Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pangeran, apa yang kau katakan tadi?


__ADS_3

“Jangan katakan kepada Turse bahwa kau bertemu denganku. Aku ingin bertarung dengannya dalam kompetisi tersebut tanpa dia tahu, lebih tepatnya aku akan melakukan sebuah penyamaran saat melawannya.” Ucap Zeno kepada Kiba di sampingnya.


Kiba tersenyum saat dia berjalan di samping Zeno, dengan spontan, dia berkata, “Apakah ini merupakan ritual sebelum bertemu pasangan?”


“Bisa dibilang begitu, aku juga ingin mengetahui secara langsung kemampuan istriku. Dan, aku kali ini tidak akan menggunakan elemen sama sekali, karena kau tahu sendiri, kau tidak bisa melihat peringkatku. Jadi sangat aneh nantinya apabila diriku bisa mengeluarkan elemen meskipun tidak memiliki peringkat.” Ujar Zeno.


“Jika boleh jujur, apa peringkat tuan sendiri?” Kiba bertanya, pasalnya dirinya juga tidak dapat melihat apa peringkat Zeno. Sungguh aneh, itulah yang dia pikirkan, baru kali ini dia menemukan sebuah kasus bahwa peringkat seseorang tidak bisa diperlihatkan meskipun sudah memiliki elemental.


“Satu tingkat di bawah nyonyamu. Jadi aku sangat beruntung saat melihat peringkat Turse yang mencapai raja dewa tingkat kedua, aku benar-benar terimakasih karena kalian bertiga memberikan sumberdaya yang melimpah kepada Turse.” Zeno menjelaskan.


“Tak perlu berterimakasih tuan, itu memang sudah kewajiban kami. Dan, tuan benar-benar hebat karena dalam hampir setengah tahun ini bisa meningkatkan peringkat sejauh itu dengan sendirinya.” Kiba memuji.


Mendengar apa yang diucapkan Kiba, Zeno menggelengkan kepalanya, “Jika bukan karena sumberdaya Azure yang melimpah, mungkin aku berada di peringkat bawah. Berbicara dengan Azure, jangan tanya dia kemana, dia berada di dalam tubuhku dan melakukan penyerapan. Dan, aku akan menarik kalian berdua setelah aku menyelesaikan misiku untuk bertemu Turse dengan penuh drama kau mengerti?”


“Baik tuan, aku sudah mendaftarkan nyonya Turse dalam kompetisi tersebut. Apa Anda perlu didaftarkan pula? Aku sarankan, aku akan mendaftarkannya, masalahnya jika Anda mendaftar sendiri, itu akan sangat dipersulit, karena Anda tahu sendiri bahwa peringkat Anda tidak begitu tampak.” Kiba menawarkan.


Zeno menganggukkan kepalanya, “Terserah kau saja.” Sambil menarik Ice Swordnya, “Aku minta sembunyikan Ice Sword di cincin ruangmu, itu akan mengurangi kecurigaan Turse kepadaku nantinya.”


Kiba mengangguk sambil menerima Ice Sword milik Zeno yang sangat dingin, bahkan baru kali ini dia menyentuh Ice Sword milik Zeno selama dirinya bersama Zeno. Sangat dingin, bahkan dia ragu bisa memegangnya begitu lama.


Selain itu, setelah Kiba memasukkan Ice Sword ke dalam cincin ruangnya, Kiba juga memberikan sebuah jubah assassin berwarna hitam dengan penutup wajah yang memang kebetulan ada di cincin ruang milik Kiba sendiri. Padahal, Zeno sendiri berniat akan membelinya sendiri, tapi untungnya Kiba memilikinya.


“Tunggu, ini bukan jubah biasa?” Tanya Zeno penasaran, masalahnya saat dia memegangnya, dia sedikit merasakan berat dibandingkan dengan jubah pada umumnya.

__ADS_1


“Itu merupakan barang berharga tuan, memang tampaknya jubah tersebut terlihat seperti terbuat dari kain biasa saja. Tetapi jubah tersebut bagaikan Zirah yang dapat menahan 50% dari sebuah serangan elemental.” Ujar Kiba.


Zeno mengerti, sehingga tanpa berpikir panjang dia langsung meminta Kiba pergi untuk mendaftarkan dirinya, begitupun dengan dirinya yang langsung ingin mengenakan jubah tersebut. Namun, sebelum dia pergi, dia sempat memberikan pesan kepada Kiba, “Jangan daftarkan aku dengan nama asli ku. Seharusnya kau paham itu agar Turse tidak tahu. Hanya mengingatkan. Selain itu jangan menggunakan nama keluarga Fang pula, mengingat kerajaan yang kita injak merupakan kerajaan Fang pula.”


“Aku mengerti tuan Zen.” Kata Kiba mengerti.


.....


Beberapa jam kemudian, pada akhirnya Kiba sudah kembali di hadapan Turse yang kali ini kebingungan, meskipun sudah ada Flamon yang berambut merah dengan wajah yang cukup tampan, serta pria berotot dengan kulit gelap serta berkepala botak yang tidak lain merupakan Skarlos atau Genbu. Masalahnya, mereka berdua saja tidak cukup untuk melindungi dari kerumunan.


“Menjauh dari Nyonya Turse!” Kiba mengeluarkan sebuah hembusan angin yang cukup kuat, mengakibatkan pengerumun itu langsung menjauh dengan keganasan Kiba. Namun ada beberapa yang keras kepala karena ingin mencari muka di depan Turse. Merasa sedikit geram, Flamon juga tidak tanggung untuk mengeluarkan hembusan api sehingga membuat mereka takut.


“Kiba kau berada darimana saja?” Tanya Turse sambil menghela napas lega.


“Tidak nyonya, hanya ada seseorang yang mencurigakan seperti ingin mencuri sesuatu.” Kiba menjelaskan.


“Beruntung sekali keduanya.” Jawab orang lainnya.


“Nona, Anda mengikuti kompetisi ini juga? aku harap Anda menang, dan jika menang melawan kami, datanglah ke kerajaan sebagai tamu undanganku.” Kata El dengan senyum manisnya.


“Nona, jangan hiraukan perkataan adikku. Dia merupakan pangeran yang kurang ajar.” Sahut Rosy.


“Apa karena Zeno meninggalkan kerajaan petang tadi sehingga kau iri kepadaku? Kasihan sekali, dia bahkan tidak memberikan selamat tinggal kepadamu.” Kata El sambil menatap kakaknya di belakang dengan menahan tawa. Selain itu, Andai saja Zeno tidak pulang petang tadi, tentu saja El akan mengajaknya ke kompetisi ini, dan bodohnya lagi jauh hari dia lupa untuk tidak memberitahu Zeno.

__ADS_1


“Apa kau bilang?”


Jangan berpikir bahwa hanya Rosy yang berkata seperti itu, melainkan Turse yang ada di dekatnya juga mendengarkan dengan begitu jelas bahwa sang pangeran baru menyebutkan nama suaminya. Tentu saja itu hal tersebut juga membuat beast Zeno menaikkan alisnya, terkecuali Kiba, dia hanya menelan ludah dan ingin menghajar sang pangeran karena membuat rencana mulus ini hampir rusak.


“Pangeran, apa yang kau katakan tadi? siapa Zeno yang kau maksud? Di mana dia?” Sahut Turse dengan tegas sebelum Rosy sendiri protes.


“Dia adalah Fang Zeno, bagian dari keluarga kami. Dia benar-benar kuat, mungkin peringkatnya seperti Anda. Dan dia tidak ber....” Sebelum melanjutkan ucapannya, Kiba langsung bergerak melesat sambil menarik tangan El ataupun Rosy seolah ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.


Itu menjadi sebuah kericuhan yang membuat Turse benar-benar penasaran, kemudian dia berlari menyusul Kiba karena dia sedang menarik seseorang yang belum menjawab sepenuhnya jawaban dia tadi.


Dan beberapa menit setelah Turse berhasil menyusul Kiba yang tengah membicarakan sesuatu, Turse langsung menarik Kiba secara kasar karena dianggap kurang sopan.


“Maafkan aku nyonya, aku hanya marah karena keduanya menyebut nama tuan secara asal-asalan. Tapi tenang saja, yang mereka maksud bukan Fang Zeno suami nyonya atau tuan kami. Aku benar kan?” Kata Kiba menatap tajam EL dan Rosy seolah memberikan sebuah ancaman kepada mereka semua.


“Benar nyonya, bawahanmu tampaknya salah paham. Fang Zeno yang ku maksud adalah keluarga kami dan anak dari paman kami, lagipula dia belum beristri, maafkan aku karena telah menggodamu tadi.” Jawab El sambil menggarukkan kepalanya.


Sebelumnya El dan Rosy mendapatkan sebuah perkataan dari Kiba untuk tidak mengatakan bahwa Fang Zeno yang dimaksud adalah Fang Zeno yang berasal dari dunia manusia kepada Turse. Meskipun dengan jelas, sebenarnya Kiba tahu persis bahwa El dan Rosy masih satu darah dengan Zeno. Namun, kali ini, Kiba harus membujuk Turse bahwa nama Fang Zeno tidak hanya kekasihnya saja agar rencana tuannya berhasil.


“Astaga, padahal aku benar-benar berharap bahwa dia adalah suamiku.” Turse pergi dengan merasa jengkel, diikuti oleh Kiba yang tersenyum jahat kepada El dan Rosy.


El hanya tersenyum pahit sambil mengatakan, “Siapa yang menyangka dia sudah bersuami, itu pun ternyata suaminya adalah Zeno.”


Rosy hanya tertawa lebar saat melihat adiknya seperti itu kemudian dia meledek adiknya sambil pergi, “Aku yakin kau tidak akan berani untuk menyentuhnya di depan Zeno sialan itu.”

__ADS_1


“Setidaknya aku juga kasihan kepadamu, karena siapa yang menyangka bahwa Zeno sebenarnya sudah beristri. Haha kasihan sekali.” Sahut El.


"Berbicaralah seperti itu maka akan kubunuh kau." Jawab Rosy.


__ADS_2