Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Kurang sedikit lagi


__ADS_3

Zeno menarik Ice Sword dari punggung yang mana dia sendiri jarang menggunakannya akhir-akhir ini. Bukan untuk melawan, melainkan digunakan untuk membedah ular yang baru saja dia bunuh untuk mencari sebuah sumber daya yaitu elemental crystal.


Tentunya, ular ini pastinya memiliki dua elemental seed karena memiliki dua elemen, dan yang pasti juga memiliki dua Elemental crystal pula dengan tipe racun dan juga cahaya.


Dengan penuh hati-hati, Zeno membelah ular itu dengan sangat teliti, berusaha mencari dimana crystal yang ada pada ular. Biasanya, elemental crystal terletak di dekat jantung, atau melekat pada jantung itu sendiri. Pasalnya, keduanya tidak berbeda, jika jantung adalah titik vital bagi tubuh untuk memompa darah, maka elemental crystal adalah titik vital yang digunakan untuk memompa orka untuk menghasilkan elemen.


Jika elemental crystal merupakan wujud yang tampak, maka elemental seed adalah sesuatu yang tidak nampak yang mana hanya diri sendiri yang mengetahui. Elemental seed menjadi sebuah unsur benih yang menjadikan seseorang atau beast memiliki elemen, dan tentunya juga mempermudah melihat proses naik peringkat.


Pada akhirnya, Zeno sudah berhasil mendapatkan dua elemental crystal yang ada pada ular tersebut. Dengan warna hijau sedikit tua, yang mana itu elemental crystal tipe racun, serta elemental crystal yang satunya dengan bercahaya emas yang membuat Zeno menyipitkan matanya karena merasa sangat silau.


"Aku…." Zeno berpikir sejenak, memperhatikan elemental crystal bertipe racun yang mungkin akan terbuang sia-sia. Dan sangat disayangkan sekali apabila tidak digunakan, padahal dirinya sama sekali tidak memiliki elemen tersebut.


Zeno tersenyum sambil melemparkan kristal berwarna hijau itu, kemudian dia menangkapnya lagi sambil berbalik badan dan mengatakan, "Aku akan memberikanmu ini saat bertemu, kau mengerti?" Ucap Zeno berbicara sendiri.


Zeno memutuskan untuk kembali ke rumahnya untuk menyerap elemental crystal yang tampak begitu terang. Melihat dari kelima elemental seednya yang semuanya hampir penuh, kemungkinan terbesar setelah menyerap elemental crystal ini dengan waktu beberapa hari, akan sepenuhnya penuh dan membuatnya naik tingkat menjadi raja dewa tingkat kedua.


Akhirnya, Zeno kembali ke rumah, lebih tepatnya ke ruangan pribadinya. Tanpa siapapun yang tahu, bahkan Zera sendiri yang mungkin hampir tiap hari melakukan tugas dari ayahnya untuk membersihkan rumah Zeno. Karena Onard sendiri tahu, bahwa Zeno pasti tidak akan mungkin bisa mengurus yang lainnya dengan sendirinya. Bahkan makanan sekalipun, setiap waktu Zera selalu mengirim ke rumah Zeno, meskipun Zeno sendiri juga merasa keberatan.


Zeno duduk bersila, memegang elemental crystal bertipe cahaya di atas pangkuannya. Sedangkan elemental crystal yang berwarna hijau tadi, dia singkirkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu proses peningkatan elemental.

__ADS_1


Memejamkan mata, mencoba berkonsentrasi sesaat sebelum elemental crystal itu mengeluarkan sebuah energi yang perlahan masuk ke dalam tubuh Zeno, lebih tepatnya menuju lima elemental seed milik Zeno.


……


Beberapa hari kemudian, Zeno membuka matanya perlahan setelah dia tidak merasakan energi lagi yang terkandung pada elemental crystal itu. Dia juga melihat, elemental crystal yang dia pegang berwarna pucat seolah sudah tidak memiliki unsur lagi untuk diserap.


"Cih, apa-apaan ini?" Zeno membatin sambil menggertakkan giginya, wajahnya terlihat menahan emosi saat melihat bahwa kelima elemental seednya tidak terisi penuh. Mungkin kurang satu titik agar sepenuhnya penuh. 


Hal tersebut tentunya membuat Zeno sangat jengkel, benar-benar jengkel dan ingin membanting elemental crystal yang tidak berunsur di tangannya. Benar-benar dia ternyata masih merasa kurang untuk menyerap elemental crystal agar dirinya berada di peringkat raja dewa tingkat dua.


Tak apa,i mau bagaimana lagi, mungkin Zeno harus menyerap satu crystal lagi. Tapi dia tidak memiliki waktu lagi untuk berburu elemental beast untuk mendapatkan elemental crystal. Karena dia harus memantau desa yang dia tinggal selama beberapa hari karena menyerap elemental crystal.


"Salam kepala desa, beruntung sekali kami kesini tepat Anda menyelesaikan meningkatkan elemental crystal." Ucap Edren memulai pembicaraan.


Sebelum itu, Zeno mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah Zeno sendiri. Karena tampaknya, sangat tidak etis apabila berbincang di luar rumah. Selain karena tidak nyaman, juga mungkin akan terkesan dilihat sombong oleh orang lainnya.


"Kenapa kalian berada di sini?" Tanya Zeno penasaran.


"Ada masalah lagi, tuan." Yord menarik napas sebelum dia melanjutkan ucapannya, "Jika satu bulan yang lalu penduduk desa kembali karena kesetiaannya, kali ini ada ribuan penduduk desa kembali sebagai pecundang. Mereka semua adakah penduduk desa yang sebelumnya pergi dan tidak memberikan timbal balik seperti para perantau."

__ADS_1


"Lebih tepatnya mereka sebelumnya adalah para pengkhianat yang sebenarnya. Memberikan sebuah ungkapan yang begitu buruk dan menganggap bahwa penduduk desa adalah orang-orang yang bodoh karena mempercayai ramalan. Namun, saat akhir-akhir ini berita tentang tuan menyebar, mereka kembali lagi seolah sedang mengemis untuk mendapatkan tempat tinggalnya lagi." Sahut Edren menambahkan apa yang Yord katakan.


"Satu bulan yang lalu, orang-orang seperti itu juga tidak peduli tentang perintah kepala desa agar mereka kembali. Mereka justru mengolok-olok kepala desa dan menganggap bahwa desa mengemis kepada diri mereka." Sambungnya.


"Jadi ini pengkhianat desa yang sesungguhnya? Mereka kembali karena berita tentang seorang penguasa yang mengambil alih menyebar?" Zeno mengangkat alisnya.


"Mereka semua ada di gerbang bagian timur. Onard juga tidak berani mengambil langkah karena takut bertolak belakang dengan tuan. Apa yang dia lakukan adalah melarang mereka agar tidak masuk terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin." Kata Yord.


Mendengar hal itu, Zeno langsung bergerak secepat cahaya untuk berada di gerbang bagian timur untuk melihat keramaian itu. Untungnya, kejadian tersebut tepat bersamaan dengan dia berhasil menyerap elemental crystal yang dia dapatkan. Mungkin jika masih menunggu waktu yang lama, dia akan menjadi kerepotan lagi, karena mungkin karena orang-orang tersebut bertindak secara kasar sebelum mendapatkan izin untuk masuk. Walaupun, pada dasarnya Zeno sama sekali tidak mengizinkan mereka.


…..


"Onard! Kau bukan kepala desa lagi, jadi kau tidak memiliki hak untuk mengatur kami." Salah satu orang berteriak di hadapan Onard dengan sangat keras, yang membuat telinga Onard sendiri merasa kesakitan.


"Bukankah kalian adalah orang-orang yang mengolok-olok desa dan tidak mempercayai ramalan? Lagipula kepala desa masih melakukan penyerapan, jadi kami tidak tahu apakah kalian mendapatkan izin atau tidak." Onard menghela napas, dia berkata seperti itu bukan berarti dia mengizinkan orang-orang itu untuk tidak masuk. Dia harus mendapatkan izin dari kepala desa, siapa tahu kepala desa masih memberikan kesempatan yang membuat Onard tidak berkutik.


"Kau terlalu banyak bicara Onard! Biarkan kami masuk!" Orang tersebut memukul perut Onard dengan sangat keras. Sehingga Ivon terjatuh yang membuat orang itu memberontak dan langsung masuk, diikuti oleh orang-orang yang ada di belakangnya.


Sebuah cahaya muncul tepat di hadapan orang yang baru saja memukul Onard. Sehingga mengakibatkan orang tersebut langsung meloncat mundur dan begitu kaget. Sayangnya, dia terlambat untuk bergerak yang membuat kemungkinan dia tidak akan bisa menghindari hal buruk terjadi.

__ADS_1


"Siapa yang mengizinkan kalian masuk di tanah terlarang untuk kalian?" 


__ADS_2