Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Kehilangan Beast


__ADS_3

Tepat pada tengah malam, sebuah portal muncul di dalam kamar Zeno, lebih tepatnya portal air yang merupakan milik Herdon. Tentunya, Herdon keluar dari portal tersebut dan memperhatikan bahwa Turse dan Zeno dalam keadaan tertidur.


“Akhirnya aku menemukan kamarnya.” Batin Herdon sambil menarik belati di sakunya, “Aku akan membunuhmu karena kematian anak kaisar, serta telah mengalahkanku.” Herdon langsung mengayunkan belatinya ke arah leher Turse.


Tetapi, semburan api tiba-tiba muncul menyerang Herdon, dengan Atsuba yang langsung keluar dengan mengepakkan sayapnya. Sayangnya, pisau tersebut justru mengenai leher Atsuba di saat dirinya melompat ke belakang.


Di saat Atsuba keluar, keempat beast Zeno juga keluar untuk melindungi Turse saat menyadari ada sebuah serangan tiba-tiba di saat mereka tertidur. Sayangnya, mereka benar-benar terlambat karena kehilangan Atsuba. Mereka berempat langsung menghajar Herdon di tempat sesaat sebelum Zeno bangun dan langsung menendang kepala Herdon seketika.


Turse yang bangun langsung memuntahkan seteguk darah sambil melihat Atsuba tergeletak lemas dengan darah yan terus mengucur pada lehernya.


Herdon yang duduk bersandar di dinding kamar, tubuhnya bergetar hebat saat di hadapannya ada Zeno dengan keempat beast yang memenuhi kamar. Kemudian, Zeno mengangkat tangannya untuk menghajar Herdon secara langsung. Dan kini yang terjadi, Herdon menahan pukulan Zeno dengan trisula miliknya.


Melihat Herdon yan sudah tidak bisa bergerak, Flamon yang lebih murka terlebih dahulu dibandingkan beast lainnya. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah terbang dengan menyambar Herdon secara langsung, yang mana mengakibatkan dinding kamar Zeno menjadi hancur seketika.


Roh Kadita muncul melindungi Herdon dari serangan Flamon, memunculkan perisai air dengan energi yang cukup kuat sehingga membuat Zeno dan beastnya sedikit mengalami kemunduruan.


Zeno menjadi murka saat melihat Turse terlihat lemah sambil darah yang keluar, dirinya juga melihat bahwa beast milik Turse, yaitu Atsuba telah mati karena melindungi Turse dari pembunuhan diam-diam.

__ADS_1


“Keparat! Aku akan membunuhmu!” Zeno menarik tangannya, kemudian dia mengeluarkan sebuah ledakan cahaya dari tangan kanannya untuk meledakkan Herdon yang ada di depannya secara langsung.


Hal tersebut membuat kamar Zeno menjadi lebih hancur lagi, para prajurit kerajaan yang mendengar itu langsung menghampiri suara keributan yang terjadi.


“Sialan!” Zeno berteriak dengan kencang, saat menyadari tampaknya bahwa Herdon sudah pergi dengan merubah wujudnya menjadi air bersama dengan roh Kadita nya. Meskipun begitu, dia yakin dengan jelas dan melihat dengan mata kepalanya sendiri baha Herdon terluka berat karena terkena ledakan itu.


Zeno tidak ingin mengejar kemana perginya Herdon, karena yang paling penting dia harus berbalik badan dan menolong istrinya yang kehilangan kontrak jiwanya yaitu Atsuba yang membuatnya memuntahkan seteguk darah dengan keningnya yang berkeringat dingin.


“Turse tenang, tarik napas pelan-pelan.” Kata Zeno menenangkan Turse yang bangun dalam kadaan kehilangan beast kontraknya,


Keempat beast merubah diri mereka menjadi sosok dewa dan menghampiri Atsuba yang tampaknya sudah tidak berdaya. Meskipun menurut mereka, bahwa Astuba tidak berguna sama sekali, tetapi mereka juga terlihat begitu sedih.


“Astuba. Tidak!” Turse mengusap matanya sambil berjalan ke arah bekas lantai yang terbakar, yang tidak lain merupakan bekas Atsube pergi. Air mata dan darah dari mulutnya jatuh dan bercampur dengan lantai yang menghitam.


Zeno mengelus punggung Turse, mencoba untuk menghiburnya. Meskipun begitu, Zeno tidak melarang Turse melepaskan tangisannya, lagipula siapa juga yang tidak menangis saat kehilangan sosok yang paling dekat seperti Atsuba?. Zeno sendiri yakin, kenapa Atsuba keluar seperti itu karena beast tersebut hanya ingin terlihat berguna. Karena sebelumnya, keberadaan beast Zeno yang menjaga Turse secara langsung membuat Atsuba merasa tersingkirkan.


Zeno langsung memejamkan matanya dan memberi hormat kepada Atsuba. Meskipun dia memiliki keempat beast yang menjaga Turse secara langsung pula, tetapi Zeno tidak menganggap bahwa Atsuba sama sekali tidak berguna.

__ADS_1


“Tuan, apa yang terjadi?” Beberapa prajurit langsung berada di depan kamar Zeno dan melihat bahwa kamarnya benar-benar hancur.


“Tidak ada apa-apa. Aku minta maaf kepada kerajaan karena telah menghanjurkan kamar ini, jangan salah paham dulu, ada penyusup tadi.” Zeno membuka matanya dan menjelaskan kepada para prajurit sebuah serangan itu tadi. Tampaknya dia juga sedikit kesal kepada prajurit karena membiarkan sosok penyusup masuk ke dalam kerajaan.


“Ada apa?” Fang An juga langsung datang dengan beberapa anggota keluarga lainnya yang mendengar suara keributan itu tadi. Selain itu, mereka juga benar-benar tidak menyangka bahwa kamar yang Zeno tempat hancur seolah ada sebuah pertarungan besar.


Zeno menundukkan kepalanya, amarahnya tadi kepada Herdon membuat dirinya hampir merobohkan istana. Akan tetapi, dia mencoba untuk menjelaskan kepada Fang An kronologi yang sebenarnya. “Maafkan aku, kami akan pergi sekarang juga, karena tampaknya kami terus-menerus diteror, dan kami tidak ingin melibatkan kalian semua.”


“Ini tengah malam, jadi kau jangan tergesa-gesa. Tidak mungkin kau membawa istrimu pulang pada malam hari seperti ini, di luar juga benar-benar berbahaya.” Ratu berkata dengan cemas, dia juga melihat Turse mengelap mulutnya yang tampaknya basah dengan darah karna kehilangan beast seperti apa yang dikatakan oleh Zeno.


“Benar, pergilah esok terang saja. Jangan pedulikan lagi, kami akan mencoba untuk memperkuat pengawasan! Prajurit, siapkan kamar yang baru untuk Zeno!” Perintah Fang An.


Zeno menghela napas lega, untung saja Fang An masih berbaik hati. Padahal dirinya bisa saja menjadi incaran para kaisar dewa karena melindungi dirinya. Meskipun begitu, Zeno tidak akan membiarkan urusan ini sampai terbawa-bawa nama keluarganya, jika tidak, Zeno tidak akan memaafkan para kaisar dewa.


.....


“Sial, aku hampir mati ba*ingan!!” Teriak Herdon dengan separuh tubuhnya yang hampir remuk karena ledakan cahaya dari jarak yang begitu dekat. Selain itu, dirinya juga begitu ceroboh karena mengeluarkan Kadita untuk melindungi dirinya dan pergi, padahal Kadita sendiri masih dalam pemulihan. Alhasil, ratu laut selatan itu juga tergelatak tidak berdaya yang mana itu juga berpengaruh pada tubuh Herdon.

__ADS_1


“Aku benar-benar tidak menyangka, bahwa mereka berdua memiliki pengawal pribadi. Dan aku membunuh salah satunya yang membuat Turse muntah darah. Tapi tenang saja, para kaisar dewa akan bergabung dengan iblis untuk membunuh mereka berdua. Tidak peduli apakah dia merupakan sosok penguasa 5 elemental, tetapi jika di bunuh secara cepat, maka dia tidak akan menduduki tahta penguasa, dan alam dewa akan tetap hidup dengan penuh kebebasan tanpa aturan.” Sambung Herdon sambil memukul tembok istana hingga remuk karena saking kesalnya.


__ADS_2