
Tidak seperti apa yang Zeno harapkan, anak panah yang dia lepaskan melesat dan tidak mengenai ular tersebut. Padahal ular tersebut bisa dibilang menjadi target yang cukup besar, namun Zeno merasa sangat bodoh yang membuat dirinya tersenyum pahit melihat itu. Mungkin jika itu ada Turse, dirinya akan menjadi bahan tertawa yang membuat Zeno merasa malu.
Akibat dari anak panah Zeno yang tidak mengenai target, sang ular terbangun karena merasakan serangan yang tiba-tiba, juluran lidahnya keluar secara berulang kali seperti biasanya. Ular tersebut yang melihat sebuah anak panah menancap ke arah batu, dia langsung melihat ke arah berlawanan yang menjadi asal panah itu muncul.
Dan tentunya, terdapat Zeno yang muncul sambil tersenyum, dia juga masih keras kepala untuk masih tetap menarik tali busurnya seolah merasa cukup pintar dalam memanah. Padahal, dia cukup buruk dalam hal memanah. Memang, memang dia sendiri juga merasa bahwa dirinya adalah seorang penguasa elemental, tetapi apabila tidak memiliki bakat bertarung, seperti memanah juga akan tetap dianggap bodoh oleh ahlinya.
Meskipun, Zeno sebenarnya bisa menggerakkan anak panah itu tanpa dia mengatur busurnya, namun rasanya cukup menjengkelkan apabila dirinya selalu menggunakan cara instan yaitu menggunakan kemampuan penguasa elemental.
Sehingga, apa yang dilakukan, Zeno langsung melepaskan anak panah tanpa ragu. Walaupun pada akhirnya, ular tersebut menghindar dengan tidak terlalu gesit karena anak panah itu dilepaskan terlalu lemah. Selain itu, ular tersebut juga langsung melesat ke arah Zeno tanpa berpikir panjang, karena ular tersebut begitu yakin karena melihat bahwa Zeno tidak memiliki peringkat.
Zeno langsung meloncat setelah kepala ular yang seukuran dirinya mematuknya, bahkan tanah yang dia pijak menjadi hancur saat kepala ular itu membentur tanah yang cukup keras. Dan, bersamaan dengan itu, Zeno yang meloncat juga melepaskan dua anak panah yang entah, dirinya yakin atau tidak bahwa dua anak panah itu mengenai ular tersebut.
Sayangnya, beast ular itu lebih dahulu menyadari, sehingga sebuah energi cahaya keluar dari kulit ular tersebut dan menghancurkan dua busur panah milik Zeno. Kemudian, ular tersebut langsung meloncat lagi ke arah Zeno dengan kecepatan cahaya pula seolah ingin menyambar dan membunuh Zeno dengan singkat.
Melihat hal itu, Zeno ternganga, namun dia juga langsung bergerak secepat cahaya untuk berpindah tempat sebelum dirinya terkena serangan ular tersebut.
__ADS_1
Bukan air, angin, atau elemen dasar lainnya, tetapi ular ini memiliki elemen cahaya. Tetapi dia juga merasa beruntung bahwa ternyata ular tersebut memiliki elemen yang sama dengan apa yang Zeno miliki. Mungkin jika ular tersebut memiliki satu elemen di antara api, kegelapan atau bahkan racun, Zeno pasti akan lari. Lari bukan karena takut, melainkan Zeno tidak tertarik untuk menyerap elemental crystal yang berbeda dengan elemen yang dia miliki, lagipula bagaimana bisa?
“Dipikir-pikir, ular pasti juga akan memiliki elemen racun. Tetapi entahlah, tidak semuanya seperti itu.” Zeno berkata dengan dirinya sendiri sesaat sebelum dia dihadapkan kepala ular itu yang mana tepat di hadapan wajahnya sambil menunjukkan kedua gigi taring yang mengeluarkan cairan kental.
Zeno sedikit kaget, namun kaget berlama-lama juga tidak ada gunanya apabila dia tidak bisa berpikir cepat. Sehingga, Zeno langsung bergerak secepat cahaya dan tepat berada di atas ular tersebut sambil menarik busur panah yang dia tarik secara kaku.
Tidak, tampaknya Zeno menarik anak panah yang berwujud seperti cahaya bukan es lagi seperti sebelumnya. Sehingga saat dia melepaskannya, sebuah ledakan cahaya muncul dengan sangat dahsyat, begitu menyilaukan mata, bahkan ledakan tersebut terdengar di desa Neo Mazzarri yang membuat penduduk desa ketakutan.
Tampaknya dia melakukan hal yang ceroboh yaitu menembakkan panah cahaya. Energi cahaya yang mungkin tidak hanya membunuh ular, melainkan juga membentur tanah hingga mengakibatkan sebuah kawah yang begitu besar. Kemungkinan, seseorang yang berada di atasnya juga terkena dampak dari ledakan itu.
Zeno juga membuang panahnya setelah menyadari bahwa dia melakukan tindakan berbahaya yang dapat membahayakan dirinya sendiri, dan tentunya juga penduduk desa apabila ledakan tersebut menghasilkan gelombang kejut yang dapat menghancurkan rumah dalam radius beberapa mill.
Apa yang menjadi sesuatu yang repot bagi Zeno adalah, ular tersebut bisa menyamai kecepatannya untuk melakukan penyerangan atau pertahanan. Di sisi lain, ular tersebut memiliki elemen racun yang dapat melepuhkan kulit. Terbukti, saat ular tadi di hadapannya dan menyemburkan cairan kental, setitik cairan yang keluar itu mengenai tangan Zeno hingga seperti berlubang yang membuat Zeno harus waspada.
Dia juga sama sekali tidak tertarik untuk bertarung dengan ular itu dengan menghentikan kecepatan cahaya ular itu atau mungkin menghentikan serangan pola cahaya yang diberikan oleh ular tersebut.
__ADS_1
“Bilah cahaya!” Zeno menebaskan tangannya tepat di hadapan ular yang bergerak sambil menyemburkan bisa di hadapannya. Akibatnya, sebilah cahaya muncul dengan sangat tipis nan terang yang membuat mata terasa sangat silau.
Semburan bisa itu seolah terbakar habis setelah terkena bilah cahaya milik Zeno. Tetapi, sangat disayangkan sekali bahwa ular di belakangnya sudah bergerak secepat kilat sambil meninggalkan asap yang sedikit berwarna yang mana mengarah ke arah Zeno.
Zeno menyapu tangannya ke depan untuk mengeluarkan hembusan angin sambil meloncat menjauh sebelum ular itu menyerangnya dari sisi yang berbeda. Sayangnya, pergerakan ular itu juga sangat cepat, bahkan dia hampir tidak menyadari bahwa ular tersebut berada di bawahnya dan hendak melilitnya dengan sangat erat.
Untungnya, Zeno berhasil melompat sambil menembakkan beberapa bola cahaya untuk menyerang ular tersebut.
Begitupun dengan ular, dia menembakkan beberapa bola cahaya dari mulutnya untuk menandingi elemen cahaya milik Zeno.
Zeno mengangkat ujung bibirnya sesaat dia sebelum pergi meloncat ke belakang karena dia tahu apa yang terjadi. Tentunya, beberapa bola cahaya itu berbenturan yang membuat sebuah energi yang begitu kuat, bahkan dapat membuat pohon di sekitarnya hampir roboh. Dan, Zeno sekarang mengerti, bahwa peringkat juga mempengaruhi tingkat kerusakan pada elemen masing-masing.
Buktinya, bola cahaya milik Zeno masih dapat bertahan setelah berbenturan dengan bola cahaya milik ular tadi. Sehingga, beberapa bola cahaya yang Zeno lesatkan masih muncul dari balik kepungan asap yang membuat ular itu sedikit kaget.
Ingin sekali ular itu bergerak secepat cahaya, namun Zeno mengatur kecepatan bola cahaya itu juga bergerak secepat cahaya pula, ditambah dengan jaraknya yang begitu dekat. Sehingga yang terjadi, ular itu menerima serangan Zeno secara bertubi-tubi yang membuat suara ular keluar dengan begitu keras.
__ADS_1