Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Terlalu berlebihan


__ADS_3

Sebuah aba-aba diberikan oleh salah seorang prajurit yang menjadi penengah, menandakan bahwa pertarungan sudah mulai berlangsung. Tetapi, di antara keduanya, belum ada yang bergerak sama sekali.


Zeno begitu santai dan menunggu Rosy bergerak, sedangkan Rosy juga melakukan hal yang sama, yang mana dia masih meremehkan Zeno dan menunggu Zeno untuk bergerak terlebih dahulu untuk mengeluarkan kemampuan bertarung menggunakan fisik. Meskipun, dia sama sekali belum mengetahui, bagaimana bertarung menggunakan fisik itu.


“Ayo majulah, aku akan memberimu kesempatan untuk menyerangku terlebih dahulu.” Ucap Rosy sambil memberikan isyarat dari tangannya untuk segera menyerang dirinya.


“Heee?” Zeno yang mendengarkan itu, alih-alih langsung maju dan menyerang Rosy, justru dia duduk bersila sambil menyandarkan kepalanya menggunakan kepalan tangannya seolah sedang meremehkan Rosy.


Tentu saja, pemandangan itu membuat para penonton merasa bahwa Rosy dipermainkan. Tidak banyak juga yang mencela Zeno dan menganggap bahwa Zeno memang penakut dan bertindak tidak berani seolah pasrah. Berbeda dengan raja, dia justru menelan ludah secara kasar saat melihat Zeno justru hanya diam saja.


Rosy menggertakkan giginya saat dia merasa dipermainkan. Merasa geram, dia langsung berjalan dan kemudian berlari ke arah Zeno sambil mengeluarkan aliran air dari tangannya yang berwarna biru, namun sedikit memancarkan warna ungu.


Dan saat lebih dekat ke arah Zeno, Rosy melemparkan aliran itu dengan begitu deras. Dia sudah percaya diri bahwa Zeno pasti akan hancur di saat terkena aliran deras itu. Mengingat, bahwa Zeno terlihat pasrah dan seolah takut.


Panik? Tentu saja tidak, Zeno sama sekali tidak berpindah tempat untuk menghindari serangan itu. Dia bahkan tidak mengeluarkan elemen balasan untuk menghadapi aliran air milik Rosy. Justru, apa yang dia lakukan adalah mengulurkan tangannya tepat titik tengah aliran air yang melesat deras ke arahnya.


Dan yang benar saja, aliran air itu berhenti begitu saja tanpa melukai Zeno. Tatapan yang tenang, sambil mengangkat ujung bibirnya melirik di belakang aliran, memperhatikan Rosy yang wajahnya begitu terkejut saat serangannya bisa ditahan dengan begitu mudah.

__ADS_1


“Bagaimana bisa?” Rosy melompat mundur saat aliran air yang dia keluarkan ditahan oleh Zeno. Namun, dia tidak ingin menyerah, apa yang dia lakukan adalah mengeluarkan semburan air dengan begitu deras dari kedua tangannya. Berharap Zeno tidak bisa menahan lagi serangan tersebut.


Tapi, siapa yang berpikiran bahwa itu tidak akan mempengaruhi Zeno? hanya raja dan El yang percaya. Melihat, aliran yang dikeluarkan milik Rosy, dan ditahan oleh Zeno, berubah menjadi perisai yang mengeluarkan elemen petir dan menyambar semburan air milik Rosy hingga pecah.


Tidak hanya itu saja, petir itu juga kuat, sehingga setelah menghancurkan semburan air sekalipun, petir itu masih muncul dan bergerak untuk menyambar Rosy.


Secara refleks, Rosy terkejut dan langsung melompat ke samping karena dia melihat elemen petir tersebut. Dia seolah tidak percaya, bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki peringkat bisa mengeluarkan sebuah elemen?


“Duarr!” Sambaran petir milik Zeno membentur tanah di dekat Rosy berdiri, menghancurkan sebidang tanah yang membuat Rosy menjadi gemetaran. Namun, dia belum yakin bahwa sosok di depannya adalah Fang Zeno, sehingga apa yang dilakukan adalah mencoba untuk berdiri dan melesat ke arah Zeno yang sedang memejamkan matanya sambil memegang sebuah bola air yang berasal dari aliran milik Rosy tadi.


“Aku bertanya, bagaimana bisa seseorang yang tidak memiliki peringkat bisa mengeluarkan elemen?” Zeno membuka matanya dan berdiri, melihat beberapa tebasan air yang berbentuk bulan sabit mengarah ke arah dirinya. Tidak hanya itu saja, Zeno juga memperhatikan ke atas yang mana terdapat sebuah hujan jarum yang mana itu akan menusuk-nusuk dirinya.


“Seharusnya jika kau menyadari aku memiliki elemental, maka kau berhenti untuk bertarung.” Zeno memandang ke atas, memperhatikan semua jarum air yang tampaknya diciptakan oleh Rosy berhenti bergerak di udara seolah melayang. Begitupun tebasan air berbentuk bulan sabit di depannya, padahal bisa di bilang hanya kurang satu jengkal itu menyayat Zeno, tapi sayangnya tebasan itu berhenti seolah tidak ingin menyerang Zeno.


Zeno menggenggam salah satu tangannya, secara perlahan mengakibatkan bola air yang semenjak tadi dia pegang berubah menjadi air biasa yang jatuh membasahi tangan Zeno dan tentunya mengalir menuju permukaan tanah pula. Bersamaan dengan itu, seluruh jarum air yang hendak menusuk Zeno, juga berubah menjadi air biasa dan membuat menjadi sebuah percikan hujan. Begitupun dengan semua tebasa berbentuk bulan sabit, semuanya hanya menjadi genangan di atas permukaan tanah.


Seluruh orang yang memperhatikan, semua orang yang ada di arena pertarungan hanya terdiam seribu bahasa, termasuk Rosy sekalipun. Bagaimana bisa? Itulah yang mereka pikirkan, memperhatikan seolah semua serangan air menolak untuk menyerang Zeno.

__ADS_1


“Kemampuan sang penguasa?” Raja menyadari itu semua, kemampuan untuk mengendalikan elemen milik musuh merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan kecuali memiliki kemampuan menguasai elemental. Dan yang bisa melakukan semuanya itu, biasanya seseorang yang benar-benar dewa dan memiliki peringkat kaisar dewa atau di atasnya, itupun tidak semuanya.


“Apa ayah bilang?” El yang mendengar itu langsung terkejut, dia sekarang baru menyadari mengapa semua serangan milik kakaknya menolak untuk menyerang Zeno. Tampaknya, Zeno sendirilah yang mengendalikannya.


“Hoi kakak!” Teriak El dengan begitu keras, “Aku sarankan kau menyerah saja! Dia benar-benar Fang Zeno. Selain itu, dia memiliki apa yang tidak kau miliki!” Teriak El dengan tersenyum aneh.


“Masa bodo! Jika kau benar-benar keluarga Fang, seharusnya kau memiliki kemampuan ini!” Rosy menarik sebilah pedang dari selongsong yang semenjak tadi dia bawa, kemudian dengan napas terengah-engah, dia mengeluarkan sebuah teknik, teknik yang merupakan andalan keluarga Fang.


“Tarian naga tahap ketiga!”


Seketika ujung pedangnya mengeluarkan sebuah kepala naga, yang diikuti oleh tubuhnya di belakangnya. Kemudian, dia berteriak sambil berlari ke arah Zeno sambil memainkan pedangnya.


“Sudah kuduga.” Apa yang Zeno lakukan? Tentu saja dia menarik Ice Sword yang ada di punggungnya, menariknya dengan begitu cepat dengan tatapan tajam, namun mengangkat ujung bibirnya.


“Tarian naga tahap ke satu? Dua? Tiga?” Zeno mengatakan tekniknya dengan cukup keras, sehingga semua orang bisa mendengarnya. Dan, Zeno yang belum melanjutkan ucapannya, Ice sword yang dia pegang mengeluarkan naga yang memenuhi aula pertempuran ini. Bahkan Rosy dan para prajurit sempat kaget dan langsung berusaha untuk bersiaga. “Tentu saja tidak, ini tahap terakhir!”


Rosy tak berkata lagi, lehernya seolah tercekik membuatnya tidak bisa bicara lagi. Kakinya mendadak menjadi lumpuh dengan naga air yang muncul di pedangnya menghilang karena kalah dengan aura naga air milik Zeno. Tentu saja, dia menjadi percaya sekarang bahwa di hadapannya adalah Fang Zeno.

__ADS_1


__ADS_2