Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Sebuah ramalan


__ADS_3

Mendengar hal tersebut, kepala desa itu langsung berdiri dan membungkukkan badannya di hadapan Zeno dengan merasa bersalah, “Maafkan aku tuan. Aku benar-benar berburuk sangka dan memandang Anda tidak memiliki peringkat. Ternyata Anda lah yang menyelamatkan putriku. Aku benar-benar meminta maaf dan mengucapkan terimakasih.”


Zeno memikirkan sesuatu, tampaknya apa yang dia pikirkan benar bahwa peringkatnya tersembunyi dan hanya dirinya sendiri yang tahu. Hal tersebut diperkuat saat kepala desa itu mengira bahwa dirinya tidak memiliki peringkat seperti apa yang dikira Azure jauh-jauh hari. Namun, Zeno tidak marah dengan ungkapan kepala desa, lagipula kepala desa tersebut juga meminta maaf tanpa Zeno memberitahu bahwa peringkatnya tersembunyi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepala desa memang merasa bersalah.


“Kepala desa, memangnya kenapa kalian tidak berpindah? Bukankah justru akan lebih aman.” Zeno mengalihkan topik pembicaraan.


Kepala desa menghela napas sebelum dia melanjutkan ucapannya, “Ini terjadi karena sebuah ramalan yang terucap ratusan tahun yang lalu dari sebuah raja terakhir sebelum kerajaan ini runtuh karena sebuah peperangan. Yang mana, bekas kerajaan ini akan menjadi kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang penguasa, kerajaan tersebut akan menjadi sangat makmur. Dan raja tersebut merupakan sebaik-baiknya pemimpin.”


“Keturunan raja yang masih hidup, yang selamat dari peperangan akhirnya memutuskan untuk membangun kembali kehidupan di atas bekas kerajaan. Walaupun pada akhirnya mereka juga kesulitan untuk menghadapi beberapa binatang buas dari hutan baru yang memang dengan sengaja diciptakan oleh pihak yang menghancurkan kerajaan ini.”


Kepala desa itu juga menjelaskan, bahwa seiring berjalannya waktu, banyak orang-orang yang pergi karena ramalan itu sama sekali belum pernah terjadi. Orang yang pergi itu menganggap bahwa ramalan raja terakhir itu hanyalah omong kosong semata.


Namun, tidak sedikit orang yang bertahan di tempat yang mengerikan seperti ini. Walaupun sebagai gantinya mereka harus berhadapan dengan beberapa elemental beast yang sangat merepotkan yang dapat merusak pencaharian mereka memakan ternak atau merusak ladang.


Beberapa dari kepala desa sebelumnya juga berusaha membangun kembali kehidupan di sini agar lebih layak. Tetapi nyatanya, musuh terbesar mereka adalah elemental beast yang mana sulit sekali untuk mendirikan sebuah kerajaan yang sangat kecil, setidaknya agar ramalan itu benar-benar terjadi dia harus membuatnya sedikit demi sedikit dan tinggal menunggu sebaik-baiknya pemimpin itu.


Beberapa ratus kemudian, pada akhirnya tidak ada perkembangan sama sekali yang membuat banyaknya penduduk putus asa. Bahkan keluarga kepala desa ini juga banyak yang meninggalkan tempat ini karena menganggap bahwa ramalan tersebut hanyalah omong kosong. Sehingga mereka memilih untuk pergi dan hidup dengan layak.

__ADS_1


“Kedua paman Zera juga pergi meninggalkan kami, mereka beranggapan bahwa kami dan orang-orang yang tinggal di sini merupakan orang yang bodoh yang mempercayai sebuah ramalan.” Kata ayah Zera.


“Seorang pemimpin yang memiliki kekuatan penguasa akan datang dan membangun kembali kerajaan ini?” Azure berpikir sejenak, mendengar kata kekuatan penguasa, dia tiba-tiba menoleh ke arah Zeno sambil mengangkat ujung bibirnya. Siapa yang menyangka, ternyata membawa Zeno menuju ke sini sama saja memenuhi ramalan raja terakhir. Benar-benar, Azure tidak salah membawa Zeno ke desa ini.


“Apa?” Zeno menatap sinis Azure, “Penguasa itu banyak, siapa yang tahu bahwa para pilar itu menuju ke sini dan membangun kerajaan ini kembali. Kau benar-benar besar rasa sekali.” Bisik Zeno kepada Azure, masalahnya dia tidak ingin ucapannya barusan didengar oleh Zera ataupun ayahnya.


“Lagipula aku tidak ingin berlama-lama di sini. Aku juga perlu mencari Turse.”


“Bukankah tuan mengatakan bahwa Anda berharap bertemu secara tidak sengaja?” Azure menyangkal apa yang dibisikkan  oleh Zeno.


Ayah Zera dan Zera sendiri menggarukkan kepalanya kebingungan saat melihat Azure dan Zeen saling berbisik satu sama lain seolah membahas sesuatu dengan merahasiakan itu kepada dirinya, “Tuan, apa ada masalah? Aku benar-benar meminta maaf apabila tidak ada jamuan di sini. Di desa ini benar-benar mahal pangan.”


Tetapi masalahnya, dia tidak tahu sampai kapan sebaik-baiknya pemimpin itu datang, apakah dirinya masih sempat hidup atau tidak saat pemimpin itu datang. Sehingga, pergi dari desa itu adalah pilihan yang tepat. Asalkan, apabila ramalan itu benar-benar terjadi, dia tidak akan kembali bagaikan seorang pengecut.


Sayangnya, dirinya hanyalah seorang pendatang yang tidak tahu apa-apa. Walaupun dirinya seorang penguasa sekalipun, dia tidak merasa besar rasa bahwa dirinya adalah seorang pemimpin dalam ramalan. Lagipula, seorang penguasa elemental dari dunia ini begitu banyak dan tidak hanya dirinya.


“Braaak!” 

__ADS_1


Seketika seseorang yang memiliki umur sama dengan Zeno, namun berada di peringkat yang jauh dibawahnya, yaitu prajurit dewa tahap ketiga muncul sambil membanting pintu hingga membentur sebuah dinding.


Hal tersebut membuat semua orang yang ada di dalamnya menoleh ke arah pintu tersebut karena ingin tahu siapa yang datang.


Siapa yang menyangka, orang tersebut benar-benar datang secara tidak sopan dengan nada suara yang begitu tinggi sehingga membuat Zeno merasa terganggu.


“Pria tua Onard! Serahkan semua uangmu, aku akan pergi dari si ....” Tatapan orang tersebut seketika berubah saat melihat Zera yang begitu ketakutan.


“Kenapa kau masih hidup?” Pria tersebut menggertakkan giginya saat melihat Zera masih hidup. Padahal, senja tadi dirinya membawa Zera menuju ke sebuah hutan yang sangat berbahaya yang tidak hanya dipenuhi hewan buas biasa, melainkan juga elemental beast.


Merasa terganggu, Zeno dan Azure akhirnya berdiri dan mengucapkan, “Kepala desa, aku izin terlebih dahulu. Mungkin aku akan tinggal di desa ini untuk sementara waktu.” Dengan sedikit melakukan salam berpisah, Zeno dan Azure keluar menuju sebuah pintu dengan seseorang yang masih berdiri di tengahnya sehingga Zeno hanya meminta agar pria tersebut membukakan jalannya untuk dirinya.


“Tuan-tuan, tunggu!” Pria tua Onard, yang merupakan seorang kepala desa atau ayah Zera menahan Zeno untuk pergi, “Ivon, bisakah kau menjaga nada suaramu sebentar!”


Ivon tidak menghiraukan apa yang dikatakan kepala desa itu, apa yang dia lakukan adalah menatap Zeno yang tampaknya sama sekali tidak memiliki peringkat. Namun, karena ada sosok Azure yang ada di belakang Zeno memiliki peringkat yang lebih tinggi dari Ivon sendiri, Ivon hanya menelan ludah dan membukakan jalan untuk Ivon.


“Kau merupakan seorang baj*ngan Ivon. Aku tidak akan memaafkanmu karena telah membuang putriku di hutan tersebut. Kemudian kau juga mengganggu para tamu istimewaku yang menyelamatkan hidup Zera.”

__ADS_1


Ivon mengerti, dia sekarang mengerti mengapa Zera bisa hidup seperti itu. Tampaknya ada seseorang yang ikut campur sehingga membuat dirinya benar-benar sangat jengkel. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah menoleh ke belakang dan berteriak kepada Zeno atau Azure, “Sebaiknya kalian pergi saja dari desa ini. Ini tidak ada hubungannya dengan kalian para pengganggu!”


__ADS_2