Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pangeran El


__ADS_3

Zeno menelan ludahnya secara kasar, dia tidak begitu menyangka bahwa pangeran dari kerajaan Fang menyadarinya setelah Zeno sendiri mengucapkan sesuatu. Selain itu, Zeno merasa bawa pangeran yang ada di samping begitu cerdas, karena dapat mencerna ucapan Zeno dengan sangat baik bak seorang mata-mata.


“Sialan, tampaknya aku ketahuan. Apakah semua keluarga Fang di kerajaan mengetahui siapa itu Fang Zeno?” Tanya Zeno dengan begitu tajam.


“Hanya keluarga inti, dan penjaga pohon kehidupan Fang Noi yang mengetahuinya. Tapi Noi sendiri juga tidak mengetahui dengan jelas mengenai dirimu, apa elemenmu. Bahkan, saat melihatmu, mungkin dia berpikir bahwa kau merupakan anggota keluarga Fang yang gagal karena tidak memiliki peringkat dan elemental sama sekali. ” Jawab El pula.


Zeno mengangkat aslinya, dia sekarang menjadi mengerti mengapa Noi juga mengetahui mengenai siapa itu ayah dan kakeknya, serta keponakannya yang mana ada hubungannya dengan daun-daun pohon kehidupan. Rupanya, Noi sendirilah yang menjaga pohon kehidupan tersebut. Tapi masalahnya, bagaimana raja bisa mengetahui bahwa Fang Zeno merupakan sosok kepala desa di Neo Mazzarri, sehingga mengirim surat kepada dirinya?


Tentunya Zeno menanyakan hal tersebut kepada pangeran atau anak raja secara langsung. Tetapi, Zeno tidak yakin bahwa El bisa menjawabnya, karena seharusnya apabila El bisa menjawab, maka El sudah mengetahui semenjak tadi siapa Zeno sebenarnya. Namun, tidak ada salahnya untuk menanyakan hal tersebut, barangkali pangeran memang tidak tahu mengenai keberadaan Zeno, tetapi raja sendiri yang mengatakan pada pangeran, mengapa raja bisa mengetahui keberadaan Zeno.


“Yang ku pusingkan, bagaimana raja mengetahui keberadaanku yaitu menjadi seorang kepala desa di Neo Mazzarri?” Zeno bertanya dengan begitu lirih, agar para pengunjung kedai tidak ada yang mendengarnya. Meskipun, Zeno dan El sebenarnya semenjak tadi tidak terlalu keras untuk berbicara.


“Entahlah.” El menggelengkan kepala, “Yang ku tahu ada sosok terkuat dari keluarga Fang di alam manusia, dan itu adalah kau, Fang Zeno. Soalnya, Leluhur Fang sudah menegaskan hal itu. Sama seperti di alam manusia, leluhur Fang juga keluar setiap tiga tahun sekali dalam wujud roh nya.”


“Benar-benar tidak adil. Di alam manusia, pak tua itu muncul setiap dua belas tahun sekali. dan aku baru saja bertemu dengannya satu kali.” Zeno berdecak kesal saat mengingat pak tua itu, masalahnya dia sekarang merasa bahwa Fang berlaku tidak adil, yaitu keluar di alam dewa setiap tiga tahun sekali, namun di alam manusia justru sangat lama.

__ADS_1


El yang mendengar itu langsung tersenyum sambil menelan makanannya sebelum dia berucap, “Beruntung sekali, kau akan bertemu dengannya satu kali lagi. Maksudku, dia akan muncul di pohon kehidupan dalam lima hari lagi.”


“Tunggu sebentar, katamu leluhur Fang selalu menegaskan tentang diriku di setiap dia muncul? Hoi jangan bercanda! aku bertemu dengannya saja baru satu kali dan itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. Dan itu aku belum ada apa-apanya, bisa dibilang masih lemah.” Sangkal Zeno dengan suara yang begitu keras, sehingga dirinya kembali menjadi pusat perhatian.


Tatapan orang-orang memandang Zeno dengan sangat aneh, apa yang mereka pikirkan, bagaimana Zeno bisa cepat akrab dengan pangeran? padahal, mereka berdua saja baru bertemu dan baru saling mengenal. Sehingga, banyak yang iri dengan kemunculan Zeno. Namun, mereka tidak berani untuk protes, karena takut dengan Zeno, mengingat seseorang yang tidak memiliki peringkat ternyata memiliki elemental yang cukup hebat.


“Jika kau ingin tahu, maka datanglah ke kerajaan dan tinggal sampai leluhur itu kembali muncul. Jika dipikir-pikir, hanya keluarga inti saja yang boleh bertemu dengan leluhur, bahkan Noi sang penjaga pohon kehidupan sekalipun tidak diizinkan oleh ayah. Tapi tenang saja, siapa yang dikehendaki oleh ayahku juga dapat bertemu dengan leluhur."


Zeno hanya bisa menghela napas, mau tidak mau dia harus datang menuju kerajaan untuk mengetahui semua jawaban yang dia inginkan. Bukan hanya mengapa raja bisa tahu keberadaannya, melainkan juga bertanya kepada leluhur Fang, mengenai diri Zeno yang menjadi keturunan terhebat. Masalahnya, saat terakhir kali bertemu, Fang sama sekali belum mengetahui bahwa Zeno adalah keturunanya.


“Tak perlu memanggilku dengan pangeran, saudara Zeno. Namaku adalah Fang Eldian. Seluruh keluarga Fang memanggilku El.”


Zeno yang mendengar itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke arah El, kemudian dengan tersenyum ramah, Zeno berkata, “Senang bisa bertemu denganmu pangeran El. Sebagai keturunan Fang, tersenyum dan bersifat ramah adalah perkara wajib.”


El juga tersenyum sambil menjabat tangan Zeno, “Aku tahu itu.”

__ADS_1


.....


Selang beberapa lama, mereka berdua akhirnya keluar dari kedai dengan tatapan para pengunjung yang tidak biasa. Orang yang tidak tahu kejadian sebelumnya pasti menggunjing Zeno dan menganggap bahwa Zeno tidak memiliki malu. Tidak memiliki elemental, seharusnya harus sadar diri agar tidak terlalu dekat dengan seorang pangeran itulah yang mereka pikirkan.


Meskipun Zeno tahu itu, Zeno tidak terlalu memperdulikannya, padahal pangeran sendiri sudah menegur mereka untuk tidak memandang sebelah mata. Namun, mereka hanya bisa terdiam dan memilih untuk pergi, meskipun dari raut wajah mereka masih mencela Zeno dalam hati terdalam.


“Aku heran, kau adalah seorang pangeran, mengapa kau memilih makan di luar? Apa kerajaan tidak memberimu makan? Tapi rasanya itu tidak mungkin.” Tanya Zeno merasa ada yang aneh, masalahnya seorang bangsawan seperti pangeran seharusnya makan di ruang makan bersama keluarga inti. Tapi, pangeran ini justru memilih makan di luar istana.


“Apa tidak boleh? Aku hanya sekedar mengisi perutku. Lagipula jika aku tidak begini tadi, aku tidak akan bertemu denganmu. Benar-benar, tadi adalah sebuah kebetulan.” Kata El menjawab apa yang Zeno bingungkan.


Mereka berjalan, terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah gerbang, dengan sebuah jalan yang menghubungkan dengan istana yang begitu megah. Di pinggir jalan penghubung antara gerbang dengan pintu istana, terdapat air mancur yang begitu indah.


Di depan gerbang, terdapat dua prajurit yang masing-masing membawa tombak. Serta, Zeno juga bisa melihat dengan jelas, apa peringkat kedua prajurit itu, yang mana mereka sama-sama memiliki peringkat prajurit dewa tahap ke sembilan.


Melihat El yang datang, tentu saja kedua prajurit itu langsung membungkukkan badannya dan memberikan hormat. Dan setelah itu, mempersilahkan masuk ke dalam istana kerajaan. Meskipun, kedua prajurit itu bingung, mengapa pangeran membawa masuk seseorang yang tidak memiliki elemental?

__ADS_1


__ADS_2