Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Zeno Vs Kiba


__ADS_3

Terpaksa, Kiba merubah wujudnya langsung menjadi harimau putih dengan taring yang begitu panjang, kuku yang sangat tajam dengan auman yang sedikit menggelegar. Kiba juga mengeluarkan sebuah hembusan angin untuk melawan sayatan seribu angin milik Zeno.


Perubahan wujud tersebut bermaksud agar tuan Zeno tidak salah paham mengapa dirinya mengejarnya. Berharap, tuan Zeno bisa mengenali siapa dirinya yang mana dia tidak tahu sepenuhnya bahwa dirinya adalah Kiba.


Melihat hal itu, Zeno tersenyum dengan Kiba yang berlari ke arahnya seolah ingin memeluk tuannya dengan jilatan lidahnya yang begitu tajam. Tetapi, Zeno tidak membiarkannya dengan terus mengeluarkan sebuah hembusan angin milik Zeno. Pasalnya, saat melihat wujud Kiba menjadi seorang wanita, Zeno menjadi ragu untuk di jilat meskipun berwujud harimau sekalipun.


Kiba menghentikan langkahnya dan begitu terkejut, dia juga mengeluarkan serangan elemen angin untuk melawan elemen angin milik Zeno. Pasalnya, ada sesuatu yang terlintas di dalam otaknya, “Kenapa tuan masih tidak mengenaliku? Apa kepalanya terbentur sesuatu sehingga dia lupa segalanya?” Batin Kiba, kemudian dia melanjutkan ucapannya, “Jika memang begitu, aku akan membenturkan kepalanya sehingga dia kembali mengingat segalanya. Akh maafkan aku tuan, mungkin ini cukup mengerikan.”


Kiba menatap Zeno bagaikan binatang buas yang kelaparan, sehingga hal tersebut membuat Zeno tersenyum lebar sambil memasang kuda-kuda untuk melawan Kiba.


Zeno melambaikan tangannya, sehingga muncul sebuah hembusan angin yang cukup kuat dengan debu-debu yang begitu banyak hingga mengaburkan pandangan Kiba. Tetapi, beberapa detik kemudian, semua hembusan debu itu hilang terbawa angin, dan kemudian Kiba sudah berada di depan Zeno tepat setelah debu itu menghilang.


Tidak mau kalah, Zeno mendorong tangannya ke bawah, sehingga tangannya yang dilapisi oleh elemen angin memukul kepala Kiba dengan cukup keras. Sayangnya, Kiba berubah menjadi elemen angin biasa dan muncul kembali ke belakang Kiba.


Tentunya, Zeno sudah menyadari hal tersebut, apa yang dia lakukan adalah mengangkat tangannya sehingga udara dingin muncul membekukan Kiba sehingga tidak bisa bergerak sepenuhnya. Tanpa ragu, Zeno melepaskan sebuah tebasan dari Ice Sword, sehingga memunculkan energi bulan sabit ke arah Kiba dengan begitu cepat.


Kiba menggertakkan giginya, sehingga getaran dari giginya cukup untuk menghancurkan es. Kiba yang keluar, langsung mengaum, menghasilkan sebuah energi elemen angin yang cukup besar, bahkan berhasil menghancurkan energi tebasan angin milik Zeno, sekaligus mendorong Zeno ke belakang dengan beberapa langkah.

__ADS_1


Zeno cukup senang, setidaknya dia bisa merasakan kemampuan Kiba secara langsung. Sebenarnya dia bisa melawan Kiba dengan mudah, seperti menahan elemen angin Kiba karena dirinya adalah seorang penguasa, menggunakan kemampuan elemen lain kecuali angin, itu adalah hal yang mudah baginya. Tetapi, Zeno benar-benar menahan kekuatannya.


Pasalnya, perbedaan peringkat saja sudah sangat cukup jauh, sehingga menahan seratus persen kekuatan sekalipun, kemungkinan Zeno untuk menang adalah cukup besar. Untungnya, Kiba tidak tahu apa peringkat Zeno, jika dia tahu, kemungkinan terbesar Kiba akan menyerah dan tidak ingin untuk melawan.


Bayangkan saja, Zeno yang berada di peringkat raja dewa tingkat pertama, sedangkan Kiba yang berada di peringkat dewa murni tahap ke kelima harus melawannya. Bukankah itu begitu jauh? Itulah mengapa Zeno benar-benar membatasi kemampuannya, mungkin hanya menggunakan satu perseribu untuk melawan Kiba.


Keduanya beradu elemen angin yang mengakibatkan angin kencang muncul di tempat tersebut. Penyebabnya mungkin karena masing-masing elemen dari mereka berbelok  saat berbenturan sehingga menghasilkan kekuatan elemen yang begitu luar biasa.


Tujuan Kiba hanyalah satu, yaitu memukul bagian belakang kepala Zeno dengan cukup keras agar Zeno kembali tersadar. Meskipun sebenarnya, Kiba sendiri benar-benar tidak tahu bahwa Zeno memang sengaja melawannya untuk mengetahui kemampuan Kiba.


Antara cakar dan pedang, keduanya sering berbenturan sehingga menghasilkan bunyi yang cukup khas untuk didengar. Bahkan suara tersebut melebihi suara hembusan angin. Cakar Kiba remuk dan hampir menghancurkan sela-sela kakinya, namun saat cakar tersebut hampir hancur, maka Zeno menarik pedangnya karena tidak ingin melukai Kiba.


Melihat hal itu, Kiba juga melakukan hal demikian, dia mengeluarkan ribuan jarum angin untuk melawan jarum angin milik tuannya.


Tetapi, sayangnya masing-masing serangan tidak menghancurkan serangan lain, Zeno yang berada di kejauhan mengendalikan jarum anginnya agar tidak mengenai jarum angin milik Kiba. Sehingga, semua jarum angin milik Zeno melesat ke arah Kiba.


Tentunya hal tersebut juga terjadi pada jarum angin milik Kiba, tidak ada benturan dengan serangan milik Zeno, sehingga serangan milik Kiba juga melesat ke arah Zeno.

__ADS_1


Mungkin apabila ada orang yang melihatnya, akan menganggap bahwa Zeno terlalu bodoh yaitu membuat serangannya tidak mengenai serangan Kiba. Sehingga akan mengakibatkan jarum angin milik Kiba juga akan mengenai dirinya.


Alih-alih menggunakan kemampuan sang penguasa, Zeno hanya menghindar sambil menebaskan pedangnya dengan begitu cepat ke arah ribuan jarum angin yang melesat ke arah dirinya. Pedang yang diputar, di tebaskan, diayunkan terlihat tidak tampak karena Zeno menggerakkannya dengan begitu cepat sehingga menghasilkan sebuah ilusi.


Begitupun Kiba, sebagai binatang buas, dia memiliki tingkat kegesitan di atas rata-rata yang membuat dirinya bisa menghindar semua serangan jarum angin milik Zeno. Meskipun, pada saat melompat ke arah samping sekalipun, jarum angin milik Zeno masih mengikutinya, sehingga tidak ada cara lagi selain mengeluarkan hembusan angin yang cukup besar. Walaupun pada akhirnya ada beberapa jarum yang menusuk bagian tubuhnya karena Kiba sendiri tidak cepat untuk mengeluarkan hembusan angin tersebut.


“Kenapa tuan?” Dengan beberapa luka di tubuhnya, Kiba berjalan ke arah Zeno dengan wajah memelas, “Kenapa Anda melupakanku dengan sangat mudah?”


Zeno mengangkat alisnya, tampaknya dia harus mengakhiri drama ini karena tampaknya dia benar-benar telah mengetahui kemampuan Zeno. Sekaligus dia juga benar-benar kasihan melihat Kiba yang seperti itu.


“Siapa yang bilang aku melupakanmu Kiba?” Tanya Zeno sambil sedikit tersenyum, dia juga menaruh Ice Swordnya kembali ke selongsongnya.


Kiba terkejut sambil merubah wujudnya menjadi sosok seseorang seperti tadi, yaitu wanita dewasa. Wajahnya kini sudah begitu jelas bagaimana dia terkejut saat mengetahui bahwa Kiba mengenalnya.


“Lantas Anda menyerangku?” Kiba mengangkat alisnya.


“Aku hanya ingin melihat kemampuanmu. Sudah hampir setengah tahun kita tidak bertemu bukan?” Zeno tersenyum sepenuhnya.

__ADS_1


Kiba tersenyum di wajah cantiknya, kemudian dia berlari ke arah Zeno bagaikan hewan peliharaan yang rindu kepada tuannya.


Melihat hal itu, Zeno yang sebelumnya tersenyum, kini berubah menjadi sangat jelek dan berlari seolah menghindari Kiba. “Aku pikir kembalilah menjadi hewan buas seperti semula untuk memelukku!” Teriak Zeno.


__ADS_2