Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Kerajaan Fang


__ADS_3

Seisi kerajaan menjadi bingung saat tahu pangeran membawa masuk orang yang tidak dikenal, bukan tentang orang itu tidak memiliki peringkat, tapi siapa orang itu? Apakah teman baru pangeran? tapi tampaknya pangeran tidak pernah bersikap kekanakan yang mana membawa teman bermainnya menuju kerajaan. Secara, pangeran sudah berumur dua puluh lima tahun.


“Ayah, lihat siapa yang ku bawa?” El masuk ke dalam sebuah ruang pertemuan, dihadapkan dengan sang raja yang memiliki peringkat dewa alam tingkat ke delapan. Tidak hanya sang raja, mungkin Zeno melihat ada istri raja, seorang yang mengenakan pakaian putri kerajaan. Bahkan mungkin ada seorang tetua dan petinggi istana.


Sang raja, tersentak kaget saat dia melihat anaknya membawa siapa. Tentunya, dia tidak bisa tinggal diam dan duduk saat tahu siapa yang telah datang.


“Pangeran El, kau membawa siapa?” Protes seorang perdana menteri kerajaan.


“Fang Zeno.” Sang raja mendekat ke arah Zeno dan mencoba untuk memastikan, apakah seseorang yang ada di hadapannya adalah Fang Zeno seperti apa yang dia pikirkan? Namun, setelah dia melihat ada darah Fang yang mengalir di tubuh Zeno, raja tersebut tersenyum dan menyambut Fang Zeno dengan sangat baik, “Tidak heran, padahal penjaga pohon kehidupan sampai di desamu pagi tadi. Namun, kau menuju kesini sebelum penjaga pohon kembali.”


“Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu raja.” Zeno sedikit membungkukkan badannya saat berhadapan dengan raja sebagai tanda penghormatan. “Benar-benar tidak menyangka, bagaimana Anda bisa tahu aku berada di desa terpencil itu?”


“Itu nanti, aku akan memperkenalkanku kepada keluarga Fang yang lainnya.” Raja menarik pundak Zeno dan membawanya menuju tengah-tengah pertemuan.


Zeno bisa melihat dengan seksama, bagaimana ekspresi beragam dari keluarga Fang yang ada dan para anggota kerajaan lainnya. Kebanyakan, tatapan mereka begitu ramah saat raja menyambutnya dengan baik pula. Namun, tidak sedikit orang yang berwajah masam seperti tuan putri kerajaan Fang yang terlihat meremehkan Zeno.


“Ini adalah Fang Zeno, sosok terkuat keturunan Fang di alam manusia. Leluhur Fang yang menceritakannya 3 tahun yang lalu. Dan siapa yang menyangka, dirinya akan bertemu dengannya lima hari lagi.”


“Anda terlalu berlebihan yang mulia.” Sangkal Zeno.

__ADS_1


Putri dari kerajaan Fang, dia kemudian berdiri dengan wajah buruknya, “El, pasti kau salah orang. Dia bukan Fang Zeno yang dimaksud, buktinya, dia sama sekali tidak memiliki peringkat sama sekali.” Ucapnya dengan nada tinggi, “Ayah, kau pasti salah orang! Dia bukan Fang Zeno, dia adalah penipu!”


Zeno mengangkat alisnya, dan menganggap bahwa tuan putri dari kerajaan Fang benar-benar tidak mencerminkan keluarga Fang. Arogan, terlihat sok kuat dan meremehkan seseorang. Zeno berpikir, siapa yang menyangka yang memiliki sifat seperti ini adalah tuan putri itu sendiri, padahal jika dipikir-pikir yang memiliki sifat arogan kebanyakan adalah pangeran.


“Tuan putri benar, tampaknya pangeran El salah orang. Jika dia memang Fang Zeno seperti yang Anda maksud, setidaknya dia memiliki peringkat prajurit dewa ke atas, atau memang Fang Zeno sendiri memang lemah, dan tidak memiliki elemental. Jika orang seperti dia saja menjadi keturunan Fang terkuat, bagaimana dengan anggota Fang yang lainnya di alam sana?” Sangkal keluarga Fang lainnya yang tampaknya berumur tua, jadi Zeno bisa menebaknya itu adalah tetua.


Tak salah lagi, tidak di alam manusia ataupun alam dewa, tetua selalu berpikiran seperti itu. Mungkin karena merasa paling tua, dengan pengalaman hidup yang banyak sehingga menjadikan dia begitu sombong di hadapan yang lainnya.


“Rosy, apakah kau berpikiran seperti itu?” Kata raja kepada anak tertuanya atau putrinya, dia tidak mengatakan secara langsung bahwa pria yang ada di sampingnya memiliki darah Fang yang mengalir. Secara, sebenarnya dirinya bisa melihatnya. Dia juga tidak menghiraukan apa yang tetua itu katakan.


“Jika iya memangnya kenapa?” Sahut Rosy.


“Bagaimana jika kau bertarung satu lawan satu dengannya?”


Istri raja, sang ratu dia mengerutkan dahinya, “Suamiku, apa itu tidak terlalu berlebihan? Jika dia memang Fang Zeno, maka Rosy akan ....”


“Baiklah, kita buktikan saja bahwa kau bukanlah Fang Zeno. Aku harap, kerajaaan tidak mempersiapkan makamnya.” Rosy berkata dengan mengangkat ujung bibirnya. Tampaknya, wanita di depan Zeno tidak menunjukkan kepribadian yang anggun, melainkan bertingkah kejam.


“Yang mulia ratu benar, bukankah itu terlalu berlebihan yang mulia raja?” Zeno berkata dengan canggung sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Tetua langsung menyahut apa yang diucapkan Zeno, “Nak, jika kau takut maka bilanglah. Kami akan mengampunimu. Benar-benar tidak punya malu.”


Zeno yang mendengar itu langsung menatap sinis tetua dan menggertakkan giginya kuat-kuat. Tentunya, apabila diremehkan seperti itu, Zeno tidak akan menolak. Apalagi dirinya memiliki kemampuan penguasa, memiliki peringkat raja dewa. Bukan berarti Zeno terlalu sombong, dia tidak pernah meremehkan kemampuan musuhnya, hanya saja kemungkinan dia akan berniat membatasi bertarungnya agar tidak terlalu berlebihan.


“Baiklah, jika memang itu keputusannya. Aku harap tuan putri mengerahkan semua kemampuan Anda dan bertarung dengan niat membunuh.” Ucapnya dengan sangat sinis.


“Nak, kau jangan sombong. Jaga bicaramu kau berkata dengan siapa!” Sahut tetua itu.


“Standar ganda. Tuan putri berkata dengan sombong tidak ada yang protes. Sedangkan aku jika berkata demikian?”


Suasana menjadi hening dan mencekam, tidak ada yang bersuara karena tatapan tajam dari Zeno kepada Rosy ataupun sebaliknya. Bahkan raja dan ratu sekalipun, mereka menelan ludah secara kasar karena tidak akan tahu bagaimana nasib putrinya kelak. Selain itu, raja juga menyesal karena mempertantangkan Zeno dengan putrinya, tetapi dia tidak ingin menjadi pengecut karena menarik kata-katanya kembali.


“Zeno, apa kau serius? Kakak memiliki satu tingkat di atasmu. Kemungkinan kau akan kalah.” Bisik El kepada Zeno.


“Kau akan tahu nanti.” Balasnya.


Tanpa menunggu lama, akhirnya mereka berdua di bawa ke tempat aula pertandingan yang mana hanya keluarga inti dan anggota kerajaan lainnya yang melihatnya. Keluarga cabang Fang tidak diizinkan melihatnya, karena mereka akan bertanya-tanya, siapa orang asing yang bertarung dengan tuan putri?


Aula pertarungan. Arena dalam ruangan yang mana dikelilingi oleh tempat para penonton untuk melihatnya, semacam koloseum, namun berada dalam ruangan. Kemungkinan tempat pribadi ini digunakan para keluarga Fang untuk menguji bakat mereka.

__ADS_1


Keluarga inti Fang seperti raja, ratu beserta anaknya yaitu El memperhatikan dua orang yang saling bertatapan. Begitupun anggota kerajaan seperti petinggi, beberapa prajurit dan orang kepercayaan raja yang melihat dua orang yaitu Zeno dan Rosy sedang bertatapan dari kejauhan untuk bertarung satu sama lain.


“Nona, kutegaskan lagi. Lawanlah aku dengan niat membunuh jika kesombonganmu masih ada.”


__ADS_2