Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Menghadap kepala desa


__ADS_3

“Kau mendapatkan daging rusa ini darimana?” Zeno bertanya sesuatu kepada Azure sambil duduk bersila dengan memasukkan sepotong daging ke mulutnya.


“Tengah malam, aku memburunya, dan memasak daging ini tepat pada matahari terbit sebelum Anda bangun. Selain itu, rusa ini merupakan hewan murni dan bukan elemental beast. Sangat langka apabila mencari hewan seperti ini di hutan tersebut.” Azure menjelaskan.


Zeno mengerti, pantas saja daging ini tampak sangat lezat seperti daging pada umumnya. Pasalnya daging ini adalah daging rusa murni yang sama sekali tidak memiliki elemental. Berbeda dengan daging yang sebelumnya merupakan hewan yang memiliki elemen, maka rasa daging tersebut sedikit pahit.


Tampaknya, rumah buatan yang kemarin malam dia buat benar-benar sangat nyaman, bahkan Zeno ingin sekali menolak untuk keluar. Buktinya, tanpa alas sekalipun, dia juga bisa tidur nyaman walaupun Zera sudah menawarkan untuk memberikan sebuah alas agar Zeno tidak kedinginan. Namun, Zeno hanya menolak dan mengembalikan alas tidur tersebut.


Seketika, makan pagi yang seharusnya tampak tenang tanpa gangguan kini menjadi pecah saat ada seseorang yang mengetuk pintu rumah buatannya dengan sedikit keras. Namun, tidak ada pernyataan siapa yang mengetuk pintu tersebut.


Zeno memberi isyarat kepada Azure untuk mencari tahu siapa yang mengetuk pintu pada pagi hari seperti ini. Masalahnya ini benar-benar mengganggu, waktu paginya. Sebelum Azure melakukan apa yang diperintahkan tuannya, Zeno mengeluarkan ucapan dari mulutnya, “Jika ada pergerakan yang mencurigakan lawan saja.”


Mendengar perkataan tersebut, Azure tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Anda terlalu berlebihan. Ini desa yang kekuatannya tidak seberapa, jadi mana mungkin ada seseorang yang berlagak mencurigakan.”


“Jika memang begitu bagaimana?” Zeno menghela napas, “Baiklah terserah kau saja, jika ada seseorang yang mencurigakan, kau ajak makan bersama juga tidak masalah.” Ucapnya tanpa memikirkannya lebih lajut, karena apa yang lebih penting sekarang adalah mengisi perutnya. Lagipula dia mencerna baik-baik apa yang dikatakan Azure bahwa tidak mungkin di desa yang tidak ada apa-apanya ini ada seseorang yang berniat mencelakainya. Mungkin yang mengetuk itu tadi adalah warga desa.


Azure membuka pintu, memperhatikan sosok wanita yang tampak polos sedang mengangkat tangannya yang baru saja mengetuk pintu. Tatapan wanita tersebut tampak begitu ceria, tidak seperti biasanya.

__ADS_1


“Zera, ada apa?” Azure bertanya kepada Zera yang pagi seperti ini datang ke rumah buatan Zeno. Bahkan Azure sendiri juga sangat risih kepada Zera sendiri karena melakukan tindakan pengganggu.


“Maafkan aku tuan Azure, tetapi dimana tuan Zeen? Kepala desa mengajaknya makan bersama dan ingin membahas sesuatu.”


Azure yang mendengarkan hal itu menghela napas sambil menutup kembali pintu rumah buatan Zeno secara pelan-pelan. Kemudian, sebelum pintu itu tertutup sepenuhnya, Azure mengintip bahwa Zera berwajah masam saat dirinya diperlukan seperti itu, namun Azure sama sekali tidak peduli, dia hanya berkata, “Dia masih sarapan daging rusa murni, aku akan memberitahunya untuk datang ke rumahmu. Tapi bukan untuk ikut sarapan, melainkan pembahasan yang kau maksud.”


Pintu sepenuhnya ditutup, Azure melangkah pergi tanpa berekspresi sama sekali. Dia berkata seperti itu, mengatakan bahwa Zeno memakan daging rusa murni untuk memberikan sebuah isyarat apabila Zeno memakan di rumah kepala desa akan jauh lebih hina. Pasalnya, dia tahu bahwa kepala desa memasak daging elemental beast yang kemarin sore Zeno bunuh. Dan tentunya daging murni jauh lebih nikmat dibandingkan daging elemental beast.


Benar-benar, tindakan seperti itu apabila diketahui Zeno, maka Azure akan diceramahi secara habis-habisan. Untungnya dia sedang makan sehingga tidak mengetahui sama sekali apa yang Azure katakan.


“Ada apa?” Zeno bertanya usai Azure kembali dari ruangan depan, wajahnya terlihat sangat penasaran dengan siapa yang mengetuk pintu itu tadi dan apa perlunya.


“Memangnya ada perlu apa kepala desa memanggil kita sepagi ini?”


“Entah, aku juga tidak tahu tuan.” Jawab singkat Azure.


.....

__ADS_1


Zeno dan Azure, keduanya dengan rasa penuh malas berjalan ke arah rumah kepala desa yang berada di paling ujung desa. Benar-benar sangat aneh, itulah yang Zeno sedikit tidak suka dengan kepala desa, yang mana kepala desa tersebut benar-benar bermain aman dengan membuat rumah di titik terjauh dari hutan. Sehingga kemungkinan rumahnya akan rusak adalah sedikit.


Zeno penasaran, memangnya ada apa Onard memanggil di sela-sela seperti ini? Padahal Zeno sebelumnya berniat memburu elemental beast untuk meningkatkan peringkat elemennya. Namun, kepala desa itu mengganggu niatan aktivitasnya yang membuat Zeno sama sekali tidak bersemangat untuk menghadap Onard.


Tepat di depan rumah kepala desa, Zeno benar-benar tidak menyangka akan seramai ini. Bahkan dirinya sudah disambut dengan ramah oleh beberapa prajurit desa dengan senyum bahagia. Apalagi ada Onard yang berdiri di teras dengan Zera dan seorang pria tua di belakangnya.


“Hormat kepada tuan Zeen!” Seru Onard kepada seluruh orang yang ada didekatnya.


Hal formal yang tiba-tiba mendadak, membuat Zeno menjadi merasa tidak nyaman dengan hal seperti ini. Apa yang terjadi? Tampaknya Onard sudah memberitahu kepada semua orang bahwa dirinya memiliki kemampuan seorang penguasa. Onard tampaknya sudah memutuskan menyerahkan kepemimpinannya kepada Zeno agar ramalan tersebut benar-benar terjadi.


Zeno dan Azure dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah dengan diperlakukan sangat sopan, bahkan lebih sopan daripada kemarin yang membuat Zeno lagi-lagi kurang nyaman dengan perlakuan tersebut.


“Tuan, tidak perlu disembunyikan lagi. Anda memiliki kemampuan menguasai elemen. Dan seperti ada dalam ramalan, akan ada seorang yang dapat menguasai elemen memimpin desa ini dan akan membawanya jauh lebih baik. Jadi tuan, aku harap Anda mengerti hal tersebut.” Onard angkat suara dan langsung menjelaskan topik pembahasan tanpa melalui basa-basi terlebih dahulu.


“Bagaimana jika ternyata aku justru membawa desa ini menuju ambang kehancuran. Siapa tahu ternyata yang dimaksud ramalan itu bukan aku.” Zeno membumbui pembahasan ini dengan sebuah sangkalan. Pasalnya, dia semenjak tadi sore berubah pikiran bahwa tidak masalah untuk mengambil alih desa ini menjadi lebih baik, lagipula itu juga akan sangat menguntungkan Zeno untuk membuat sebuah imperial besar.


Dan mengenai membawa desa tersebut menuju ambang kehancuran, Zeno hanya omong kosong. Karena dirinya sudah berpengalaman menjadi seorang kaisar selama sepuluh tahun, yang mana wilayahnya jutaan kali lipat lebih luas dari desa ini. Dan tentunya, mengurus desa ini adalah hal yang sangat kecil bagi dirinya. Bahkan Turse saja pasti juga bisa, secara dirinya hanya memperhatikan kinerja Zeno yang telah menjadi pasangan hidupnya sepanjang menjadi kaisar.

__ADS_1


“Tuan, Anda tidak perlu bercanda seperti itu, Anda bukan orang seperti itu walaupun kami baru saja bertemu Anda kemarin siang. Jadi, tolong, coba saja bawa desa ini menuju kesejahteraan agar kami bisa merasakan kenikmatan untuk hidup.” Tetua Hans juga memohon agar Zeno bisa menjadi pemimpin dan membawa desa ini menjadi lebih baik.


“Aku juga akan menyerahkan Zera untuk Anda tuan. Jika Anda mau, Anda bisa menikahi putriku yang paling cantik walaupun sama sekali tidak memiliki elemental. Tetapi saya jamin, Zera bisa membantu Anda untuk mengurus desa ini. Selain itu, Zera juga setuju dan justru malah ingin selepas Anda melumpuhkan Ivon.” Tutur Onard yang mengatakan demikian secara asal-asalan.


__ADS_2