Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pertarungan akhir (5)


__ADS_3

“Jika begitu, Anda beristirahatlah terlebih dahulu dengan berteleportasi ke arah Nyonya. Kita memiliki waktu yang panjang untuk menghadapi Yashimaru nantinya.” Kata Flamon dengan nada cemas.


“Aku sempat berpikiran seperti itu, tetapi Yashimaru juga terluka parah. Apa kau melihat luka di perutnya? Dia mengalami pendarahan yang begitu banyak, selain itu, dia juga tidak memiliki kemampuan regenerasi. Sehingga, ketika kita mundur sekarang juga, maka Yashimaru bisa berkembang lebih banyak.” Zeno berkata demikian.


Tetapi, beberapa detik kemudian, Yashimaru tiba-tiba sudah muncul di depannya dengan menggunakan langkah bayangan. Secara spontan, Flamon langsung menggertakkan giginya sambil mengeluarkan semburan api.


Namun, Flamon terlambat, palu yang diayunkan dari bawah ke atas membuat Zeno terlempar ke atas dengan dagunya yang tampak remuk. Dirinya juga terlempar menembus langit karena palu Yashimaru begitu kuat.


Flamon langsung berubah menjadi sosok dewa sambil menyerang Yashimaru yang tampak terluka parah. Bahkan kemungkinan saat memukul Zeno, Yashimaru menggunakan tenaga fisiknya yang terkuras karena perutnya yang mengucurkan darah secara terus-menerus.


“Tuan, aku harap kau bisa bertahan.” Batin Flamon smabil bertarung satu lawan satu dengan Yashimaru. Sayangnya, dirinya begitu kewalahan karena Yashimaru masih begitu kuat.


“Flamon, mundur!” Kata Zeno yang langsung mendarat sambil bertarung dengan tangan kosong kepada Yashimaru yang mungkin sudah kewalahan pula. Jika saja Zeno tidak menusuk perut Yashimaru dengan kayu yang cukup lancip, mungkin Yashimaru tidak akan menjadi selemah sekarang.


“Jika, aku jadi kau, maka aku akan mundur.” Ujar Zeno dikala dia terus-menerus menghindari semua serangan palu Yashimaru yang tampaknya melambat, tidak seperti semula.


“Aku akan membunuhmu sekarang juga, sehingga aku tidak akan mundur.” Yashimaru berkata.


“Coba saja.” Kata Zeno yang terus menggerakkan tangan dan kakinya.

__ADS_1


Tetapi, Yashimaru tiba-tiba terkejut saat di atasnya terdapat Zeno lagi. Kemudian, dia menyadari bahwa Zeno yang ada di hadapannya tersenyum begitu lebar seolah menyembunyikan sesuatu.


Apa yang membuatnya terkejut bukan itu, Zeno yang asli membawa sebuah bintang yang ukurannya sebesar matahari. Bahkan Yashimaru benar-benar membuka mulutnya lebar-lebar sambil menutup matanya karena menjadi begitu silau karena bintang tersebut hampir menutupi seluruh permukaan dari planet tersebut, bahkan, permukaan planet seketika menjadi terbakar karena panas dari bintang yang di bawa oleh Zeno


Karena tidak fokus dengan Zeno yang ada di depan, kloningan Zeno yang berada di depan Yashimaru langsung menyentuh dada Yashimaru dan membekukannya secara langsung, baik membekukan elemental seednya sehingga tidak bisa memiliki elemental lagi, atau bahkan mungkin membekukan dirinya sehingga tidak bisa bergerak lagi.


Selain itu, luka yang ada di perut Yashimaru juga tiba-tiba membeku, merambat ke seluruh pembuluh darahnya hingga dirinya berteriak kesakitan.


Kemudian, kloningan Zeno itu menghilang secara langsung.


Zeno asli yang jauh di luar angkasa, langsung melemparkan tangannya ke bawah, akibatnya bintang sebagai pusat cahaya yang ukurannya sebesar matahari langsung mengarah ke arah planet tersebut dengan cukup cepat sambil menarik Flamon kembali karena dia tidak ingin kehilangan barang berharga tersebut.


Yashimaru berteriak marah dan mencoba untuk memberontak, tetapi elemental crystalnya sudah membeku yang membuat dirinya tidak memiliki energi lagi. Dia berteriak dengan penuh tenaga, “Aku, akan membalaskan dendam Zen ....!”


Meskipun begitu, dia selamat dari serangannya sendiri yang membuat dirinya benar-benar menghela napas lega. Kemudian, dia membatin, “Meskipun aku seorang penguasa elemen cahaya sekalipun, menggerakkan bintang merupakan hal yang benar-benar berat, jutaan kali lebih berat. Bahkan dengan mode sannin, aku bisa kelelahan untuk menggerakkan bintang. Tetapi hal tersebut cukup untuk membunuh Yashimaru.”


Dan yang benar saja, tubuh Yashimaru yang sudah tidak berwujud lagi terombang-ambing di luar angkasa. Mungkin tubuhnya benar-benar rapuh dan berubah menjadi debu yang bertebaran di luar angkasa.


Zeno langsung bergegas ke arah jasad Yashimaru, untungnya, dia membekukan elemental crystal milik Yashimaru sehingga dapat disegel ke tubuh Turse. Dan saat dirinya mengambil dua elemental crystal yang tengah membeku, tubuh Yashimaru perlahan menghilang dan berubah menjadi debu. Dan itu Zeno membiarkannya saja.

__ADS_1


“Aku akan kembali Turse.” Batin Zeno sambil menghela napas beberapa saat, sambil memperthatikan ledakan planet yang lainnya, disertai oleh bintang yang hendak akan meledak beberapa menit lagi. Mungkin, dampak dari ledakan bintang akan sejauh radias jutaan kilometer.


......


Para pilar yang bertarung dengan Seven Deadly Sins, mereka begitu heran ketika masuh yang pilar hadapi masing-masing tiba-tiba mendadak menjadi lemah. Kemampuan para Seven Deadly Sins juga menurun secara drastis.


“Apa yang terjadi?” Kata Leght melihat Envy yang tubuhnya seperti menguap menjadi serpihan cahaya.


“Kejadian satu abad yang lalu, apa kau ingat? Kita bertarung dengan mereka pula. Dan ketika Yashimaru tersegel, tubuh mereka membatu seolah ikut tuan mereka yang tersegel pula. Sehingga, ketika tubuh mereka menguap, itu artinya ....” Eghtning menjelaskan ke semua pilar mengapa tubuh para seven deadly menguap menjadi elemen mereka masing.


“Itu artinya tuan sudah berhasil mengalahkan Yashimaru? Dia ... dia membunuhnya?” Sahut Ert dengan tidak percaya.


Tanpa berpikir panjang, para pilar langsung bergerak untuk membersihkan para pasukan iblis yang memilih untuk kembali masuk portal karena melihat 7 dosa besar yang sudah dikalahkan. Sayangnya, dewa kehidupan dan kematian yang sudah mengalahkan Geni dan Atis menghadang portal dan tidak membiarkan para iblis untuk masuk.


Namun, mereka segera keluar setelah portal menuju alam iblis tertutup sehingga kedua dewa itu memilih keluar dan menghadang para iblis di depan portal. Alhasil, seluruh iblis benar-benar mudah dibantai oleh para pilar dewa Luna. Tunggu, tidak, kini mereka disebut pemegang tahta dewa yang akan baru, yaitu Zeno.


Turse, dia juga menghela napas lega karena pertarungan besar ini telah usai. Meskipun begitu, dia yang memiliki kekuatan Yin dan Yang, yang mana dapat mengetahui keberadaan Zeno, dia benar-benar panik saat menyadari bahwa Zeno terluka berat. Tidak hanya itu saja, bahkan Turse merasa bahwa jarak Zeno benar-benar begitu jauh dari dirinya.


Namun, Turse sama sekali tidak berani untuk berteleportasi kepadanya. Karena, apa yang dia takutkan, dirinya hanya akan menjadi beban. Sehingga, dia memilih untuk tetap di istana Nirwana sambil berharap yang lebih agar Zeno bisa memenangkan pertarungan.

__ADS_1


“Nyonya tenang saja, tuan Zeno sudah menang. Yashimaru sudah dikalahkan.” Fore muncul sambil menjelaskan kepada Turse.


Hal tersebut membuat Turse tersenyum lega, dan bisa bernapas dengan tenang lagi. Dia membuang pikiran untuk berteleportasi ke arah Zeno.


__ADS_2