
“Aku dengar, sebenarnya penduduk desa Neo Mazzarri tidak semiskin seperti yang kita bayangkan. Beberapa dari mereka melakukan perdagangan dengan membeli bahan pokok dari ibukota, kemudian mereka menjual lagi di sini. Karena pastinya, penduduk desa yang lainnya juga membutuhkan bahan pokok. Selain itu, tidak sedikit dari penduduk desa tidak kabur, melainkan mereka mencari pekerjaan yang lebih baik keluar desa untuk menghidupi keluarganya di sini.”
“Bagaimana kau tahu?” Zeno mengerutkan dahinya mengenai apa yang dijelaskan oleh Azure, mengenai orang-orang yang sebenarnya tidak kabur bagaikan pecundang. Tetapi jika dipikir-pikir, apa yang dikatakan Azure masuk akal juga, bahwa tidak menutup kemungkinan orang-orang yang pergi itu adalah mencari pekerjaan yang lebih baik untuk mencukupi keluarganya di sini.
“Ada masalah di pintu sebelah barat, Onard dan para pengikut setianya menghajar beberapa pria karena dianggap tindakan pengecut, yaitu kembali ke desa di saat desa sedang berkembang. Padahal, orang tersebut tetap bersikeras mengatakan bahwa dirinya bekerja keluar desa untuk mencukup keluarganya di sini. Dan orang tersebut tidak memiliki niatan sama sekali untuk mengkhianati desa.” Azure menjelaskan.
Zeno berpikir sejenak, tampaknya Onard harus diberikan sebuah pelajaran untuk tidak berlaku semena-mena seperti itu. Jika memang orang tersebut bertingkah sebagai pecundang, maka seharusnya orang tersebut akan kembali pada masa kejayaan desa, bukan malah ketika desa berkembang. Sehingga sudah pasti bahwa orang itu memang kembali menuju desa ini karena telah mencari pekerjaan yang lebih baik, dan mendapatkan uang untuk dikirim kepada keluarganya.
Tampaknya itulah kesalahan Onard mengapa desa ini tidak bisa maju, pasalnya faktor lain yang menyebabkan desa ini tidak bisa maju adalah, bahwa Onard tidak ingin penduduk desa keluar dari desa, bahkan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik sekalipun. Onard terlalu mengekang penduduk desa dan menganggap bahwa orang yang keluar dari desa adalah pengkhianat.
Zeno menjadi tertarik untuk menuju pintu masuk desa sebelah barat, dia ingin melerai pertikaian dan salah paham dari Onard bahwa. Namun, apa yang menjadi pertanyaan bagi Zeno mengenai apa yang dibahas Azure sebelumnya, “Lantas apa hubungannya dengan pajak?”
Azure hanya menepuk jidatnya dan menganggap bahwa tuannya tidak bisa berpikir dengan sempurna, kemudian dia mencoba untuk menjelaskan. Namun, di saat Azure hendak angkat bicara, Zeno menyahutnya dan lebih mengerti sekarang.
“Aku mengerti maksudnya. Sekarang mari kita menuju gerbang barat.” Sahut Zeno sambil beranjak pergi dari tempatnya.
__ADS_1
.....
Tepat di gerbang barat desa Neo Mazzari, dua orang tengah babak belur dihajar oleh mantan kepala desa dan pengikutnya. Tentunya tidak ada yang memisahkan, dan justru digunakan sebagai sebuah tontonan publik. Karena, mereka sendiri juga tidak ada yang berani untuk mengusik Onard, walaupun sebagian dari penduduk desa berpendapat bahwa Onard terlalu berlebihan.
“Aku tegaskan sekali lagi, siapa saja yang pergi dari desa ku anggap pengecut. Apapun alasannya. Dan tentunya tidak berhak untuk kembali ke desa kapanpun.” Tegas Onard sambil mengecam dua pemuda itu yang tengah mencoba untuk berdiri.
“Kepala desa.” Kata salah satu pemuda dengan sangat lirih. Kemudian dengan napas terengah-engah sambil menyentuh luka lebamnya, dia berkata, “Anda salah paham. Aku juga sudah berkata tadi bahwa aku tidak memiliki niatan untuk mengkhianati desa.”
Merasa geram, dan tidak ingin mendengarkan alasan apapun lagi, Onard langsung memotong pembicaraan salah satu pemuda tersebut sambil mengeluarkan sebuah bola petir di tangan kirinya. Dan tanpa berpikir panjang, Onard langsung mengarahkan bola petir itu ke arah pemuda tersebut.
Untungnya, di saat bola petir itu hampir membunuh pemuda yang menyangkal tadi, bola petir tersebut hilang bak ditelan bumi. Sehingga mengakibatkan pemuda tersebut mengelus dada karena dirinya tidak terkena bola petir, meskipun sebenarnya apabila bola petir itu tidak hilang, mau tidak mau dia dan temannya ingin melawan Onard.
Seketika suasana terdiam, saat kepala desa yang baru datang dengan perkataannya yang menggelegar sambil memegang bola petir itu tadi. Siapa yang menyangka, bahwa bola petir milik Onard sebenarnya tidak menghilang, melainkan berpindah tangan oleh Zeno dengan sangat cepat serta tanpa masalah yang membuatnya merasa kesakitan.
Onard langsung bergidik ketakutan saat kepala desa atau Zeno datang. Dia juga melihat bahwa elemen petirnya diremas seperti sedang meremas sebuah gumpalan tanah hingga hancur.
__ADS_1
“Maafkan aku, tampaknya kepala desa terdahulu menyambut seseorang yang ingin pulang ke rumah dengan sangat buruk.” Kata Zeno sambil mempersilahkan dua orang yang dihajar oleh Onard dan pengikutnya. Dia melihat, masing-masing dari dua pemuda tersebut memiliki peringkat prajurit dewa tahap kelima. Namun, Zeno merasa ada yang janggal dengan peringkatnya. Maka dari itu, “Aku adalah kepala desa yang baru, bisakah kalian mengikutiku? Kita akan berbicara dua lawan dua di rumahku.”
Dua pria tersebut terkejut saat dia melihat seseorang yang sama sekali tidak memiliki peringkat mengaku kepala desa yang baru. Tetapi, setelah mereka melihat tatapan para penduduk lainnya, dan Onard yang menundukkan kepala di dekat Zeno, mereka jadi percaya. Namun, ada sebuah pertanyaan yang terlintas di kepala mereka berdua.
Mereka berdua akhirnya mengikuti Zeno untuk pergi dari sekumpulan pengikut Onard yang telah memukulinya. Mungkin jika tidak ada Zeno itu tadi, maka mereka pasti akan kembali ke ibukota dengan keadaan yang mengenaskan.
.....
Tepat di rumah Zeno, Zeno masih berdiri, bersandar di dinding ruangannya dengan dua orang yang masih berdiri pula. Tatapan Zeno terlihat juga sangat ramah dengan sebelah ujung bibir yang dia angkat. Tidak, tampaknya tidak terlihat ramah, melainkan sangat mengerikan di mata mereka berdua.
“Prajurit dewa tingkat kedua? Aku ingin tahu, harta apa yang bisa digunakan untuk memberikan peringkat palsu?” Tutur Zeno sambil menguak rahasia mereka yang membuat kedua pria tersebut sedikit kaget. Pasalnya, dia merasa bahwa peringkat milik mereka berdua terlihat samar-samar sehingga tidak menunjukkan peringkat asli mereka.
Akan tetapi, beberapa detik kemudian, mereka langsung tersenyum tipis sambil menjentikkan jarinya secara bersamaan. Dan siapa yang menyangka, peringkat asli mereka muncul, yang mana mereka berada di peringkat dewa murni tahap ketiga, yang mana peringkat tersebut berada di atas Azure yang merupakan dewa murni tahap kedua.
“Maafkan aku kepala desa. Apa Anda juga menggunakannya? Sehingga tidak bisa menunjukkan peringkat asli Anda?” Kata salah satu dari mereka mulai bertanya.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu.” Jawab Zeno singkat sesaat dia kemudian menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya, “Jika aku menjadi kalian, maka aku tidak akan berpura-pura lagi dan akan menghajar Onard. Bagaimanapun, kalian membela diri sendiri dari tuduhan Onard.”
“Tapi dia merupakan kepala desa, tidak, maksudku mantan kepala desa yang notabene ....” Salah satu pria yang berkata demikian langsung terhenti karena teringat sesuatu, “Bukankah kepala desa Onard hanya memiliki satu putri yang bernama Zera? Kenapa anda yang menjadi kepala desanya? Apa Anda menantunya?”