Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Zeno Vs Turse


__ADS_3

Beberapa pertandingan akhirnya telah dilewati dengan sangat sempurna, begitupun Turse akhirnya juga menang di babak kedua saat melawan dua orang. Awalnya Zeno prihatin saat Zeno tidak bisa menang dipertandingan ini, pasalnya dua orang yang menjadi lawan Turse bekerja sama untuk melawan Turse, pasalnya mereka berdua menganggap bahwa Turse benar-benar membahayakan dengan peringkat tinggi.


Zeno juga berniat untuk membantunya dengan cara licik agar Turse menang. Tetapi siapa yang menyangka, ternyata Turse dapat melewati pertarungan dengan cukup mudah. Sehinga mengakibatkan Zeno bisa bernapas dengan cukup lega.


Di babak ketiga ini, menyisakan delapan orang pemenang diantaranya adalah Turse dan Zeno itu sendiri. Dan, pada hasil akhirnya, Zeno dan Turse berhasil memenangkan untuk melanjutkan ke dalam babak semi final yang menyisakan empat peserta.


Awalnya, Zeno benar-benar grogi, karena kesempatan Zeno bertarung dengan Turse cukup tinggi sehingga kemungkinan besar diantara mereka berdua tidak bisa melanjutkan babak penentuan yang membuat Zeno gagal menjalankan rencana.


Namun, untungnya, dan benar-benar sangat diuntungkan, di babak ini Zeno dan Turse tidak bertarung bersama. Sehingga persentase keduanya untuk menang, dan berada di babak penentuan atau final cukuplah tinggi.


Entah Zeno tidak tahu mengapa dirinya sangat beruntung, tapi tampaknya dia yakin bahwa ini ada campur tangan ketiga beastnya untuk mengatur siapa saja yang akan bertarung dalam kompetisi ini.


Pertarungan menuju final berada dalam sore hari, membuat tidak ada penonton yang cukup banyak seperti pagi tadi. Namun, bukan berarti tidak ada penonton sama sekali. Mereka masih penasaran siapa yang akan mendapatkan kristal lima elemen. Selain itu, penonton juga terdiam dan tidak memberikan komentar lagi mengenai Zeno.


Pasalnya, Zeno yang tidak memiliki peringkat bisa sampai sejauh ini, bahkan dalam petandingan yang berlangsung. Dia sudah berada dalam ambang kemenangan dengan musuhnya yang babak belur dipenuhi oleh pukulan dan sayatan pedang.


Begitupun dengan arena kedua, yaitu Turse berhasil mengalahkan musuhnya yang membuatnya berhasil menuju babak final atau babak penentuan, siapa yang akan mendapatkan kristal elemen ini. Apakah Turse, atau Zeno yang mana Turse sama sekali tidak menyadari?


Dan itu berlangsung tepat pada matahari terbenam, Zeno dengan jantung yang berdebar kencang berada dalam satu arena dengan Turse. Mereka berdua berada di sisi yang paling jauh sebelum bertarung. Di babak akhir ini, tentunya menjadi kembali sangat ramai, sekaligus menjadi perbincangan hangat bahwa sosok yang mereka hina bisa berada sejauh ini.

__ADS_1


Sorakan dan tepuk tangan kembali muncul, tidak sedikit dari orang menghina Zeno karena tidak memiliki elemental, mereka juga memprovokasi Turse agar membunuh Zeno dengan sangat cepat.


“Nona, kau benar-benar sangat cantik. Menikahlah denganku.” Kata Zeno dengan suara yang dibuat-buat.


Turse sama sekali tidak berekspresi sambil mengangkat busur panahnya, karena dia tahu tidak bisa meremehkan sosok yang ada di depannya meskipun sama sekali tidak memiliki elemental. “Maafkan aku, tapi aku sudah bersuami.” Ucap Turse terus terang yang membuat Zeno semakin senang.


“Pertandingan dimulai!”


Mendengarkan hal itu, Turse langsung menembakkan anak panahnya secara berulang kali ke arah Zeno dengan beberapa racun pelumpuh disetiap anak panahnya.


Tentunya, Zeno tidak diam saja, kali ini dia harus serius, tapi tidak menggunakan elemen sama sekali seperti pertarungan pertamanya dengan Turse. Apa yang dilakukan oleh Zeno, adalah menarik pedang dari Flamon dan menebaskannya secara berulang kali ke arah semua anak panah Turse dengan sangat cepat.


Namun, Zeno teringat bahwa pedang yang dia pegang hanya bisa menahan dan menangkis semua serangan dari seseorang yang memiliki peringkat dewa alam ke bawah. Sedangkan Turse sendiri memiliki peringkat raja dewa kedua, yang membuat Zeno menyadari bahwa pedang yang dipegang hampir retak.


Zeno tidak bisa berlama-lama untuk menangkis semua serangan Turse yang tampaknya semakin brutal saat menyadari bahwa pedang yang dia pegang hampir hancur. Dia juga benar-benar kewalahan apabila terus menerus menerima serangan seperti itu. Sehingga, apa yang Zeno lakukan adalah? Dia masih berpikir panjang, tidak mungkin dirinya terus terang menggunakan elemennya.


“Sesekali menggunakan kemampuan penguasa tak apa lah.” Kata Zeno sambil menghentikan semua anak panah milik Zeno untuk diam ditempat dan kemudian jatuh di atas permukaan arena, bahkan Turse pun tidak bisa memunculkan anak panah lagi yang membuatnya sedikit kebingungan.


Melihat hal itu, Zeno langsung menghentikan kemampuan pedangnya, dan langsung bergerak ke arah Turse dengan sangat cepat selagi dia masih dalam kebingungan. Dan tanpa ragu, tepat berada di hadapan Turse, Zeno langsung mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Untungnya, Turse langsung mengangkat busurnya secara Horizontal untuk menangkis serangan pedang Zeno. Menyadari bahwa dia tidak bisa untuk menjaga jarak lagi, Turse menciptakan sebuah kristal es yang cukup panjang di tangan kirinya ibarat sebuah pedang, sehingga apa yang dia lakukan adalah mengayunkan pedangnya selagi Zeno menahan busur panah milik dirinya.


Zeno menggertakkan giginya sambil mundur ke belakang disaat Turse mengayunkan pedangnya. Namun, Zeno langsung kembali meloncat ke depan karena tidak ingin membiarkan Turse menjaga jarak, selain itu, dirinya masih memainkan pedangnya.


Tak ada anak panah lagi yang muncul, yang ada hanyalah benturan pedang Zeno dengan pedang ciptaan Turse serta busurnya yang digunakan sebagai tameng. Turse benar-benar merasa kewalahan, apalagi dia belum pernah bertarung jarak dekat seperti ini, apalai sosok yang menjadi lawannya memiliki kemampuan yang cukup lincah.


“Craaak!!” Pedang Zeno benar-benar hancur sepenuhnya yang membuat Zeno sendiri benar-benar sangat terkejut. Tampaknya melawan serangan pedang buatan milik Turse sekalipun masih tidak sanggup.


Memanfaatkan kesempatan itu, Turse langsung mengayunkan pedangnya ke depan sambil membekukan kaki Zeno agar Zeno sendiri tidak bisa melompat ke belakang. Tentunya, Turse bisa membekukan kaki Zeno tanpa menyentuhnya, karena Zeno menginjak anak panah Turse yang mana itu terhubung dengan Turse sendiri.


“Tunggu apa?” Zeno sedikit terkejut, meskipun dia tidak bisa meloncat ke belakang, dia tetap menjatuhkan diri guna melindungi dari tebasan milik Turse.


Tapi sayangnya itu benar-benar terlambat, meskipun zirahnya mampu menahan 50% dari semua serangan, tapi perutnya tersayat hingga mengeluarkan darah yang begitu segar dengan Zirahnya yang robek. Tampaknnya kekuatan sayatan Turse benar-benar sangat kuat.


Bersamaan dengan itu, Zeno benar-benar jatuh di atas arena pertarungan sambil menahan sakit dari balik topengnya. Tampaknya, beginilah rasanya bertarung dengan Turse tanpa menggunakan elemen sama sekali, sangat menyenangkan, bagaikan dia mengulang masa mudanya saat pertama kali bertarung dengan Turse.


Turse langsung berjongkok dan menghilangkan pedangnya, namun di sisi lain, dia mengulurkan sebuah anak panah tepat ke arah leher Zeno sambil berkata, “Menyerah?”


“Benar-benar hebat kan? suatu kebanggaan bisa dikalahkan oleh pasanganku sendiri.” Kata Zeno dengan suara yang dibuat-buat.

__ADS_1


“Jangan bermimpi! Sebelumnya aku kasihan kepadamu karena kau tidak memiliki peringkat, tapi siapa sangka kau menjadi aneh yang membuatku menjadi sangat jijik.” Kata Turse dengan nada tinggi, kemudian dia membuang anak panah yang sebelumnya hampir menusuk leher Zeno, kini menarik penutup wajah yang Zeno kenakan sambil melanjutkan ucapannya, “Aku ingin tahu wajahmu, tak perlu malu untuk menyembu ....”


__ADS_2