Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Melawan Suzaku (2)


__ADS_3

Siapa yang menyangka, Zeno melemparkan tangannya ke atas, tatapannya yang sebelumnya sedikit tersenyum, kini berubah datar tanpa ekspresi sama sekali. Suzaku sudah berlebihan, ini sudah menyangkut keamanan seluruh orang yang ada di benua ini. Maka dari itu, dia kali ini akan serius untuk meladeni burung kecil itu dan menunjukkan dengan siapa dirinya melawan.


Siapa yang menyangka, ribuan gelembung air tercipta dengan sangat banyak di udara. Gelembung tersebut semakin terbang dengan begitu tinggi bersamaan dengan hujan bola api yang terlihat mengerikans.


“Duarr!” Salah sebuah gelembung air meledak dengan begitu keras saat berbenturan dengan salah satu bola api. Kemudian, diikuti oleh gelembung yang lainnya yang juga ikut meledak saat mendapatkan sebuah gelombang kejut yang dihasilkan gelembung di awal tadi. Beberapa gelembung juga meledak di sebabkan oleh bola api yang turun tersebut.


Untungnya, ledakan tersebut sangat jauh, jauh di atas istana kekaisaran yang membuat ribuan, atau bahkan mungkin ratusan ribu orang yang berasal dari kekaisaran atau penduduk tidak terkena gelombang kejut yang sangat dahsyat itu. Mungkin beberapa dari mereka hanya merasakan sedikit gelombang kejut, namun hanya sebatas seperti hembusan angin yang cukup rendah.


Suzaku tidak menyangka, bahwa Zeno berani mengambil keputusan yang beresiko seperti itu. Karena apabila gelembung itu tidak naik dengan cepat ke udara, bisa-bisa ledakan yang dihasilkan akan menghanjurkan istana kekaisaran. Lagipula, kaisar itu juga melakukan tindakan yang sembrono yaitu bertarung di halaman belakang istana.


Asap tebal yang terjadi akibat ledakan mendadak menghilang bagai diterpa angin setelah beberapa detik menghiasi langit kekaisaran. Suzaku juga kembali bisa melihat dengan jelas permukaan tanah yang tertutup es rapuh karena baru saja membeku setelah Zeno membuatnya tadi. Namun, apa yang dia kejutkan, dimana Zeno?


Seperti tersambar petir, tubuh Suzaku tiba-tiba kaku dan mati rasa, perlahan sang merah itu jatuh dengan jantung yang begitu berdebar karena terkejut. Mungkin dia merasa itu seperti di sambar petir, akan tetapi siapa yang menyangka bahwa dirinya memang di sambar petir yang keluar dari antara awan yang menggumpal.


Itu semua adalah perbuatan Zeno, ia langsung bergerak secepat cahaya ke belakang Suzaku dan mengumpulkan awan menggunakan elemen angin sehingga menggumpal dan berwarna hitam. Kemudian tanpa ragu, Zeno memegang sebuah petir alami dan melemparkannya ke arah Suzaku tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Untungnya, tegangan itu tidak terlalu tinggi, sehingga Suzaku yang berusaha keras akhirnya bisa bergerak semula. Dia menggertakkan paruhnya sambil mengepakkan sayapnya ke atas, ke arah Zeno yang menetapnya dengan begitu sinis. Bersamaan dengan dia mengepakkan sayapnya, sebuah kobaran api muncul dengan begitu besar melesat ke arah Zeno.


Sesaat saat memperhatikan Zeno, Suzaku merasa bahwa dia langsung memiliki ketakutan yang begitu besar. Sayangnya tubuhnya refleks mengepakkan sayapnya untuk menyerang Zeno lagi. Sehingga dia tidak tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.


Walaupun begitu, dia ingin melanjutkan pertarungan sampai tuntas, tidak peduli apakah dia memiliki ketakutan yang tiba-tiba atau tidak? Lagipula itu hanya sebuah ketakutan yang tiba-tiba muncul karena tatapan Zeno yang terlihat mengerikan.


Suzaku kembali membalik badannya, dia kembali melesat dan terbang untuk sedikit menjauh. Apa yang dia lakukan adalah menyemburkan napas api dari mulutnya untuk menyerang Zeno, apabila kobaran yang dia berikan sebelumnya dapat dipatahkan dengan mudah. Setidaknya semburan itu digunakan untuk serangan kejutan.


Zeno mengeluarkan sebuah hembusan angin yang begitu besar untuk menghadapi kobaran api yang menuju ke arahnya. Seketika kobaran api berbelok dan menyebar walaupun ukurannya menjadi sangat besar. Lantas, dia terkejut saat menghadap ke samping, sebuah semburan api tiba-tiba ada. Semburan itu munggkin hanya berjarak beberapa meter, bahkan dari jarak tersebut, Zeno merasakan panas yang sangat luar biasa.


Menurut Zeno, apabila melawan api dengan angin, maka juga harus memperhatikan arah serangannya. Angin memang bisa digunakan untuk memperbesar api, nemun apabila tidak ada sesuatu benda yang dibakar api, atau melayang di udara, tentu saja mudah di belokkan, apa yang paling penting tidak menyemburkan angin tepat pada titik tengah semburan atau kobaran, atau yang terjadi api tersebut seolah akan melahap angin.


Mungkin hanya sedikit yang mengetahuinya, namun Zeno sebagai seorang penguasa lima elemen tentu juga bisa mengetahui karakteristik elemen tersebut. Itulah mengapa, dia tidak setuju bahwa elementalist angin di anggap remeh oleh api, ataupun elementalist api di anggap remeh oleh air, karena semua itu tergantung pengguna itu sendiri.


“Dimana Suzaku?” Zeno mengerutkan dahinya, saat Suzaku tidak ada di hadapannya. Akan tetapi, dia segera berbalik badan, karena dia sudah mengira dengan jelas bahwa apabila musuh tidak ada di hadapan, maka tentu saja akan menyerang dari sisi samping.

__ADS_1


Tapi siapa yang menyangka, tiba-tiba dia merasakan radiasi panas yang luar biasa. Padahal, ini adalah benua Artrik, dia belum pernah merasakan panas seperti ini. Bahkan, tubuhnya mendadak berkeringat karena panas tersebut. Panas ini juga melebihi energi panas yang dihasilkan kobaran api di udara tadi.


“Bodoh, jika kau terus mengeluarkan angin, maka udara yang muncul juga akan menjadi sangat panas. Apa yang akan kau lakukan?” Suzaku muncul dari atas Zeno dan menyerangnya menggunakan sebuah cakar.


Dengan cepat, Zeno mengangkat kepalan tangannya dan membukanya tepat di bawah akar Suzaku yang akan mencabiknya. Seketika, sebuah hembusan angin yang cukup kuat muncul di telapak tangan Zeno.


Tentunya hal itu membuat tubuh Suzaku semakin berkobar dengan sangat besar. Namun, dia juga terdorong ke atas dan tidak bisa untuk menyentuh Zeno. Sesekali, di belakang tubuhnya muncul beberapa api spiral yang berputar untuk menyerang Zeno. Spiral, wujud tipis yang berputar itu tentu saja dapat melewati angin.


Tak mau kalah, dari kedua sisi Zeno muncul spiral angin yang berputar dan menghancurkan spiral yang dikeluarkan Suzaku. Akibatnya, sebuah ledakan kecil muncul dan membuat Zeno dan Suzaku sedikit terdorong ke belakang. Namun, Zeno masih tetap mengeluarkan hembusan angin yang kuat ke arah Suzaku, walaupun apinya semakin berkobar.


Suzaku juga demikian, dia tidak mau kalah oleh elemen angin, tentu saja dia memanfaatkan hal tersebut agar api di tubuhnya dan yang dia keluarkan semakin besar. Serta, dia juga tidak menyangka bahwa Zeno akan sebodoh itu.


“Tunggu apa? Kenapa aku merasakan panas?” Suzaku mengerutu, dia menggertakkan paruhnya saat tubuhnya merasa sangat panas seolah terkena api. Padahal, dirinya sendiri yang terbuat dengan api.


“Kau tahu, elementalist petir belum tentu kuat di sambar petir, elementalist air belum tentu bisa bertahan saat tenggelam. Dan, kau juga belum tentu tidak bisa terbakar. Jika aku terus, mengeluarkan angin, maka udara juga akan semakin panas, api di tubuhmu juga akan semakin membesar, dan kau juga tidak akan bisa menahannya, karena itu diluar batasmu. Dan, kenapa aku tidak merasakan panasnya udara? Karena aku bisa mengatur embun-embun air dingin sekitarku agar bisa menahan udara panas yang kita ciptakan.” Ucapnya sambil tersenyum jahat. 

__ADS_1


__ADS_2