Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Terdiam


__ADS_3

Suara ricuh kembali terdengar lagi, mereka menjadi menuduh Zeno bahwa lima keping emas itu didapatkan dengan mencuri dari pangeran tanpa mereka ketahui. Bahkan ada beberapa orang yang langsung berdiri, yang mana orang tersebut terlihat begitu kekar hendak berniat memukuli Zeno karena melakukan tindakan kriminal.


Tetapi siapa yang menyangka, orang n yang memprovokasi dan menuduh Zeno mencuri uang milik pangeran, tubuhnya terangkan dan perlahan membeku. Tentunya, itu membuat seluruh orang dan pangeran tersebut menjadi begitu terkejut.


“Ini kan yang kau inginkan?” Kata Zeno dengan suara yang menggelegar, dia juga mengulurkan tangannya ke arah orang yang terangkat dan membeku. “Apa menurutmu seseorang yang tidak memiliki peringkat juga tidak memiliki elemental?” Zeno semakin menggenggam erat tangannya, sehingga mengakibatkan es yang membekukan orang itu semakin erat hingga membuat orang itu semakin tercekik.


Semua orang terdiam seribu bahasa saat melihat seseorang yang mereka hina memiliki elemental, padahal apa yang mereka lihat, Zeno sama sekali tidak memiliki peringkat apa-apa. Tetapi siapa yang menyangka, bahwa Zeno bisa mengeluarkan es jarak jauh yang membuat semua orang terbungkam.


Pangeran merogoh sakunya, berharap apa yang dituduhkan orang-orang tidak benar. Dan benar, semua harta yang dia bawa masih utuh seolah tidak ada yang mencurinya, “Dia tidak mencurinya, aku serius!” Pangeran yang ada di samping Zeno mengakui dan berterus terang bahwa Zeno tidak mencuri sama sekali.


“Kau dengar! Kau dengar!” Ucap Zeno dengan nada tinggi sambil membanting orang itu dari jarak kejauhan, sehingga es yang melapisinya sekalipun pecah hingga menjadi kepingan es yang begitu banyak.


Semua orang menundukkan kepalanya dan merasa bahwa hidup mereka dalam bahaya, begitupun penjaga kasir itu tadi yang perlahan mendadak menjadi lumpuh karena memperlakukan yang tidak-tidak.


Zeno kemudian mengambil makanannya, kemudian dia beranjak ke tempat duduknya dengan wajah yang begitu jengkel. Suasana hatinya begitu rusak dan sama sekali tidak memiliki napsu makan. Meskipun begitu, dia merasa harus tetap mengisi perutnya.


“Bersikaplah seperti biasa, jika suasana hatiku saat masuk ke kedai ini benar-benar buruk, maka aku bisa saja menghancurkan kedai ini.” Ucap Zeno sambil duduk dan menikmati makanannya.

__ADS_1


Semua orang seolah menutup mukanya dan tidak ingin memperhatikan Zeno lagi, sedangkan seseorang yang dia hajar barusan hanya merintih kesakitan tanpa ada yang memperdulikannya. Karena mereka semua tahu, tampaknya mereka sedang berhadapan dengan orang yang salah.


Lagipula, siapa juga orang yang bisa membekukan seseorang tanpa menyentuhnya? Mengangkatnya dengan begitu mudah seperti sebuah kapas, dan itu tanpa di sentuh. Yaah mereka percaya, tampaknya Zeno menggunakan elemen angin untuk mengangkat seseorang dan membantingnya dengan begitu mudah.


“Untung saja aku tidak mendapatkan masalah yang berkepanjangan. Mungkin beda lagi, apabila pangeran dari kerajaan Fang memiliki sifat yang begitu arogan. Bisa saja masalah ini akan sampai di kerajaan.” Batin Zeno sambil mengunyah makanannya dengan sedikit tenang.


Namun tiba-tiba, pangeran dari kerajaan Fang itu tiba-tiba duduk di sebelah Zeno. “Aku belum pernah tau sumberdaya yang bisa menyembunyikan peringkat? Jika berkenan, apakah Anda bisa menunjukkannya kepadaku?”


Zeno langsung menelan makanannya dan menatap pangeran yang duduk di sampingnya, dengan suara yang biasa saja, dia menjawab, “Tidak ada, itu sudah bawaan lahir bahwa peringkatku tidak tampak.”


“Benarkah?” Fang Eldian, pangeran tersebut berkata seolah tidak percaya dengan apa yang Zeno katakan. Masalahnya, dia baru mengetahui detik ini bahwa ada sebuah kondisi di mana peringkat tidak tampak karena bawaan lahir. Kemudian, dengan sedikit kebingungan, dia kembali bertanya, “Apa peringkatmu?”


“Benar-benar mengesankan. Dan jika memang benar bahwa kau bisa memiliki peringkat, seharusnya kau bisa melihat peringkatku.” El mengatakan seperti itu karena dia belum percaya bahwa Zeno bisa menyembunyikan peringkat. Pasalnya, seseorang yang tidak memiliki peringkat seharusnya tidak bisa membaca peringkat orang lain pula, dan El sendiri ingin memastikan, apakah Zeno bisa membacanya.


Zeno menghela napas, tampaknya dia benar-benar terganggu dengan pangeran yang terus menerus di sampingnya. Namun, dia terus menghiraukannya agar tidak menjadi masalah. “Dewa murni tahap pertama pula. Tampaknya kerajaan Fang terus menerus mendapatkan sumber daya yang melimpah untuk keluarganya?”


“Benar, bagaimana denganmu? Apa kau merupakan keluarga bangsawan dari kerajaan lain pula? Siapa namamu?” Tanya El sambil menerima semangkuk makanan yang baru saja dihantarkan oleh seorang wanita yang begitu gemetar.

__ADS_1


“Zeen, itulah namaku. Aku berasal dari desa Neo Mazzari, desa yang kembali hidup. Jika berkenan, sia ....” Zeno memperkenalkan diri, tapi tidak selesai untuk melanjutkan ucapannya. Masalahnya, sebuah pikiran yang ada di benaknya, bahwa dirinya akan menjadi bahan olokan apabila tidak mengenal siapa nama pangeran.


El mengerutkan dahinya, “Beberapa hari yang lalu ayahku baru saja mengirim utusan untuk menjatuhkan sanksi kepada Neo Mazzari karena kepala desa mereka membunuh beberapa pendatang yang hanya ingin berkunjung. Dan mungkin utusan itu akan kembali ke kerajaan esok pagi. Apa kau sudah mendengarnya.”


Zeno tersenyum, kemudian dia mengambil sebuah gulungan yang ada di sakunya untuk menunjukkan kepada El. “Pangeran, apa kau tahu? Tujuanku datang ke kerajaan Fang adalah untuk mengajukan banding. Tidak, maksudku utusan Noi memintaku untuk menghadap raja, atau tidak, sanksi akan berlaku.”


Mendengar hal itu, pangeran El sontak terkejut bak disambar petir. Bagaimana dia tidak terkejut? Pasalnya Noi saja berangkat kemarin pagi, dan seharusnya Noi sudah sampai di desa Neo Mazzarri saat ini. Jika pesan itu sampai sekarang juga, seharusnya seseorang yang ada di hadapannya datang esok pagi.


Tidak percaya, El langsung membuka gulungan itu, dan membacanya dengan seksama. Dan yang benar saja, surat itu merupakan surat yang sangat persis dengan tulisan tangan ayahnya secara pribadi. Dia juga tahu jelas bagaimana ayahnya menulis surat untuk desa Neo Mazzarri. Dan isi surat itu adalah mengenai sanksi yaitu membayar upeti dua kali lipat selama lima bulan.


“Bagaimana bisa? Seharusnya kau datang esok pagi. Utusan dari kerajaan sekalipun juga belum kembali.” Sangkal El seolah tidak percaya.


“Salah siapa kerajaan hanya memberikanku waktu satu hari penuh, tanpa ada malam. Bahkan aku tahu sendiri dari temanku, bahwa perjalanan dari desa menuju ibukota adalah satu hari satu malam.


“Jadi maksudmu? Kau menuju ke sini bagaimana?”


“Apa di alam ini tidak ada elemen cahaya?” Zeno bertanya sambil berpikir sejenak.

__ADS_1


“Tunggu, apa katamu?” El juga berpikir sebentar sambil mencerna apa yang Zeno katakan barusan. ‘Alam ini’ itulah yang dipikirkan El mengenai ucapan Zeno barusan. Sehingga, tatapan El yang sebelumnya ramah, berubah menjadi tatapan tajam saat menatap Zeno. “Tidak heran jika kau melakukan itu, apakah kau Fang Zeno dari alam manusia?”


__ADS_2