Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pohon kehidupan


__ADS_3

“Ah sudahlah.” Kata Zeno sambil menghilangkan naga airnya, karena dia merasa itu benar-benar terlalu berlebihan.


“Kau benar-benar hebat.” Zeno memuji sambil menaruh kembali Ice Sword di punggungnya, kemudian dia berjalan ke arah Rosy sambil mengulurkan tangannya, “Bangunlah, anggap saja itu tadi bagaikan sebuah kompetisi. Bagaimanapun, kita adalah seorang kerabat.”


Rosy tersenyum malu, pipinya mendadak menjadi merah karena tatapan Zeno yang seperti itu. Menggapai tangannya? Alih-alih seperti itu, justru dia sok jual mahal dan berdiri sendiri serta meninggalkan Zeno sendirian di arena.


Semua orang yang melihatnya hanya bisa bertepuk tangan. Masalahnya, mereka menyadari bahwa salah satu dari keturunan Fang memiliki kemampuan penguasa. Tentunya, itu akan menjadikan keluarga mereka keluarga terkuat apabila Zeno bersedia tinggal di kerajaan.


Raja langsun melompat dari tempat duduknya menuju arena yang mana Zeno masih berdiri dan hendak pergi. “Pantas saja kau merupakan keturunan Fang paling kuat di alam manusia, kau saja memiliki kemampuan penguasa. Mungkin, tidak hanya di alam manusia, melainkan di alam dewa pula.”


“Terimakasih atas pujiannya yang mulia, tapi itu terlalu berlebihan. Selain itu pertnyaanku, bagaimana Anda bisa mengetahui keberadaanku?”


Raja mengalungkan tangannya ke leher Zeno bagaikan seorang teman, atau mungkin seorang anak. Membawanya pergi dari arena ini tanpa memperdulikan dimana Rosy tadi. Lagipula, Fang An memang membiarkan anaknya mendapatkan pelajaran dari kekalahannya agar tidak menjadi sombong.


Selain itu, tentunya berharap agar lebih dekat dengan Zeno pula. Karena dia memiliki niatan lain yang tentunya Zeno sendiri seratus persen tidak akan tahu tanpa sepengetahuan Fang An.


“Salah satu pendudukmu yang memberitahuku, yang mana mereka mengatakan ada salah satu anggota keluarga Fang yang memimpin desa. Kami tidak percaya, karena semua keluarga Fang terisolasi dan tidak boleh keluar dari ibukota kecuali melakukan tugas seperti membantu sekutu yang sedang berperang. Tapi setelah kami menanyakan siapa namanya? Pria itu menjawab bernama Fang Zeno.”


“Aku terkejut dan langsung membalasnya bahwa yang memimpin desa itu adalah bagian dari kerajaan Fang. Untuk memastikan, aku mengirim Noi pasca ada laporan orang-orang bahwa kau membunuh banyak pendatang. Meskipun, aku tahu bahwa itu adalah laporan palsu.”


“Bicara dengan Noi sang penjaga pohon kehidupan, dia hanya tahu namamu tanpa mengetahui bahwa kau merupakan sosok terkuat. Karena di setiap pertemuan dengan leluhur Fang, dia ku minta untuk keluar.”

__ADS_1


Zeno berpikir sejenak, salah satu penduduk yang mengetahui nama lengkapnya hanyalah Edren dan juga Yord. Dan mereka berdua memang sering keluar masuk desa menuju ibukota. Yaah, dia benar-benar tidak menyangka yang memberitahukan semuanya adalah Edren.


Itulah mengapa dia mengerti, kenapa Edren dan Yord selalu menganggap Zeno bagian dari kerajaan Fang meskipun Zeno sendiri telah menyangkalnya. Tampaknya, raja atau Fang An memang sudah menegaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga kerajaan Fang.


“Aku pikir Anda memata-mataiku menggunakan sebuah benda.” Ucap Zeno.


“Tentu saja tidak. Selain itu, aku juga memiliki kemampuan dapat melihat darah keluarga Fang mengalir di tubuhmu. Emm, tidak hanya kepada dirimu saja, melainkan kepada orang lain yang merupakan keturunan Fang.” Kata Fang An.


“Jika memang begitu, mengapa kau tidak menjelaskan kepada tuan putri secara jelas?” Tanya Zeno penasaran.


“Agar dia bisa mengetahuinya dengan sendiri melalui pertarungan.” Jawabnya singkat.


Beberapa menit mereka berjalan, mereka dihadapkan sebuah pohon yang tampak memancarkan aura emas. Dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari elemen air yang menjulang tinggi seolah menjadi pembatas. Meskipun begitu, jarak antara pagar pembatas dengan pohon itu agak jauh, sehingga terdapat tempat yang agak luas pula di sekeliling pohon.


“Yang memiliki kunci gerbang pohon ini hanyalah aku dan Noi saja.” Fang An menyentuhkan telapak tangannya tepat di sebuah lambang air yang menempel pada gerbang air. Seketika, sebuah pola muncul dan memancarkan sedikit cahaya berwarna ungu merambat ke seluruh pagar.


Pintu gerbang terbuka, mereka berdua akhirnya masuk ke dalam gerbang yang tumbuh sebuah pohon berwarna emas yang memancarkan orka elemen air. Tampak begitu menyegarkan, jarang-jarang Zeno merasakan energi orka sekental ini. Energi yang muncul rasanya juga sama persis dengan yang ada di air terjun kehidupan.


“Semua keluarga Fang, tertulis di daun pohon ini. Apa kau melihatnya? Daun emas dengan tulang daun berwarna ungu, itu merupakan keluarga Fang yang ada di dunia dewa. Sedangkan daun emas yang memiliki tulang daun berwarna biru, merupakan keluarga Fang yang ada di alam manusia.” Fang An menjelaskan.


Zeno bisa melihatnya, dia menyentuh daun emas yang begitu muda dengan rangai daun berwarna biru. Tertulis dengan begitu jelas bahwa Fang Zhee yang merupakan keponakannya tertulis pada daun tersebut.

__ADS_1


Kemudian, di dekat daun yang tertulis nama Fang Zhee, Zeno bisa melihat nama dirinya yang tertulis dengan jelas. Namun anehnya, mengapa rangkai daun itu berwarna ungu? Penasaran, Zeno bertanya kepada raja, “Aku merupakan keluarga Fang yang berasal dari manusia, tapi kenapa rangkai daun berwarna ungu?”


Raja Fang An menjawab, tapi sebelumnya beberapa bulan yang lalu dia juga tengah kebingungan mengapa rangkai daun berubah warna? Kemudian, setelah ada sebuah kabar bahwa sosok bernama Fang Zeno itu berada di alam dewa, maka Fang An bisa tahu, bahwa seseorang manusia yang berada di alam dewa juga akan menjadi dewa.


Zeno yang mendengarnya, dia mengerutkan dahinya. “Bukankah itu tidak masuk akal? Manusia yang menuju alam dewa berubah menjadi dewa?”


“Entahlah.” Fang An menggelengkan kepala.


Jika memang begitu, tampaknya Turse juga menjadi dewa pula. Tapi, apa memang semudah itu apabila untuk menjadi dewa? Pergi menuju alam dewa langsung disebut sebagai seorang dewa.


“Semua keturunan Fang? Namun hanya dari pihak ayah saja?” Zeno berkata demikian, pasalnya dia tidak melihat nama kedua keponakannya yaitu Fang Ama dan juga Emera tidak tertulis di salah satu daun.


"Bagaimana lagi? Sebagai misalnya ayahmu merupakan keturunan Fang, sedangkan ibumu keturunan Ama, maka kau tetap disebut keturunan Fang. Sedangkan apabila ayahmu keturunan Ama, ibumu keturunan Fang, maka kau di sebut keturunan Ama.”


“Anda tahu adik Fang juga?” Zeno mengangkat alisnya sambil menatap Fang.


Fang An menghela napas sebelum dia memulai berbicara, “Kau tahu itu. Aku harap keluarga Fang dan Ama tidak pernah melakukan perang saudara.”


“Maksudnya?” Kata Zeno kebingungan dengan apa yang diucapkan Fang An.


“Kerajaan Fang dan kerajaan Ama, sering melakukan perang saudara. Yaah kau tahu sendiri, sikap manusia dan dewa itu tidak berbeda jauh, saling ingin paling kuat di antara saudara sendiri. Menjadi sosok yang gila berkuasa. Aku mengakui, keluarga Fang juga seperti itu. Tapi, keluarga Ama lebih parah lagi, seperti sering kali merebut kekuasaan kerajaan ini dan menganggap bahwa keturunan Ama berhak atas semua peninggalan Fang

__ADS_1


__ADS_2