Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Gerbang dua alam


__ADS_3

Semua kaisar terdiam membisu, memperhatikan jamuan yang dipersiapkan kaisar Lexus dengan sulit hancur karena kemarahan kaisar peringkat ke atas atau Zeno itu sendiri. Kaisar yang katanya memiliki beast legenda, bahkan mereka saja yang dulu mendengarnya merasa merinding, tetapi siapa yang menyangka sedikit dari para kaisar yang jantungnya berdetak hebat karena membuat kaisar peringkat pertama marah.


Kaisar peringkat ketujuh, dia duduk dengan menelan ludah yang kasar. Apa yang dia takutkan adalah kekaisarannya hancur saat dia pulang seperti apa yang dikatakan oleh Zeno itu sendiri. Masalahnya, dia benar-benar tidak bisa melupakan seberapa cepatnya Zeno bergerak di hadapannya, melutut wajahnya dengan keras sehingga meja makan hancur karena tekanan pijakan Zeno.


Kaisar botak, dia mungkin hampir gila, untung yang dihajar bukan dirinya yang mungkin bisa saja membuatnya mati. Danze saja yang kaisar paling kuat bisa dibunuh dengan sangat mudah, karena dia tahu persis berita sepuluh tahun yang lalu bahwa Zeno membunuh Danze hanya dengan satu malam.


Tentunya sebagai kekaisaran terdekat, kaisar botak itu tidak bisa membayangkan bagaimana kengerian Zeno. Kekuatannya dengan Danze saja mungkin beratus-ratus kali, apalagi dengan Zeno yang membunuhnya? Merasa sangat menyesal, itulah yang kaisar itu rasakan.


“Heeeh, seketika semuanya terdiam?” Kaisar dari kekaisaran Mare Emortis angkat bicara sambil tersenyum, untungnya dia tidak ikut-ikutan masalah itu tadi karena dia tahu persis siapa yang mereka anggap sebelah mata yang ternyata adalah Zeno. “Bukankah kaisar Lexus tadi sudah memberitahu kalian, tetapi kalian benar-benar keras kepala?” Justru kaisar ini tertawa lebar saat tahu bahwa kaisar yang mengumpat Zeno ketakutan.


“Kaisar peringkat ketiga, dari raut wajahmu tadi, apakah kau sudah pernah bertemu dengan kaisar Zeno?” Kaisar peringkat kelima yang merupakan elementalist magma sedikit mengerutkan dahinya.


Kaisar dari Mare Emortis berdiri tegak, kemudian dia membuka mulutnya, “Aku datang ke pernikahan beliau dengan tangan kanannya pribadi. Jadi sebenarnya, yang kaisar peringkat ketujuh jelekkan adalah ibu kekaisaran, atau istri kaisar sendiri. Dan kalian pasti sudah mendengarkannya kan tadi?”


“Aku heran kaisar, bukankah kaisar Zeno dahulu tidak menyebar undangan pernikahannya ke kaisar lain kecuali aku yang merupakan teman dekat. Tapi kenapa kau bisa tahu dan datang pada saat itu?” Kaisar Lexus mengangkat alisnya dan merasa heran.

__ADS_1


“Dia juga memberi undangan kepadaku kau tahu? Lancang sekali diriku datang tanpa diundang. Tapi itu karena alasan, kaisar Zeno pada saat itu ingin aku menceritakan, kemana jasad tidak utuh Danze?” Kaisar tersebut mengerutkan dahinya, “Aku menjelaskan kepada kaisar Zeno bahwa tidak ada yang tahu dimana jasad Danze. Bahkan sampai sekarang di reruntuhan istana Mare Enbarum, tidak ditemukan sama sekali jasad Danze. Benar-benar aneh.”


Seluruh orang terdiam, mereka menjadi penasaran mengenai apa yang diceritakan kaisar itu. Jasad Danze yang sangat misterius seolah hilang bak ditelan bumi membuat mereka bertanya-tanya. Dimana jasad Danze sampai sekarang?


Saat ini Zeno dan Turse berada di atas kapalnya kembali. Siulan merdu yang begitu memekakkan telinga membuat langis benua dipenuhi oleh api yang tertinggal setelah Flamon bergerak. Dengan sangat indah, dia mendarat tepat di lengan Turse hingga Turse sendiri sedikit kesakitan karena kuku tajam Flamon.


“Tuan, Nyonya. Ada masalah?”


“Tidak ada, hanya saja kami akan segera langsung ke kuil yang kalian maksud.” Turse berujar.


“Benar, kami sudah mengkoordinasi semua awak kapal ini untuk langsung kembali menuju kekaisaran tanpa membawa kami lagi. Jadi, kami akan menuju dengan kecepatan cahaya ke sebuah wilayah yang disebut wilayah netral, tempat kuil itu berada.” Zeno menambahkan apa yang Turse katakan.


Flamon di genggam Turse dengan sangat erat, dia tersenyum saat merasakan bahwa bulu Flamon benar-benar lembut. Namun dia teringat bahwa bulu tersebut benar-benar mengerikan apabila dia marah.


“Eh apa ini?” Turse mengerutkan dahinya di saat Zeno menggendongnya.

__ADS_1


“Apanya? Ini perjalanan jauh, jika aku terus menarikmu maka tanganmu akan putus.” Zeno tersenyum sambil menatap Turse dengan sangat lembut.


“Une bisa saja.”


Zeno kembali tidak berekspresi, tubuhnya perlahan melayang dengan Turse yang ada di atas kedua tangannya. Kemudian, sebuah cahaya bergerak dengan cepat, bahkan sebelum mata berkedip. Bergerak ke arah barat agak ke selatan, lebih tepatnya menuju kuil yang menjadi gerbang menuju dunia dewa secara langsung.


Zeno merasai sangat tenang, tidak ada yang mengganjal dalam hatinya setelah dia pamit pergi kepada siapa saja. Terutama kepada keluarganya. Wajahnya juga berseri-seri, menantikan bagaimana rupa alam dewa yang dimaksud dewi Luna, buku dongeng atau mungkin perkataan orang tua.


Yang pasti, dia harus membunuh iblis itu yang katanya bangkit di alam tersebut, iblis Yashimaru yang membuat dewi Luna mati sehingga semua alam tidak mengalami keseimbangan. Walaupun berat dan sama sekali tidak tertarik untuk menduduki tahta penguasa dewa para dewa, Zeno hanya bisa menelan ludah dan menuruti kemauan dewi Luna.


Apapun, dalam hatinya dia merasa harus, harus menuruti apa yang diperintahkan dewi Luna, seolah hatinya tunduk untuk memberikan rasa hormat. Padahal dia sendiri ragu, apakah bisa melakukan apa yang diperintah dewi Luna? Dia merasa, kenapa hatinya dengan sangat mudah tunduk? Dia merasa, apakah ada sebuah hubungan keduanya yang membuatnya harus tunduk?


Entahlah, Zeno juga tidak tahu, di sisi lain apa yang diperintahkan dewi Luna juga sangat berat, seperti mengalahkan iblis itu, menduduki tahta penguasa. Dan apa yang menjadi sangat berat bagi Zeno adalah untuk tidak memiliki anak sebelum mengalahkan iblis tersebut.


“Kita telah sampai dalam beberapa detik. Walaupun tadi aku sempat kebingungan dimana kuil itu berada.”

__ADS_1


Napas Zeno terengah-engah sambil memandangi sebuah tempat yang mirip sebuah kuil dengan stupa yang ada di tengah-tengahnya. Patung yang wujudnya sangat mirip dengan orang yang pernah dia temui yaitu Dewi Luna sedang menyatukan kedua telapak tangannya dengan sebuah bunga yang ada di antara kedua telapak tangan.


Siapa yang bilang kuil ini masih berdiri utuh? Nyatanya ini sangat cocok dibilang dengan reruntuhan kuil yang runtuh puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu, hanya menyisakan patung tersebut serta empat pilar yang ada di empat sisi seolah menunjukkan empat arah mata angin. Tidak hanya itu saja, masing-masing pilar juga menunjukkan lambang hewan yang sangat mirip seperti beastnya. Seperti harimau, naga, kura-kura dan juga Phoenix.


__ADS_2