
Namun, seketika tanah yang Zeno pijak meledak meskipun telah membeku, mengeluarkan semburan Lava yang cukup besar dengan Zeno yang terlempar ke atas. Jika saja, Zeno tidak langsung membekukan diri, bisa dibilang Zeno akan hangus di lahap oleh Lava yang keluar dari tanah.
Yashimaru langsung meloncat ke atas, memukulkan palunya ke arah Zeno dengan sangat keras, membuat es yang membekukan Zeno menjadi pecah dengan Zeno yang terlempar dan membentur tanah yang cukup keras.
Kepala Zeno rasanya seperti pecah, bahkan dia kesulitan untuk berdiri untuk menghadapi Yashimaru dengan serangan yang benar-benar agresif. Tetapi, tidak ada kata-kata menyerah dari hatinya, apa yang dia lakukan adalah berdiri sambil mengangkat Ice Swordnya yang sudah hampir hancur sepenuhnya, menyisakan warna merah yang menjadi corak pedang tersebut yang tidak lain merupakan perwujudan dari Flamon.
“Aku adalah sang penguasa lima elemental, aku tidak menyerah begitu saja!” Teriak Zeno dengan cukup keras, sehingga tanah merah yang hampir meleleh seperti batuan magma yang ada di dekatnya bergetar hebat dan naik ke udara dengan cara perlahan. Kemudian, Zeno membuang tangannya ke depan, menembakkan batuan magma itu ke arah Yashimaru yang berlari ke arahnya.
“Jangan bermimpi untuk menjadi sang penguasa. Sampai kapanpun, tidak ada yang bisa menduduki tahta dewa, semua itu akan digantikan dengan tahta iblis!” Teriak Yashimaru dengan begitu keras, bahkan Zeno yang berada di kejauhan saja bisa mendengarnya.
Bersamaan dengan itu, sebuah tangan kegelapan muncul dari tanah, menangkis semua bebatuan magma yang dilemparkan oleh Zeno. Sehingga, apa yang dilemparkan Zeno tampak begitu sia-sia karena mudah ditangkis oleh Yashimaru.
Tak mau menyerah, Zeno bergerak secepat cahaya, meninggalkan jejak cahaya yang membekas di atas tanah seperti sebuah parit. Kemudian, tepat di hadapan Yashimaru, Zeno menggertakkan giginya sambil mengeluarkan pusaran air dari tangannya yang berwarna ungu tua.
Yashimaru yang mendapatkan serangan seperti itu, dia langsung menyadari dengan sigap sambil mengeluarkan tangan berapi dari tangan kirinya, kemudian dia langsung menggapai leher Zeno yang menurutnya begitu lambat meskipun menggunakan kecepatan cahaya. Tidak heran, sebenarnya kecepatan bayangan juga tak kalah cepat, karena pada dasarnya, kegelapan merupakan tak adanya suatu entitas cahaya, sehingga ketika cahaya menghilang, dengan cepat kegelapan juga muncul.
Sensasi terbakar begitu terasa pada leher Zeno, bahkan dia juga merasakan tercekik dengan sangat erat. Tidak hanya itu saja, beberapa detik kemudian, Yashimaru langsung membantingnya di atas permukaan tanah sambil memukulkan palunya secara bersamaan.
__ADS_1
“Braaak!” Suara pukulan palu terdengar begitu nyaring memukul Zeno yang tengkurap di atas tanah. Namun, hal yang mengejutkan, Zeno bisa menahan palu tersebut menggunakan tangan kirinya meskipun rasanya benar-benar panas dan melepuh.
Yashimaru yang menyadari itu, langsung melutut kepala Zeno dengan sangat keras. Tetapi, siapa yang menyangka bahwa kaki Yashimaru tidak bisa bergera karena perlahan-lahan membeku. Kemudian, Zeno yang menjatuhkan Ice Sword, tangan kanan nya langsung menyentuh tanah dan mengeluarkan sebuah kayu tajam dari tanah yang menusuk Yashimaru.
Yashimaru dengan tubuhnya tertusuk kayu di perutnya, yang mana kayu tersebut semakin membesar sehingga membuatnya mengeram kesakitan. Dengan wajah yang begitu marah, kemudian dia sedikit mengangkat palunya yang menimpa dan ditahan oleh tangan kiri Zeno, langsung menjatuhkannya dengan sangat keras.
Meskipun begitu, Zeno memiliki kesempatan yang menurutnya sangat besar ketika palu tersebut terangkat, sehingga dirinya bisa langsung bergerak secepat cahaya dan muncul di depan wajah Yashimaru sambil memegang kedua tanduknya. Tanpa berpikir panjang, Zeno langsung melutut kepala Yashimaru dengan sangat keras.
Sehingga, Yashimaru terlempar ke belakang dengan wajahnya yang terluka. Karena memang, Zeno melututnya dengan kecepatan cahaya. Selain itu, tampak begitu jelas bahwa perut Yashimaru berlubang karena tertusuk sebuah kayu tajam yang diciptakan Zeno tadi.
“Duarr!”
Tiba-tiba, Zeno merasakan sebuah bayangan dirinya yang semakin membesar, penasaran, Zeno langsung melihat ke atas dengan matanya yang langsung terbuka lebar.
“Hujan bara api!” Teriak Yashimaru dari kejauhan.
Tidak hanya satu, dua, atau mungkin puluhan, melainkan ada ribuan bahkan puluhan ribu bola api yang menutupi langit tersebut. Melihat adanya sebuah bahaya, Zeno langsung bergerak secepat cahaya dan menjauh untuk berada di sisi planet yang lain.
__ADS_1
Sayangnya, Yashimaru sudah ada di depannya sambil mencekik lehernya kembali. Membuat Zeno langsung memberontak. Ice Swordnya kemungkinan juga sudah hancur akibat dia tinggalkan saat tertimpa palu Yashimaru, sehingga saat dia bergerak Yashimaru menimpa Ice Sword dengan cukup keras.
“Tunggu, Flamon?” Zeno kembali membuka matanya saat mengingat bahwa Flamon bergabung dengan Ice Sword milik Zeno.
“Duarr!” satu persatu bola api terjatuh bagaikan sebuah hujan. Yashimaru yang mencekik Zeno tertawa begitu keras dengan tubuhnya yang seolah anti dengan api, buktinya dirinya biasa saja saat beberapa kali tertimpa hujan bola api.
“Apa? Dimana dia?” Yashimaru begitu terkejut saat beberapa detik dia menatap ke atas dan tidak memperhatikan genggamannya. Sehingga, genggamannya kini berubah menjadi es yang membentuk wujud Zeno yang kini meleleh karena hujan bola api yang begitu mengerikan.
.....
“Akrhhhh, leherku.” Zeno dengan pundaknya yang di bawa Flamon terbang menjauh, dia benar-benar merasa begitu kesakitan di seluruh tubuhnya. Pasalnya, dirinya tidak pernah bertarung semengerikan ini. Apalagi musuhnya adalah sosok yang mengalahkan dewi terkuat.
Untungnya, Flamon tadi muncul di Ice Sword Zeno yang telah hancur, dia langsung bergerak ke arah Zeno. Kemudian, Zeno yang melihatnya, dia langsung menciptakan sebuah kloningan es dan membuat jurus pembalik, yaitu tubuhnya akan bertukar dengan kloningannya. Itulah mengapa yang digenggam Yashimaru tadi adalah es yang mirip dengan Zeno.
Flamon mendarat di atas tanah, dengan Zeno yang berdiri dengan penuh luka. Meskipun begitu, dia masih tetap berdiri sambil menekuk setiap sendinya karena merasa lelah secara fisik.
“Tuan, sebaiknya kita keluar secara langsung. Sehingga kita bisa menyegelnya dengan begitu mudah, jika Anda benar-benar merasa kesulitan.” Kata Flamon memberikan sebuah saran.
__ADS_1
“Tidak!” Zeno berkata dengan tegas, “Jika kalian menyegelnya, maka kalian akan meninggal dan kembali lahir seratus tahun lagi. Itu membutuhkan waktu yang begitu lama bagiku. Itulah mengapa aku tidak mengizinkan keluar secara langsung, melainkan bergabung dengan tubuhku seperti Skarlos, Kiba dan Azure. Karena jika kalian bertarung secara langsung, besar kemungkinan saat aku terpojok, kalian akan langsung menyegel Yashimaru dengan resiko yang ada.”
Benar-benar, napas Zeno terengah-engah. Memang, dirinya memiliki Orka yang tak terbatas karena bisa menyerap energi alam secara langsung dan melepaskannya secara langsung pula. Tetapi, tubuh fisiknya yang merasa kelelahan.