
Sekilas, seperti itulah yang dijelaskan Azure kepada Zeno mengenai dunia ini. Tentunya, jika ingin menduduki tahta dewa, Zeno harus bisa melewat peringkat elementalist lainnya yang tampaknya masih sangat jauh.
Zeno berpikir sejenak sambil menyentuh dagunya, dia mencoba menyerap apa yang Azure jelaskan mengenai dunia ini. Tampaknya, dunia alam dewa ini jauh lebih rumit dibandingkan alam biasa tempat kelahirannya.
Mengenai peringkat elemen, Zeno benar-benar penasaran, apa peringkat milik Turse? Yang pasti Zeno berharap Turse mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dari dewa pemula yang merupakan peringkat awal dari seorang elementalist. Masalahnya, dirinya saja yang merupakan kaisar peringkat pertama dan masuk ke dalam alam ini, dia bagaikan seorang semut. Memiliki rank dewa murni menjadikan dia masih belia. Apalagi Turse yang notabene lebih lemah dari Zeno?
Setidaknya Zeno juga berharap bahwa ketiga beastnya bisa diandalkan untuk menjaga Turse. Mungkin apabila ada sesuatu kepada Turse, dia pasti tidak akan memaafkan ketiga beastnya secara langsung.
“Bagaimana dengan peringkatmu yang dulu?” Zeno bertanya sambil duduk seperti apa yang dilakukan Azure.
“Dewa abadi tingkat kesembilan, peringkat paling tinggi. Jadi karena aku seperti lahir lagi, aku memulainya dari awal.” Azure menjawab sambil memantik api menggunakan sebuah batu yang dia arahkan pada susunan kayu.
Zeno menganggukkan kepala dan mengerti bahwa peringkat pertama adalah dewa pemula, sedangkan paling tinggi berada di ranah dewa abadi. Namun, Zeno tidak tahu bagaimana urutan peringkat di dunia ini. Maka dari itu, dia membuka suaranya dan mencoba untuk bertanya kepada Azure, “Jelaskan kepadaku, apa urutan rank seorang elementalist?”
Azure kembali menjelaskan “Anda mungkin bisa mengingatnya dengan mudah. Paling awal adalah dewa pemula, kemudian prajurit dewa, dewa murni seperti anda, dewa alam, raja dewa, kaisar dewa, dan yang terakhir adalah dewa abadi.”
Zeno menghela napas, untuk memasuki ranah paling tinggi benar-benar masih panjang, setidaknya Zeno harus melewati lima ranah, itupun masing-masing ranah memiliki sembilan tingkat yang sangat merepotkan.
__ADS_1
Disisi lain, dia benar-benar menjadi penasaran dan tertarik bagaimana rasanya menyerap elemental crystal untuk meningkatkan elemental seednya untuk naik peringkat. Selagi, hari juga sudah mulai gelap, dia pasti merasa bahwa elemental beast yang ada di hutan ini sudah mulai untuk beristirahat.
“Azure, bisakah kau berada di sini? Aku akan berburu elemental beast dan mencoba untuk menyerap crystal elemennya. Tenang saja, aku akan mencarikannya pula untukmu.” Zeno langsung berdiri dan bersemangat.
“Tidak tuan, jika tuan mau, maka biarkan aku saja yang akan mencarinya untuk tuan.” Azure langsung berdiri dan mencegah tuannya.
Zeno langsung bergerak secepat kilat tanpa mempedulikan apa yang Azure katakan. Dia ingin bertemu dengan elemental beast bukan hanya untuk menyerap crystal elemen, melainkan juga ingin bertarung. Karena dia penasaran, mengenai kekuatan para beast yang ada di dunia ini.
Dia balik pohon, Zeno berhenti, memperhatikan seekor serigala yang tampaknya sedang sendiri. Zeno tahu, jika itu hewan murni atau bukan elemental beast, serigala akan berada bersama kawanannya, walaupun tidak sedikit elemental beast serigala juga bersama kawanannya. Tetapi yang pasti, bila itu sendiri, maka sudah pasti merupakan seekor elemental beast.
Selain itu, Zeno juga bisa membaca peringkat serigala itu yang berada pada peringkat dewa pemula tahap ke delapan, yang mana sangat lemah dibandingkan dengan Azure atau dirinya. Sehingga, tanpa ragu dia langsung bergerak secepat petir untuk membunuh serigala tersebut.
Zeno langsung berhenti dan berbalik badan, dia langsung menyapu tangannya ke depan, sehingga cakaran angin milik serigala itu langsung menghilang. Bersamaan dengan itu, dia kembali mengangkat tangannya ke atas, sehingga sebuah bongkahan tanah mencekram serigala tersebut.
“Benar-benar sangat mudah. Tapi mau bagaimana lagi, dewa pemula merupakan peringkat awal.” Batin Zeno hanya bisa menerima.
Serigala itu tiba-tiba mengaum dengan begitu keras saat dicengkeram oleh Zeno. Namun, Zeno langsung membunuhnya dengan sebuah bilah angin yang langsung dia ciptakan.
__ADS_1
Zeno yang habis membunuh serigala itu, dia langsung membelahnya untuk mencari crystal elemen yang ada di dalam tubuhnya. Namun, saat hendak melakukan apa yang dia lakukan, sekumpulan kawanan serigala muncul di belakang Zeno, yang membuat Zeno langsung berbalik badan dan bersiaga.
“Akhh ternyata dia memiliki kawanan. Serigala Alpha memiliki peringkat prajurit dewa tahap ketiga, yang masih lemah dibandingkan dengan Azure. Jadi aku tidak akan takut walaupun para serigala membawa banyak kawanan sekalipun.”
Serigala itu seolah memerintahkan para kawanannya untuk menyerang Zeno. Selain itu, serigala Alpha yang merupakan sosok pemimpin tersenyum seakan meremehkan Zeno. Karena apa yang dia lihat bahwa Zeno tidak memiliki peringkat atau elemental seed pada tubuhnya.
Zeno menarik pedang, atau lebih tepatnya Ice Sword yang sudah lama tidak digunakan. Mungkin dia ingin bermain-main pada kawanan serigala dan tidak menggunakan teknik penguasa milikinya yang dapat menguasai elemen milik musuh, karena tampaknya itu benar-benar sangat mudah dan tidak ekstrem.
Zeno melompat ke kawanan serigala itu sambil menyeringai. Belasan serigala yang dia lawan dia tebas menggunakan Ice Sword tanpa menggunakan elemen apapun. Meskipun para serigala itu banyak yang menggunakan elemen untuk menyerang Zeno, dia hanya menghindar dan melompat kesana kemari, karena saat ini dia benar-benar tidak tertarik untuk menggunakan elemen.
“Heee? Ternyata para serigala ini memiliki elemen yang berbeda-beda?” Zeno membatin sambil menghindari segala serangan mereka. Karena dia mengira bahwa kawanan serigala memiliki elemen yang sama. Nyatanya, Zeno kali ini terus menerus menghindari segala jenis elemen yang berbeda-beda.
“Sayang sekali, aku nanti tidak akan memungut kristal elemen dari beast serigala yang memiliki elemen api.” Zeno langsung menebaskan pedangnya ke arah seekor serigala yang baru saja menyemburkan elemen api di mulutnya.
Bersamaan itu, dua serigala di belakang Zeno melompat dan bersiap untuk menyakarnya dengan cukup serius. Tetapi sangat disayangkan sekali, hidup serigala itu langsung menghilang setelah Zeno menyadarinya dan berbalik badan sambil menebaskan pedangnya secara Horizontal.
“Itu dua terakhir, dan sisa serigala Alpha yang hanya bisa memerintah bawahannya tanpa berani turun tangan langsung.” Zeno mengangkat ujung bibirnya sesaat dia sedikit terlempar karena sebuah hembusan angin yang menyerang dirinya.
__ADS_1
Tak disangka, serigala Alpha itulah yang mengeluarkan energi angin untuk membuat Zeno terdorong seperti itu. Namun, dia sangat terkejut saat Zeno masih berdiri tanpa terguling sedikitpun saat terkena hembusannya tadi.
“Sialan!” serigala Alpha atau lebih dikenal dengan serigala pemimpin langsung berlari ke arah Zeno sambil mengeluarkan bilah angin yang dia lepaskan ke arah Zeno.