zeno kedua hanyalah alat untuk Zeno asli yang digunakan menuju tahta dewa.


Itulah mengapa dia baru mengerti mengapa yashimaru menyebutnya anak dewi Luna.


Dimensi tiba-tiba berubah menjadi tempat yang biasa dia bertemu dengan dewi Luna, dan yang benar saja, Zeno melihat sosok dewi Luna yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum ke arah Zeno.


Tiba-tiba Zeno tergerak hatinya, dia langsung berdiri dan berjalan ke arah Dewi Luna dan langsung memukul perut dewi Luna dengan cukup keras. Namun, setelah dewi Luna menerima hal itu sambil menahan rasa sakit, Zeno langsung memeluknya dengan begitu erat seolah dia digerakkan oleh pikirannya.


“Kenapa kau membohongiku? Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya semenjak dulu bahwa aku adalah anakmu?” Tanya Zeno yang tiba-tiba menangis di atas pundak dewi Luna.


“Tak apa, aku benar-benar cukup bangga kepadamu. Kau merupakan anakku yang cukup hebat. Tak perlu menangis, apakah sosok dewa dari segala dewa menjadi cengeng seperti ini?” Tanya dewi Luna yang membalas pelukan Zeno. “Terima Kasih telah membantu ibunda dengan sempurna, membunuh Yashimaru dan menggantikan ibu di tahta dewa sebagai dewa dari segala dewa.” Sambungnya.


“Tetapi kau menggunakan tubuh Zeno dan jiwa murninya sebagai alat agar aku bisa seperti yang kau mau.” Kata Zeno yang terus memeluk dengan erat dewi Luna, sehingga dewi Luna sendiri seperti tercekik.

__ADS_1


__ADS_2