Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Hukuman untuk lima kaisar dewa


__ADS_3

Dua minggu kemudian, setelah insiden kejadian tersebut, dewa kembali ke tatanannya kembali setelah beberapa tahun tidak ada yang menduduki kursi tahta dewa. 


Tanpa adanya sebuah prosesi pengangkatan, Zeno sudah duduk menempati hak kursinya. Selain itu, dirinya juga memiliki peringkat yang tidak dimiliki oleh dewa lainnya, yaitu dirinya memiliki peringkat God of Gods.


Peringkat God of Gods sendiri, merupakan peringkat yang hanya dimiliki oleh dewa dari segala dewa, seperti dewi Luna atau Zeno sendiri. 


Peringkat tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dewa abadi, tidak hanya itu saja, tingkatkan God of Gods juga berbeda dengan yang lainnya, yang mana hanya satu God of Gods saja tanpa ada pertama kedua atau seterusnya.


Di hadapan Zeno yang duduk dengan wajah yang begitu datar, Zeno bisa melihat lima sosok kaisar dewa yang telah di anggap sebagai seorang pengkhianat dewa. Dengan di perhatikan oleh dewa lainnya, seperti para pilar dan segala dewa yang ada di tempat tersebut.


Lima kaisar itu, oleh Zeno dicabut haknya menjadi seorang kaisar, dan kini untuk hukumannya, Zeno sama sekali belum memutuskan. Itulah mengapa Zeno mengadakan pertemuan untuk merundingkan apa hukuman yang cocok untuk mereka berlima.


“Tendang saja dari alam dewa!”


“Bakar hidup-hidup!”


“Jadikan dia sebagai dewa yang cacat tanpa elemental!”


Masing-masing dewa yang berada di dalam istana Nirwana berteriak memberikan pendapatnya masing-masing untuk menghukum para kaisar dewa. Akibatnya, di ruangan ini terjadilah sebuah keributan yang begitu besar.


Dewa kematian, Asura, tanpa di suruh oleh Zeno, dia langsung mengeluarkan aura kematian yang cukup pekat agar para dewa terdiam. Keadaan kembali sedia kala tanpa adanya sebuah keributan dan pihak yang mencoba untuk memprovokasi.


“Para pilar, kalian memiliki usul? Apa hukuman yang cocok untuk mereka semua?” Tanya Zeno kepada para pilar yang duduk dan menatap tajam para dewa kaisar yang tampaknya benar-benar begitu ketakutan.


“Kami menyerahkan itu semua kepada yang mulia. Semua hukuman tersebut, kami akan benar-benar menerimanya.” Kata perwakilan dari ketujuh pilar yang kini bukan milik dewi Luna, melainkan pilar dewa Zeno.

__ADS_1


“Baiklah jika memang begitu.” Zeno menghela napas dan berdiri dari singgasananya, “Aku telah memutuskan hukuman apa yang cocok untuk kalian semua. Kalian, akan ditendang di alam manusia tanpa diberkati elemental lagi. Artinya, elemental seed kalian tidak hanya disegel, melainkan juga dihancurkan sehingga kalian tidak memiliki elemental. Kalian akan hidup sebagai manusia, hidup berdampingan dengan mereka.”


“Hukuman ini terlihat ringan, karena di alam manusia, diskriminasi dengan seseorang yang tidak memiliki elemental tidak setinggi di alam dewa yang sampai dibunuh. Di alam manusia, mungkin hanya dikucilkan oleh keluarga, jika beruntung, maka kalian akan memiliki teman yang mau menerima kalian apa adanya. Tapi jika sial, kalian pasti akan bunuh diri karena tidak kuat untuk merasakan kehidupan sosial di tengah-tengah perlakuan kejam.” Zeno berkata dengan cukup tinggi, suaranya begitu menggelegar sehingga di dengar oleh semua dewa yang ada di istana Nirwana ini.


“Di alam manusia, ada beberapa benua dengan kekaisaran sebagai pemerintahan tertinggi di setiap wilayah. Aku akan melemparkan kalian secara terpisah, dengan letak kalian yang berjauhan, sehingga kemungkinan kalian tidak akan bertemu sangatlah besar.” Kata Zeno sambil mengulurkan tangannya ke depan, seolah seperti menggenggam sesuatu.


Kelima kaisar tanpa bergerakpun merasakan sakit yang begitu luar biasa, itu terjadi karena Zeno menghancurkan elemental seed mereka yang sebelumnya telah tersegel, sehingga mereka tidak akan bisa mengeluarkan elemental lagi selamanya.


Semua dewa melihatnya, peringkat dewa abadi kelima kaisar dewa itu menghilang yang menandakan bahwa secara permanen, mereka tidak akan memiliki elemental lagi.


“Segera buang mereka secara acak dan terpisah.” Tegas Zeno dengan suara yang cukup keras.


Beberapa prajurit istana nirwana langsung menyeret mereka keluar setelah Zeno memutuskan hukuman untuk mereka, yaitu dibuang ke alam manusia tanpa adanya sebuah elemental untuk mereka.


“Tidak tolong yang mulia, kami akan hidup di alam dewa, bahkan tanpa elemental sekalipun tanpa masalah. Tapi jangan seret kami ke alam manusia dan menjadi seorang manusia biasa.” Teriak mantan kaisar dewi petir yang menangis, dia diseret dengan sangat tegas oleh para prajurit istana Nirwana.


.....


Sore hari, di halaman belakang istana yang begitu luas seperti sebuah taman, Zeno sedang duduk bersantai menikmati keindahan alam dewa dari atas, dengan istrinya, Turse yang sedang menyandarkan kepalanya di pundak Zeno.


Namun, dalam masa santainya, tiba-tiba Turse seperti ingin muntah yang membuat Zeno langsung sigap menolongnya.


“Turse ada apa? Apa kau sakit?” Tanya Zeno dengan begitu cemas, kemudian dirinya langsung membawa masuk Turse ke dalam istana Nirwana.


“Pelayan! Panggilkan tabib istana.” Pinta Zeno kepada seorang pelayan sembari menggendong Turse yang tampaknya seperti kelelahan, selain itu, Turse juga terus menerus menutup mulutnya seolah merasakan mual.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Zeno langsung merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur yang tampaknya tidak lagi memiliki keinginan untuk muntah. Meskipun begitu, tatapan Zeno berubah menjadi tidak biasa.


“Apa yang kau lakukan hari ini? Apa kau salah memakan makanan dewa atau apa?”


“Tak perlu dicemaskan, aku baik-baik saja. Kau saja yang terlalu berlebihan.” Ucap Turse sembari bangun dari berbaringnya.


“Tuan Zeno, tampaknya Anda berada di sini.” Viona dengan penuh hormat berdiri di pintu kamar Zeno yang sedang terbuka, “Aku meminta izin untuk meninggalkan istana Nirwana untuk beberapa hari karena ingin beradu satu lawan satu dengan dewa kematian sebagai pertandingan persahabatan.” Sambungnya sambil mengerutkan dahinya saat melihat Turse.


“Ngomong-ngomong, nyonya Turse kenapa?” Viona terus mengerutkan dahinya karena melihat Turse yang tampaknya tidak biasa.


“Entahlah dewi kehidupan, sepertinya dia mual-mual baru-baru ini. Sehingga aku tadi benar-benar mencemaskannya.” Kata Zeno menatap Turse.


“Bisakah aku memeriksanya?” dewi kehidupan menawarkan.


“Silahkan, lagipula tabib istana belum datang.”


Tanpa menunggu lama, dewi kehidupan langsung masuk ke dalam kamar Zeno dan menghampiri Turse. Kemudian, dia memerintahkan Turse untuk berbaring sambil menatap tajam perut Turse yang tampaknya begitu aneh.


Sebagai dewi kehidupan, Viona langsung menyentuhkan tangannya ke perut Turse, dia memejamkan matanya sebentar dan merasakan adanya sebuah kehidupan di perut Turse. Tersenyum, dia kemudian menatap Zeno yang terlihat tidak ada senyuman di wajahnya.


“Yang mulia, ada kehidupan baru di perut istri Anda.” Dewi kehidupan menjelaskan kepada Zeno.


Zeno mengerutkan dahinya kebingungan dengan perkataan Viona barusan, dia berpikir apakah ada yang mengendalikan Turse sehingga ada sosok lain di perutnya? Penasaran, Zeno bertanya dengan cemas, “Apa maksudnya?”


“Anda akan menjadi seorang ayah.”

__ADS_1


Zeno yang mendengar itu, dia membuka mulutnya sambil membisu sejenak, selain itu, dia juga melirik Turse yang tampaknya terkekeh melihat wajah Zeno yang begitu kebingungan. Dia diam-diam mencoba untuk mencubit tangannya, berharap apa yang dia dengar kali ini bukanlah sebuah mimpi.


__ADS_2