
Prajurit yang mengenalnya langsung membantu Zeno yang sedang menggendong Turse.
“Tuan, ada apa?” Kata salah satu prajurit itu.
“Mungkin aku terlihat lancang, tetapi aku akan tinggal di kerajaan selama beberapa hari. Setidaknya untuk kami berisitirahat, karena apabila itu di desa, itu agak sedikit berisik karena aktivitas desa.” Kata Zeno memohon.
“Kau tidak perlu memohon seperti itu. Segera bawa masuk istrimu, apakah perlu tabib kerajaan?” Yang mulia ratu tiba-tiba muncul dari balik pintu dan berkata dengan cemas saat melihat kondisi Zeno.
“Yang mulia ratu, hormat aku. Tidak perlu, dia hanya butuh berisitirahat karena melawan para tangan kanan kaisar dewa.” Ucap Zeno menjelaskan.
“Aku mengerti, raja sudah menceritakannya. Jadi tidak usah dipikirkan, dan segera bawa masuk istrimu! Prajurit, bantu dia!” Tegas ratu kerajaan Fang.
“Terimakasih yang mulia.” Kata Zeno langsung membawa masuk istrinya yang dibantu oleh beberapa prajurit untuk masu ke dalam kamar yang dibuat khusus untuknya.
Di kamar Zeno, Turse berbaring di atas ranjang dengan napas yang terlihat berat, tetapi dia masih terlihat sadar dan sama sekali tidak pingsan yang membuat Zeno bernapas lega. Selain itu, Zeno duduk di dekat kaki Turse sambil memijatnya.
“Aku panggilkan tabib? Siapa tahu saat pertarungan dengan dua utusan kaisar dewa membuat kalian mengalami luka dalam. Karena kekuatan mereka sendiri benar-benar tidak bisa diremehkan.” Kata El yang bersandar di pintu kamar Zeno.
“Tidak perlu pangeran, aku hanya kelelahan. Selain itu, seharusnya kau memprihatinkan dua utusan kaisar itu karena kondisi mereka benar-benar parah, lebih parah dari kami.” Kata Turse menerima pijatan kaki Zeno.
__ADS_1
“Tampaknya kalian dalam masalah besar. Aku tidak tahu kalian memiliki masalah apa dengan kaisar dewa air dan angin sebelumnya. Tetapi kami tidak bisa membantumu untuk menyelesaikan masalahmu dengan mereka.” Fang An juga berdiri dengan cemas melihat kondisi istri Zeno. Selain itu, jika bukan kedatangan Turse atau Zeno, tembok ibukota akan jebol dan kerajaan Ama akan menguasai kerajaan ini.
“Tidak.” Zeno berdiri menatap mereka semua yang ada di sini, “Aku tidak akan melibatkan kerajaan ini, aku tidak akan melibatkan keluarga Fang. Bahkan jika kalian memintaku pergi dari sini karena kalian takut dengan mereka, itu juga tidak masalah. Aku tidak akan marah.” Kata Zeno dengan wajah datarnya.
“Bukan begitu, kau bisa tinggal di kerajaan ini. Tetapi, apabila kaisar dewa melawanmu, maka kami tidak bisa membantu lagi.” Kata Fang An.
....
Di sebuah istana kekaisaran yang berdiri dengan megah, sosok dewa yang mengenakan mahkota emas dengan permata berwarna ungu tengah duduk dengan sosok dewa yang tampaknya memiliki penampilan serupa, tetapi permata di mahkotanya berwarna biru tua yang mana dia ini terlihat sangat sedih.
“Kaisar dewa air, tenanglah, Forj pasti akan membawa wanita ******* itu dengan mudah, karena dibantu asistenmu yaitu Herdon yang terlihat sangat kuat. Kita akan menghukumnya secara bersama-sama, tetapi sebelum menghukumnya apa kau melakukan sesuatu kepada dia terlebih dahulu?” Kata sang kaisar dewa angin menenangkan kaisar dewa air dengan senyum jahatnya.
Beberapa menit kemudian, portal yang terbuat dari air dan angin muncul di hadapan mereka berdua. Hal tersebut membuat kaisar dewa air dan angin terlihat cukup senang karena asisten mereka masing-masing telah pulang.
“Forj, Herdon apa yang terjadi?” Kaisar dewa air langsung berdiri dari tempat duduknya dan bertanya dengan sangat panik. Masalahnya, mereka sama sekali tidak pernah menjumpai bahwa tangan kanan pribadinya babak belur seperti ini, mengingat bahwa mereka berdua mempunyai roh legenda yang mempunyai kemampuan penguasa, yaitu dewi rubah ekor sembilan Kitsune, dan juga ratu pantai selatan Kadita.
“Turse yang menjadi target kita ....” Herdon mencoba berdiri di samping Forj yang tampaknya tak mampu untuk bangun lagi, dengan terbata-bata, dia berkata, “Dia memiliki suami sang penguasa, dan kami tidak mengetahui apa peringkatnya.”
“Bukankah kalian berdua memiliki roh yang memiliki kemampuan penguasa? Kitsune dan Kadita? Itu cukup untuk mengimbanginya.” Sangkal kaisar dewa angin dengan sedikit marah.
__ADS_1
“Masalahnya, suami Turse tidak hanya memiliki dua elemen yang dia kuasai, tetapi lima elemen. Air, angin, petir, tanah, serta cahaya yang begitu mengerikan, bahkan kami yakin saat bertarung dengannya, dia belum menggunakan 50% kekuatannya.” Herdon mencoba untuk menjelaskan.
Mendengar hal itu, kaisar dewa angin mundur satu langkah karena dirinya dan kaisar dewa air mengalami masalah yang begitu besar. Rahangnya juga bergetar seolah tidak ingin menjawab apa yang Herdon itu katakan.
“Kaisar dewa air, kau tahu siapa yang menjadi lawanmu? Kau benar-benar menyinggungnya, ini menjadi masalah yang begitu besar.” Ucap kaisar dewa angin menoleh ke arah kaisar dewa air.
“Memangnya dia siapa?”
“Sang penguasa 5 elemental, anak dewi Luna. Bukankah 7 pilar sudah memberitahu kita mengenai anak tersebut? dia akan menjadi sosok pengganti dewi Luna.” Kata kaisar dewa angin menjelaskan.
Bak disambar petir, kaisar dewa air langsung dilanda kebingungan. Nampaknya, kini dia tidak akan bisa membalaskan dendam anaknya, karena Turse sendiri memiliki seorang suami yang merupakan sosok penguasa 5 elemental. Dia tahu persis, bahwa penguasa 5 elemental merupakan anak dewi Luna, meskipun tidak lahir dari rahimnya, sehingga dirinya tidak akan bisa berkutik lagi, atau 7 pilar akan membunuhnya dengan begitu cepat.
“Benar-benar berbahaya bukan, sosok yang memiliki kemampuan menguasai lima elemental?”
Tiba-tiba ada suara asing yang terdengar di telinga mereka semua, yang mana mengakibatkan kaisar dewa air dan angin langsung bersiaga dan akan mengeluarkan elemen mereka untuk melawan penyusup.
“Bayangkan saja, jika dia benar-benar menduduki tahta dewa sebagai pengganti dewi Luna, maka dia bisa menurunkan kaisar dewa air dengan mudah. Meminta maaf? Itu adalah hal yang percuma, karena ku dengar, sang penguasa 5 elemental benar-benar kejam karena tidak pernah memberi maaf.” Sosok iblis dengan tanduk melingkar, matanya merah dengan pakaian berwarna merah pula duduk di sebuah kursi yang tampaknya kosong.
“Iblis? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke dalam kekaisaran suci ini?” Kata dewa air dengan tergesa-gesa sambil menciptakan sebuah pusaran air dan langsung menyerang iblis tersebut.
__ADS_1
Tapi sayangnya, sang iblis langsung menghilang dan berubah menjadi elemen api. Dan kini kembali menampakkan wujudnya yang tengah duduk di kursi kaisar dewa air.
“Apa kalian pernah mendengar pepatah, musuh dari musuhku adalah temanku. Anggap saja kalian memiliki kebencian yang berat dengan sosok penguasa lima elemental, sehingga kalian memiliki musuh yang sama dengan tuanku.”