
Sore hari menjelang malam, atau tepat pada waktu matahari terbenam, mereka berdua benar-benar telah berada di pelabuhan dengan kapal besar yang ada di belakangnya. Tidak sendirian, pelabuhan tersebut tampak ramai karena sang kaisar dan istrinya akan pergi. Sedikit yang tahu, bahwa kaisar akan pergi dari benua Artrik selamanya.
Itu terjadi karena Zeno benar-benar menjaga rahasia agar para penduduknya tidak mengalami kesedihan. Yaah, walaupun Zeno juga tidak tahu bagaimana satu bulan lagi ketika orang-orang tahu bahwa Aure tiba-tiba menjadi seorang kaisar menggantikan dirinya, dan tahu bahwa dirinya tidak akan pernah kembali lagi. Selain itu, mereka juga hanya melihat dari kejauhan, karena para prajurit tidak mengizinkan para penduduk untuk mendekat kecuali orang penting.
Jenderal Lois yang menggendong seorang anak kecil di pundaknya, dia tampak terlihat sedih bahwa kaisar tidak akan kembali lagi. Padahal menurutnya, Zeno merupakan kaisar terbaik yang telah menjabat selama sepuluh tahun lamanya. Pria tua yang menggendong cucunya itu tampak terlihat seperti seorang anak kecil yang menahan kesedihan.
Tentunya, tidak luput dengan Kirin dan juga Uron yang berdiri di antara mereka. Tampaknya ekspresi mereka benar-benar sedih dan tidak seperti biasanya. Hal itu dikarenakan bahwa Kirin dan Uron tidak mengikuti Zeno, karena ditugaskan untuk menjaga kekaisaran dari ancaman apapun.
"Dimana Nora?" Zeno mengerutkan dahinya karena sama sekali tidak melihat Nora.
"Entahlah, dia benar-benar larut dalam kesedihan. Lagipula, kaisar jahat sekali memberikan kabar buruk secara mendadak. Mungkin beda lagi saat kaisar mengabarinya jauh-jauh hari." Ujar Selena membuang mukanya, dia entah kenapa juga merasa sangat benci kepada Zeno yang pergi secara mendadak.
"Ini terlalu mendadak, setidaknya beritahu aku satu bulan yang lalu bahwa aku akan menjadi seorang kaisar." Sahut Aure dengan wajah yang sangat buruk.
"Kaisar sebenarnya sudah memberitahu kami dan para pengurus kekaisaran lainnya satu bulan yang lalu. Tetapi dia merahasiakan hal tersebut dari kalian. Karena kaisar tahu, apabila memberitahu kalian jauh-jauh hari, pasti kalian membuat siasat licik agar kaisar tidak pergi." Nefd mencoba untuk menjelaskan.
"Kaisar, terimakasih telah menjadi kaisar yang baik bagi kami. Kami tidak akan melupakan kaisar apapun yang terjadi. Jika berkenan, maka kaisar bisa kembali dan menjenguk kami kapanpun." Nefd berkata tanpa merasa sedih, sebagai seorang petinggi dia juga harus menjaga kewibawaan. "Untuk pengangkatan Aure, aku sudah memajukan menjadi tiga minggu lagi, jadi kaisar tidak perlu cemas."
"Jahat sekali." Aure berkata dengan sedih setelah tahu bahwa kaisar merahasiakan berita tersebut hanya kepada teman-temannya.
Seketika, sebuah tornado kuat muncul dari dekat kapal yang hendak Zeno dan Turse tumpangi. Yaah bisa ditebak, bahwa tornado yang mendadak muncul itu merupakan buatan, karena jika itu alami, maka terbentuknya akan memakan waktu.
__ADS_1
Semakin mendekat ke arah kapal, seolah ingin menghancurkan kapal tersebut. Kekuatan yang terlihat kuat, besar bahkan lebih besar dari tornado pada umumnya. Membuat semua orang yang ada di sekitar pelabuhan lari karena takut. Sedangkan Zeno dan orang-orang yang ada di dekat kapal hanya menutup wajahnya menggunakan lengan, berharap tidak ada debu yang merusak matanya.
Kenapa mereka tidak lari? Karena mereka tahu bahwa itu merupakan tornado buatan. Sehingga mereka tampak tenang, namun berusaha agar tidak terseret oleh tornado tersebut.
"Apa yang dipikirkan Nora?" Zeno mencoba untuk membuka matanya dari lengannya, serta ia langsung menghadap ke belakang yang mana tornado tersebut sudah menghancurkan beberapa bagian kapal.
Kemudian, Zeno mengulurkan tangannya yang terbuka, dan menutup kepalan tangannya secara perlahan. Sehingga tornado tersebut hilang seketika.
Tidak berhenti begitu saja, Zeno langsung menghilang, lebih tepatnya bergerak secepat cahaya untuk menyelesaikan masalah kecil ini.
….
Akan tetapi, tiba-tiba lengannya ada yang menariknya dengan sangat cepat. Bahkan dia hampir berteriak ketakutan karena terkejut saat sebuah tangan menggapai lengannya dan membawa pergi. Tetapi Nora sendiri tidak melihat jelas siapa yang menariknya.
Namun, sebelum sedetik, Nora sudah berada di kerumunan orang-orang penting istana kekaisaran yang memandangnya sangat buruk. Hal itu tentunya membuat dia menutup mukanya karena malu dan takut, apalagi ini berhubungan dengan kaisar.
Tentunya dia sadar, bahwa yang menariknya tadi adalah Zeno yang bergerak secepat cahaya. Dia mengintip Zeno dari sela-sela jarinya dan melihat bahwa Zeno mengepalkan tangannya seolah ingin marah.
"Maafkan aku." Nora berkata dengan singkat. Dia tidak tahu ingin berkata apa setelah melakukan tindakan ceroboh seperti itu tadi.
Turse menyentuh pundak Zeno dan menyuruhnya untuk tidak marah atas perbuatan Nora yang terlihat sangat ceroboh.
__ADS_1
Dia juga menghampiri Nora dan berkata dengan lembut, "Kami tahu bahwa kau tidak ingin kami pergi. Tapi perbuatanmu itu tidak hanya merusak kapal, tapi juga membahayakan orang-orang yang lainnya."
"Sebenarnya tidak masalah apabila itu merusak kapal, karena aku bisa memperbaikinya secara pribadi." Sahut Zeno sambil memperbaiki kerusakan kapal dengan sebuah elemen kayu yang dia ciptakan, "Tapi apabila kerusakan pada manusia, aku tidak bisa memperbaikinya. Nora, kau sudah dewasa, kau bukan anak-anak atau remaja lagi. Kau merupakan kepala dewan keuangan yang seharusnya bisa berpikir lebih jernih."
"Tidak masalah apabila kita berpisah, kita merasa sedih atau senang, karena itu bagian dari emosi seseorang. Tetapi jangan sampai ini menjadi sebuah perpisahan yang sangat buruk karena kecelakaan." Sambungnya.
"Selena, kau merupakan temanku yang sudah kuanggap adik sendiri. Kemampuan membunuhmu yang kau miliki, gunakan dengan bijak, karena kau adalah kepala dewan keamanan. Cuma mengingatkan, aku sudah menegaskan hal itu beberapa tahun yang lalu."
"Aure, kau memiliki sikap yang tidak jauh dari nenek. Jadi aku harap, kau bisa mengikuti jejaknya menjadi seorang kaisar. Umurmu hampir berkepala tiga, jadi segeralah menikah. Menikahlah sesuka hatimu dengan siapa, dan tidak peduli apakah kau seorang kaisar atau bukan. Tapi jangan sampai kau menyerahkan jabatanmu kepada suamimu sendiri, walaupun itu benar-benar sangat sulit."
"Petinggi Nefd, petinggi lainnya, dan para jajaran istana. Terimakasih sudah bekerja dengan sangat baik, mungkin jika tidak ada kalian, aku tidak akan bisa menjadi kaisar sampai sejauh ini. Jenderal Lois, jaga cucumu, selain itu sampaikan kepada laksamana Mahaa untuk menjadi ibu yang baik kepada kedua anaknya."
"Aku mengerti kaisar." Jenderal Lois menganggukkan kepalanya, dia juga menggendong cucunya yang terlihat masih anak-anak, namun tidak tahu apa-apa.
"Kirin dan Uron, roh naga kembar. Aku harap kalian tidak bersedih karena ku beri tugas untuk menjaga istana kekaisaran. Jadilah kaki tangan Aure agar dia bisa menjadi kaisar yang hebat, agar tidak ada sosok yang berani untuk menurunkannya." Sambung Zeno sambil menepuk pundak mereka. Rasanya sangat sedih apabila tidak mengajak Kirin dan Uron, namun bagaimana lagi.
Seketika sebuah kobaran api muncul dari langit, yang membuat mereka takjub. Namun, kobaran itu tampak tidak berbahaya karena terlihat kecil. Bersamaan dengan hal itu, burung merah yang tidak lain merupakan Flamon berdiri di atas layar kapal dengan gagahnya. Tidak hanya itu saja, Azure juga muncul dan berdiri di atas kapal.
"Sampai jumpa." Zeno tersenyum sambil menarik tangan Turse untuk menaiki kapal kekaisaran. Kemudian, diikuti oleh para awak kapal yang sebelumnya turun karena ada tornado milik Nora itu tadi.
Dia benar-benar tidak menyangka akan berpisah dengan orang terdekatnya secepat ini. Sebenarnya jika mau, Zeno bisa pergi dua atau tiga tahun lagi. Tetapi karena Zeno mendapatkan mimpi dari dewi Lina untuk segera menuju alam dewa, dia tidak bisa menolaknya.
__ADS_1