
Azure dan Zeno terkejut usai mendengarkan apa yang dikatakan Onard barusan. Tentunya itu adalah sebuah pernyataan yang paling bodoh yang selama ini mereka dengar. Zeno dan Zera, keduanya bertemu belum sampai satu hari penuh, tetapi kenapa Zera sudah seperti itu? Itulah yang membuat Zeno mengangkat ujung bibirnya dan menggelengkan kepala setelah menatap Zera yang terlihat sangat polos.
Apa yang dilakukan Zeno, dia berdiri, berbalik badan dan pergi. Mungkin terlihat sangat sombong dan arogan di mata Onard, tetua ataupun Zera sendiri. Namun, Zeno sama sekali tidak berniat seperti itu, dia ingin pergi karena ekspresi ceria paginya dirusak seperti itu.
“Aku katakan, aku mau mengambil alih desa ini seperti apa yang kepala desa katakan. Dan aku akan melakukan sesuatu sebagai langkah pertama. Tetapi, jika kalian akan memaksakan menjodohkanku dengan Zera seperti itu, aku akan pergi dan membiarkan desa ini terbengkalai. Kalian benar-benar merusak semangat pagiku hari ini.” Ucapanya sebelum dia sepenuhnya pergi.
Zera yang melihat itu, dia mendadak menjadi sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Zeno. Rasanya hatinya tertusuk dengan ribuan jarum setelah mendengar pernyataan menyakitkan. “Ternyata semua orang itu sama saja, bahkan tuan Zeen juga tidak menerimaku karena mungkin aku tidak memiliki elemental.” Zera menghela napas lesu sebelum menatap ayahnya, “Tetapi tidak apa-apa ayah, jangan paksakan tuan Zeen untuk menikah denganku. Ini semua juga demi kebaikan desa.”
Onard juga menundukkan kepalanya, sebaik apapun orangnya seperti Zeno, dia juga tidak akan mau memiliki pasangan yang tidak memiliki elemental sama seperti Zera. Jadi, mungkin sudah selayaknya Zera akan menjadi sendiri untuk selamanya.
Melihat kondisi tersebut, Azure hanya ingin tertawa melihat hal bodoh mereka. Azure yang masih tetap di tempat merasa bahwa Zera dan ayahnya terlalu percaya diri sebelumnya. Mungkin karena mereka tidak tahu apa penyebab Zeno menolaknya. Maka dari itu, Azure ingin berterus terang agar situasi tersebut agar tidak terlalu menyebar dan membuat repot Zeno itu sendiri.
__ADS_1
“Kalian jangan menganggap bahwa Zeen tidak mau menerima Zera karena hanya tidak memiliki elemental. Dia bahkan memiliki adik angkat yang juga tidak memiliki elemental dan Zeen sendiri menerimanya dengan sangat baik. Dan aku tegaskan wanita! Zeen itu sudah beristri, wajar saja jika dia berkata seperti itu. Jadi aku harap, kalian tidak merusak pernikahan Zeen dan istrinya yang sudah berjalan delapan tahun lamanya.” Kata Azure sambil berdiri, menatap semua orang yang ada di ruangan ini dengan penuh kejutan. Terutama Onard dan juga Zera.
Azure berbalik badan dan pergi meninggalkan orang-orang yang terlalu tergesa-gesa. Sebelum dia keluar dari pintu, dia melirik sedikit ke belakang sambil mengatakan, “Selain itu, pernyataan kalian juga terlalu cepat, seperti apa yang dikatakan Zeen bahwa dirinya dan Zera bertemu baru saja. Dan kalian tahu tidak, nyonya Turse, istri Zeen berhasil meluluhkan hati Zeen yang begitu keras, membutuhkan waktu hampir setengah tahun, dan perlu dua tahun lagi agar nyonya Turse bisa memantapkan hati Zeen untuk menikahi dirinya. Sedangkan kau?” Azure menatap Zera yang menutup mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Azure barusan.
“Kalian benar-benar merusak suasana hati tuan pagi ini karena dianggap berusaha menggeser posisi seseorang di hatinya. Akh iya aku lupa, Zeen sebenarnya adalah tuanku dan bukan temanku, aku memanggilnya tuan Zeno.” Azure berterus terang sebelum dirinya benar-benar pergi.
Usai Azure berkata demikian dan pergi. Zera sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tidak menyangka, bahwa pria yang baru saja dia temui sudah beristri dan telah berjalan selama delapan tahun. Zera tidak ingin mengambil resiko lagi, dia tidak ingin merusak hubungan seseorang yang sudah dibangun dan berdiri sejak lama.
Zeno melayang di atas udara desa terpencil dan tampak terlihat mengalami kemunduran dibandingkan desa-desa lainnya yang mana Zeno yakin jauh lebih mengesankan walaupun dia belum melihat desa yang lainnya. Memperhatikan sebuah perbatasan antara desa dan hutan dengan rumah buatan yang dibangun di atasnya.
Masalah desa ini terlihat seperti ini hanyalah satu, yaitu hutan tersebut yang mana serangan tak terduga membuat proses kemajuan desa ini juga benar-benar lambat. Dia tidak berpikir panjang untuk diangkat menjadi pemimpin secara resmi, diperhatikan penduduk desa dan dan melihat semuanya membungkuk. Tidak, Zeno tidak ingin berlama-lama lagi, membuat sebuah imperial, kerajaan atau empire dari desa kecil adalah tujuannya yang sudah ia buat dari kemarin.
__ADS_1
Zeno mengangkat kedua tangannya secara perlahan seperti sedang mengangkat sesuatu. Dan, yang benar saja, jauh di dalam hutan, namun masih berada dalam pandangan Zeno, muncul sebuah dinding tanah yang perlahan membentang dan membentuk sebuah Oval melingkari desa ini. Bisa dibilang, Zeno belum membuat pagar pembatas di atas perbatasan, melainkan dia juga mengambil hak hutan agar milik desa secara pribadi, lagipula itu merupakan hutan buatan, jadi ratusan tahun sebelum sebagian hutan tersebut muncul, tanah tersebut merupakan bagian dari kerajaan.
Benar-benar melelahkan, membuat dinding pembatas seperti ini cukup baginya untuk menguras orka yang begitu banyak. Tapi tetap tidak menghilangkan seluruh orka yang ada di tubuhnya. Sehingga, walaupun itu banyak, itu tidak seberapa baginya. Mungkin hanya perlu mengatur napas beberapa kali.
Tidak hanya itu saja, Zeno juga membuat sebuah dinding lagi, tepat di atas perbatasan. Sehingga kali ini, ada dua wilayah yang berada dalam satu dinding, namun juga dipisahkan dinding pula. Dinding tersebut berdiri tepat di belakang rumah Zeno.
Zeno membuat itu pula, karena dia yakin masih ada ribuan beast yang berkeliaran di dalam dinding yang berada di dalam hutan, atau dinding di luar perbatasan. Dan tentunya, Zeno ingin di antara dinding utama dan perbatasan, yang mana masih merupakan sebuah hutan dengan ribuan beast, digunakan sebagai perburuan oleh warga desa secara pribadi. Dan tentunya, Zeno juga perlu membuat aturan untuk perburuan.
Beberapa peraturan bagi Zeno juga harus dibenahi agar lebih damai dan tidak berebut elemental crystal seperti kemarin. Sehingga, mungkin akan ada perombakan besar-besaran dari segi pemimpin, peraturan bahkan kemakmuran sebuah desa. Dan, itu mungkin adalah problem yang kecil bagi Zeno.
Dari segi pertahanan, maka sudah selesai. Zeno tinggal memikirkan bagaimana caranya meningkatkan pendapatan desa? Tidak mungkin desa ini hanya bergantung kepada pemimpin atau kepala desa terus menerus. Tidak mungkin pula dia menarik pajak kepada warga desa, pasalnya warga sendiri juga tidak memiliki penghasilan. Mereka hanya terus bergantung kepada kepala desa pula.
__ADS_1